Penulis Topik: Menggunakan Istilah Kafir  (Dibaca 20 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menggunakan Istilah Kafir
« pada: Desember 09, 2017, 02:55:11 PM »
SK : kafir
====================
1. Landasan Definisi
2. Kebenaran Yang Diketahui
3. Ragam Jenis Kafir
4. Error Logic
5. Menggunakan Istilah Kafir
====================

1. Landasan Definisi
Edisi : 20 Juli 2017, 20:01:01

Layy_laa Hijab Malang, [20.07.17 07:55]
----------------
1.Dfnsi kg asp ap pijakanx? bsa dsbutkan?
2.jk muslm mlkkan kjhtn,apkh brarti dia kfir?
3.Ap fgsi islam sbgai satu 2x agma yg diridhoi n diterima Allah?
==========

Insya Allah, pertanyaan-pertanyaan Anda akan saya jawab. Tapi lain kali, mohon kata-kata ditulis dengan ejaan yang benar. Karena tanya jawab ini akan diarsipkan dan dibukukan. Jadi, mari saling membantu. Saya membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda. Anda bisa membantu saya dalam proses penyusunan buku dengan ejaan yang rapi.

Jawaban nomor 1 ...

Apa landasan dari definisi "Kafir adalah mengingkari kebenaran" ?

Menurut hukum logika, setiap orang berwenang untuk mendefinisikan apapun dengan apapun selama memenuhi syarat definisi. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat dalam tulisan saya berjudul "Mengenal Definisi" dan "Wilayah Kewenangan Definisi".

Tetapi juga setiap proposisi itu ada pemiliknya. Dalam hal ini, ayat-ayat al Quran merupakan proposisi-proposisi milik Allah swt. Itu berarti yang berwenang mendefinisikan term-term yang terkandung dalam al Quran adalah Allah dan RasulNya. Misalnya definisi "kafir" yang termuat dalam ayat-ayat al Quran, jelas definisinya harus definisi menurut Allah dan RasulNya.

Pertanyaannya, apakah Allah dan RasulNya telah menyampaikan definisi Kafir secara langsung ? Tidak. Saya belum menemukan definisi "kafir" secara langsung baik di dalam ayat-ayat al Quran maupun al Hadis. Di dalam al Quran hanya disebutkan sifat-sifat atau ciri-ciri orang kafir, tapi tidak ada definisi langsung tentang kafir itu sendiri. Adapun para ulama juga memberikan definisi yang berbeda-beda, sehingga akhirnya kita tetap harus mencari tahu dan menyelidikinya sendiri apa yang dimaksud dengan kafir menurut Allah dan RasulNya agar kita mengetahui pendapat ulama mana yang benar.

Berikut adalah ayat-ayat yang menjadi landasan defini "Kafir adalah mengingkari kebenaran".

”Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS Al-Baqarah ayat 147)

Semua muslimin sepakat, kebenaran itu pasti datang dari Tuhan.  Pengingkaran terhadap kebenaran tersebut, itulah kafir. Kata kafir sendiri, di dalam al Quran merupakan kata yang disandarkan pada suatu objek. Setelah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, itu merupakan kata kerja. Seperti "menendang" pada kalimat "Rifki menenang". Kalimatnya masih belum lengkap, "menendang apa ?" misalnya "Rifki menendang bola". Demikian pula kata "kafir", pada kalimat "Gordon kafir", kalimatnya belum lengkap. Kafir pada apa ? "Gordon kafir pada ayat-ayat Tuhan".

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Q.S 2:39)

Dalam ayat lain, kata "kafir" disematkan pada kata "nikmat".  Bukankah orang yang kafir terhadap nikmat itu banyak ditemukan dikelompok muslim sekalipun ?

Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat dzalim dan kafir. (Q.S 14:34)

Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan. (Q.S 16:53)

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu kafir (Q.S 2:152)

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu kafir (terhadap nikmat), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih". (Q.S 14:7)

Kafir terhadap nikmat itu diistilahkan dengan kufur nikmat. Apa benar yang kufur nikmat itu hanyalah non muslim ?

Selain itu, adanya kisah pernikahan Nabi Muhammad dengan Maria Al Qibtiya yang merupakan penganut Kristen ortodok, juga merupakan salah satu dari landasan saya membuat definisi "kafir". Karena tidaklah mungkin Rasulullah saw menikahi perempuan kafir dan musyrik. Allah telah melarangnya.

"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Dan sungguh wanita budak yang mu`min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu." [QS 2 : 221]

Adalah tidak mungkin Maria al Qibtiya seorang kafir dan musyrik. Tidak ada riwayat yang menjelaskan bahwa ketika menikah atau setelah menikah dengan nabi saw, Maria kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat dan masuk Islam.

Ada juga kisah pernikahan Zainab binti Muhammad saw yang menikah dengan Abu Al As Ar Rabi, yang juga seorang pemeluk Kristen. Rasulllah saw sendiri yang menikahkannya, dan tak pernah sekalipun Rasullah saw menyebut menantunya tersebut dengan "kafir", bahkan hingga Abu Al Ash berperang melawan kaum muslimin. Sebelum Abu Al Ash memerangi kaum muslimin, Rasulullah tidak mempermasalahkan rumah tangga putrinya. Tetapi karena Abu Al Ash ikut memerangi kaum muslimin, maka Rasululullah berkata kepada Abu Al Ash, "Masuklah Islam atau kembalikan putriku !" Kisah ini ditulis oleh seorang ulama Arab Saudi bernama Abdullah Yamani, mantan menteri penerangan Arab Saudi.  Dan saya pernah mempostingnya di medialogika.org dengan judul "Liontin Khadijah".

Ini juga menunjukan bahwa Kristen belum tentu kafir. Jika Abu Al Ash kafir, tidaklah mungkin Rasulullah merestui putrinya menikah dengan Abu Al Ash. Tetapi, kemudian kekafiran terjadi karena Abu Al Ash memutuskan ikut memerangi kaum muslimin, maka Rasulullah meminta Abu Al Ash menceraikan istrinya dan mengembalikannya kepada Rasulullah saw.

Kemudian untuk  pertanyaan nomor 2, "Apakah setiap orang yang melakukan kejahatan berarti dia kafir ?"

Jawabannya "tidak".

Tidak setiap orang yang melakukan kejahatan termasuk kafir. Karena orang yang melakukan kejahatan bisa karena kelalaian, ketidaktahuan, ketidaksengajaan atau keterpaksanaan. Mereka yang melakukan kejahatan karena faktor-faktor tersebut tidak termasuk kepada kafir.  Tetapi, mereka yang melakukan kejahatan atas dasar kesengajaan, karena kesombongan, karena kebencian, dan keserakahan, maka itulah kafir. Jadi, sebagian penjahat adalah kafir. Atau bila dikatakan "setiap", maka setiap penjahat yang dengan sengaja melakukan kejahatan  - tanpa ada paksaaan - atas dasar kehendak sendiri di dorong oleh hubudunya wa karahatul maut, sedangkan dia mengetahui bahwa tindakannya itu salah  maka dia itulah kafir.

Selanjutnya, jawaban nomor 3.

Apa fungsi Islam sebagai satu-satunya agama yang diridhai Tuhan ?

Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (Q.S 3:19)

Maha Benar Allah degan segala firman Nya.

Saya meyakini bahwa Islam adalah agama yang diridhai Allah. Kebenaran apapun yang datang kepada kita, itu pastilah dari Tuhan.  Karena itu, apabila kita menemukan kebenaran di dalam kitab fisika, matematika, kimia, semua itu pastilah dari Tuhan. Demikian pula, seandainya ada kebenaran yang dapat kita temukan di dalam Veda, Tripitaka, dan Injil, maka pastilah semua itu datang dari Tuhan. Dan apakah sebuatan suatu kebenaran jikalau bukan Islam ?

Segala ilmu sains itu berbicara mengenai kebenaran alam semesta. Dan Ali bin Abi Thalib berkata, "langit, bumi dan segala isinya dirangkum dalam al Quran." dan al Quran adalah sumber ajaran islam. Maka kebenaran apakah selain Islam ?

Islam mengajarkan kita untuk berbuat jujur dan adil. Karena itu, siapapun yang melaksanakan kejujuran atau keadilan, berarti dia itu melaksanakan ajaran islam. Siapapun yang berbuat kejahatan, menipu, mencuri uang rakyat, berbuat aniaya, maka dia itu sedang melaksanakan ajaran setan.

Manusia itu tadinya satu jiwa, kemudian menjadi banyak.

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Q.S 4:1)

Agama juga satu. Kebenaran tak pernah berubah, sejak zaman nabi Adam hingga yaumal qiyamah. Satu kebenaran satu ajaran. Tetapi kemudian manusia itu sendirilah yang membuat sekat-sekat ajaran menjadi Islam dan non Islam.  Lebih dari itu, islam pun kemudian disekat-sekat lagi, menjadi sunni dan syiah. Sunni pun kemudian disekat-sekat lagi menjadi wahabi, ahmadiyah dan ahlu sunnah. Syiah pun sama juga, dipisah dengan banyak sekat, syiah zaidiyah, syiah imamiyah, syiah shatariyah, dll. Jadilah agama itu banyak dalam hitungan manusia. Tapi dalam pandangan Allah, tak ada agama, tak ada mazhab-mazhab, tak ada sekat-sekat, siapapun yang menjalankan kebenaran dan menegakan kedilan di muka bumi, maka dia itulah penganut ajaran Islam, satu-satunya agama yang diridhai Allah swt.

Ada orang yang rajin shalat dan puasa, tapi tidak juga berjudi dan gemar berbohong. Itu namanya melaksanakan sebagian ajaran Islam dan tidak melaksanakan ajaran Islam lainnya. Ada orang yang jujur, ramah dan tak pernah berjudi, tapi dia tidak shalat dan puasa, sama juga dia melaksanakan sebagian ajaran islam tapi tidak melaksanakan ajaran lainnya. Karena itu ada seruan, "ya ayyuhalladziina aamanuu udkhuluu fissilmi kaafah!", "masuklah ke dalam islam secara menyeluruh. Tapi siapa diantara kita yang Islamnya sudah kaffah ? Seseorang melaksanakan rukun islam yang lima, dermawan, jujur, ramah, penyantun, tapi sayangnya dia sombong. Itu sudah cukup membatalkannya dari islam kaffah. Bahkan iblis, yang dalam sekali shalatnya mencapai waktu hingga ribuan tahun, dia menjadi kafir karena satu hal, yaitu sombong.

Apakah islam saya kaffah ? Apakah Islam Anda kaffah ? Kita hanya sedang berusaha memasuki Islam secara kaffah. Jika kita sudah berhasil memasukinya, niscaya kita merupakan salah satu wali diantara wali-wali Allah. Karena itu, bagaimana kita akan meunduh pihak lain sebagai kafir hanya karena mereka baru dapat melaksanakan sebagian dari ajaran Islam, sedangkan diri kita juga tak jauh beda, baru bisa melaksanakan sebagian saja dari ajaran Islam ?

Muncul pertanyaan , "Benarkah setiap non muslim berarti mengingkari kebenaran islam ?"

tidak benar.

Orang tidak masuk Islam belum tentu karena mengingkari kebenaarnnya, melainkan bisa juga karna tidak mengeahui kebenarannya. Seperti disebutkan "karena adanya masa fatrah". Sebenarnya masa fatrah ini tidak hanya terjadi pada masa sebelum nabi saw, tetapi juga pada masa sesudahnya. Yang dimaksud masa fatrah di sini adalah di mana kebenaran Islam tidak sampai  pada seseorang atau sekelompok orang. Pada zaman sekarang misalnya, orang-orang di pedalaman amazon mengalami masa fatrah.  Tidak ada yang menyeru mereka kepada kebenaran Islam, tidak ada yang menjelaskan islam, bagaimana mreka akan dikatakan "mengingkari kebenaran islam" ?

Di tengah kota New York sekalipun, tidak mustahil seseorang mengalami masa fatrah. Kebenaran Islam tidak sampai kepadanya. Tak seorangpun mengajaknya pada islam, tidak ada yang memberi penjelasan mengenai kebenaran Islam. Walaupun sekarang zaman internet, tapi yang dia temukan hanyalah gambaran Islam yang bengis. Atau seseorang mencoba menunjukan Islam kepadanya, namun dengan wajah yang salah, Islam dengan wajah yang radikal, intoleran, ekstrim, dan sebagainaya, maka bagaimana dia akan dapat mengerti kebenaran islam dan dikatakan "mengingkari kebenaran Islam" ? Sebenarnya dia bukan saja mengalami masa fatrah, tetapi juga mengalami masa fitnah. Karena gambaran islam yang sampai kepadanya merupakan produk fitnah, terlihat buruk dan salah, sehingga akalnya mengatakan pada dirinya bahwa Islam seperti itu wajib untuk dia tolak.

2. Kebenaran Yang Diketahui
 Edisi : 20 Juli 2017, 23:08:23

saya telah menyebutkan bahwa syarat seseorang disebut kafir mesti ada faktor "pengingkaran terhadap kebenaran". Jika seseorang mengingkari kebenaran, maka dia itu kafir. Tetapi, yang dimaksud kebenaran di sini adalah kebenaran yang ditelah mengerti sebagai kebenaran. Islam agama yang benar. Karena itu mengingkari islam, berarti kafir. Ini betul. Tapi jika ada orang yang tidak mengetahui kebenaran Islam, maka tidak dapat disebut mengingkari kebenaran. Karena untuk bisa diingkari, sesuatu kebenaran itu harus diketahui terlebih dahulu.

Rian Yuda, [20.07.17 22:28]
Maksud saya selain islam itu bisa di katakan kafir kang padahal dia sudah tahu adanya islam.   Ini hanya analisa saya saja kang tpi jangan di asumsikan saya islam radikal????

Asep Rochman, [20.07.17 22:28]
Ok. saya sudah menjawab persoalan ini. apa yang anda ketahui dari argumentasi saya untuk menyangkal pendapat anda ini ?

Rian Yuda, [20.07.17 22:36]
Kafir tidaknya orang tidak ditentukan oleh status di ktp,label,busa dan pengakuan. Melainkan oleh perilaku dua syarat sehingga seseorang disebut kafir pertama mengingkari kebenaran kedua di berbuat kerusakan

Asep Rochman, [20.07.17 22:36]
adakah yang keliru dari argumentasi tersebut ?

Rian Yuda, [20.07.17 22:38]
Sebelumnya saya minta maaf klo menyinggung.

Mengakui nabi isa itu tuhan bagi islam benar atau salah kang.

Asep Rochman, [20.07.17 22:38]
salah.

Rian Yuda, [20.07.17 22:40]
Klo begitu mengakui nabi isa itu tuhan masuk kategori kafir tidak kang.

Asep Rochman, [20.07.17 22:45]
tidak tahu.

krn saya tidak mengerti maksud pertanyaannya. jika saya atau anda mengakui nabi isa sebagai Tuhan, niscaya saya dan anda kafir. karena saya dan anda mengetahui bahwa Isa as bukanlah Tuhan. menyangkal hal ini berarti menyangkal kebenaran. menyangkal kebenaran berarti kafir.

Adapun orang kristen yang mengakui isa sebagai Tuhan, tidak mengingkari kebenaran. atau tidak ber niat mengingkari kebenaran. apabila mereka tidak mengetahui kebenaran tentang keesaan Tuhan.

Sedangkan para pendeta Najran yang ditantang bermubahalah oleh Nabi saw, jelas-jelas mereka kafir. Karena mereka sudah mengerti kebenaran argumentasi rasulullah saw. Dan salah seorang dari mereka berkata, "Sesungguhnya apa yang dikatakan oleh Muhammad benar, celakalah kita kalau bermubahalah denganya." walaupun sudah mengerti bahwa Muhammad benar, tapi masih mengingkari kebenaran itu dengan enggan masuk Islam dan masih menuhankan Isa as agar tidak kehilangan umat.  Karena itulah mereka kafir.

3. Ragam Jenis Kafir
 Edisi : 20 Juli 2017, 23:34:31

Rian Yuda, [20.07.17 23:05]
Dalam Kitab Syarah Safinatun Najah dijelaskan :

Kafir itu ada empat macam :

Kafir inkar yaitu orang yang tidak mengenal Allah sama sekali dan tidak mau mengakui-Nya.Kafir Juhud yaitu orang yang mengenal Allah dengan hatinya, namun tidak mau mengakui / mengikrarkannya dengan lidahnya seperti kufurnya Iblis dan Yahudi.Kafir Nifaq yaitu orang yang mau berikrar dengan lisan namun tidak mempercayai-Nya dalam hatinya.Kafir ‘Inad yaitu orang yang mengenal Allah SWT dalam hatinya, dan mengakui dengan lidah-Nya, namun tidak mau melaksanakan ajaran-Nya, seperti Abu Thalib.

Merujuk kepada makna bahasa dan beragam makna kafir dalam ayat al-Quran, Kafir terbagi menjadi
beberapa golongan, berikut ini adalah kenis-jenis kafir :

1. KAFIR HARBI

Yaitu orang kafir yang memerangi Allah danRasulullah dengan berbuat makar diatas muka bumi.
(QS. Muhammad : 4)

2. KAFIR DZIMMI

Yaitu orang kafir yang tunduk pada penguasa islam dan membayar jizyah/upeti
(QS. At Taubah :29)

3. KAFIR MUAHAD

Yaitu orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan Negara islam.
(QS. Al Anfal : 58)

Sabda Rasulullah saw, Barangsiapa yang membunuh seorang muahid maka tidak akan mencium bau surga…” (HR. Bukhori)”

4. KAFIR MUSTA’MAN

Yaitu orang kafir yang masuk ke Negara islam,dan mendapatkan jaminan keamanan dari pemerintah.
(QS. At-Taubah : 6)

Penyebutan kata-kata kafir, tidak selamanya mempunyai konotasi berakhlak buruk, jahat, dan sifat-
sifat kotor lainnya. dan tidak juga pelecehan nilai-nilai kemanusiaan, karena semua manusia adalah ciptaan Allah. dan dari segi humaniti semua manusia adalah saudara. Akan tetapi penyebutan kata kafir lebih kepada masalah keimanan, dimana mereka tidak mau mengimani Allah Swt sebagai Tuhan, dan Muhammad Saw sebagai RasulNya serta mengingkari ajaran-ajarannya.

Sebenarnya jika mereka memahami arti dan konsekuensi dari kata non muslim, sebenarnya tanpa
disadari mereka rela dipanggil kafir dari perspektif islam, Hanya mungkin kedengarannya lebih halus, ketimbang disebut sebagai kafir. Orang-orang kafir ternyata berakhlak mulia ? Bisa saja orang-orang kafir berakhlak baik, seperti jujur, tidak korupsi, tidak berzina, berbuat baik dengan tetangga, menyantuni orang miskin, dll. Namun akhlak baik itu tidak cukup untuk menghapuskan status dia dari katagori orang kafir, manakala mereka tetap ingkar kepada Allah, atau ingkar kepada rasul-rasulnya termasuk Nabi Muhammad dan ajarannya.

Hanya allah yang maha tahu. Mohon maaf klo ada salah kata

Asep Rochman, [20.07.17 23:13]
Ada ragam jenis kafir. jadi, definisi kafir itu sendiri apa menurut Anda ?

Rian Yuda, [20.07.17 23:16]
Mengingkari allah dan rosul2 nya.

Asep Rochman, [20.07.17 23:17]
lalu, apa bedanya dengan definisi yang saya berikan ?

Rian Yuda, [20.07.17 23:32]
Maaf kang ternyata sama

4. Error Logic
 Edisi : 20 Juli 2017, 23:50:17

A) setiap kafir masuk neraka (benar)
O) sebagian musyrik bukan kafir (benar)
kesimpulan : tak ada.

KTBT-AOO merupakan modus berpikir yang tak sah, sehingga tidak dapat dan tidak boleh melahirkan kesimpulan apapun.

Sahl Abbad, [20.07.17 23:19]
Sahl Abbad:
konsekwensi diatas apa error logic kang?

Kang Asep:
benar.

Sahl Abbad :
maaf menyela diskusi nya kang.
letak error logic dari sisi mana?saya amati kok belum ketemu ketemu.bisa kang asep bantu?

Asep Rochman, [20.07.17 23:28]
A) Setiap kafir masuk neraka
O) sebagian musyrik tidak kafir

kesimpulan :  sebagian yang masuk nereka bukan musyrik

pelanggaran terhadap hukum peniapan yang kedua, term yang tak meniap seharusnya tidak meniap dalam kesimpulan. perhatikan term "musyrik", dalam premisnya "meniap", tapi dalam kesimpulan jadi "meniap", ini sebuah kekeliruan (error).

misalnya jika dibalik :

O) sebagian musyrik tidak kafir
A) setiap kafir masuk neraka

kesimpulan : sebagian musyrik tidak masuk neraka

perhatikan term "masuk neraka", dalam premisnya "tak meniap", tapi dalam kesimpulan "meniap". ini error logic.

Sahl Abbad, [20.07.17 23:42]
maaf satu lagi kang..

Sahl Abbad:
sebagian musyrik dan mereka yang tidak menyangkal Tuhan bukan kafir.jadi mereka tidak masuk neraka.benar begini kang?

^
sebenarnya error logic dari penyataan itu yang saya maksudkan,maaf tadi tidak saya copy kan.

Asep Rochman, [20.07.17 23:47]
E) sebagian musyrik yang tak menyangkal Tuhan bukan kafir
A) Setiap kafir masuk neraka
kesimpulan :  sebagian musyrik yang tak menyangkal Tuhan tidak masuk neraka

perhatikan term "masuk neraka", berubah dari "tak meniap", menjadi meniap. melanggar hukum peniapan kedua.

5. Menggunakan Istilah Kafir
 Edisi : 09 Desember 2017, 14:52:31


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1193 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 25, 2012, 09:20:13 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
486 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2015, 09:24:07 PM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
599 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 30, 2015, 12:49:54 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
550 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2015, 04:41:13 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1131 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2015, 11:30:01 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
427 Dilihat
Tulisan terakhir September 09, 2015, 12:39:11 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
441 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2016, 06:31:09 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
363 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 04, 2016, 12:19:29 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
205 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 17, 2017, 02:21:21 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
285 Dilihat
Tulisan terakhir April 09, 2017, 03:01:29 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan