Penulis Topik: Kebenaran Ajaran Bersanad  (Dibaca 8 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Kebenaran Ajaran Bersanad
« pada: November 12, 2017, 02:49:39 PM »
SK : Sanad
====================
1. Sanad Hadis
2. Kebenaran Ajaran Yang Bersanad
====================

2. Kebenaran Ajaran Yang Bersanad
Edisi : 12 Nopember 2017, 14:46:13

"Pendapat yang benar, tidak hanya datang dari mereka yang mengaku memiliki sanad yang bersambung hingga rasulullah saw, melain bisa datang dari siapapun manusia yang berakal sehat. Karena itu dalam belajar agama, saya tidak terlalu memperdulikan, apakah para guru agama itu bersanad atau tidak, tapi lebih mempertimbangkan kebenaran isi ajarannya saja. Seperti halnya, saya belajar ilmu logika, itu tidak ada guru yang sanadnya sampai kepada Aristoteles. Tapi kebenaran ilmu logika dapat dibuktikan di sini saat ini juga, maka tidak perlu lagi sanad.

Ajaran orang-orang yang mengaku bersanad, tidak dijamin kebenarannya. Ada banyak kelompok yang bersanad, tapi satu sama lain saling bertentangan pendapat secara tajam, kontradiktif, sehingga mustahil dua-duanya benar. Itu berarti, salah satu kelompok yang mengaku bersanad memiliki pendapat yang salah.

Saya seorang pluralis, yang belajar dari mazhab manapun. Saya berguru pada ulama-ulama yang mengaku bersanad, pun kepada yang tidak mengaku bersanad. Misalnya LDII maupun Syiah, keduanya sama-sama mengaku memiliki sanad ajaran hingga rasulullah saw. Bahkan sanad hadis di syiah itu dikenal dengan sanad "Rantai Emas", di mana seluruh perawinya adalah maksumin, alias orang-orang suci dan disucikan Allah. Tetapi ketika saya menjelaskan hal ini kepada ulama LDII, mereka langsung menuduh, "Syiah berdusta. Mereka merekayasa itu semua." sebaliknya, ketika saya menjelaskan sanad hadits LDII kepada teman-teman syiah, mereka juga lansung menilai bahwa LDII berdusta. Jadi, kelompok-kelompok yang bersanad itu, mengaku sanad ajarannya adalah number one dan asli, sedangkan sanad ajaran kelompok lain adalah palsu, hasil rekayasa atau paling tidak disebutnya kw, alias tiruan. Jika orang ingin belajar agama dengan sanad yang asli, dia butuh waktu seratus tahun untuk melakukan penelitian, kelompok mana yang memiliki sanad asli, sah dan murni sampai kepada rasulullah saw. Tapi saya tidak mau menghabiskan umur untuk urusan yang demikian. Dalam mempelajari sesuatu, saya berpedoman pada ajaran Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

Mengenali Kebenaran [1]:
---------------------------
Pada perang Jamal, seorang bernama Harits bin Hud mengatakan, “aku bingung, disatu barisan berdiri Ummul Mukminin Aisyah, istri Rasul; Zubair bin Awwam, Pedang islam,sahabat dan anak paman Rasul; dan Thalhah bin Ubaidillah, al-Khair,, seorang sahabat rasul yang dikenal sebagai pekerja keras. Sementara di barisan lain berdiri Ali Bin Abi Thalib dan putra-putranya serta Ammar bin Yasir. lalu bagaimana kita dapat mengenali kebenaran?”

Imam Ali as berkata, “wahai Harits! Cara berpikirmu itu terbalik, bila engkau melihat sahabat secara lahiriahnya, maka engkau bingung menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Ketahuilah, bahwa kebenaran dan kebatilan itu tidak dapat dikenali dengan kepribadian orang, kenalilah kebenaran itu sendiri, sehingga engkau dapat mengenali juga orang-orangnya. Dan kenali juga kebatilan sehingga engkau dapat mengenali orang-orangnya.”
=====================

Ali bin Abi Thalib juga mengatakan, "Jangan melihat siapa yang bicara tapi lihatlah apa yang dibicarakan"

Ini kontrari dengan pernyataan imam Ibnu Sirrin, “Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka hendaklah kalian melihat dari siapa kalian mengambil agama kalian.”[2]

Kontrari Pertama :
A) Anda harus menimbang status seseorang, untuk menentukan nilai kebenaran perkataannya.
E) Anda tidak harus menimbang status seseorang untuk menentukan nilai kebenaran perkataannya.

Kontrari kedua :
A ) Anda harus menimbang argumentasi seseorang untuk menentukan nilai kebenarannya perkataannya.
E ) Anda tidak harus menimbang argumentasi seseorang untuk menentukan nilai kebenaran perkatanaanya

Kontrari ketiga :
A) Status sosial seseorang merupakan parameter dari kebenaran suatu pendapat
E) Status sosial seseorang bukan merupakan parameter dari kebenaran suatu pendapat

Kontrari ketiga :
A) Validitas Argumen merupakan parameter dari kebenaran perkataan seseorang
E) Validitas Argumen bukan merupakan parameter dari kebenaran perkataan seseorang.

Jadi, itu terserah pada pilihan Anda, apakah mau berpedoman pada perkataan sayyidina Ali bin Abi Thalib, ataukah berpedoman pada perkataan Imam Ibnu Sirrin.

Para ulama sepakat akan pentingnya sanad hadis. Karena itu, bila saya tak memahami kebenaran yang disepakati oleh para ulama tersebut, maka tentulah itu karena kebodohan saya. Karena itu, saya menghormati para guru yang memegang prinsip "al Isnadu minaddin".  Dan saya beguru pada mereka. Hanya bagaimana cara menguji kebenaran sanad-sanad itu, saya tidak mengetahuinya. Biarlah itu menjadi urusan para ahlinya. Dan saya lebih memilih untuk mengumpulkan kebenaran-kebenaran argumentatif, kebenaran anlitis, kebenaran filosofis, di mana ajaran-ajaran tersebut dapat dibuktikan kebenarnanya secara langsung di sini saat ini, tanpa harus mempertimbangkan "siapa yang mengatakannya".

________________
1) Ali Shofi, Kisah-kisah Imam Ali Hal 31, Jadebeh Wadafe`eh, hal . 136; Imam Ali Ulguye Zindagi hal. 222
2) Muqaddimah Shahiih Muslim
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1966 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2012, 09:40:32 PM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
1487 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 25, 2015, 02:10:48 AM
oleh Ziels
1 Jawaban
706 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 24, 2015, 11:18:00 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
793 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 26, 2015, 07:19:42 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1681 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2015, 10:39:41 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
353 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 11, 2015, 09:11:24 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
636 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 02, 2016, 09:40:14 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
597 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 24, 2016, 08:23:23 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
267 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2016, 07:13:50 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
177 Dilihat
Tulisan terakhir November 26, 2016, 07:39:43 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan