Penulis Topik: Menikah dan Rezeki  (Dibaca 3471 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

Menikah dan Rezeki
« pada: Agustus 15, 2013, 08:17:22 PM »
Menikah itu mendatangkan rezeki; suami punya jatah rezeki dan istri juga punya jatah rezeki dan kalau dipadukan dalah ikatan rumah tangga, maka rezeki mereka akan bertambah, begitulah yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah Rasûlullâh saw. Tetapi terkadang manusia tidak yakin akan kemurahan Allah 'azza wa jalla hingga tidak mau nikah karena dibayangi kesusahan ekonomi, dibayangkan ketika sendirian penghasilah segini, maka bagaimana kalau ada istri, dan setelah itu ada anak. Padahal anak istri tidak per-nah memakan dari rezekinya, sebab masing-masing hanya memakan dari rezekinya. Allah 'azza wa jalla berfirman:

   وَ أَنْكِحُوا الأَيَّامَى مِنْكُمْ وَ الصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَ إمَائِكُمْ إِنْ كَانُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ وَ اللهُ وَاسٍعٌ عَلِيْمٌ
Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (untuk menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan, apabila mereka miskin Allah akan mencukupinya dengan karunia-Nya dan Allah maha luas lagi maha mengetahui.

   وَ لاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَ إِيَّاكُمْ
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin, Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu.

وَ لاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ مِنْ إِمْلاَقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَ إِيَّاهُمْ
Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena kemiskinan, Kamilah yang memberi rezeki kepada kepadamu dan mereka. 
   
Orang-orang yang ingin menikah tetapi tidak punya keberanian untuk menikah karena takut kemiskinan, maka secara aqîdah sangatlah lemah, sebab dia telah berburuk sangka kepada Allah   
   
عَنْ وَلِيدِ بْنِ صَبِيحٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ مَنْ تَرَكَ التَّزْوِيجَ مَخَافَةَ الْعَيْلَةِ فَقَدْ أَسَاءَ بِاللَّهِ الظَّنَّ
 Dari Walîd bin Shabîh dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Siapa yang meninggalkan nikah karena takut miskin, maka sesungguhnya dia telah berburuk sangka kepada Allah." 

عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ ص فَشَكَا إِلَيْهِ الْحَاجَةَ فَقَالَ تَزَوَّجْ فَتَزَوَّجَ فَوُسِّعَ عَلَيْهِ
Dari Hisyâm bin Sâlim dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw, lalu dia mengadukan kebutuhan kepadanya, maka berkatalah beliau, 'Menikahlah kamu.' Kemudian dia menikah, maka diluaskanlah rezekinya."   

عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ ص شَابٌّ مِنَ الْأَنْصَارِ فَشَكَا إِلَيْهِ الْحَاجَةَ فَقَالَ لَهُ تَزَوَّجْ فَقَالَ الشَّابُّ إِنِّي لَأَسْتَحْيِي أَنْ أَعُودَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ص فَلَحِقَهُ رَجُلٌ مِنَ الْأَنْصَارِ فَقَالَ إِنَّ لِي بِنْتاً وَسِيمَةً فَزَوَّجَهَا إِيَّاهُ قَالَ فَوَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ [قَالَ] فَأَتَى الشَّابُّ النَّبِيَّ ص فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ عَلَيْكُمْ بِالْبَاهِ
Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Ada seorang pemuda dari Anshâr datang kepada Rasûlullâh saw, lalu dia mengadukan kebutuhan kepadanya, maka beliau berkata kepadanya, 'Menikahlah.' Kemudian si pemuda itu berkata, 'Sesungguhnya aku malu kembali lagi kepada Rasûlullâh saw, lalu seorang lelaki dari Anshâr berjumpa dengannya, maka dia berkata, 'Sesungguhnya saya punya seorang anak perempuan wasîmah (yang elok mukanya), ke-mudian dia menikahkannya kepadanya, maka Allah meluaskan rezekinya. Kemudian si pemuda itu datang kepada Nabi saw dan dia menceritakan kepadanya, maka Rasûlullâh saw berkata,. 'Hai para pemuda, hendaklah kalian menikah.'" 

عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع الْحَدِيثُ الَّذِي يَرْوِيهِ النَّاسُ حَقٌّ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ ص فَشَكَا إِلَيْهِ الْحَاجَةَ فَأَمَرَهُ بِالتَّزْوِيجِ فَفَعَلَ ثُمَّ أَتَاهُ فَشَكَا إِلَيْهِ الْحَاجَةَ فَأَمَرَهُ بِالتَّزْوِيجِ حَتَّى أَمَرَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ فَقَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع [نَعَمْ] هُوَ حَقٌّ ثُمَّ قَالَ الرِّزْقُ مَعَ النِّسَاءِ وَ الْعِيَالِ
Dari Ishâq bin 'Ammâr brkata: Saya telah berka-ta kepada Abû 'Abdillâh as, "Hadîts yang diriwayatkan oleh orang-orang itu benar bahwa ada seorang lelaki datang kepada Nabi saw, lalu dia mengadukan kebutuhan kepadanya, maka beliau menyuruhnya menikah, kemudian dia menikah, kemudian dia datang lagi kepadanya, dia mengadukan kebutukan kepadanya, maka beliau menyuruhnya menikah lagi sehingga beliau menyuruhnya tiga kali?" Maka Abû 'Abdillâh as berkata, "Dia itu benar." Beliau berkata, "Rezeki bersama istri-istri dan tanggungan keluarga."   

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ آبَائِهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ تَرَكَ التَّزْوِيجَ مَخَافَةَ الْعَيْلَةِ فَقَدْ أَسَاءَ ظَنَّهُ بِاللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَقُولُ إِنْ يَكُونُوا فُقَراءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
Dari Muhammad bin Ja'far dari ayahnya dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Siapa yang tidak mau menikah karena takut miskin, maka sesungguhnya dia telah buruk sangkaannya kepada Allah 'azza wa jalla, Dia berfirman, Apabila mereka faqîr (miskin) niscaya Allah memberikan kecukupan kepada mereka dari karunia-Nya." 
 
عَنِ ابْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنِي عَاصِمُ بْنُ حُمَيْدٍ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَشَكَا إِلَيْهِ الْحَاجَةَ فَأَمَرَهُ بِالتَّزْوِيجِ قَالَ فَاشْتَدَّتْ بِهِ الْحَاجَةُ فَأَتَى أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع فَسَأَلَهُ عَنْ حَالِهِ فَقَالَ لَهُ اشْتَدَّتْ بِيَ الْحَاجَةُ فَقَالَ فَفَارِقْ ثُمَّ أَتَاهُ فَسَأَلَهُ عَنْ حَالِهِ فَقَالَ أَثْرَيْتُ وَ حَسُنَ حَالِي فَقَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع إِنِّي أَمَرْتُكَ بِأَمْرَيْنِ أَمَرَ اللَّهُ بِهِمَا قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ وَ أَنْكِحُوا الْأَيامى مِنْكُمْ إِلَى قَوْلِهِ وَ اللَّهُ واسِعٌ عَلِيمٌ وَ قَالَ إِنْ يَتَفَرَّقا يُغْنِ اللَّهُ كُلًّا مِنْ سَعَتِهِ
Dari Ibnu Abî Lailâ berkata: Telah menyampaikan hadîts kepadaku 'Âshim bin Humaid dia berkata: Adalah saya di sisi Abû 'Abdillâh as, lalu datanglah kepadanya seorang laki-laki, dia mengadukan kebutuhan kepadanya, maka beliau menyuruhnya menikah. Dia berkata: Maka (setelah menikah) dia bertambah sangat kebutuhannya, lalu dia datang kepada Abû 'Abdillâh as, lalu beliau bertanya kepadanya tentang keadaannya, maka dia berkata kepadanya, "Kebutuhaku semakin sangat." Lalu beliau berkata, "Maka ceraikanlah." Kemudian dia mendatanginya lagi, lalu beliau bertanya kepadanya tentang keadaannya, maka dia berkata, "Saya telah kaya dan keadaanku telah menjadi baik." Maka Abû 'Abdillâh as berkata, "Aku menyuruhmu dengan dua perintah, Allah telah memerintahkan keduanya,  Allah 'azza wa jalla berfirman, Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian darimu sampai firman-Nya dan Allah maha luas lagi maha mengetahui. Dan Dia berfirman, Jika keduanya bercerai niscaya Dia memberikan kecukupan kepada masing-masingnya dari limpahan karunia-Nya." 
 
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ وَهْبٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكاحاً حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ قَالَ يَتَزَوَّجُوا حَتَّى يُغْنِيَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ
Dari Mu'âwiyah bin Wahb dari Abû 'Abdillâh as tentang firman Allah 'azza wa jalla, Dan hendaklah menjaga kesucian dirinya orang-orang yang tidak mendapatkan nikah hingga Allah memberikan kecukupan kepada mereka dari karunia-Nya.  Beliau berkata, "Hendaklah mereka menikah hingga Dia memberikan kecukupan kepada mereka dari karunia-Nya." 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص اتَّخِذُوا الْأَهْلَ فَإِنَّهُ أَرْزَقُ لَكُمْ
Rasûlullâh saw berkata, "Jadikanlah keluarga (me-nikahlah), karena berkeluarga itu lebih mendatangkan rezeki bagimu."   

 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9100
  • Thanked: 53 times
  • Total likes: 298
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #1 pada: September 02, 2013, 09:59:29 PM »
Bagaimana dengan hukum KB ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Zahra

Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #2 pada: September 03, 2013, 05:23:40 PM »
Pada dasarnya boleh, kecuali jika merusak akidah, kesehatan atau sunnatullâh.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9100
  • Thanked: 53 times
  • Total likes: 298
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #3 pada: September 04, 2013, 05:16:05 AM »
apakah KB bisa dikategorikan "membunuh anak" atau "tidak yakin dengan rezeki dari Allah" ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Zahra

Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #4 pada: September 04, 2013, 07:19:11 AM »
Jika tujuannya takut miskin, maka dilarang sebagaimana yang Allah firmankan, "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin..."
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9100
  • Thanked: 53 times
  • Total likes: 298
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #5 pada: September 04, 2013, 04:01:12 PM »
jadi, adakah alasan ber-KB yang bisa dibenarkan ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Zahra

Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #6 pada: September 04, 2013, 08:12:58 PM »
Jika hamil akan membahayakan dirinya atau untuk penjarangan.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9100
  • Thanked: 53 times
  • Total likes: 298
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #7 pada: September 05, 2013, 06:52:24 AM »
tapi, apakah menelan pil KB itu tidak dikategorikan "membunuh anak" ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1861
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #8 pada: September 05, 2013, 08:36:57 AM »

"membunuh anak"

Bagiamana bisa dikategorikan membunuh anak? sedangkan anak belum dzahir?
 

Offline Java tangguh

Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #9 pada: September 05, 2013, 11:22:11 AM »
Kb bukan membunuh anak, mungkin kamu perlu mencari tahu dulu definisi dari kalimat MEMBUNUH, yang dilakukan kb untuk mengendalikan kelahiran baru mengacu pada sisi sosial pendidikan kesehatan psikologi dan ekonomi kalau memiliki semua itu punya anak banyak ya sah sah saja
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9100
  • Thanked: 53 times
  • Total likes: 298
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #10 pada: September 05, 2013, 02:21:00 PM »
"usaha menjarangkan anak", apakah bukan termasuk kepada manifestasi dari ketidak yakinan akan pembagian rezeki dari Tuhan ?

Kutip dari: Abu Zahra
suami punya jatah rezeki dan istri juga punya jatah rezeki dan kalau dipadukan dalah ikatan rumah tangga, maka rezeki mereka akan bertambah, begitulah yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah Rasûlullâh saw.

anak juga ada jatah rezekinya tersendiri.

jadi, kalau alasan KB karena khawatir takut kekurangan rezeki adalah alasan yang tidak benar. begitu ya, ustadz?

bagaimana kalau alasannya adalah karena khawatir pendidikannya kurang terurus dengan baik, sehingga berKB, apakah alasan ini bisa dibenarkan ?

dengan sedikit anak, dianggap mengurus pendidikannya lebih mudah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Zahra

Re:Menikah dan Rezeki
« Jawab #11 pada: September 06, 2013, 09:27:23 AM »
Sperma yang akan membuahi itu cerdas, ia tidak akan keluar misalnya jika lelaki menumpahkannya diluar, dan ia juga tidak akan keluar jika lelaki dan istrinya pasang alat kontrasepsi. Semua manusia yang akan lahir telah ditentukan, dan siapa pun tak bisa mencegah kehadirannya. Maka apa yang Allah kehendaki PASTI terjadi, dan apa yang Dia tidak kehendaki tidak akan pernah terjadi. Segala sesuatu berjalan dengan takdir Allah!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1533 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2012, 12:47:49 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
919 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 13, 2013, 08:49:50 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
806 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 13, 2013, 08:51:35 PM
oleh Abu Zahra
menikah disaat hamil

Dimulai oleh Sandy_dkk « 1 2 » Berita

21 Jawaban
8562 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2014, 10:30:16 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
951 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 25, 2014, 06:42:21 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
660 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 09, 2014, 06:36:19 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
1546 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2015, 05:21:08 AM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
499 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 31, 2015, 09:53:55 PM
oleh gumalta
0 Jawaban
337 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 12, 2016, 11:03:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
276 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 04:47:20 PM
oleh Sandy_dkk