Penulis Topik: IHTIDHÂR 2  (Dibaca 887 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

IHTIDHÂR 2
« pada: Maret 16, 2013, 01:21:39 PM »
IHTIDHÂR 2

Penampakkan Nabi, Para Imam dan yang Lainnya

Dari Sadîr Al-Shairafi berkata: Saya bertanya kepada Abû ‘Abdillâh as, "Kujadikan diriku sebagai tebusanmu wahai putra Rasûlullâh, apakah orang yang beriman tidak suka atas pencabutan ruhnya?" Beliau berkata, "Tidak demi Allah, jika datang kepadanya Malakul Maut untuk mencabut nyawanya, dia ketakutan ketika itu, lalu berkatalah kepadanya Malakul Maut, 'Wahai wali Allah, janganlah kamu takut, maka demi Tuhan yang telah mengutus Muhammad saw, sungguh aku lebih baik dan lebih sayang kepadamu dari seorang ayah yang penyayang kalaulah dia hadir kepadamu, bukalah matamu lalu lihatlah.' Beliau berkata, "Dan Rasûlullâh saw, Amîrul Mu`minîn, Fâthimah, Hasan dan Husain dan para imam dari keturunannya as tampak baginya. Kemudian dikatakan kepadanya, 'Ini adalah Rasûlullâh, dan…adalah sahabat-sahabat kamu. Maka tidak ada sesuatu yang lebih dia sukai selain ingin segera keluar ruhnya dan menjumpai (mereka) yang memanggil." 

Diriwayatkan dari Al-Hârits Al-A‘war dia berkata: Suatu hari pada pertengahan siang saya mendatangi Amîrul Mu`minîn as, kemudian beliau berkata, "Ada apa gerangan de-nganmu?" Saya berkata, "Mencintaimu, demi Allah." Beliau berkata, "Jika kecintaanmu benar, kamu akan melihatku pada tiga tempat: (1) Ketika nafasmu sampai di sini---beliau mengisyaratkan dengan tangannya kepada kerongkongannya, (2) ketika di shirâth (jembatan tajam yang maha panjang di akhirat) dan (3) ketika di telaga."
 
Dari Ibnu Sinân, dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Tidak mati orang yang mencintai kami dan membenci musuh-musuh kami melainkan hadir kepadanya Rasûlullâh saw, Amîrul Mu`minîn, Hasan dan Husain shalawatullâhi ‘alaihim, lalu mereka melihatnya dan menyampaikan kabar gembira kepadanya. Akan tetapi apabila orang yang hendak meninggal itu tidak mencintai kami, niscaya dia akan melihat mereka yang dia tidak suka. Dan dalil atas yang demikian itu adalah perkataan Amîrul Mu`minîn as kepada Al-Hârits Al-Hamdâni, 'Wahai Har Hamdân, siapa yang mati dia akan melihatku secara berhadap-hadapan baik orang yang beriman ataupun orang munâfiq." 

Dari Jâbir Al-Ju'fi berkata: Saya telah mendengar Abû 'Abdillâh as berkata, "Tidak seorang yang beriman pun yang hadir kepadanya kematian, melainkan dia akan melihat Muhammad dan ‘Ali yang menyejukkan matanya, dan tidak seorang musyrik pun yang mati melainkan dia melihat mereka berdua yang dia tidak suka." 
   
Dari Al-Ridhâ dari ayah-ayahnya as berkata: 'Ali bin Abî Thâlib as berkata, "Siapa yang mencintaiku niscaya dia mendapatiku ketika matinya yang dia suka, dan siapa yang membenciku dia mendapatiku pada saat matinya yang dia tidak suka." 

Imam ‘Ali as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Perhatikan oleh kalian siapa yang kalian ajak bicara? Maka sesungguhnya tidak seorang pun yang datang kematian kepadanya, melainkan ditampakkan kepadanya sahabat-sahabatnya, jika mereka baik maka dia baik, dan jika mereka buruk maka dia buruk, dan tidak ada seorang pun yang mati melainkan aku menampakkan diri kepadanya ketika matinya."   

Muhtadhar Melihat Kedudukannya

Dari Abû Ishâq Al-Hamdâni dia berkata: Tatkala Amî-rul Mu`minîn as mengangkat Muhammad bin Abû Bakar sebagai kepala negara Mesir dan juga para mentrinya, beliau menulis sepucuk surat kepadanya dan menyuruhnya supaya surat tersebut dibacakan kepada rakyat Mesir dan agar dia melaksanakan apa yang telah dia pesankan, maka isi surat itu, "….hati-hatilah wahai hamba-hamba Allah terhadap kematian dan sekaratnya, maka siapkanlah baginya persiapannya, sebab ia akan datang secara tiba-tiba kepada kalian dengan perkara yang besar, dengan kebaikan yang tidak ada keburukan bersamanya untuk selama-lamanya, atau dengan keburukan yang tidak ada kebaikan bersamanya untuk selamanya…. sesungguhnya tidak seorang pun manusia yang ruhnya berpisah dari jasadnya sehingga dia tahu ke manzilah (tempat) yang mana dia menuju; ke surga atau ke neraka; apakah dia termasuk musuh Allah ataukah wali-Nya. Jika dia adalah wali Allah, maka dibukakan baginya pintu-pintu surga dan dibentangkan baginya jalan-jalannya, dan (ketika itu) dia melihat balasan yang telah Allah siapkan baginya di dalamnya, lalu dia diistirahatkan dari setiap kesibukan dan diletakkan darinya setiap beban. Tetapi apabila dia termasuk kategori musuh bagi Allah, maka dibukakan baginya pintu-pintu neraka dan dibentangkan baginya jalan-jalannya dan dia melihat balasan yang Allah telah siapkan baginya di dalamnya, lalu dia berhadapan dengan setiap yang dibenci, dan ditinggalkan setiap kegembiraan. Semuanya ini terjadi ketika mati dan dia yakin akan hal itu. Allah yang maha tinggi berfirman, Orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan baik, malaikat berkata: Salam bagi kalian, masuklah ke dalam surga karena amal yang telah kalian kerjakan. Dan Dia berfirman, Orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan mezalimi diri-diri mereka, lalu mereka menyerahkan diri (seraya berkata): Kami sekali-kali tidak melakukan keburukan. (Malaikat menjawab): Ada, sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. Maka masuklah kamu ke pintu-pintu Jahannam dengan kekal di dalamnya itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri."   

Dari Abû Bashîr berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as mengenai firman-Nya 'azza wa jalla, Maka mengapakah ketika nyawa sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat. Beliau berkata, "Sesungguhnya ruh itu apabila telah sampai di kerongkongan (tersangkut di kerongkongan), akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya di dalam surga, lalu dia berkata: Kembalikanlah aku ke dunia sehingga aku kabarkan kepada keluargaku apa yang aku lihat. Lalu dikatakan kepadanya: Tidak ada lagi jalan ke arah itu." 
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1261 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 16, 2013, 01:06:37 PM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan