Penulis Topik: Bidadari Bermata Jeli  (Dibaca 2782 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bidadari Bermata Jeli
« pada: Juni 15, 2013, 06:14:08 AM »
Tadinya, saya ingin memasukan cerita ini ke dalam buku “Kumpulan Cerpen Media Logika”, tapi setelah menyimaknya, saya membatalkannya, dan malah memasukannya ke dalam buku “Kupas Logika”.  Karena cerpen ini menggelitik pemikiran saya untuk mengupasnya dari sisi logika. Sebelum itu, mari simak kisahnya.

Kutip dari : Awal Dj[1]
=============================================
Abdul Wahid bin Zaid berkata, “Ketika kami sedang duduk-duduk di majelis kami, aku pun sudah siap dengan pakaian perangku, karena ada komando untuk bersiap-siap sejak Senin pagi. Kemudian saja ada seorang laki-laki membaca ayat, (artinya) ‘Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin jiwa dan harta mereka dengan memberi Surga.’ (At-Taubah: 111). Aku menyambut, “Ya, kekasihku.”

Laki-laki itu berkata, “Aku bersaksi kepadamu wahai Abdul Wahid, sesungguhnya aku telah menjual jiwa dan hartaku dengan harapan aku memperoleh Surga.”

Aku menjawab, “Sesungguhnya ketajaman pedang itu melebihi segala-galanya. Dan engkau sajalah orang yang aku sukai, aku khawatir manakala engkau tidak mampu bersabar dan tidak mendapatkan keuntungan dari perdagangan ini.”

Laki-laki itu berkata, “Wahai Abdul Wahid, aku telah berjual beli kepada Allah dengan harapan mendapat Surga, mana mungkin jual beli yang aku persaksikan kepadamu itu akan melemah.”

Dia berkata, “Nampaknya aku memprihatinkan kemampuan kami semua, …kalau orang kesayanganku saja mampu berbuat, apakah kami tidak?” Kemudian lelaki itu menginfakkan seluruh hartanya di jalan Allah kecuali seekor kuda, senjata dan sekedar bekal untuk perang. Ketika kami telah berada di medan perang dialah laki-laki pertama kali yang tiba di tempat tersebut. Dia berkata, “Assalamu ‘alaika wahai Abdul Wahid,”

Aku menjawab, “Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh, alangkah beruntungnya perniagaan ini.”

Kemudian kami berangkat menuju medan perang, lelaki tersebut senantiasa berpuasa di siang hari dan qiyamullail pada malam harinya melayani kami dan menggembalakan hewan ternak kami serta menjaga kami ketika kami tidur, sampai kami tiba di wilayah Romawi.

Ketika kami sedang duduk-duduk pada suatu hari, tiba-tiba dia datang sambil berkata, “Betapa rindunya aku kepada bidadari bermata jeli.”

Kawan-kawanku berkata, “Sepertinya laki-laki itu sudah mulai linglung.”

Dia mendekati kami lalu berkata, “Wahai Abdul Wahid, aku sudah tidak sabar lagi, aku sangat rindu pada bidadari bermata jeli.”

Aku bertanya, “Wahai saudaraku, siapa yang kamu maksud dengan bidadari bermata jeli itu?”

Laki-laki itu menjawab, “Ketika itu aku sedang tidur, tiba-tiba aku bermimpi ada seseorang datang menemuiku, dia berkata, ‘Pergilah kamu menemui bidadari bermata jeli.’ Seseorang dalam mimpiku itu mendorongku untuk menuju sebuah taman di pinggir sebuah sungai yang berair jernih. Di taman itu ada beberapa pelayan cantik memakai perhiasan sangat indah sampai-sampai aku tidak mampu mengungkapkan keindahannya.

Ketika para pelayan cantik itu melihatku, mereka memberi kabar gembira sambil berkata, ‘Demi Allah, suami bidadari ber-mata jeli itu telah tiba.’

Kemudian aku berkata, ‘Assalamu ‘alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’

Pelayan cantik itu menjawab, ‘Tidak, kami sekedar pelayan dan pembantu bidadari bermata jeli. Silahkan terus!’

Aku pun meneruskan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di sebuah sungai yang mengalir air susu, tidak berubah warna dan rasanya, berada di sebuah taman dengan berbagai perhiasan. Di dalamnya juga terdapat pelayan bidadari cantik dengan mengenakan berbagai perhiasan. Begitu aku melihat mereka aku terpesona. Ketika mereka melihatku mereka memberi kabar gembira dan berkata kepadaku, ‘Demi Allah telah datang suami bidadari bermata jeli.’

Aku bertanya, ‘Assalamualaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Mereka menjawab, Waalaikassalam wahaiwaliyullah, kami ini sekedar budak dan pelayan bidadari bermata jeli, silahkan terus.’

Aku pun meneruskan maju, ternyata aku berada di sebuah sungai khamr berada di pinggir lembah, di sana terdapat bidadari-bidadari sangat cantik yang membuat aku lupa dengan kecantikan bidadari-bidadari yang telah aku lewati sebelumnya. Aku berkata, ‘Assalamu alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Mereka menjawab, ‘Tidak, kami sekedar pembantu dan pelayan bidadari bermata jeli, silahkan maju ke depan.’

Aku berjalan maju, aku tiba di sebuah sungai yang mengalirkan madu asli di sebuah taman dengan bidadari-bidadari sangat cantik berkilauan wajahnya dan sangat jelita, membuat aku lupa dengan kecantikan para bidadari sebelumnya. Aku bertanya, ‘Assalamu alaikunna, apakah di antara kalian ada bidadari bermata jeli?’ Mereka menjawab, ‘Wahai waliyurrahman, kami ini pembantu dan pelayan bidadari jelita, silahkan maju lagi.’

Aku berjalan maju mengikuti perintahnya, aku tiba di se-buah tenda terbuat dari mutiara yang dilubangi, di depan tenda terdapat seorang bidadari cantik dengan memakai pakaian dan perhiasan yang aku sendiri tidak mampu mengungkapka keindahannya. Begitu bidadari itu melihatku dia memberi kabar gembira kepadaku dan memanggil dari arah tenda, ‘Wahai bidadari bermata jeli, suamimu datang!’

Kemudian aku mendekati kemah tersebut lalu masuk. Aku mendapati bidadari itu duduk di atas ranjang yang terbuat dari emas, bertahta intan dan berlian. Begitu aku melihatnya aku terpesona sementara itu dia menyambutku dengan berkata, ‘Selamat datang waliyurrahman, telah hampir tiba waktu kita bertemu.’ Aku pun maju untuk memeluknya, tiba-tiba ia berkata, ‘Sebentar, belum saatnya engkau memelukku karena dalam tubuhmu masih ada ruh kehidupan. Tenanglah, engkau akan berbuka puasa bersamaku di kediamanku, insya Allah. ‘

Seketika itu aku bangun dari tidurku wahai Abdul Wahid. Kini aku sudah tidak bersabar lagi, ingin bertemu dengan bida-dari bermata jeli itu.”

Abdul Wahid menuturkan, “Belum lagi pembicaraan kami (cerita tentang mimpi) selesai, kami mendengar pasukan musuh telah mulai menyerang kami, maka kami pun bergegas meng-angkat senjata begitu juga lelaki itu.

Setelah peperangan berakhir, kami menghitung jumlah para korban, kami menemukan 9 orang musuh tewas dibunuh oleh lelaki itu, dan ia adalah orang ke sepuluh yang terbunuh. Ketika aku melintas di dekat jenazahnya aku lihat, tubuhnya berlu-muran darah sementara bibirnya tersenyum yang mengantarkan pada akhir hidupnya.”
=============================================

Kisah ini mengingatkan saya pada sebuah hadis yang pernah diajarkan oleh mubaligh LDII, di dalam di dalam hadis tersebut dikatakan bahwa ketika seorang muslim masuk sorga, maka paling sedikit, dia akan memperoleh 72 biadari. Kulit biadari itu putih mulus. Katanya, saking putihnya, bila biadari tersebut memakai pakaian 70 rangkap, maka akan tetap terlihat transparan. Saya jadi bingung membayangkannya. Dalam hadis lain disebutkan bahwa, dalam sekali bersenggama dengan bidadari, itu paling sedikit 70 tahun. Kenikmatan persenggamaan itu seribu kali nikmat dunia, dengan kenikmatan yang tidak pernah memudar. Dan penghuni sorga tidak akan pernah merasa bosan dengan istri-istrinya dari kalangan bidadari. Terus ada yang bertanya, “Mas, kalau istrinya sewaktu di dunia dikemanain?” Mubaligh itu menjawab, “Dia menjadi ratunya bidadari, kalau masuk sorga.” Juga hal ini mengingatkan saya kepada perkataan orang-orang kafir di FFI, mereka berkata, “Umat Islam rajin beribadah karena ingin ngesek di sorga dengan bidadari.”

Berjihad karena termotivasi oleh kecantikan bidadari, apakah hal ini dibenarkan dan bagus menurut ajaran Islam?

Kalau menurut kaum tarekat, setahu saya, motivasi “bidadari cantik” yang melandasi suatu amal perbuatan itu dianggap sebagai “selera rendahan”. Tidak terbayangkan, bagaimana mereka yang terobsesi oleh wanita, kemudian bisa masuk sorga. Tapi tidak bisa dikatakan bahwa mereka yang terobsesi oleh wanita tidak bisa masuk sorga. Hanya yang dibayangkan oleh para ahli batin adalah, mereka yang masuk ke dalam sorganya Allah adalah yang telah suci dan reda kecintaannnya terhadap hal-hal yang bersifat kesenangan jasmani, sehingga tidak mungkin pula amal perbuatannya di dorong oleh keinginannya untuk memeluk bidadari.

Sebenarnya manusia-manusia itu mempunyai sifat hubbuddunya, cinta dunia, seperti cinta harta, tahta dan wanita. Cinta seperti ini, merupakan pangkal dari segala kesalahan. Suapaya tidak liar, tidak merusak, merugikan orang lain dan terjerumus ke dalam kesesatan, maka perlu ada sesuatu yang bisa membelokan perbuatannya kepada perbuatan-perubatan baik. Seandainya “bidadari bermata jeli” mampu memotivasi seorang penjahat untuk mengekang kejahatannya, mampu menahan seorang pembunuh dari membunuh, atau bisa  mengubah si pelit menjadi si murah hati, maka hal ini termasuk suatu bentuk kebaikan. Dan tentunya tiap-tiap kebaikan tentu ada balasannya yang baik pula. Dan bisa jadi, balasan kebaikannya itu adalah “bidadari cantik” seperti yang diharapkannya. Tetapi, itu berarti dia masih harus menempuh perjalanan panjang dalam hidupnya di sorga kelak untuk menyempurnakan dirinya, untuk naik ke dalam sorga Allah yang lebih tinggi lagi. Dan lagi pula, jenis kebaikan seperti itu bergantung kepada komando orang bijak. Karena merupakan transmutasi dari hasrtanya terhadap kesenangan indrawi. Dia tidak melihat sorga dan neraka yang sesungguhnya. Hanya berlandaskan pada percaya. Sialnya, kalau dia percaya kepada orang yang salah, lalu dia diperalat menjadi pembunuh bagi orang-orang berdosa, sementara dalam keyakinannya dia berjihad di jalan Allah. Kalau sudah begini, bagaimana caranya masuk sorga?

Para ahli batin yang suci melihat sorga dan neraka itu di dunia sejak di dunia ini. Mereka melihat, selama batinnya tersentuh oleh motivasi-motivasi indrawi, maka selama itu sorga tidak tersentuh olehnya. Dan tiada sorga yang lebih indah, selain sorga di mana mereka bisa menatap wajah TuhanNya. Sejauh mana makrifat seorang hamba kepada Tuhannya, sejauh itu dia menemukan sorga yang indah. Kebahagiaan sorgawi harus bisa dirasakan saat ini, bukan saja nanti setelah kita mati. Sebagaimana ayat :

Dan barang siapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).(Q.S 17:72)
 1. http://medialogika.org/cerpen/kisah-seorang-pemuda-dan-bidadari-bermata-jeli-1580/
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #1 pada: Juni 15, 2013, 03:49:29 PM »
Quote (selected)
Berjihad karena termotivasi oleh kecantikan bidadari, apakah hal ini dibenarkan dan bagus menurut ajaran Islam?

tentu dibenarkan, karena dengan kenikmatan tsb pula lah Allah memotifasi kita. dan tentu pula bagus!


Quote (selected)
Kalau menurut kaum tarekat, setahu saya, motivasi “bidadari cantik” yang melandasi suatu amal perbuatan itu dianggap sebagai “selera rendahan”. Tidak terbayangkan, bagaimana mereka yang terobsesi oleh wanita, kemudian bisa masuk sorga. Tapi tidak bisa dikatakan bahwa mereka yang terobsesi oleh wanita tidak bisa masuk sorga. Hanya yang dibayangkan oleh para ahli batin adalah, mereka yang masuk ke dalam sorganya Allah adalah yang telah suci dan reda kecintaannnya terhadap hal-hal yang bersifat kesenangan jasmani, sehingga tidak mungkin pula amal perbuatannya di dorong oleh keinginannya untuk memeluk bidadari.

selera rendahan, motivasi rendahan, motivator rendahan?
kecantikan wujud bidadari masih belum terbayangkan, yang menurut saya para ahli bathin pun belum sanggup membayangkannya. jadi, atas dasar apa nilai rendahan ini diberikan?
atau saya salah tentang para ahli bathin yang belum sanggup membayangkan kecantikan bidadari tsb?

apa makna dari kesenangan jasmani menurut para ahli bathin?

apa pula makna dari kesenangan indrawi?

Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #2 pada: Juni 15, 2013, 04:23:20 PM »
Kutip dari: sandy
tentu dibenarkan, karena dengan kenikmatan tsb pula lah Allah memotifasi kita. dan tentu pula bagus!

Allah memotivasi setiap orang menurut kadar pemikiran masing-masing.

kalau anak kecil dimotivasi dengan balon, itu cukup menggairahkan. dan hal itu bisa digunakan untuk memotivasi anak-anak untuk berbuat kebaikan. "kalau tidak jajan es, nanti ayah belikan kamu balon!" atau "jangan buang-buang makananmu, nanti nasinya menangis!" coba kalau kata-kata seperti itu dikatakan sama orang dewasa, pasti ditertawakan.

"tanamkanlah saham Anda di perusahaan saya, nanti Anda saya belikan balon!".

seperti itu pula kedengarannya, kalau misalnya ada orang berkata kepada saya, "rajin-rajinlah shalat, agar kelak punya istri 72 bidadari." emanknya saya bisa termovitasi dengan 72 bidadari?

orang melukiskan keindahan sorga dengan sungai-sungai yang mengalir deras. bagi orang ARab, kata "sungai" langsung terdeteksi sebagai hal yang indah. coba kalau dikatakan sama orang baleendah. mereka udah enek dengan yang namanya sungai, tiap hari sungai yang kotor meluap menggenai rumah mereka. apa mereka bisa termotivasi dengan cerita sungai?

kalau orang di dunia saja sudah gak doyan apel, lalu dimotivasi kelak di sorga buah apel tinggal memetik saja, tidak memperhatikan orang yang dimotivasi gak doyan apel. apa kalau di dunia gak doyan apel, trus disorga jadi doyan, gitu?

begitu juga, ketika di dunia orang sudah tidak tertarik dengan kesenangan-kesenangan indrawi, seperti melihat cantiknya wanita, bersenggama, dengan tahta dan harta dan sebagainya, apa bidadari masih bisa memotivasinya untuk berbuat kebajikan?

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #3 pada: Juni 15, 2013, 04:32:03 PM »
jadi, bidadari itu motivator yang benar dan baik, bagi mereka yang masih berangan-angan punya istri cantik yang banyak. tak tanggung-tanggung, ada yang rela ngebom diri sendiri, karena gak sabar ingin ketemu bidadari.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #4 pada: Juni 16, 2013, 12:01:43 AM »
Allah memotivasi setiap orang menurut kadar pemikiran masing-masing.

kalau anak kecil dimotivasi dengan balon, itu cukup menggairahkan. dan hal itu bisa digunakan untuk memotivasi anak-anak untuk berbuat kebaikan. "kalau tidak jajan es, nanti ayah belikan kamu balon!" atau "jangan buang-buang makananmu, nanti nasinya menangis!" coba kalau kata-kata seperti itu dikatakan sama orang dewasa, pasti ditertawakan.

"tanamkanlah saham Anda di perusahaan saya, nanti Anda saya belikan balon!".

seperti itu pula kedengarannya, kalau misalnya ada orang berkata kepada saya, "rajin-rajinlah shalat, agar kelak punya istri 72 bidadari." emanknya saya bisa termovitasi dengan 72 bidadari?

orang melukiskan keindahan sorga dengan sungai-sungai yang mengalir deras. bagi orang ARab, kata "sungai" langsung terdeteksi sebagai hal yang indah. coba kalau dikatakan sama orang baleendah. mereka udah enek dengan yang namanya sungai, tiap hari sungai yang kotor meluap menggenai rumah mereka. apa mereka bisa termotivasi dengan cerita sungai?

kalau orang di dunia saja sudah gak doyan apel, lalu dimotivasi kelak di sorga buah apel tinggal memetik saja, tidak memperhatikan orang yang dimotivasi gak doyan apel. apa kalau di dunia gak doyan apel, trus disorga jadi doyan, gitu?

begitu juga, ketika di dunia orang sudah tidak tertarik dengan kesenangan-kesenangan indrawi, seperti melihat cantiknya wanita, bersenggama, dengan tahta dan harta dan sebagainya, apa bidadari masih bisa memotivasinya untuk berbuat kebajikan?

betul kang!
dan tentunya,, walaupun bagi sebagian orang motivasi ini adalah motivasi yang "biasa saja", namun tentunya tetap ini merupakan motivasi yang halal untuk diingini untuk didapatkan. saya rasa kata "halal" sudah cukup untuk menggambarkan perihal diawal, yaitu "benar dan baik". jikslsu motivasi ini tidak halal, maka saya yakin tak kan ada himbauan untuk mengharap surga dengan iming2 bidadari di dalamnya.


jadi, bidadari itu motivator yang benar dan baik, bagi mereka yang masih berangan-angan punya istri cantik yang banyak. tak tanggung-tanggung, ada yang rela ngebom diri sendiri, karena gak sabar ingin ketemu bidadari.

memiliki istri yang cantik dan banyak, tentunya bukan hal yang tercela juga, walaupun nampak remeh juga bagi sebagian orang. namun saya akan terperanjat kaget jika malah ada yang menginginkan istri yang tidak cantik, apalagi jika malah sama sekali tidak menginginkan istri. atau jika hanya alasannya untuk memiliki keturunan saja, tanpa terlalu memperdulikan urusan kenikmatan sex. coba bayangkan, jika kita jauh dari istri 1 atau 2 bulan. maka hasrat jika ketemu istri nanti, bukanlah tentang bagaimana memperoleh keturunan, tapi bagaimana agar syahwat terpenuhi.

kalau saya tentunya tak perlu membayangkan lagi, karena sudah mengalami...  :D

adapun jika iming2 bidadari tsb berusaha diraih dengan cara yang tanpa dasar yang kuat, misalnya dengan pembunuhan masal terhadap orang2 kafir yang "tak berdosa" (tentunya seluruh orang kafir itu berdosa, tapi tidak untuk alasan dibunuh), maka kesalahan cara tidak menunjukkan kesalahan tujuan. tujuannya halal, tapi caranya haram.

walaupun mungkin ada korelasi antara "bathin yang masih tergoda dengan kenikmatan dunia ataupun kenikmatan jasmani" dengan "mudahnya orang dengan bathin tsb dikelabui dengan syubhat islami semacam itu". namun bukanlah korelasi yang mutlak.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #5 pada: Juni 16, 2013, 07:51:26 AM »
penglihatan manusia terhadap wanita itu ada yang sebatas pada "cantik", ada yang melebihi dari batas "cantik". tentu saja semua pria menginginkan wanita cantik. tapi pria yang bijaksana, menginginkan "yang lebih dari cantik". semua orang menginginkan kenikmatan sorgawi. tetapi orang yang tahu lebih banyak dari itu, tentu menginginkan yang lebih dari kenikmatan sorgawi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #6 pada: Juni 16, 2013, 09:06:53 PM »
hmm.....

btw, "jeli" disini maksudnya apa ya? bisa dimasukkan daftar kata ambigu nih...
"jeli" bisa dibaca dengan vocal "e" seperti pada "sate", jadinya jeli = bentuk semi padat yang penampakannya transparan dan kenyal.
bisa juga dibaca dengan vocal "e" seperti pada "elang", jadinya jeli = berpenglihatan tajam.

kedua kata tsb memiliki arti berbeda. namun keduanya sama2 bisa dipadankan dengan kata "mata".
jadi yang mana yang dimaksud? bermata jeli = memiliki mata yang kenyal dan transparan (sebagai gambaran keindahan mata yang sempurna), atau bermata jeli = memiliki mata yang berpenglihatan tajam ??
kata dalam bahasa arab apa yang diterjemahkan dengan "jeli" dalam riwayat tsb?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bidadari Bermata Jeli
« Jawab #7 pada: Juni 17, 2013, 05:49:22 AM »
kemungkinan jeli = jelita = cantik
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
522 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2013, 03:24:13 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
560 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2013, 03:30:08 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
381 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2015, 04:27:03 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
468 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 26, 2015, 09:12:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
101 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2017, 07:43:07 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan