Penulis Topik: DOA-DOA BERSUCI [2]  (Dibaca 1856 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

DOA-DOA BERSUCI [2]
« pada: Mei 09, 2013, 06:48:58 PM »
DOA-DOA BERSUCI [2]

15. Setelah Membasuh Muka
اَللَّهُمَّ بَيِّضْ وَجْهِي يَوْمَ تَسْوَدُّ فِيْهِ الْوُجُوهُ، وَ لاَ تُسَوِّدْ وَجْهِي يَوْمَ تَبْيَضُّ فِيْهِ الْوُجُوهُ
Allâhumma bayyidh wajhî yauma taswaddu fîhil wujûh, wa lâ tusawwid wajhî yauma tabyadhdhu fîhil wujûh.
Ya Allah putihkanlah wajahku pada hari wajah-wajah menjadi hitam, dan janganlah Engkau hitamkan mukaku pada hari muka-muka menjadi putih.

16. Setelah Membasuh Tangan Kanan
اَللَّهُمَّ أَعْطِنِي كِتَابِي بِيَمِيْنِي، وَالْخُلْدَ فِي الْجِنَانِ بِيَسَارِي، وَحَاسِبْنِي حِسَابًا يَسِيْرًا
Allâhumma a‘thinî kitâbî biyamînî, wal khulda fil jinâni biyasârî, wa hâsibnî hisâban yasîrâ.
Ya Allah berikanlah kepadaku kitabku dari sebelah kananku dan kekal di surga di sebelah kiriku, dan (jika Engkau menghisabku) hisablah aku dengan hisab yang ringan.

17. Setelah Membasuh Tangan Kiri
اَللَّهُمَّ لاَ تُعْطِنِي كِتَابِي بِشِمَالِي، وَ لاَ تَجْعَلْهَا مَغْلُوْلَةً إِلَى عُنُقِي، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ مُقَطَّعَاتِ النِّيْرَانِ
Allâhumma lâ tuthi‘nî kitâbî bisyimâlî, walâ taj‘alhâ maghlûlatan ilâ ‘unuqî, wa a‘ûdzu bika min muqaththa‘âtin nîrân.
Ya Allah janganlah Engkau berikan kepadaku kitabku dari sebelah kiriku dan janganlah Engkau jadikan tanganku terbelenggu ke kudukku, dan aku berlindung kepada-Mu dari pakaian neraka.

18. Setelah Mengusap Kepala
اللَّهُمَّ غَشِّنِي بِرَحْمَتِكَ وَبَرَكَاتِكَ وَعَفْوِكَ
Allâhumma ghasysyinî birahmatika wa barakâtika wa ‘afwik.
Ya Allah liputilah aku dengan rahmat-Mu, berkah-Mu dan ampunan-Mu.

19. Setelah Mengusap Kaki
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي عَلَى الصِّرَاطِ يَوْمَ تَزُلُّ فِيْهِ اْلأَقْدَامُ، وَاجْعَلْ سَعْيِي فِيمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي
Allâhumma tsabbitnî ‘alash shirâthi yauma tazullu fîhil aqdâm, waj‘al sa‘yî fîmâ yurdhîka ‘annî.
Ya Allah teguhkanlah aku di atas Shirâth (jembatan yang tajam dan maha panjang di akhirat) pada hari yang padanya kaki-kaki tergelincir, dan jadikanlah usahaku (langkahku) dalam hal-hal yang Engkau rela.

20. Doa setelah Wudhu
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
Asyhadu an lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

21. Doa yang Lain setelah Wudhu
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ عَلِيًّا وَلِيُّكَ وَخَلِيْفَتُكَ بَعْدَ نَبِيِّكَ، وَأَنَّ أَوْلِيَائَهُ خُلَفَاؤُكَ، وَأَوْصِيَائَهُ أَوْصِيَاؤُكَ
Subhânakallâhumma wa bihamdik, asyhadu an lâ ilâha illâ anta astaghfiruka wa atûbu ilaik, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduka wa rasûluk, wa asyhadu anna ‘aliyyan waliyyuka wa khalîfatuka ba‘da nabiyyik, wa anna aulyâ`ahu khulafâ`uka, wa aushiyâ`ahu aushiyâ`uk.
Maha suci Engkau ya Allah dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Engkau, aku memohon ampun serta bertobat kepada-Mu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad hamba-Mu dan rasûl-Mu, dan aku bersaksi bahwa ‘Ali adalah wali-Mu dan khalîfah-Mu setelah Nabi-Mu, dan bahwa wali-walinya adalah khalîfah-khalîfah-Mu dan washi-washinya adalah washi-washi-Mu.

22. Doa agar Darah Haid Hilang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ, أَوْ تَسَمَّيْتَ بِهِ ِلأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ, أَوْ هُوَ مَاثُوْرٌ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ. وَأَسْأَلُكَ بِسْمِكَ اْلأَعْظَمِ اْلأَعْظَمِ اْلأَعْظَمِ, وَبِكُلِّ حَرْفٍ أَنْزَلْتَهُ عَلىَ مُوْسَى, وَبِكُلِّ حَرْفٍ أَنْزَلْتَهُ عَلىَ عِيْسَى, وَبِكُلِّ حَرْفٍ أَنْزَلْتَهُ عَلىَ مُحَمَّدٍ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ, وَعَلَى أَنْبِيَاءِ اللهِ إِلاَّ أَذْهَبْتَ عَنِّي هَذََا الدَّمَ
Allâhumma innî as`aluka bikullismin huwa lak, au tasammaita bihi li`ahadin min khalqik, au huwa ma`tsûrun fî ‘ilmil ghaibi ‘indak, wa as`aluka bismikal ‘azhîmil a‘zha-mil a‘zham, wa bikulli harfin anzaltahu ‘alâ mûsâ, wa bikulli harfin anzaltahu ‘alâ ‘îsâ, wa bikulli harfin anzaltahu ‘alâ muhammad, shalawâtuka ‘alaihi wa ãlih, wa ‘alâ anbiyâ`illâhi illâ adzhabta ‘annî hâdzad dam.
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu, atau Engkau namai dengannya untuk salah satu dari makhluk-Mu, atau nama yang tersimpan di dalam ilmu ghaib di sisi-Mu. Dan aku memohon dengan nama-Mu yang paling agung yang paling agung yang paling agung, dan dengan setiap huruf yang Engkau turunkan kepada Mûsâ, dan dengan setiap hu-ruf yang Engkau turunkan kepada ‘Îsâ dan dengan setiap huruf yang Engkau turunkan kepada Muhammad shalawât-Mu baginya dan keluarganya dan bagi para nabi Allah melainkan Engkau hilangkan darah (haid) ini dariku.

23. Doa ketika Memotong Kuku atau Memotong Kumis
بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَعَلَى سُنَّةِ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ
Bismillâhi wa billâhi wa ‘alâ sunnati muhammadin wa ãli muhammad.
Dengan menyebut nama Allah dan dengan Allah dan atas sunnah Muhammad dan keluarga Muhammad. 

24. Doa jika Anak Dikhitan
اَللَّهُمَّ هَذِهِ سُنَّتُكَ وَسُنَّةُ نَبِيِّكَ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ, وَاتِّبَاعٌ مِنَّا لَكَ وَلِنَبِيِّكَ, بِمَشِيَّتِكَ وَبِإِرَادَتِكَ وَبِقَضَائِكَ, ِلأَمْرٍ أَنْتَ أَرَدْتَهُ, وَقَضَاءٍ حَتَمْتَهُ, وَأَمْرٍ أَنْفَذْتَهُ, فَأَذَقْتَهُ حَرَّ الْحَدِيْدِ فِي خِتَانِهِ وَحِجَامَتِهِ, ِلأَمْرٍ أَنْتَ أَعْرَفُ بِهِ مِنِّي. اَللَّهُمَّ فَطَهِّرْهُ مِنَ الذُّنُوْبِ, وَزِدْ فِي عُمُرِهِ, وَادْفَعِ اْلآفَاتِ عَنْ بَدَنِهِ, وَاْلأَوْجَاعَ عَنْ جِسْمِهِ, وَزِدْهُ مِنَ الْغِنَى, وَادْفَعْ عَنْهُ الْفَقْرَ, فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَ لاَ نَعْلَمُ
Allâhumma hâdzihi sunnatuka wa sunnatu nabiyyika shalawâtuka ‘alaihi wa ãlih, wattibâ‘un minnâ laka wa linabiyyik, bimasyiyyatika wa bi irâdatika wa qadhâ`ik, li amrin anta aradtah, wa qadhâ`in hatamtah, wa amrin an-fadztah, fa adzaqtahu harral hadîdi fî khitânihi wa hijâma-tih, li`amrin anta a‘rafu bihi minnî. Allâhumma fathahhir-hu minadz dzunûb, wa zid fî ‘umurih, wadfa‘il ãfâti ‘an badanih, wal aujâ‘a ‘an jismih, wa zidhu minal ghinâ, wadfa‘ ‘anhul faqr, fainnaka ta‘lamu wa lâ na‘lam.
Ya Allah inilah sunnah-Mu dan sunnah Nabi-Mu shalawât-Mu baginya dan keluarganya, dan ini kepengikutan dari kami kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu dengan kehendak-Mu, keinginan-Mu dan keputusan-Mu, untuk suatu urusan yang Engkau inginkan, qadhâ` yang Engkau putuskan, dan hukum yang Engkau jalankan, lalu Engkau ra-sakan panasnya besi kepada kemaluannya dan pengeluaran darahnya, karena perkara yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah, sucikanlah dia dari dosa-dosa, panjangkan usianya, tolakkanlah berbagai penyakit dari badannya, dan rasa sakit dari tubuhnya, tambahkanlah kepadanya kecukupan, dan tolakkan darinya kemiskinan, sesungguhnya Engkau mengetahui sedangkan kami tidak tahu.

25. Doa Mandi Jumat
   اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنْ كُلِّ آفَةٍ تَمْحُو بِهَا دِيْنِي, وَتُبْطِلُ بِهَا عَمَلِي
Allâhumma thahhir qalbî min kulli ãfatin tamhû bihâ dînî, wa tubthilu bihâ ‘amalî.
Ya Allah sucikanlah hatiku dari penyakit yang Engkau ha-pus dengannya ajaranku, dan Engkau batalkan dengannya amalku.

26. Doa setelah Mandi Jumat
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيِكَ لَهُ, وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَاجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Asyhadu an lâ ilâha illallâhu wahdahu lâ syarîka lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasûluh. Allâhumma  shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammadin waj‘alnî minat tawwâbîna waj‘alnî minal mutathahhirîn.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah sendiri tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertobat (kembali kepada ajaran-Mu), dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang (suka) bersuci. 

27. Doa Mandi Janâbah
    اللَّهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي, وَزَكِّ عَمَلِي, وَتَقَبَّلْ سَعْيِي, وَاجْعَلْ مَا عِنْدَكَ خَيْرًا لِي
Allâhumma thahhir qalbî wa zakki ‘amalî wa taqabbal sya‘yî, waj‘al mâ ‘indaka khairan lî.
Yâ Allah sucikanlah hatiku, ikhlaskanlah amalku, terimalah  usahaku, dan jadikanlah apa yang ada di sisi-Mu lebih baik bagi-ku.
« Edit Terakhir: Mei 09, 2013, 06:53:00 PM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
5528 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 13, 2013, 07:32:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
4324 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 04:06:56 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
2422 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 04:27:04 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
2452 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 04:32:21 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1962 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 06:39:33 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1756 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 06:46:35 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
10770 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 06:35:20 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
1819 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 07:09:02 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
2073 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2015, 11:45:40 PM
oleh Akungratis
3 Jawaban
1737 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 07:26:46 PM
oleh Abu Zahra

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan