Penulis Topik: Nikah Mut'ah [3]  (Dibaca 1105 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

Nikah Mut'ah [3]
« pada: Agustus 13, 2013, 08:40:39 PM »
Mufâkahah Orang yang Beriman
عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَعْيَنَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ لَهْوُ الْمُؤْمِنِ فِي ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ التَّمَتُّعِ بِالنِّسَاءِ وَ مُفَاكَهَةِ الْإِخْوَانِ وَ الصَّلَاةِ بِاللَّيْلِ.
Dari Zurârah bin A'yan dari Abû Ja'far as berka-ta, "Hiburan orang yang beriman itu dalam tiga perkara: Nikah mut'ah dengan perempuan-perempuan, bercanda de-ngan saudara-saudara (seiman) dan shalat pada waktu ma-lam." 

عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَعْيَنَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ لَهْوُ الْمُؤْمِنِ فِي ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ التَّمَتُّعِ بِالنِّسَاءِ وَ مُفَاكَهَةِ الْإِخْوَانِ وَ الصَّلَاةِ بِاللَّيْلِ.
Dari Zurârah bin A'yan dari Abû Ja'far as berka-ta, "Hiburan orang yang beriman itu dalam tiga perkara: Nikah mut'ah dengan perempuan-perempuan, bercanda de-ngan saudara-saudara (seiman) dan shalat pada waktu ma-lam." 

Kalimat Akad Nikah Mut'ah
عَنْ أَبَانِ بْنِ تَغْلِبَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع كَيْفَ أَقُولُ لَهَا إِذَا خَلَوْتُ بِهَا قَالَ تَقُولُ أَتَزَوَّجُكِ مُتْعَةً عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ لَا وَارِثَةً وَ لَا مَوْرُوثَةً كَذَا وَ كَذَا يَوْماً وَ إِنْ شِئْتَ كَذَا وَ كَذَا سَنَةً بِكَذَا وَ كَذَا دِرْهَماً وَ تُسَمِّي (مِنَ الْأَجْرِ) مَا تَرَاضَيْتُمَا عَلَيْهِ قَلِيلًا كَانَ أَوْ كَثِيراً فَإِذَا قَالَتْ نَعَمْ فَقَدْ رَضِيَتْ وَ هِيَ امْرَأَتُكَ وَ أَنْتَ أَوْلَى النَّاسِ بِهَا الْحَدِيثَ.
Dari Abân bin Taghlib berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as, bagaimana aku mengucap-kannya jika aku menyendiri dengannya? Beliau berka-ta, "Kamu ucapkan: Aku menikahimu atas dasar Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya tidak ada yang mewariskan dan tidak ada yang diwarisi (tidak ada pewarisan) untuk waktu sekian hari dan jika kamu mau sekiat tahun dengan mahar sekian dirham dan kamu sebutkan (maharnya) yang telah kamu se-pakati atasnya baik sedikit maupun banyak, maka bila dia mengucapkan, "Ya." Berarti dia rela dan dia menjadi istri-mu, dan kamu menjadi orang yang paling berhak dengan-nya. " 

عَنِ ابْنِ أَبِي نَصْرٍ عَنْ ثَعْلَبَةَ قَالَ تَقُولُ أَتَزَوَّجُكِ مُتْعَةً عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ نِكَاحاً غَيْرَ سِفَاحٍ وَ عَلَى أَنْ لَا تَرِثِينِي وَ لَا أَرِثَكِ كَذَا وَ كَذَا يَوْماً بِكَذَا وَ كَذَا دِرْهَماً وَ عَلَى أَنَّ عَلَيْكِ الْعِدَّةَ.
Dari Ibnu Abî Nashr dari Tsa'labah berkata, "Ka-mu ucapkan: Aku menikahimu secara mut'ah atas (nama) Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya sebagai pernikahan bukan perzinaan, dan bahwa kamu tidak mewarisiku dan aku tidak mewarisimu selama sekian hari dengan mahar se-kian dirham dan wajib bagimu 'iddah (jika telah habis ma-sa pernikahannya)." 

عَنِ ابْنِ أَبِي عُمَيْرٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ يَتَزَوَّجُ الْمُتْعَةَ قَالَ يَقُولُ أَتَزَوَّجُكِ كَذَا وَ كَذَا يَوْماً بِكَذَا وَ كَذَا دِرْهَماً فَإِذَا مَضَتْ تِلْكَ الْأَيَّامُ كَانَ طَلَاقُهَا فِي شَرْطِهَا وَ لَا عِدَّةَ لَهَا عَلَيْكَ.
Dari Ibnu 'Umair dari Hisyâm bin Sâlim dia ber-kata: Saya bertanya, "Bagaimana seseorang menikah secara mut'ah?" Dia berkata, "Dia mengucapkan: Aku me-nikahimu sekian hari dengan mahar sekian dirham. Maka apabila hari-hari itu telah berlalu adalah ia thalaq-nya da-lam syaratnya dan tidak ada 'iddah baginya atasmu." 
Tidak ada 'iddah itu maksudnya tidak ada rujuk, dan kalau ingin memperpanjang waktu tinggal mela-kukan akad lagi dengan mahar yang baru.

عَنْ سَمَاعَةَ عَنْ أَبِي بَصِيرٍ قَالَ لَا بُدَّ مِنْ أَنْ يَقُولَ فِيهِ هَذِهِ الشُّرُوطَ أَتَزَوَّجُكِ مُتْعَةً كَذَا وَ كَذَا يَوْماً بِكَذَا وَ كَذَا دِرْهَماً نِكَاحاً غَيْرَ سِفَاحٍ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ وَ عَلَى أَنْ لَا تَرِثِينِي وَ لَا أَرِثَكِ وَ عَلَى أَنْ تَعْتَدِّي خَمْسَةً وَ أَرْبَعِينَ يَوْماً وَ قَالَ بَعْضُهُمْ حَيْضَةً.
Dari Samâ'ah dari Abû Bashîr berkata, "Mesti dia ucapkan syarat ini kepadanya: Aku menikahimu dengan nikah mut'ah selama sekian hari dengan mahar sekian dirham sebagai pernikahan bukan perzinaan di tas Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya dan bahwa ka-mu tidak mewarisiku dan aku tidak mewarisimu, dan bahwa kamu ber-'iddah empat puluh lima (45) hari.. Dan sebagian mereka mengatakan satu kali haid." 

عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ الْجَوَالِيقِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ قُلْتُ مَا أَقُولُ لَهَا قَالَ تَقُولُ لَهَا أَتَزَوَّجُكِ عَلَى كِتَابِ اللَّهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ وَ اللَّهُ وَلِيِّي وَ وَلِيُّكِ كَذَا وَ كَذَا شَهْراً بِكَذَا وَ كَذَا دِرْهَماً عَلَى أَنَّ لِيَ اللَّهَ عَلَيْكِ كَفِيلًا لَتَفِيِنَّ لِي وَ لَا أَقْسِمُ لَكِ وَ لَا أَطْلُبُ وَلَدَكِ وَ لَا عِدَّةَ لَكِ عَلَيَّ فَإِذَا مَضَى شَرْطُكِ فَلَا تَتَزَوَّجِي حَتَّى يَمْضِيَ لَكِ خَمْسَةٌ وَ أَرْبَعُونَ يَوْماً وَ إِنْ حَدَثَ بِكِ وَلَدٌ فَأَعْلِمِينِي.
Dari Hisyâm bin Sâlim Al-Jawâlîqi dari Abû 'Abdillâh as dalam sebuah hadîts dia berkata: Saya ber-kata, apa yang mesti saya ucapkan kepadanya (dalam nikah mut'ah)? Beliau berkata, "Kamu ucapkan kepada-nya: Aku menikahimu di atas Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya, dan Allah waliku dan walimu selama sekian bulan de-ngan mahar sekian dirham bahwa Allah pelindung bagiku atasmu, kamu sempurnakan bagiku, dan aku tidak membagi (waktu) bagimu dan tidak menuntut anakmu dan tidak ada 'iddah bagimu atasku, maka jika telah berlalu syaratmu, maka janganlah kamu menikah hingga berlalu bagimu em-pat puluh lima (45) hari, dan jika terjadi anak denganmu, maka bertahukan padaku." 

Akad Mut'ah yang Paling Singkat
عن الحسن بن علي بن يقطين قال قال أبو الحسن موسى بن جعفر ع أدنى ما يجزي من القول أن يقول : أَتَزَوَّجُكِ مُتْعَةً عَلَى كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِيِّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ بِكَذَا وَ كَذَا إِلَى كَذَا.
Dari Al-Hasan bin 'Ali bin Yaqthîn berkata: Abû Al-Hasan Mûsâ bin Ja'far as, "Sekurang-kurangnya akad nikah mut'ah itu seseorang mengucapkan (kepada calon is-trinya): Atazawwajuki mut'atan 'alâ kitâbillâhi wa sunnati nabiyyihi shallallâhu 'alaihi wa ãlih, bikadzâ wa kadzâ ilâ kadzâ. (Saya menikahimu atas dasar Kitab Allah dan su-nnah Nabi-Nya saw dengan mahar …sampai …)"
Kadzâ wa kadzâ diganti dengan mahar yang telah ditentukan, dan ilâ kadzâ diganti dengan waktu yang disepakati, misalnya bilmahril ma'lûm ilal muddati ma'-lûmah (dengan mahar yang telah ditentukan sampai masa yang telah ditentukan).

Jika tidak Menyebutkan Waktu Berarti Nikah Dâ`im
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ إِنْ سُمِّيَ الْأَجَلُ فَهُوَ مُتْعَةٌ وَ إِنْ لَمْ يُسَمَّ الْأَجَلُ فَهُوَ نِكَاحٌ بَاتٌّ.
Dari 'Abdullâh bin Bukair berkata: Abû 'Abdi-llâh as telahberkata dalam sebuah hadîts, "Jika disebut-kan tempo, maka ia nikah mut'ah, dan bila tidak disebutkan tempo, maka nikah biasa (bukan nikah mut'ah)." 

عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَتَزَوَّجُ الْمَرْأَةَ مُتْعَةً مَرَّةً مُبْهَمَةً قَالَ فَقَالَ ذَاكَ أَشَدُّ عَلَيْكَ تَرِثُهَا وَ تَرِثُكَ وَ لَا يَجُوزُ لَكَ أَنْ تُطَلِّقَهَا إِلَّا عَلَى طُهْرٍ وَ شَاهِدَيْنِ قُلْتُ أَصْلَحَكَ اللَّهُ فَكَيْفَ أَتَزَوَّجُهَا قَالَ أَيَّاماً مَعْدُودَةً بِشَيْ‏ءٍ مُسَمًّى مِقْدَارَ مَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ فَإِذَا مَضَتْ أَيَّامُهَا كَانَ طَلَاقُهَا فِي شَرْطِهَا وَ لَا نَفَقَةَ وَ لَا عِدَّةَ لَهَا عَلَيْكَ الْحَدِيثَ.
Dari Hisyâm bin Sâlim berkata: Saya telah ber-kata kepada Abû 'abdillâh as, "Saya menikahi permpu-an dengan pernikahan mut'ah satu kali yang samar." Beliau berkata, "Yang demikian itu menjadi sangat terikat bagimu, kamu mewarisinya dan dia mewarisimu, dan tidak boleh bagimu menceraikannya kecuali dalam keadaan dia suci (dari haid dan tidak digauli) dan ada dua orang saksi laki-laki." Saya bertanya, "Semoga Allah memaslahat-kanmu, bagaimana saya menikahinya?" Beliau berkata, "Beberapa hari yang ditentukan dengan mahar yang dise-butkan dengan sama-sama rela dengannya, maka bila telah berakhir hari-harinya itu thalaq-nya dalam syaratnya  dan tidak ada nafkah dan tidak ada 'iddah baginya atasmu."   

Tidak Ada Batasan untuk Mahar dan Waktu
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا جَعْفَرٍ ع عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ قَالَ حَلَالٌ وَ إِنَّهُ يُجْزِي فِيهِ الدِّرْهَمُ فَمَا فَوْقَهُ.
Dari Abû Bashîr berkata: Saya telah bertanya kepada Abû Ja'far as tentang mut'atun nisâ`, beliau ber-kata, "Halal, dan sesungguhnya (maharnya) memadai satu dirham atau lebih." 

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنِ الْأَحْوَلِ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَدْنَى مَا يُتَزَوَّجُ بِهِ الْمُتْعَةُ قَالَ كَفٌّ مِنْ بُرٍّ.
Dari Abû Sa'îd Al-Ahwal berkata: Saya telah berkata kepada Abû 'Abdillâh as serendah-redahnya mahar yang digunakan dalam nikah mut'ah, beliau berkata, "Segenggam gandum." 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع كَمِ الْمَهْرُ يَعْنِي فِي الْمُتْعَةِ قَالَ مَا تَرَاضَيَا عَلَيْهِ إِلَى مَا شَاءَا مِنَ الْأَجَلِ.
 Dari Muhammad bin Muslim berkata: Saya te-lah bertanya kepada Abû 'Abdillâh as, "Berapakah ma-har yakni dalam nikah mut'ah?" Beliau berkata, "Apa yang telah disepakati oleh mereka berdua atasnya sampai waktu yang dikehendaki mereka berdua." 

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى عُمَرَ فَقَالَتْ إِنِّي زَنَيْتُ فَطَهِّرْنِي فَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُرْجَمَ فَأُخْبِرَ بِذَلِكَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع فَقَالَ كَيْفَ زَنَيْتِ قَالَتْ مَرَرْتُ بِالْبَادِيَةِ فَأَصَابَنِي عَطَشٌ شَدِيدٌ فَاسْتَسْقَيْتُ أَعْرَابِيّاً فَأَبَى أَنْ يَسْقِيَنِي إِلَّا أَنْ أُمَكِّنَهُ مِنْ نَفْسِي فَلَمَّا أَجْهَدَنِيَ الْعَطَشُ وَ خِفْتُ عَلَى نَفْسِي سَقَانِي فَأَمْكَنْتُهُ مِنْ نَفْسِي فَقَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع تَزْوِيجٌ وَ رَبِّ الْكَعْبَةِ.
 Dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Ada seorang pe-rempuan datang ke 'Umar, lalu dia berkata, 'Sesungguhnya aku telah berzina, maka sucikanlah aku.' Lalu dia menyuruh dengannya untuk dirajam. Maka hal itu dikabarkan kepada Amîrul Mu`minîn as, lalu dia bertanya, 'Bagaimana kamu berzina?' Dia menjawab, 'Saya melewati perkampungan, la-lu dahaga yang sangat menimpaku, maka saya meminta air ke seorang a'râbi, tetapi dia enggan memberiku minum ke-cuali saya memberikan kehormatanku, maka dahaga sema-kin memayahkanku dan aku takut binasa, dia memberiku mi-num, kemudian aku berikan kehormatanku kepadanya.' Ma-ka Amîrul Mu`minîn as berkata, 'Itu pernikahan demi pemi-lik Ka'bah.'" 

عَنْ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع فِي الْمُتْعَةِ قَالَ لَا بُدَّ مِنْ أَنْ يُصْدِقَهَا شَيْئاً قَلَّ أَوْ كَثُرَ وَ الصَّدَاقُ كُلُّ شَيْ‏ءٍ تَرَاضَيَا عَلَيْهِ فِي تَمَتُّعٍ أَوْ تَزْوِيجٍ بِغَيْرِ مُتْعَةٍ.
 Dari Zurârah dari Abû Ja'far as tentang mut'ah berkata, "Mesti memberikan sesuatu kepadanya sedikit atau banyak, dan mahar itu segala sesuatu yang mereka berdia rido atasmya dalam nikah mut'ah atau nikah lain selain mut'ah." 
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2250 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2012, 09:17:30 PM
oleh Kang_Asep
2 Jawaban
2202 Dilihat
Tulisan terakhir April 21, 2013, 12:45:01 PM
oleh Awal Dj
26 Jawaban
6011 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2013, 07:41:58 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1148 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 13, 2013, 08:38:15 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1018 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 13, 2013, 08:42:25 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1247 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2013, 06:47:05 PM
oleh Abu Zahra
13 Jawaban
2987 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2013, 07:36:15 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1877 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 07:54:27 PM
oleh ratna
2 Jawaban
939 Dilihat
Tulisan terakhir April 19, 2015, 10:24:25 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
363 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 20, 2015, 11:11:34 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan