Penulis Topik: Bolehkah belajar Agama Secara Otodidak  (Dibaca 3056 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bolehkah belajar Agama Secara Otodidak
« pada: Agustus 29, 2013, 06:47:32 PM »
sejak saya masih mengaji di LDII, saya sudah banyak mempelajari banyak dalil-dalil di mana apabila agama dipelajari secara otodidak hukumnya tidak sah. satu hadtis pun tidak sah sebagai ilmu kalau tidak dipelajari secara manqul, musnad dan muttasil. bahkan bergurupun tidak cukup, karena harus dilihat, guru tersebut dulu belajarnya dari siapa? apakah sanadnya bersambung hingga rasulullah atau tidak.

mempelajari agama secara otodidak menimbulkan ruang yang luas untuk distorsi dan multitafsir. hal ini tidak saja diakui oleh kalangan LDII, tapi juga diakui oleh kelompok tarekat dan sebagian kelompok ahlu sunnah.

Kutip dari: zonjonggol
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”. (HR. Ahmad)

Apakah orang yang otodidak dari kitab-kitab hadits layak disebut ahli hadits

Syaikh Nashir al-Asad menjawab pertanyaan ini: “Orang yang hanya mengambil ilmu melalui kitab saja tanpa memperlihatkannya kepada ulama dan tanpa berjumpa dalam majlis-majlis ulama, maka ia telah mengarah pada distorsi. Para ulama tidak menganggapnya sebagai ilmu, mereka menyebutnya shahafi atau otodidak, bukan orang alim… Para ulama menilai orang semacam ini sebagai orang yang dlaif (lemah). Ia disebut shahafi yang diambil dari kalimat tashhif, yang artinya adalah seseorang mempelajari ilmu dari kitab tetapi ia tidak mendengar langsung dari para ulama, maka ia melenceng dari kebenaran. Dengan demikian, Sanad dalam riwayat menurut pandangan kami adalah untuk menghindari kesalahan semacam ini” (Mashadir asy-Syi’ri al-Jahili 10)

sumber : http://www.myquran.org/forum/index.php/topic,87744.msg2322404.html#msg2322404

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Abu Zahra

Re:Bolehkah belajar Agama Secara Otodidak
« Jawab #1 pada: Agustus 31, 2013, 08:01:23 AM »
Boleh Kang Asep belajar Islam secara otodidak, kan dalam diri setiap insan ada hujjah untuk menangkapnya yaitu akal. Hadits yang di atas bukan akal pikiran tetapi ra`ru atau rasio atau pikir, sebab rasio (ra`y) atau pikir (fikr) itu labil yang hasilnya bisa benar dan bisa salah, kalau akal ('aql) mutlak benar. Para rasul sebelum diangkat menjadi rasul belajar secara otodidak.
 

Offline Abu Zahra

Re:Bolehkah belajar Agama Secara Otodidak
« Jawab #2 pada: Agustus 31, 2013, 08:15:35 AM »
Sistim manqûl adalah salah satu cara untuk mendominasi orang dalam pemahaman supaya orang tersebut tidak beralih ke guru yang laian atau ke pemahaman yang lain. Dan bahayanya akan menganggap yang lain itu najis dan sesat di samping mendoktrin diri sebagai orang yang suci!! Dan terkadang ditakut-takutinya: Awas! Belajar tanpa guru bisa tersesat! Padahal belajar ke berbagai guru itu juga ternyata tersesat. Waspadai ini mengandung muatan politis!

Cara yang lain untuk mendominasi orang misalnya dengan memberikan tangannya untuk dicium, hal ini untuk menimbulkan kesan bahwa orang yang mencium tangannya itu levelnya ada di bawahnya dan dia dipaksa untuk mengakui dan meyakini keunggulan dan kesucian gurunya. Maka setahu saya dalam Islam yang suci yang demikian itu dilarang keras!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Bolehkah belajar Agama Secara Otodidak
« Jawab #3 pada: Agustus 31, 2013, 08:19:22 AM »
Boleh Kang Asep belajar Islam secara otodidak, kan dalam diri setiap insan ada hujjah untuk menangkapnya yaitu akal. Hadits yang di atas bukan akal pikiran tetapi ra`ru atau rasio atau pikir, sebab rasio (ra`y) atau pikir (fikr) itu labil yang hasilnya bisa benar dan bisa salah, kalau akal ('aql) mutlak benar. Para rasul sebelum diangkat menjadi rasul belajar secara otodidak.

Jadi definisi Akal ('aql) itu berbeda dengan pikir, rasio atau mungkin juga nalar  ya Ustadz.
Lalu menurut Ustadz Abu definisi Akal itu apa?
 

Offline Abu Zahra

Re:Bolehkah belajar Agama Secara Otodidak
« Jawab #4 pada: Agustus 31, 2013, 08:38:09 AM »
'Aqal itu artinya tali, dan tali itu fungsinya untuk mengikat, dan objeknya yang mesti diikat itu kata Rasulullah saw ada dua: (1) Jahâlah atau hawâ (potensi buruk) dan (2) Nafs (jiwa) yang bersifat hayawani dan yang bersifat nabati.

Jika kita tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya, maka akal kita tidak berfungsi. Jika pejabat korupsi, maka akalnya tidak berfungsi. Jika orang melakukan dosa, maka akalnya ada tetapi tidak berfungsi. Dan jika akal tidak berfungsi, maka akan diberi sanksi.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
32 Jawaban
9221 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2017, 01:42:02 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
3478 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 01, 2015, 12:37:51 AM
oleh Monox D. I-Fly
2 Jawaban
4114 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 04, 2013, 08:17:03 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
4247 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2013, 06:27:37 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1436 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2015, 09:09:55 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
1158 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 12, 2014, 02:31:12 PM
oleh kang radi
0 Jawaban
408 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2015, 10:31:18 AM
oleh comicers
1 Jawaban
714 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 23, 2015, 02:18:11 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
175 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 19, 2017, 08:01:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
189 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2017, 08:37:02 AM
oleh SHABRI

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan