Penulis Topik: Cinta atau Hubb [2]  (Dibaca 922 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

Cinta atau Hubb [2]
« pada: Agustus 24, 2013, 07:59:26 PM »
Perlu Mengucapkan Kata Cinta kepada Istri
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص قَوْلُ الرَّجُلِ لِلْمَرْأَةِ إِنِّي أُحِبُّكِ لَا يَذْهَبُ مِنْ قَلْبِهَا أَبَداً.
Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Ucapan laki-laki kepada perempuan 'aku mencintaimu' tidak akan hilang dari dalam hatinya untuk selamanya." 
 
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ قَالَ سَمِعْتُ الصَّادِقَ ع يَقُولُ الْعَبْدُ كُلَّمَا ازْدَادَ لِلنِّسَاءِ حُبّاً ازْدَادَ فِي الْإِيمَانِ فَضْلًا.
Dari Abul 'Abbâs berkata: Saya telah mendengar Al-Shâdiq as mengatakan, "Hamba setiap kali bertambah kecintaan kepada kaum perempuan, bertambahlah keutama-an dalam keimanan." 

عَنْ يُونُسَ بْنِ يَعْقُوبَ عَمَّنْ سَمِعَ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ أَكْثَرُ الْخَيْرِ فِي النِّسَاءِ.
Dari Yûnus bin Ya'qûb dari orang yang mende-ngar Abû 'Abdillâh as berkata, "Kebaikan yang paling banyak adalah pada perempuan." 

Lemah Ajaran dan Kurang Akal
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَا رَأَيْتُ مِنْ ضَعِيفَاتِ الدِّينِ وَ نَاقِصَاتِ الْعُقُولِ أَسْلَبَ لِذِي لُبٍّ مِنْكُنَّ.
Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Aku tidak melihat orang-orang yang lemah ajarannya dan orang-orang yang kurang akalnya yang lebih merampas (waktu) bagi orang yang punya pikiran selain da-ri kalian (perempuan)." 
 
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ خَالِدٍ قَالَ أَتَيْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع فَخَرَجَ إِلَيَّ ثُمَّ قَالَ يَا عُقْبَةُ شَغَلَنَا عَنْكَ هَؤُلَاءِ النِّسَاءُ.
Dari 'Uqbah bin Khâlid berkata: Saya mendata-ngi Abû 'Abdillâh as, lalu beliau keluar kepadaku, ke-mudian dia berkata, "Wahai 'Uqbah istri-istri ini telah menyibukkan kami darimu." 
 
مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ ص عَلَى نِسْوَةٍ فَوَقَفَ عَلَيْهِنَّ ثُمَّ قَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ مَا رَأَيْتُ نَوَاقِصَ عُقُولٍ وَ دِينٍ أَذْهَبَ بِعُقُولِ ذَوِي الْأَلْبَابِ مِنْكُنَّ إِنِّي قَدْ رَأَيْتُ أَنَّكُنَّ أَكْثَرُ أَهْلِ النَّارِ (عَذَاباً) فَتَقَرَّبْنَ إِلَى اللَّهِ مَا اسْتَطَعْتُنَّ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا نُقْصَانُ دِينِنَا وَ عُقُولِنَا فَقَالَ أَمَّا نُقْصَانُ دِينِكُنَّ فَالْحَيْضُ الَّذِي يُصِيبُكُنَّ فَتَمْكُثُ إِحْدَاكُنَّ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا تُصَلِّي وَ لَا تَصُومُ وَ أَمَّا نُقْصَانُ عُقُولِكُنَّ فَشَهَادَتُكُنَّ إِنَّمَا شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ نِصْفُ شَهَادَةِ الرَّجُلِ.
Muhammad bin 'Ali bin Al-Husain berkata: Ra-sulullah saw melewati sekelompok perempuan, lalu beliau berdiri di hadapan mereka, kemudian berkata, "Wahai kaum perempuan, aku tidak melihat kaum yang ku-rang akal dan ajaran yang menghilangkan akal kaum laki-laki yang punya pikiran selain dari kalian, sesungguhnya aku melihat bahwa kalian ahli neraka yang paling banyak (siksanya), maka dekatkanlah diri kepada Allah sedapat-da-patnya." Lalu berkatalah seorang perempuan dari me-reka, "Wahai Rasûlullâh, apa kekurangan akal kami dan ajaran kami?" Beliau berkata, "Adapun kekurangan ajaran kalian adalah haid yang menimpa kalian, maka sese-orang dari kamu diam selama yang dikehendaki Allah dia ti-dak shalat dan tidak shaum, dan adapun kekurangan akal adalah kesaksian kalian, sesungguhnya kesaksian seorang perempuan itu setengah dari kesaksian laki-laki. " 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ أَغْلَبُ الْأَعْدَاءِ لِلْمُؤْمِنِ زَوْجَةُ السَّوْءِ.
Dari 'Abdullâh bin Sinân dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Musuh yang paling tangguh bagi orang yang ber-iman adalah istri yang buruk." 
 
عَنِ الأَصْبَغِ بْنِ نُبَاتَةَ قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع الْفِتَنُ ثَلاَثَةٌ حُبُّ النِّسَاءِ وَ هُوَ سَيْفُ الشَّيْطَانِ وَ شُرْبُ الْخَمْرِ وَ هُوَ فَخُّ الشَّيْطَانِ وَ حُبُّ الدِّينَارِ وَ الدِّرْهَمِ وَ هُوَ سَهْمُ الشَّيْطَانِ فَمَنْ أَحَبَّ النِّسَاءَ لَمْ يَنْتَفِعْ بِعَيْشِهِ وَ مَنْ أَحَبَّ الْأَشْرِبَةَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِ الْجَنَّةُ وَ مَنْ أَحَبَّ الدِّينَارَ وَ الدِّرْهَمَ فَهُوَ عَبْدُ الدُّنْيَا وَ قَالَ قَالَ عِيسَى (الدُّنْيَا) دَاءُ الدِّينِ وَ الْعَالِمُ طَبِيبُ الدِّينِ فَإِذَا رَأَيْتُمُ الطَّبِيبَ يَجُرُّ الدَّاءَ إِلَى نَفْسِهِ فَاتَّهِمُوهُ وَ اعْلَمُوا أَنَّهُ غَيْرُ نَاصِحٍ لِغَيْرِهِ.
Dari Al-Ashbagh bin Nubâtah berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Fitnah itu tiga: Cinta wanita dan ia pedang Syaithân, meminum minuman keras dan ia perangkap Syaithân dan mencintai dinar dan dirham (uang) dan ia anak panah Syaithân. Maka siapa yang mencintai wanita, niscaya tidak manfaat dengan kehidupannya, siapa yang mencintai minuman (keras) diharamkan surga atasnya, dan siapa yang mencintai dinar dan dirham (uang), maka dia menjadi budak dunia. 'Îsâ berkata, 'Dunia itu penyakit ajaran sedang orang yang 'âlim itu dokter ajaran, maka -bi-la kamu melihat dokter menyeret penyakit kepada dirinya, curigailah dia dan ketahuilah bahwa dia bukan penasihat bagi orang lain.'"   

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ : مَا لإِبْلِِيْسَ جُنْدٌ أَعْظَمُ مِنَ النِّسَاءِ وَ الْغَضَبِ.
Rasûlullâh saw berkata, "Iblîs tidak punya pasukan yang lebih hebat selain kaum wanita dan sifat marah." 

قَالَ أَمِيْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : الْفِتَنُ ثَلاَثٌ : حُبُّ النِّسَاءِ وَ هُوَ سَيْفُ الشَّيْطَانِ...فَمَنْ أَحَبَّ النِّسَاءَ لَمْ يَنْتَفِعْ بِعَيْشِهِ...
Amîrul Mu`minîn as berkata, "Fitnah (kehancuran moral) ada tiga: Mencintai wanita, dan ini adalah pedang setan..., maka siapa yang mencintai wanita, dia tidak akan mendapatkan manfaat dengan kehidupannya..."   
Mencintai wanita karena kecantikannya atau ka-rena hartanya itu tidak akan abadi; selagi mereka can-tik dan selagi mereka berharta, suaminya sayang dan cinta, akan tetapi apabila kecantikan istrinya telah me-mudar dan jika hartanya telah sirna, maka lelaki akan berpaling darinya dan pada akhirnya menderitalah si perempuan itu! Habis manis sepah dibuang. Maka berhati-hatilah wanita yang berparas cantik dan ber-harta jika ada lelaki yang mencintaimu!

Cinta yang Baik
Cinta yang suci atau cinta sejati adalah mencin-tai perempuan atau perempuan mencintai lelaki kare-na Allah ‘azza wa jalla (al-hubbu fillâh). Cinta seperti ini tidak akan sia-sia dan akan dihargai dengan peng-hargaan yang tinggi. Secara umum telah disebutkan dalam hadîts berikut.

عَنْ أَبِي بَصِيْرٍ, عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : سَمِعْتُهُ يَقُولُ : إِنَّ الْمُتَحَابِّيْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُورٍ قَدْ أَضَاءَ نُوْرُ وُجُوهِهُمْ وَ نُورُ أَجْسَادِهِمْ وَنُورُ مَنَابِرِهِمْ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى يُعْرَفُوا بِهِ, فَيُقَالُ: هَؤُلآءِ الْمُتَحَابُّونَ فِي اللهِ.
Dari Abû Bashîr dari Abû ‘Abdillâh as (Imam Ja‘far Al-Shâdiq as) dia (Abû Bashîr) berkata: Saya mendengar beliau berkata, "Sungguh orang-orang yang saling mencintai karena Allah itu pada hari kiamat (mereka berada) pada minbar-minbar dari cahaya, sungguh sinar wajah-wajah mereka, sinar tubuh-tubuh mereka dan sinar minbar-minbar mereka menyinari segala sesuatu sehingga dengannya mereka dikenal, lalu dikatakan: Mereka inilah orang-orang yang saling mencintai karena Allah." 
Cinta yang suci adalah cinta yang berkualitas, yaitu mencintai sesuatu karena Allah. Mencintai lawan jenis karena Allah adalah mencintainya karena ketaa-tannya kepada Allah, sedang cinta yang rendah (dun-yâ) yaitu lelaki yang mencintai wanita karena kecanti-kannya atau karena hartanya, dan demikian pula seba-liknya. Laki-laki muslim secara khusus dilarang meni-kahi wanita yang motivasinya karena kecantikan dan karena kekayaannya semata.
Mencintai perempuan karena Allah itu terpuji, dan ini merupakan salah satu dari manifestasi keima-nan kepada-Nya.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ : كُلَّمَا ازْدَادَ الْعَبْدُ إِيْمَانًا اِزْدَادَ حُبًّا لِلنِّسَاءِ.
Rasûlullâh saw bersabda, "Seorang hamba, setiap kali bertambah keimanannya, bertambah pulalah cintanya kepada istri-istri." 
 
قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ : حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَ الطِّيْبُ.
Rasûlullah saw bersabda, "Telah dicintakan kepa-daku dari dunia; perempuan dan wewangian." 

 قَالَ أَبُو عَبْدِ اللهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : مِنْ أَخْلاَقِ الأَنْبِيَاءِ حُبُّ النِّسَاءِ.
Abû ‘Abdillâh as berkata, "Di antara akhlak para nabi adalah mencintai perempuan-perempuan." 

قَالَ أَبُو عَبْدِ اللهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : كُلَّمَا اشْتَدَّ لَنَا حُبًّا اشْتَدَّ لِلنِّسَاءِ حٌبًّا...
Abû ‘Abdillâh as berkata, "Setiap kali seseorang sangat cintanya kepada kami (Ahlulbait), maka sangat pula cintanya kepada perempuan-perempuan..."   

 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
923 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2012, 08:10:48 PM
oleh Kang Asep
DZIKIR CINTA

Dimulai oleh Awal Dj Puisi

0 Jawaban
673 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 01:08:09 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1494 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2013, 01:25:50 PM
oleh comicers
0 Jawaban
997 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 23, 2013, 02:39:57 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1169 Dilihat
Tulisan terakhir April 26, 2013, 04:06:04 PM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
1178 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 24, 2013, 06:25:38 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1030 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2013, 12:20:04 PM
oleh ratna
1 Jawaban
1288 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2015, 09:46:14 PM
oleh Monox D. I-Fly
7 Jawaban
2555 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2014, 03:03:11 PM
oleh ratna
1 Jawaban
1001 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 02:45:15 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan