Penulis Topik: DZIKIR DAN DOA PAGI DAN SORE  (Dibaca 3796 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

DZIKIR DAN DOA PAGI DAN SORE
« pada: Maret 05, 2013, 04:00:59 PM »
DZIKIR DAN DOA PAGI DAN SORE

Dan yang dimaksud dengan dzikrullâh pagi adalah waktu setelah shalat shubuh dari awal waktunya sampai matahari terbit, dan yang dimaksud dengan sore yaitu ketika warna matahari mulai berubah warna hingga matahari terbenam. Dan pada kedua waktu itu kita diperintahkan berdoa dan berdzikir.

Rasûlullâh saw telah berkata, "Allah berfirman, Wahai anak Ãdam! Ingatlah Aku sesaat setelah (shalat) shubuh dan sesaat setelah ‘ashar niscaya Aku mencukupimu apa yang menjadi kebutuhanmu."   

Dari Jâbir dari Abû Ja‘far as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Sungguh malaikat turun dengan membawa buku catatannya di awal siang (setelah terbit fajar sampai terbit matahari) dan di akhir siang (setelah warna matahari menguning atau memerah sampai terbenamnya), lalu dia menuliskan padanya amal anak Ãdam (manusia), maka diktekanlah oleh kalian kebaikan pada awalnya dan kebaikan pada akhirnya, sebab Allah ‘azza wa jalla akan mengampuni kamu pada apa yang terjadi di antara (kedua waktu) itu—insyâ` Allâh--dan sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla berfirman, Maka ingatlah Aku, niscaya Aku ingat kamu, dan Jalla jalâluh berfirman, Dan sesungguhnya dzikrullâh itu lebih besar (manfaatnya)." 
 
Rasûlullâh saw telah berlata, "Tidak dari dua malak penjaga yang mengangkat kepada Allah yang maha tinggi apa yang mereka jaga, lalu Allah tabâraka wa ta'âlâ melihat pada awal buku catatan kebaikan dan pada akhirnya kebaikan melainkan Dia berfirman kepada malaikat-Nya, Saksikanlah bahwa Aku telah mengampuni hamba-Ku dosa yang terdapat di antara dua ujung buku catatan." 
 
Dari Jâbir dari Abû Ja‘far Al-Bâqir dari ayahnya as berkata, "Sesungguhnya malak yang diserahi tugas kepada hamba dia mencatat dalam shahîfah amal-amalnya, maka diktekanlah pa-da awalnya (pagi sebelum terbit matahari) kebaikan dan akhirnya (sore sebelum terbenam matahari) kebaikan niscaya diampuni bagimu dosa yang ada di antara itu."   

Dan Al-Shâdiq as berkata tentang firman Allah yang maha berkah lagi maha tinggi, Dan bayangan mereka pada waktu pagi dan sore, "Yaitu doa sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan ia itu saat ijâbah." 
 
Dari Anas berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Untuk dzikrullâh di pagi hari dan di sore hari lebih baik dari patahnya pedang (saat perang berkecamuk) di jalan Allah 'azza wa jalla, yakni bagi orang yang berdzikir kepada Allah 'azza wa jalla di pagi hari dan dia mengingat keburukan amalnya di malam hari, dan dia meminta ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya, maka apabila dia keluar mencari rezeki yang dibagikan Allah baginya, dia keluar sedang kesalahan-kesalahannya telah digugurkan darinya dan dosa-dosanya diampuninya. Dan apabila dia berdzikir kepada Allah pada waktu ãshâl yaitu sore hari, dia kembali kepada dirinya tentang apa yang telah diperbuatnya pada siang harinya dari pelewatan batas atas dirinya dan mengabaikan perintah Tuhannya, dan apabila dia mengingat Allah 'azza wa jalla dan dia meminta ampun kepada Allah yang maha tinggi dan kembali rehat kepada keluarganya sedang dosa-dosa siang harinya telah diampuninya, dan sesungguhnya kesaksiannya (tentang dosa-dosanya) juga terpuji bila dia bertobat kepada Allah dan memohon ampun dari maksiat kepada Allah 'azza wa jalla." 


DUA WAKTU LALAI

Dua waktu tersebut juga merupakan dua saat yang rawan buat manusia, sebab Iblîs---laknat Allah atasnya---menyebarkan bala tentaranya pada kedua waktu tersebut. Tentara malam dia sebarkan pada waktu sore menjelang terbe-nam matahari, dan tentara siang dia sebarkan pada waktu pagi menjelang terbitnya.

Dari Jâbir, dari Abû Ja‘far as berkata, "Sesungguhnya Iblîs--laknat Allah atasnya--menyebarkan bala tentara malam ketika matahari akan terbenam dan ketika ia akan terbit, maka perbanyaklah oleh kalian mengingat Allah pada kedua waktu itu, berlindunglah kalian kepada Allah dari kejahatan Iblîs dan bala tentaranya dan perlindungkanlah anak-anak kecil kalian pada kedua saat tersebut, sebab kedua saat itu adalah saat (yang umumnya manusia) lalai." 
 
Dari Syihâb bin ‘Abdi Rabbih berkata: Saya mendengar Abû ‘Abdillâh as berkata, "Apabila (warna) matahari berubah (dari terang ke warna merah), maka berdzikirlah kamu kepada Allah ‘azza wa jalla, dan jika kamu sedang berada bersama suatu kaum yang menyibukkanmu, maka hendaknya kamu ingkah (tinggalkan mereka) dan berdoalah."   

Dari Ghâlib bin ‘Abdullâh, dari Abû ‘Abdillâh as tentang firman Allah ta‘âlâ, Wa zhilâluhum bil ghuduwwi wal ãshâl. Beliau berkata, "Ia itu adalah doa sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan ia adalah saat ijâbah (waktu terkabulnya doa)."   


BEBERAPA AYAT AL-QURAN TENTANG DZIKRULLAH

Ada beberapa ayat Al-Quran yang mengandung perintah Allah ‘azza wa jalla untuk melaksanakan dzikrullâh pada kedua waktu tersebut yang saya sebutkan terjemahannya. Allah ‘azza wa jalla berfirman kepada Zakariyyâ as:
 
Dan ber-tasbîh-lah kamu pada waktu sore dan pagi hari. 

Dan janganlah kamu mengusir mereka yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan sore hari, mereka mengharapkan wajah (rido)-Nya. 

Dan sabarkanlah dirimu bersama mereka yang menyeru Tuhannya di waktu pagi dan sore hari, mereka mengharapkan wajah-Nya.

Dan berdzikirlah kamu kepada Tuhanmu pada dirimu dengan merendahkan diri, dengan rasa takut dan tidak mengeraskan suara pada waktu pagi dan sore hari dan janganlah kamu menjadi di antara mereka yang lalai. 

Maka dia keluar dari mihrâb (kamar tempat ibadah) menemui kaumnya, lalu memberi isyarat kepada mereka, yaitu ber-tasbîh-lah kalian di waktu pagi dan sore hari.
 
Di dalam rumah-rumah Allah telah mengizinkan untuk diangkat (dimuliakan) dan disebutkan nama-Nya di dalamnya, ber-tasbîh kepada-Nya di dalamnya pada waktu pagi dan sore hari. Orang-orang yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan jual-beli dari mengingat Allah.
 
Maka maha suci Allah ketika kamu berada pada sore hari dan ketika kamu berpagi, bagi-Nya segala puji di seluruh langit dan bumi dan pada waktu sore dan ketika kamu berada pada waktu petang.

Dan ber-tasbîh-lah kalian kepada-Nya pada waktu pagi dan sore hari.

Dan minta ampunlah kamu bagi dosamu dan ber-tasbîh-lah dengan memuji Tuhanmu pada waktu sore dan pagi. 

Dan agungkanlah Dia, hormatilah Dia dan ber-tasbîh-lah kamu kepada-Nya di waktu sore dan pagi.

Dan sebutlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan sore hari.

Dan ber-tasbîh-lah kamu dengan memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam, dan dari sebagian malam maka ber-tasbîh-lah kepada-Nya dan setelah sujud. 


ETIKA BERDZIKIR

Tentang etika berdzikir telah disebutkan dalam sûrah Al-A‘râf ayat 205, kemudian tambahannya sebelum melaksanakan dzikrullâh, sebaiknya (tidak harus) kita suci dari hadats (punya wudhu), dan sampaikan terlebih dahulu ucapan selamat datang kepada dua malaikat penjaga yang mulia yang akan mencatat apa yang akan kita ucapkan.

Rasûlullâh saw berkata, "Siapa yang ingin berjumpa dengan (rahmat) Allah ‘azza wa jalla pada hari kiamat sedangkan pada buku catatannya tertera kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah Rasûlullâh, dan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan dan akan dikatakan kepadanya: Wahai kekasih Allah, masuklah kamu dari pintu yang mana saja yang kamu sukai. Maka apabila kamu berada pada waktu pagi hendaklah dia mengucapkan kalimat berikut:

Alhamdu lillâhil ladzî dzahaba billaili biqudratih, wa jâ`a bin nahâri birahmatih, khalqan jadîdâ. Marhaban bilhâfizhaini wa hayyâkumallâhu min kâtibain, (kemudian menoleh ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri sambil mengucapkan) uktubâ: Bismillâhir rahmânir rahîm, innî asyhadu an lâ ilâha illallâh, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh, wa asyhadu annas sâ‘ata ãtiyatun lâ raiba fîhâ, wa annallâha yab‘atsu man fil qubûr, ‘alâ dzâlika ahyâ wa ‘alaihi amût, wa ‘alâ dzâlika ub‘atsu insyâ`asllâh. Allâhumma aqri` muhammadan wa ãlahu minniyas salâm.
Segala puji kepunyaan Allah yang telah menghilangkan malam dengan kekuasaan-Nya dan mendatangkan siang dengan kasih-Nya sebagai makhluk yang baru. Selamat datang dua malaikat pen-jaga Allah menghormati kamu berdua sebagai pencatat. (Dan dia menoleh ke samping kanannya, lalu ke samping kirinya seraya mengatakan): Tulislah oleh kamu berdua: Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri-Nya tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad hamba-Nya dan utusan-Nya, dan aku bersaksi bahwa saat (kiamat) akan datang tidak ada keraguan padanya, dan bahwa Allah akan membangkitkan yang di dalam kubur, di atas keyakinan yang demikian aku hidup dan di atasnya aku mati, dan di atas yang demikian aku akan dibangkitkan apabila Allah menghendaki. Ya Allah sampaikanlah salâm dariku kepada Muhammad dan keluarganya."   
« Edit Terakhir: Maret 05, 2013, 04:02:43 PM oleh Abu Zahra »
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:DZIKIR DAN DOA PAGI DAN SORE
« Jawab #1 pada: Maret 05, 2013, 07:51:43 PM »


^Alhamdulillah, terimakasih atas pelajaran dan nasehatnya Ustads Abu!

  Sekalian mo tanya Ustads, Saya bekerja tiga shift(pagi, petang, malam) bergantian selama seminggu, terus menerus sampai saatnya service mesin yang biasanya dilakukan sebulan dua kali. Jadwal untuk bekerja dan jadwal untuk istirahat (tidur) adalah mengikuti dari jadwal shift itu. Apakah pekerjaan yang saya lakukan adalah bertentangan dengan kodrat Alloh swt seperti dalam Firmanya:

An-Naba 78 ayat 10 dan 11

“Dan Kami (Allah) menjadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.”

Bagaimana Ustads?!
 

Offline Abu Zahra

Re:DZIKIR DAN DOA PAGI DAN SORE
« Jawab #2 pada: Maret 06, 2013, 05:53:02 AM »
Banyak ayat Al-Quran yang menyebutkan kondisi umum, seperti ayat tersebut. Memang idealnya malam itu istirahat, tetapi bukan berarti tidak boleh bekerja pada malam hari. Aktivitas yang paling sibuk adalah perang, dan perang Dzatus Salasil dilakukan pada malam hari. Contoh lain dalam Al-Quran lelaki yang baik-baik untuk perempuan yang baik-baik, demikian pula sebaliknya, tetapi di antara para nabi ada yang beristri dengan perempuan yang tidak baik. Fir'aun musuh Mûsâ as itu sangat jahat, namun istrinya Asiyah sangat mulia. Jadi ayat tersebut bukanlah kodratnya mesti begitu, hanya sebaiknya atau idealnya saja.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
9 Jawaban
6613 Dilihat
Tulisan terakhir April 13, 2013, 11:39:58 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2069 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2013, 02:41:11 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1783 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 10, 2013, 08:50:53 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
5442 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2013, 07:32:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
742 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2013, 07:01:44 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
371 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 16, 2015, 06:10:52 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
346 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2016, 07:39:38 AM
oleh Kang Asep
Puisi Pagi Ini

Dimulai oleh ratna Puisi

0 Jawaban
462 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 23, 2016, 07:47:23 AM
oleh ratna
Pagi Gerimis

Dimulai oleh ratna Puisi

0 Jawaban
308 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2016, 02:37:45 PM
oleh ratna
0 Jawaban
80 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2017, 04:07:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan