Penulis Topik: KEHIDUPAN DI BARZAKH [BAGIAN TERAKHIR]  (Dibaca 1160 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

KEHIDUPAN DI BARZAKH [BAGIAN TERAKHIR]
« pada: April 15, 2013, 08:23:52 AM »
KEHIDUPAN DI BARZAKH [BAGIAN TERAKHIR]

Tentang Anak-anak yang Meninggal

Dari Zurârah, dari Abû Ja‘far as dia berkata, "Saya bertanya kepadanya, apakah Rasûlullâh saw pernah ditanya tentang anak-anak?" Dia berkata, "Beliau telah ditanya, lalu beliau berkata, 'Allah maha tahu terhadap apa yang mereka kerja-kan.'" Kemudian dia berkata, "Wahai Zurârah, tahukah kamu apa yang dimaksudkan dengan kalimat: Allah maha tahu terhadap apa yang mereka kerjakan?" Saya berkata, "Tidak." Beliau berkata, "Bagi Allah pada mereka ada kehendak, sesungguhnya apabila kiamat terjadi, Allah 'azza wa jalla mengumpulkan anak-anak, orang yang mati pada masa fatrah (masa tidak ada penyampaian Islam), orang yang sangat tua yang mendapatkan Nabi saw sedang dia sudah pikun, tuli dan bisu yang tidak berakal, manusia yang gila, orang yang tidak waras yang tidak berakal, dan masing-masing dari mereka ber-hujjah atas Allah 'azza wa jalla, kemudian Allah mengutus satu malak, lalu dia menyalakan api bagi mereka, lalu Allah mengutus satu malak (lagi) kepada mereka, maka dia berkata kepada mereka, 'Sesungguhnya Tuhan kalian telah menyuruh kalian untuk meloncat ke dalamnya, maka siapa yang memasukinya, api baginya dingin serta menyelamatkan, dia dimasukkan ke dalam surga, dan siapa yang enggan memasukinya dia masuk neraka.'" 
 
Dari beberapa perawi, mereka mengangkatnya bahwa beliau ditanya tentang anak-anak, maka beliau berkata, "Apabila pada hari kiamat, Allah mengumpulkan mereka dan Dia menyalakan api bagi mereka, dan Dia menyuruh mereka untuk melem-parkan diri-diri mereka ke dalamnya, maka orang yang dalam ilmu Allah 'azza wa jalla bahwa dia itu beruntung, dia melemparkan di-rinya ke dalamnya dan adalah api itu dingin dan menyelamatkan, dan orang yang dalam ilmu-Nya bahwa dia itu celaka, dia enggan memasukinya, maka Allah menyuruh mereka masuk ke dalam api, lalu mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, Engkau menyuruh kami memasuki api, padahal Engkau tidak mengalirkan pena atas kami.' Maka Al-Jabbâr  berfirman, Telah Kuperintahkan kalian secara langsung, lalu kalian tidak mentaati-Ku, maka apalagi kalau Aku mengutus para rasûl-Ku dengan membawa kabar ghaib kepada kalian?" 

Dan di dalam hadîts yang lain, "Adapun anak-anak dari orang-orang yang beriman, maka mereka menyusul orang tua mereka, dan anak-anak dari orang-orang yang tidak beriman mereka bertemu dengan orang tua mereka, dan yang demikian itu adalah firman Allah ‘azza wa jalla, Dengan keimanan Kami pertemukan kepada mereka keturunannya." 

Dari Zurârah berkata: Saya telah bertanya kepada Abû Ja‘far as tentang anak-anak, maka beliau berkata, "Rasûlullâh saw telah ditanga tentang anak-anak (al-wildâni wal athfâl). Maka beliau berkata, 'Allah maha tahu terhadap apa yang mereka kerjakan.'" 
 
Dari Zurârah berkata: Saya bertanya kepada Abû ‘Abdillâh as, "Apa yang engkau katakan tentang anak-anak yang meninggal sebelum bâligh?" Maka beliau berkata, "Rasûlullâh saw telah ditanya tentang mereka, lalu beliau berkata, 'Allah maha tahu terhadap apa yang mereka kerjakan.' Kemudian beliau meng-hadap (lagi kepadaku seraya berkata, "Wahai Zurârah tahukah kamu apa yang dimaksudkan Rasûlullâh saw dengan kalimat itu?" Dia berkata, "Tidak." Maka beliau berkata, "Yang beliau maksudkan, tahanlah (perkataan) tentang mereka, dan janganlah kamu mengatakan sesuatu tentang mereka, dan kembalikanlah pengetahuan mengenai mereka kepada Allah." 

Dari Ibnu Bukair, dari Abû ‘Abdillâh as mengenai fir-man Allah ‘azza wa jalla, Dan orang-orang yang beriman dan mengikuti mereka keturunannya dengan keimanan, niscaya Kami pertemukan mereka dengan keturunannya. Dia berkata: Maka beliau berkata, "Amal anak (ada yang) berkurang dari amal orang tua, lalu anak dipertemukan dengan orang tuanya supaya se-juk matanya." 

Dari Hisyâm dari Abû ‘Abdillâh as bahwa beliau telah ditanya tentang orang yang mati pada masa fatrah, dan tentang orang yang belum melanggar dan yang kurang akal, maka beliau berkata, "Allah ber-hujjah kepada mereka, diangkat api bagi mereka, lalu Dia berfirman kepada mereka, Masuklah kalian kepadanya. Maka siapa yang memasukinya api dirasakan dingin dan menyelamatkan, dan kepada orang yang enggan memasukinya, Dia berfirman, Ya, kalian itu telah Ku-perintahkan, tetapi kalian durhaka kepada-Ku."   

Dan dengan isnâd ini beliau berkata, "Ada tiga golongan disampaikan hujjah kepada mereka; yang bisu, anak-anak dan yang mati pada masa fatrah, lalu diangkatkan api bagi mereka, lalu dikatakan kepada mereka, Masuklah kalian ke dalamnya. Bagi orang yang memasukinya, api dirasakan dingin dan menyelamatkan baginya, dan terhadap orang yang enggan, Dia yang maha berkah lagi maha tinggi berfirman, Ini telah Ku-perintahkan kalian lalu kalian durhaka kepada-Ku."   

Orang yang Mati Lebih Mendengar dari yang Hidup   

Orang-orang yang telah meninggal dunia pendengaran dan penglihatannya lebih peka dan lebih tajam daripada orang yang masih hidup, sebab hijab-hijab dan penghalang penglihatan serta pendengarannya telah dicabut.

Telah diriwayatkan bahwa Rasûlullâh saw pada hari perang Badar, beliau memanggil-manggil orang-orang yang terbunuh, beliau berkata, "Apakah kalian telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Tuhan kalian dengan benar?" Lalu beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, sesungguhnya mereka itu telah mati, maka mengapakah engkau menyeru mereka?" Ma-ka Beliau berkata, "Sesungguhnya mereka lebih mendengar dari kalian."   

Telah diriwayatkan dari Nabi saw bahwa beliau berdiri di atas sumur Badar, lalu beliau berkata kepada orang-orang musyrik yang telah terbunuh pada hari itu dan mereka telah dilemparkan ke dalam sumur, "Sungguh kalian itu para tetangga yang buruk bagi Rasûlullâh saw, kalian telah mengusirnya dan menghardiknya dari rumahnya, kemudian kalian bersatu untuk membunuhnya, kemudian kalian memeranginya, maka sungguh aku telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan Tuhanku kepadaku dengan benar." Maka ‘Umar berkata kepadanya, "Wahai Rasûlullâh, apa gunanya engkau berbicara kepada orang yang telah dibunuh?" Maka beliau berkata kepadanya, "Diamlah wahai putra Al-Khaththâb, maka demi Allah, tidaklah kamu lebih mendengar dari mereka…" 

Dari Amîrul Mu`minîn shalawâtullâh ‘alaih bahwa beliau naik kendaraan setelah usai perang Bashrah, lalu beliau memperhatikan orang-orang yang terbunuh di antara barisan hingga beliau melewati Ka‘b bin Sûrah, dia adalah hakim Bashrah yang diangkat ‘Umar bin Al-Khaththâb, lalu dia ditugasi sebagi hakim di antara para penduduknya pada zaman ‘Umar dan ‘Utsmân. Ketika terjadi fitnah di Bashrah, dia menggantungkan mushhaf di lehernya dan dia keluar dengan istrinya dan anaknya memerangi Amîrul Mu`minîn as, kemudian semuanya terbunuh, maka Amîrul Mu`minîn as berdiri atasnya sedang dia tergeletak di antara orang-orang yang terbunuh, maka beliau berkata, "Dudukkan Ka‘b bin Sûrah." Lalu dia didudukkan diantara dua orang, maka beliau berkata, "Wahai Ka‘b bin Sûrah, sungguh aku telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan Tuhanku kepadaku dengan benar, apakah kamu telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan Tuhanmu kepada-mu dengan menar?" Kemudian dia berkata, "Baringkan  Ka‘b." Dan beliau berjalan sedikit, lalu beliau melewati Thalhah bin ‘Abdullâh yang sudah mati tergeletak, maka beliau berkata, "Dudukkanlah Thalhah." Lalu mereka mendudukkannya, maka beliau berkata, "Wahai Thalhah, sungguh aku telah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanku padaku dengan benar, maka apakah kamu telah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhanmu kepadamu dengan benar?" Kemudian beliau berkata, "Baringkanlah Thalhah." Lalu berkata kepadanya seorang lelaki dari sahabatnya, "Wahai Amîrul Mu`minîn, apa gunanya ucapanmu kepada dua orang yang telah terbunuh yang tidak mendengarmu." Maka beliau berkata, "Wahai laki-laki, demi Allah, sesungguhnya mereka itu mendengar ucapanku sebagaimana ahli qalîb (orang-orang kâfir yang telah mati di Badar) mendengar ucapan Rasûlullâh saw."   

Siksa atau Azab di Barzakh

Siksaan di barzakh ada kalanya sebagai balasan pertama bagi para pendosa yang dirasakan setelah kematian, dan setelah hari kiamat mereka dimasukkan ke dalam azab dan siksaan yang lebih besar, lebih pedih dan lebih keras lagi yaitu di dalam neraka.
Dan ada kalanya azab dan siksa di barzakh itu untuk membersihkan dosa-dosa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang ber-tawallî kepada Amîrul Mu`minîn as, namun mereka melakukan dosa-dosa dan mereka tidak sempat ber-tobat di dunia, dan inilah yang dikhawatirkan oleh Imam Ja‘far Al-Shâdiq as atas para pengikutnya.

Dari ‘Amr bin Yazîd berkata: Aku berkata kepada Abû ‘Abdillâh as: Sesungguhnya aku telah mendengarmu mengatakan, "Semua pengikut kami di dalam surga atas dosa yang telah terjadi pada mereka." Beliau berkata, "Aku membenarkanmu, semuanya demi Allah masuk ke dalam surga." Aku bertanya, “Kujadikan diriku tebusanmu, sesungguhnya dosa-dosa itu banyak lagi besar.” Beliau berkata, "Adapun pada hari qiyâmah semua kalian masuk ke dalam surga dengan syafa‘at Nabi yang ditaati atau washi Nabi, tetapi aku demi Allah, mengkhawatirkan kalian (mendapat siksa) di barzakh." Saya bertanya, “Apa barzakh itu?” Beliau berkata, "Kubur sejak matinya (seseorang) sampai hari kiamat." 

Pada hari itu dia tidak akan ditanya tentang dosa-nya.  Dia berkata: Dari kalian yakni syî‘ah (para pengikut ‘Ali as) manusia dan tidak jin. Dia berkata: Maknanya bahwa manusia dan jinn yang ber-tawallî  kepada Amîrul Mu`minîn shalawâtullâhi ‘alaih (mencintai dan berpihak), berlepas diri dari musuh-musuhnya, menghalalkan yang dihalalkannya dan mengharamkan yang diharamkannya, kemudian dia masuk dalam dosa-dosa dan tidak bertobat di dunia, niscaya dia disiksa karena dosa-dosa itu di barzakh dan dia keluar pada hari kiamat sedang dia sudah tidak punya dosa yang akan ditanyakan (diperhitungkan) pada hari kiamat.   
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1922 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2013, 11:09:34 PM
oleh ratna
2 Jawaban
5569 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2013, 09:32:31 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1663 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 02:04:12 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1176 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 07:20:14 PM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
2253 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2013, 07:43:30 AM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
5883 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2013, 10:48:58 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1132 Dilihat
Tulisan terakhir April 15, 2013, 08:08:26 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1208 Dilihat
Tulisan terakhir April 16, 2013, 09:44:13 AM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
2724 Dilihat
Tulisan terakhir November 09, 2015, 02:18:13 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1461 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 09:58:12 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan