Penulis Topik: MENGANTARKAN DAN MENGUBURKAN JENAZAH [BAGIAN KEEMPAT]  (Dibaca 1872 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

MENGANTARKAN DAN MENGUBURKAN JENAZAH [BAGIAN KEEMPAT]
« pada: Maret 22, 2013, 10:46:58 AM »
MENGANTARKAN DAN MENGUBURKAN JENAZAH [BAGIAN KEEMPAT]

Membongkar Kubur
Membongkar kubur pada dasarnya tidak dibolehkan sekalipun kuburan itu adalah kuburan anak-anak atau kuburan orang yang hilang akalnya, kecuali dalam beberapa perkara:
1.   Jika mayyit dikubur di tanah yang dirampas, baik karena permusuhan, jahil atau karena lupa, sebab hal itu wajib dibongkar untuk dipindahkan jika si pemilik tanah tidak rela. Demikian pula apabila dikafani dengan kain kafan yang tidak halal.
2.   Jika mayyit dikubur tanpa dimandikan dan dikafani, atau ternyata cara memandikannya tidak benar, atau dikafani tidak sesuai ajaran Islam.
3.   Jika dibutuhkan untuk pembuktian suatu perkara dengan melihat tubuhnya.
4.   Apabila dikubur dengan cara tidak munasabah seperti dikuburkan bersama orang kâfir.
5.   Untuk dipindahkan ke tempat yang mulia, seperti dari 'Arafah ke Makkah.
6.   Jika ditanam di dalam peti jenazah.
7.   Jika dikubur tanpa seizin wali atau keluarganya.
8.   Apabila ketika hidupnya berpesan untuk dikubur-kan di tempat tertentu.
9.   Bila memang terpaksa harus dibongkar karena ada urusan yang sangat penting.
10.   Bila takut dibongkar oleh binatang buas atau terbawa banjir.
11.   Jika ketika hidupnya dia berpesan untuk dipindahkan ke tempat mulia.

Pahala bagi Para Penggali Kubur
عَنْ سَعْدِ بْنِ طَرِيفٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عليه السلام قَالَ مَنْ حَفَرَ لِمَيِّتٍ قَبْراً كَانَ كَمَنْ بَوَّأَهُ بَيْتاً مُوَافِقاً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.
Dari Sa'ad bin Tharîf dari Abû Ja'far as berkata, "Siapa yang menggali kubur untuk mayyit adalah dia seperti orang yang menempatkannya di sebuah rumah yang cocok sampai hari kiamat."

Batasan Penggalian Kubur
سَهْلُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ رَوَى أَصْحَابُنَا أَنَّ حَدَّ الْقَبْرِ إِلَى التَّرْقُوَةِ وَ قَالَ بَعْضُهُمْ إِلَى الثَّدْيِ وَ قَالَ بَعْضُهُمْ قَامَةِ الرَّجُلِ حَتَّى يُمَدَّ الثَّوْبُ عَلَى رَأْسِ مَنْ فِي الْقَبْرِ وَ أَمَّا اللَّحْدُ فَبِقَدْرِ مَا يُمْكِنُ فِيهِ الْجُلُوسُ قَالَ وَ لَمَّا حَضَرَ عَلِيَّ بْنَ الْحُسَيْنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ الْوَفَاةُ أُغْمِيَ عَلَيْهِ فَبَقِيَ سَاعَةً ثُمَّ رُفِعَ عَنْهُ الثَّوْبُ ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَوْرَثَنَا الْجَنَّةَ نَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ نَشَاءُ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ثُمَّ قَالَ احْفِرُوا لِي وَ ابْلُغُوا إِلَى الرَّشْحِ قَالَ ثُمَّ مُدَّ الثَّوْبُ عَلَيْهِ فَمَاتَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ.
Sahl bin Ziyâd berkata: Sahabat-sahabat kami meriwa-yatkan bahwa batasan kubur sampai tulang selangka. Dan berkata sebagian mereka sampai tetek. Dan berkata sebagian mereka: Setinggi orang sehingga diulurkan kain atas orang yang ada dalam kubur. Adapun lahad, maka dengan kadar yang memungkinkan duduk di dalamnya. Dia berkata: Dan tatkala hadir wafat kepada 'Ali bin Al-Husain as beliau pingsan, maka tinggal sesaat, kemudian kain diangkat darinya, kemudian dia berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah mewariskan surga kepada kami, kami tinggal padanya menurut yang kami kehendaki, maka (itulah) sebaik pahala bagi orang-orang yang beramal." Kemudian beliau berkata, "Galilah kuburan untukku, dan teruslah menggali sampai berkeringat (dalam)." Dia berkata, "Kemudian dibentangkan kain atasnya, lalu beliau meninggal."
 
عَنْ أَبِي الْحَسَنِ الرِّضَا عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حِينَ احْتُضِرَ إِذَا أَنَا مِتُّ فَاحْفِرُوا لِي وَ شُقُّوا لِي شَقّاً فَإِنْ قِيلَ لَكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ لُحِدَ لَهُ فَقَدْ صَدَقُوا.
Dari Abû Al-Hasan Al-Ridhâ as berkata: Abû Ja'far as telah berkata ketika dia di-ihtidhâr-kan, "Apabila aku mati, ma-ka galilah kubur bagiku dan belahlah bagiku suatu belahan (lahad), jika dikatakan kepada kalian: Sesungguhnya Rasûlullâh saw dibikinkan lahad baginya. Maka sesungguhnya mereka itu benar."
 
عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ لَحَدَ لَهُ أَبُو طَلْحَةَ الْأَنْصَارِيُّ.
Dari Al-Halabi dari Abû 'Abdillâh as bahwa Rasulullah saw dibikinkan lahad baginya oleh Abû Thalhah Al-Anshâri.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
2428 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 01:36:49 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
5845 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2013, 09:32:31 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1378 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 01:51:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1720 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 02:04:12 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1333 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 05:39:17 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1693 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 05:48:31 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1747 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 06:02:36 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
2809 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 10:00:20 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1813 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 10:20:08 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
2211 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 10:40:52 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan