Penulis Topik: Hak-hak Suami [1]  (Dibaca 970 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

Hak-hak Suami [1]
« pada: Agustus 28, 2013, 05:48:42 AM »
Rumah-tangga itu tidak akan pernah harmonis, dan mawaddah wa rahmah yang sesungguhnya tidak akan terwujud jika suami dan istri tidak memahami hak-hak dan kewajiban masing-masing hingga satu sama lain akan saling memaksakan kehendaknya yang bukan haknya. Maka hendaknya orang itu sebelum me-nikah memahami dulu dengan baik hak-hak dan kewajiban suami istri.

Hak-hak Suami
Hak-hak manusia yang paling besar atas seorang perempuan yang bersuami, bukan lagi ibu-ayahnya yang melahirkannya, melainkan suaminya.
   
   قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ آلِهِ : أَعْظَمُ النَّاسِ حَقًّا عَلَى الْمَرْأَةِ زَوْجُهَا, وَ أَعْظَمُ النَّاسِ حَقًّا عَلَى الرَّجُلِ أُمُّهُ   
Rasûlullâh saw bersabda, "Manusia yang paling besar haknya atas perempuan adalah suaminya, dan manusia yang paling besar haknya atas lelaki adalah ibunya." 
Mari kita perhatikan dalil dalil berikut ini mengenai hak-hak seorang suami atas istrinya atau kewajiban istri terhadap suaminya.

عَنْ جَابِرٍ الْجُعْفِيِّ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ آلِهِ : يَوْمَ النَّحْرِ إِلَى ظَهْرِ الْمَدِينَةِ عَلَى جَمَلٍ عَارِيَ الْجِسْمِ فَمَرَّ بِالنِّسَاءِ فَوَقَفَ عَلَيْهِنَّ ثُمَّ قَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَ أَطِعْنَ أَزْوَاجَكُنَّ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ فِي النَّارِ فَلَمَّا سَمِعْنَ ذَلِكَ بَكَيْنَ ثُمَّ قَامَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ فِي النَّارِ مَعَ الْكُفَّارِ وَ اللَّهِ مَا نَحْنُ بِكُفَّارٍ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِِ وَ آلِهِ : إِنَّكُنَّ كَافِرَاتٌ بِحَقِّ أَزْوَاجِكُنَّ
Dari Jâbir Al-Ju'fi dari Abû Ja'far as berkata, "Pada hari nahr (10 Dzulhijjah) Rasûlullâh saw keluar ke tempat yang tinggi Al-Madînah dengan menaiki unta tanpa pelana, lalu beliau melewati kaum perempuan, beliau berhenti di hadapan mereka, kemudian beliau berkata, 'Wahai kaum perempuan bersedekahlah kalian dan taatlah kepada suami-suami kalian, karena kebanyakan dari kalian masuk neraka.' Tatkala mereka mendengar hal itu, mereka menangis, kemudian berdirilah seorang perempuan dari mereka lantas dia berkata, 'Hai Rasûlullâh, di dalam neraka bersama orang-orang kâfir? Demi Allah kami bukanlah orang-orang kâfir.' Maka berkatalah Rasûlullâh saw, 'Sesungguhnya kalian ku-fur kepada hak suami-suami kalian.'" 

عَنْ جَابِرٍ الْجُعْفِي عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ : أَحَقُّ النَّاسِ بِالصَّلاَةِ عَلَى الْمَرْأَةِ إِذَا مَاتَتْ زَوْجُهَا, وَ إِذَا مَاتَتِ الْمَرْأَةُ وَقَفَ الْمُصَلِّي عَلَيْهَا عِنْدَ صَدْرِهَا, وَ مِنَ الرَّجُلِ إِذَا صَلَّى عَلَيْهِ عِنْدَ رَأْسِهِ وَ إِذَا أُدْخِلَتِ الْمَرْأَةُ الْقَبْرَ وَقَفَ زَوْجُهَا فِي مَوْضِعٍ يَتَنَاوَلُ وَرَكِهَا وَ لاَ شَفِيْعَ لِلْمَرْأَةِ أَنْجَحُ عِنْدَ رَبِّهَا مِنْ رِضَا زَوْجِهَا وَ لَمَّا مَاتَتْ فَاطِمَةُ عَلَيْهَا السَّلاَمُ قَامَ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَ قَالَ : اللَّهُمَّ إِنِّي رَاضٍ عَنِ ابْنَةِ نَبِيِّكَ, اللَّهُمَّ إِنَّهَا قَدْ أَوْحَشَتْ فَآنِسْهَا, اللَّهُمَّ إِنَّهَا قَدْ هَجَرَتْ فَصَلِّهَا, اللَّهُمَّ إِنَّهَا قَدْ ظُلِمَت فَاحْكُمْ لَهَا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْحَاكِمِيْنَ
Dari Jâbir Al-Ju‘fi dari Abû Ja‘far as beliau ber-kata, "Orang yang paling berhak menshalatkan perempuan adalah suaminya, bila perempuan meninggal, maka orang yang menshalatkannya berdiri dekat dadanya, dan jika jenazah itu laki-laki orang yang shalat berdiri dekat kepalanya, dan jika perempuan itu dimasukkan ke dalam kubur, maka suaminya berdiri dekat pahanya, dan tidak ada pemberi syafa'at yang paling beruntung di sisi Tuhannya selain rela suaminya, dan tatkala Fâthimah as meninggal, maka berdirilah Amîrul Mu`minîn as dan beliau mengucapkan, 'Ya Allah, sesungguhnya aku rela kepada putri Nabi-Mu. Ya Allah, sungguh dia sendirian maka temanilah dia. Ya Allah, dia telah berhijrah maka curahkanlah shalawât kepadanya. Ya Allah, sesungguhnya dia teraniaya maka tentukanlah hukum untuknya dan Engkaulah sebaik-baik yang memutuskan hukuman.'"      

Imam Muhammad Al-Bâqir as berkata: Telah datang seorang perempuan kepada Rasûlullâh saw, lalu dia bertanya kepadanya: Wahai Rasûlullâh, apakah hak suami atas istri (kewajiban seorang istri terhadap suami)? Beliau berkata, "Dia harus mentaatinya, tidak boleh mendurhakainya, dia tidak boleh menyedekahkan sesuatu dari rumahnya (dari harta suami) kecuali dengan izinnya, dia tidak boleh mencegahnya terhadap dirinya sekalipun dia berada di atas punggung unta, dia tidak boleh keluar dari rumahnya kecuali dengan izinnya, apabila dia keluar rumah tanpa seizin suaminya, maka malaikat langit, malaikat bumi, malaikat murka (ghadhab) dan malaikat rahmat akan melaknatnya hingga dia kembali ke rumahnya." 

   عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ : إِنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ خَرَجَ فِي بَعْضِ حَوَائِجِهِ فَعَهِدَ إِلَى امْرَأَتِهِ عَهْداً أَنْ لَا تَخْرُجَ مِنْ بَيْتِهَا حَتَّى يَقْدَمَ قَالَ وَ إِنَّ أَبَاهَا قَدْ مَرِضَ فَبَعَثَتِ الْمَرْأَةُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ تَسْتَأْذِنُهُ أَنْ تَعُودَهُ فَقَالَ : لَا اجْلِسِي فِي بَيْتِكِ وَ أَطِيعِي زَوْجَكِ قَالَ : فَثَقُلَ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ ثَانِياً بِذَلِكَ فَقَالَ اجْلِسِي فِي بَيْتِكِ وَ أَطِيعِي زَوْجَكِ قَالَ : فَمَاتَ أَبُوهَا فَبَعَثَتْ إِلَيْهِ أَنَّ أَبِي قَدْ مَاتَ فَتَأْمُرُنِي أَنْ أُصَلِّيَ عَلَيْهِ فَقَالَ : لَا اجْلِسِي فِي بَيْتِكِ وَ أَطِيعِي زَوْجَكِ قَالَ : فَدُفِنَ الرَّجُلُ فَبَعَثَ إِلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ : أَنَّ اللَّهَ قَدْ غَفَرَ لَكِ وَ لِأَبِيكِ بِطَاعَتِكِ لِزَوْجِكِ
Dari 'Abdullâh bin Sinân dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Pada zaman Rasûlullâh saw ada seorang lelaki dari Al-Anshâr keluar (dari rumahnya) untuk suatu kebutu-hannya, dan dia berpesan kepada istrinya supaya tidak keluar dari rumahnya hingga dia datang. Sesungguhnya ayah perempuan itu sakit, lalu perempuan itu mengutus orang kepada Rasûlullâh saw, dia meminta izin kepadanya untuk me-nengoknya. Maka beliau berkata, 'Diamlah kamu di rumahmu dan taatilah suamimu.' Dia berkata, "Maka hal itu dirasakan berat, lalu dia mengutus orang kepada beliau tentang hal itu untuk yang kedua kalinya, maka beliau berkata, 'Diamlah di rumahmu dan taatilah suamimu.' Dia berkata, "Maka meninggallah ayahnya dan dia mengirim utusan kepadanya, 'Sesungguhnya ayahku telah meninggal maka izinkanlah aku untuk menshalatkannya?' Maka beliau berkata, 'Jangan, diamlah kamu di rumahmu dan taatilah suamimu.' Dia berkata, "Kemudian orang itu dikuburkan, dan Rasûlullâh saw mengirimkan utusan kepadanya, 'Sesungguhnya Allah telah mengampunimu dan ayahmu karena ketaatanmu kepada suamimu.'"   

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ قَالَ : لاَ يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ أَنْ تَنَامَ حَتَّى تَعْرِضَ نَفْسَهَا عَلَى زَوْجِهَا تَخْلَعَ ثِيَابَهَا وَ تَدْخُلَ مَعَهُ فِي لِحَافِهِ فَتُلْزِقَ جِلْدَهَا بِجِلْدِهِ فَإِذَا فَعَلَتْ ذَلِكَ فَقَدْ عَرَضَتْ
   Dari Nabi saw berkata, "Tidak halal bagi seorang perempuan untuk tidur sehingga dia memamerkan dirinya kepada suaminya; dia menanggalkan busananya dan masuk bersamanya ke dalam selimutnya lalu dia tempelkan kulitnya dengan kulit suaminya, apabila dia melakukan hal yang demikian, maka sungguh dia telah memamerkan." 

عَنْ أَبِي بَصِيرٍ قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ : خَطَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ النِّسَاءَ فَقَالَ : يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَ لَوْ مِنْ حُلِيِّكُنَّ وَ لَوْ بِتَمْرَةٍ وَ لَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنَّ أَكْثَرَكُنَّ حَطَبُ جَهَنَّمَ إِنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَ تَكْفُرْنَ الْعِشْرَةَ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَ لَيْسَ نَحْنُ الْأُمَّهَاتُ الْحَامِلَاتُ الْمُرْضِعَاتُ أَ لَيْسَ مِنَّا الْبَنَاتُ الْمُقِيمَاتُ وَ الْأَخَوَاتُ الْمُشْفِقَاتُ فَقَالَ حَامِلَاتٌ وَالِدَاتٌ مُرْضِعَاتٌ رَحِيمَاتٌ لَوْ لَا مَا يَأْتِينَ إِلَى بُعُولَتِهِنَّ مَا دَخَلَتْ مُصَلِّيَةٌ مِنْهُنَّ النَّارَ
   Dari Abû Bashîr berkata: Saya telah mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan: Rasûlullâh saw telah berkhotbah di hadapan kaum perempuan, maka beliau berkata, "Wahai kaum perempuan bersedekahlah kalian walaupun dari perhiasan kalian dan walaupun dengan sepotong buah kurma, karena kebanyakan dari kalian menjadi kayu bakar neraka Jahannam, sesungguhnya kalian banyak mengutuk dan kufr 'isyrah (kufur kepada suami)." Maka berkatalah seorang perempuan, "Wahai Rasûlullâh, bukanlah kami kaum ibu yang mengandung yang menyusui? Bukankah dari kami (terlahir) gadis-gadis yang baik dan saudara-saudara perempuan yang penyayang?" Rasûlullâh saw berkata, "Mereka yang mengandung mereka yang melahirkan mereka yang menyusui mereka yang menyayangi, kalaulah mereka tidak melakukan kekufuran kepada suami-suaminya niscaya tidak seorang pun dari mereka yang masuk neraka." 

عَنْ وَلِيدٍ قَالَ جَاءَتِ امْرَأَةٌ سَائِلَةً إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ : وَالِدَاتٌ وَالِهَاتٌ رَحِيمَاتٌ بِأَوْلَادِهِنَّ لَوْ لَا مَا يَأْتِينَ إِلَى أَزْوَاجِهِنَّ لَقِيلَ لَهُنَّ ادْخُلْنَ الْجَنَّةَ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Dari Walîd berkata: Ada seorang perempuan yang bertanya kepada Rasûlullâh saw, maka Rasûlullâh saw berkata, "Dan perempuan-perempuan yang melahirkan yang wâlihât (bekerja keras) yang penyayang kepada anak-anaknya kalaulah mereka tidak melakukan kedurhakaan kepada suami-suami mereka, niscaya dikatakan kepada mereka: Masuklah kalian ke surga tanpa hisâb." 
   
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْهُ فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا حَقُّ الزَّوْجِ عَلَى الزَّوْجَةِ قَالَ : لَا تَتَصَدَّقُ مِنْ بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ وَ لَا تَمْنَعُهُ نَفْسَهَا وَ إِنْ كَانَتْ عَلَى ظَهْرِ قَتَبٍ وَ لَا تَصُومُ يَوْماً تَطَوُّعاً إِلَّا بِإِذْنِهِ وَ لَا تَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَإِنْ فَعَلَتْ لَعَنَتْهَا مَلَائِكَةُ السَّمَاوَاتِ وَ مَلَائِكَةُ الْأَرْضِ وَ مَلَائِكَةُ الرِّضَا وَ مَلَائِكَةُ الْغَضَبِ قَالَتْ فَمَنْ أَعْظَمُ النَّاسِ حَقّاً عَلَى الرَّجُلِ قَالَ وَالِدُهُ قَالَتْ فَمَنْ أَعْظَمُ النَّاسِ حَقّاً عَلَى المَرْأَةِ قَالَ زَوْجُهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَا لِي مِنَ الْحَقِّ مِثْلُ الَّذِي لَهُ قَالَ لَا وَ لَا مِنْ كُلِّ مِائَةٍ وَاحِدَةٌ وَ لَوْ كُنْتُ أَمَرْتُ أَحَداً أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
Dari Nabi saw bahwa ada seorang perempuan yang bertanya kepada beliau, maka dia berkata, "Wahai Rasûlullâh apa saja hak suami atas istri?" Beliau berkata, "Dia tidak boleh bersedekah dari rumah suaminya kecuali dengan izinnya, tidak boleh mencegah dirinya terhadapnya sekalipun dia (istri) berada di atas punggung unta, tidak boleh puasa sunnah kecuali dengan izinnya, dan tidak boleh keluar dari rumah kecuali dengan izinnya, bila dia melakukan hal itu, niscaya malaikat seluruh langit, malaikat bumi, malaikat, malaikat ridhâ, malaikat murka melaknatnya." Dia berkata, "Siapakah orang yang paling besar haknya atas lelaki?" Beliau berkata, "Orang tuanya." Dia berkata, "Siapakah manusia yang paling besar haknya atas perempuan?" Beliau berkata, "Suaminya." Dia berkata, "Wahai Rasûlullâh mengapakah hak bagiku tidak semisal haknya?" Beliau berkata, "Tidak, bahkan tidak satu persennya dari setiap seratus, seandainya boleh aku perintahkan seseorang supaya sujud kepada seseorang, niscaya kuperintahkan perempuan bersujud kepada suaminya."     
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
797 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2013, 05:51:43 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
707 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2013, 05:53:55 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
890 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2013, 06:06:07 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1345 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 09:38:04 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
946 Dilihat
Tulisan terakhir September 07, 2013, 06:13:54 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
912 Dilihat
Tulisan terakhir September 07, 2013, 06:15:18 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1000 Dilihat
Tulisan terakhir September 07, 2013, 06:17:42 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1036 Dilihat
Tulisan terakhir September 07, 2013, 06:23:11 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
720 Dilihat
Tulisan terakhir September 07, 2013, 06:25:08 AM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
696 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2013, 05:25:23 AM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan