Penulis Topik: IMAM MAHDI AS [BAGIAN PERTAMA]  (Dibaca 1874 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

IMAM MAHDI AS [BAGIAN PERTAMA]
« pada: Maret 22, 2013, 01:03:31 PM »
IMAM MAHDI AS [BAGIAN PERTAMA]

Mahdiyy artinya orang yang ditunjuki. Imam Mahdi adalah pemimpin (yang dianggap suci) yang akan datang ke dunia apabila hari kiamat hampir tiba. [Kamus Besar Bahasa Indonesia]   

Al-Mahdi dari bahasa Arab (الْمَهدِيُّ) yang berarti orang yang ditunjuki. Mengapa dia dijuluki demikian? Imam Ja‘far Al-Shâdiq as telah ditanya, “Mengapakah dia dijuluki Al-Mahdi (orang yang ditunjuki)?” Beliau menjawab, “Karena dia itu ditunjuki Allah kepada rahasia-Nya.” Dan Al-Mahdi itu adalah julukan bagi khalîfah Nabi saw yang kedua belas.

Imam Al-Mahdi as dilahirkan pada bulan Sya‘bân, tepatnya pada malam nishfu Sya‘bân (malam ke-15) tahun 255.  Beliau masih hidup sampai saat ini dalam keghaiban. Kita wajib beriman kepada kekuasaan Allah ‘azza wa jalla, dan sungguh Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

Imam Mahdi as dalam Al-Quran
Di dalam Al-Quran ada beberapa ayat yang berkenaan dengan Imam Al-Mahdi as yang ditunggu-tunggu yang terjemahnya:

Mereka hendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka sedangkan Allah tidak menghendakinya selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun kaum yang ingkar tidak suka. [Al-Taubah 9/22]

Dia yang telah mengutus Rasûl-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh ajaran walaupun manusia-manusia yang musyrik tidak suka.  [Al-Taubah 9/23]

Dia yang telah mengutus Rasûl-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas seluruh ajaran sekalipun manusia-manusia yang musyrik tidak suka. [Al-Shaff 60/9]
 
Dia yang telah mengutus Rasûl-Nya dengan memba-wa petunjuk dan ajaran yang benar untuk dimenangkan-Nya atas ajaran seluruhnya dan cukup Allah sebagai saksi. [Al-Fat-h 48/28]

Imam Ja‘far Al-Shâdiq as mengatakan bahwa kemenangan Islam hingga menguasai dunia sebagaimana yang disebutkan pada beberapa ayat tersebut di atas adalah pada zaman Imam Al-Mahdi. 

Menurut Al-Sudi (seorang ulama dari kalangan umum) bahwa kemenangan Islam atas ajaran seluruhnya itu ialah pada masa Al-Mahdi. 

Imam Mahdi dalam Al-Sunnah
   Cukup banyak sunnah-sunnah Rasûlulah saw tentang Imam Al-Mahdi as yang antara lain tentang namanya dan nama kunyahnya, tentang julukan dan gelarannya, tentang sifat-sifatnya, tentang khilâfah serta imamahnya, dan tentang ghaibah dan zhuhurnya (kemunculannya).
Dan sabahat-sahabat Nabi saw yang meriwayatkan hadîts-hadîts yang berkenaan dengan Al-Mahdi yang antara lain Imam ‘Ali, Ibnu ‘Abbâs, Ibnu Mas‘ûd, Ibnu ‘Umar, Abû Hurairah, Thalhah, Abû Sa‘îd Al-Khudri dan Ummu Salamah.

Nama dan Nasabnya
Telah diriwayatkan dengan jalan ceritanya dari ‘Âshim bin Bahdalah, dari Zirrin dari ‘Abdullâh dia berkata: Rasûlullâh saw berkata, “Dunia ini tidak akan lenyap sehingga seorang lelaki dari Ahlulbaitku yang namanya sama denganku menguasai bangsa ‘Arab.”   
   
Situasi dunia sangat tergantung dengan kawasan ‘Arab, maka jika ‘Arab kacau dunia akan kacau, dan jika ‘Arab aman, maka dunia akan aman. Oleh karena itu pada hadîts di atas, untuk menguasai dunia cukup diungkapkan dengan menguasai Jazîrah ‘Arab.
   
Rasûlullâh saw berkata, “Tidak akan terjadi saat (kiamat) sehingga berkuasa seorang lelaki dari Ahlulbaitku yang namanya sama dengan namaku.”   

Dari Abû Sa‘îd Al-Khudri berkata: Rasûlullâh saw ber-kata, “Tidak akan tegak saat kiamat sehingga bumi penuh kezaliman, ketidakadilan dan permusuhan, kemudian akan keluar dari Ahlulbaitku orang yang memenuhinya dengan kebena-ran dan keadilan sebagaimana ia telah diliputi kezaliman dan permusuhan.” 

Dari Abû Hudzaifah bahwa Nabi saw berkata, “Seandainya usia dunia ini tinggal sehari lagi, niscaya Allah akan memperpanjang hari itu sampai Dia membangkitkan seorang lelaki dari keturunanku yang namanya seperti namaku.” Salmân bertanya, “Dari keturunan putramu yang manakah wahai Rasûlullâh?” Beliau menjawab. “Dari keturunan anakku ini.” Sambil dia menepukkan tangannya kepada Al-Husain as. 

Dari Abû Ayyûb Al-Anshâri berkata: Rasûlullâh saw berkata kepada Fâthimah salâmullâhi ‘alaihâ, “Nabi kita adalah sebaik-baik nabi dan dia adalah ayahmu, syahîd kita sebaik-baik syuhadâ` dan dia adalah paman ayahmu Hamzah, dari kita ada orang yang mempunyai dua sayap; dengannya dia terbang di dalam surga menurut yang dia kehendaki dan dia putra paman ayahmu Ja‘far, dari kita dua sibth (manusia pilihan Allah) bagi ummat ini; Al-Hasan dan Al-Husain dan mereka berdua adalah anakmu, dan dari kita Al-Mahdi.” 

‘Îsâ as Turun setelah Imam Al-Mahdi as Muncul
Secara implisit di dalam Shahîh Al-Bukhâri dan yang dalam kitab yang lainnya disebutkan bahwa ‘Îsâ Al-Masîh as akan turun setelah Imam Al-Mahdi as datang.
 
Dari Nâfi‘ maulâ Abû Qatâdah Al-Anshâri: Sesungguhnya Abû Hurairah telah berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Bagaimanakah kalian apabila telah turun putra Maryam pada kalian sedang imam kalian dari kalian?” 

Dari Jâbir bahwa dia telah mendengar Nabi saw berkata, “Senantiasa segolongan dari ummatku berperang di atas kebenaran, mereka menang hingga hari kiamat tiba, lalu turunlah ‘Îsâ putra Maryam, kemudian berkatalah pemimpin mereka (Imam Mahdi as), 'Marilah engkau shalat (sebagai imam bagi kami).' Maka dia (Al-Masîh as) berkata, 'Tidak, sesungguhnya sebagian kalian (Al-Mahdi as) pemimpin atas sebagian supaya Allah muliakan ummat ini.'”   

Al-Thabrâni telah meriwayatkan secara marfû‘ (sanadnya terangkat hingga Rasûlullâh saw bahwa Rasûlullâh berkata), “Ketika ‘Îsâ bin Maryam turun, Al-Mahdi akan memper-hatikan (beliau) seolah air menetes dari rambutnya, kemudian Al-Mahdi akan mengatakan kepadanya, 'Silakan engkau ke depan (sebagai imam shalat) bagi manusia.' ‘Îsâ as berkata, "Shalat telah di-iqâmah-kan untukmu.' Lalu dia shalat di belakang seorang lelaki dari anakku (keturunanku).”   
Bacalah hadîts-hadîts tentang Al-Mahdi as yang antara lain dalam kitab-kitab berikut: Sunan Al-Tirmidzi 1/36; Sunan Abî Dâwud dalam Kitâbul Mahdiyy; Musnad Al-Imâm Ahmad bin Hanbal 1/99, 376-377, 430 dan 448, 3/17, 28, 98, 99, 317, 345, 367dan 384; 2/336; Sunan Ibni Mâjah dalam Abwâbul Jihâd dan Abwâbul Fitan; Al-Mustadrak ‘alâ Al-Shahîhain 4/460. 463, 502, 514, 554, 557 dan 558; Majma‘ Al-Zawâ`id 7/314-317; Kanz Al-‘Ummal 7/189, 200-264; Shahîh Muslim dalam Kitâbul Fitan; Hilyah Al-Auliyâ` 3/184; Usud Al-Ghâbah 1/519.

Imâmah dan Keghaibannya
Diriwayatkan yang sanadnya sampai ke Al-Imâm Al-Bâqir as bahwa dia mendengar Jâbir bin ‘Abdullâh Al-Anshâri (sahabat Rasûlullâh saw) berkata, “Saya datang ke Fâthimah Al-Zahrâ` as dan di hadapannya ada sebuah papan yang pada-nya terdapat nama-nama washi (penerima wasiat yang melanjutkan kepemimpinan Islam setelah Rasûl), lalu saya hitung semuanya ada dua belas nama, dan yang terakhir adalah Al-Qâ`im (julukan lain bagi Al-Mahdi as), tiga orang dari mereka bernama Muhammad dan empat orang dari mereka bernama ‘Ali---shalawâtullâh ‘alaihim ajma‘in.” 
   
Dari Jâbir bin ‘Abdullâh Al-Anshâri berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Al-Mahdi itu dari keturunanku, namanya adalah namaku, nama kunyahnya kunyahku, orang yang paling mirip denganku tubuh dan akhlaknya, dengannya akan terjadi keghaiban dan kebingungan yang tersesat padanya banyak ummat, kemudian dia akan datang seperti bintang yang memancarkan cahaya, dia memenuhinya (bumi) dengan kebenaran dan keadilan sebagaimana ia telah diputi kejahatan dan kezaliman.” 

Dari Abû Hamzah dari Abû Ja‘far as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan Qâ`im Ahlulbaitku sedang dia mengikutinya pada masa keghaibannya sebelum bangkitnya, berpihak kepada para pembelanya dan memusuhi musuh-musuhnya, itulah dari teman-temanku, yang punya kecintaan padaku dan merupakan ummatku yang paling mulia atasku pada hari kiamat.” 

Dari Sadîr dari Abû ‘Abdillâh as dia berkata: Rasûlu-llâh saw telah berkata, “Beruntunglah bagi orang yang mendapatkan Qâ`im Ahlulbaitku sedang dia mengikutinya sebelum kebangkitannya; dia mengikutinya dan mengikuti para imam petunjuk dari sebelumnya, dan dia berlepas diri kepada Allah ‘azza wa jalla dari musuh mereka, mereka itulah orang-orang yang bersamaku dan ummatku yang paling mulia atasku.”   

Dari Abû Ja‘far Muhammad bin ‘Ali Al-Bâqir as dari ayahnya Sayyid Al-‘Âbidîn ‘Ali bin Al-Husain dari ayahnya Sayyid Al-Syuhadâ` Al-Husain bin ‘Ali dari ayahnya Sayyid Al-Aushiyâ` Amîrul Mu`minîn ‘Ali bin Abî Thâlib as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Al-Mahdi itu dari anakku (keturunanku), akan terjadi baginya keghaiban dan kebimbangan (bagi ummat) yang tersesat padanya banyak ummat, dia akan datang dengan simpanan para nabi as, lalu dia mengisi bumi dengan keadilan dan kebenaran sebagaimana ia telah diliputi ketidakadilan dan kezaliman.” 
 
Dan dengan isnâd ini dari Amîrul Mu`minîn as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Ibadah yang paling utama adalah menanti al-faraj (kedatangan Al-Mahdi as).”   

Dari Ibnu ‘Abbâs berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, “Sesungguhnya ‘Ali bin Abî Thâlib as imam bagi ummatku dan khalîfahku atasnya setelahku dan dari keturunannya Al-Qâ`im yang ditunggu-tunggu yang dengannya Allah penuhi bumi dengan keadilan dan kebenaran sebagaimana ia telah diliputi kezaliman dan ketidakadilan, demi Tuhan yang telah mengutusku dengan benar sebagai pemberi kabar gembira, sesunguhnya orang-orang yang teguh dengan ucapannya (konsisten dengan kebenaran) pada zaman keghaibannya lebih kuat dari kibrit (batu granit) merah.” Maka Jâbir bin ‘Abdullâh Al-Anshâri berdiri kepadanya, lalu berkata, “Wahai Rasûlullâh, apakah bagi Al-Qâ`im dari putramu itu akan terjadi keghaiban?” Beliau berkata, “Ya demi Tuhanku, sesungguhnya Allah akan menyaring orang-orang yang beriman dan membi-nasakan manusia-manusia yang kâfir. Wahai Jâbir, sesungguhnya perkara ini suatu perkara dari ketentuan Allah dan suatu rahasia dari rahasia Allah yang dilipat (dirahasiakan) dari hamba-hamba Allah, maka janganlah kamu ragu padanya, sebab keraguan terhadap perkara Allah ‘azza wa jalla berarti kekufurun.” 
 
Dari Al-Asbagh bin Nubâtah berkata: Saya datang kepada Amirul Mu`minin, lalu saya mendapatinya sedang tafakkur memperhatikan tanah. Lalu saya bertanya, “Apakah engkau senang kepadanya?” Beliau berkata, “Tidak demi Allah, aku tidak suka kepadanya dan juga kepada dunia satu hari pun, akan tetapi aku sedang berfikir tentang anak yang akan dilahirkan dari punggungku (imam) yang kedua belas dari anak-anakku, dia adalah Al-Mahdi dia akan mengisinya dengan keadilan sebagaimana ia telah diliputi oleh kezaliman dan ketidakadilan, dia akan mengalami keghaiban dan menjadi kebingungan yang padanya tersesat sebagian orang dan padanya mendapat petunjuk sebagian yang lainnya.” Saya berkata, “Wahai Amîrul Mu`minîn, apakah ini akan terjadi?” Dia berkata, “Ya, sesungguhnya dia akan diciptakan dan sesungguhnya aku dengan ilmu menceritakan hal ini kepadamu wahai Asbagh! Mereka (para pengikutnya) itu orang-orang terbaik ummat ini bersama orang-orang yang terbaik dari ‘itrah ini.” Aku berkata, “Apa yang bakal terjadi setelah itu? ” Dia berkata, “Allah akan berbuat menurut yang Dia kehendaki, maka baginya ada badâ`ât, irâdât, ghâyât dan nihâyât (perubahan takdir, kehendak, ujung dan akhir).” 

« Edit Terakhir: Maret 22, 2013, 01:07:59 PM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1228 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 17, 2013, 08:22:07 AM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
2428 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 01:36:49 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1381 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 01:51:17 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1333 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 05:39:17 AM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
2337 Dilihat
Tulisan terakhir April 06, 2013, 07:43:30 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1515 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 09:56:58 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
966 Dilihat
Tulisan terakhir April 24, 2015, 07:42:10 AM
oleh Agate
1 Jawaban
1596 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 15, 2015, 11:58:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
817 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2015, 03:00:56 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1494 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 17, 2016, 08:58:46 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan