Penulis Topik: Apakah Para Nabi Mewarisi?  (Dibaca 1041 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline hamaslover

Apakah Para Nabi Mewarisi?
« pada: Mei 04, 2015, 12:46:17 PM »

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِن وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِراً فَهَبْ لِي مِن لَّدُنكَ وَلِيّا يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيّاً

[COLOR="#0000FF"]Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul maka anugrahilah aku dari sisiMu seorang putra yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Ya’qub, dan jadikanlah ia Tuhanku seorang yang diridhai (QS Maryam : 5&6)[/COLOR]

  وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُدَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا وَقَالا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ (١٥) وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ (١٦

[COLOR="#0000FF"]"Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: 'Segala puji bagi Allah yang melebihkan hami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman.' Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata: 'Hai munusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu, sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata.'" (QS. an-Naml: 15&16)[/COLOR]

Terkait ayat-ayat yang menyebutkan bahwa para Nabi mewarisi seperti kisah Nabi Zakaria dan Nabi Sulaeman.

Jika yang dimaksud mewarisi adalah dalam hal kenabian maka pertanyaannya sejak kapan adanya konsep Kenabian itu diwarisi dari ayahnya? Bukankah kenabian itu ditunjuk langsung oleh Allah SWT?

Jika yang dimaksud mewarisi adalah dalam hal ilmu maka pertanyaannya adalah sejak kapan ada konsep bahwa ilmu para Nabi (khususnya Nabi Sulaeman yang disebut dalam Al-Quran mewarisi dari Daud) didapat dari warisan ayahnya? Bukankah ilmu para Nabi itu berasal langsung dari Allah SWT?

Maka ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang hukum waris para Nabi bermakna umum sebagaimana hukum waris yang berlaku bagi seluruh umat. Oleh karena itu berdasarkan keterangan Al-Quran tersebut warisan para Nabi juga termasuk harta benda, sehingga dapat ditarik premis sebagai berikut :

Para Nabi mewarisi harta

Sedangkan dalam hadis yang dibawakan oleh Abu Bakar R.A dan beberapa sahabat lainnya disebutkan bahwa para Nabi tidak mewarisi harta. Maka perhatikan dua pernyataan berikut :

Pernyataan 1 : Sebagian warisan Nabi adalah harta (Al-Quran)
Pernyataan 2 : Setiap warisan Nabi bukan harta (Hadis)

Perhatikan!

Kedua premis diatas saling bertentangan satu sama lain atau biasa disebut kontradiksi. Jika pernyataan 1 bernilai benar maka pernyataan 2 sudah pasti bernilai salah, jika pernyataan 2 bernilai benar maka pernyataan 1 sudah pasti bernilai salah. Lalu mana yang benar? Tentu saja Al-Quran lebih kuat dibanding hadis maka Al-Quranlah yang benar dalam hal ini.

Bahan Renungan

Mungkinkah Allah Ta'ala menetapkan hukum waris terhadap umat manusia namun mengecualikannya terhadap keluarga para Nabi? Bukankah yang semacam ini bisa dikatakan Allah telah melakukan diskriminasi yang merugikan terhadap para Nabi dan keluarganya dalam perkara waris? Apakah mungkin Allah SWT berbuat demikian terhadap para Nabi-Nya?
 
The following users thanked this post: Kang Asep

Offline hamaslover

Re:Apakah Para Nabi Mewarisi?
« Jawab #1 pada: Mei 04, 2015, 01:57:50 PM »
Tak terbayangkan ketidak adilan yang diterima keluarga Nabi sepeninggal Rasul Allah. Sudah diharamkan menerima sedekah, tidak berhak mewarisi, khumus pun hanya diberlakukan pada saat perang. Bagaimana menurut anda? Apakah yang seperti ini dapat dikatakan ketidak adilan? Ataukah ada hakekat yang belum bisa saya pahami?

Terima kasih jika ada yang berkenan menjelaskan.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Apakah Para Nabi Mewarisi?
« Jawab #2 pada: Mei 04, 2015, 02:11:17 PM »
Jelas, itu merupakan ketidak-adilan.

Bisa jadi, ada hakikat yang kita tidak ketahui. tapi seperti apa Hakikat itu, gak jelas.

karena ketidak-adilan tersebut jelas dan hakikat itu tidak jelas, maka tidak mungkin kita mengambil hal yang tidak jelas sebagai keyakinan yang lebih benar di atas hal yang jelas.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Agate

  • Pemikir
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Thanked: 4 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Akal merupakan Makhluk yg paling dicintaiNya
    • Lihat Profil
Re:Apakah Para Nabi Mewarisi?
« Jawab #3 pada: Mei 04, 2015, 05:46:29 PM »

Jika yang dimaksud mewarisi adalah dalam hal kenabian maka pertanyaannya sejak kapan adanya konsep Kenabian itu diwarisi dari ayahnya? Bukankah kenabian itu ditunjuk langsung oleh Allah SWT?
Kenabian itu tidak didapatkan melalui warisan akan  tetapi melalui ikhtiar masing masing.Nah contoh ayat tersebut menyebutkan dengan jelas bukti bahwa mengapa terkadang para Nabi AS itu menurun.Alquran membuktikan bahwa hal itu dikarenakan usha Nabi sendiri melalui doaa yang dipanjatkan.

Jika yang dimaksud mewarisi adalah dalam hal ilmu maka pertanyaannya adalah sejak kapan ada konsep bahwa ilmu para Nabi (khususnya Nabi Sulaeman yang disebut dalam Al-Quran mewarisi dari Daud) didapat dari warisan ayahnya? Bukankah ilmu para Nabi itu berasal langsung dari Allah SWT?

Ilmu para Nabi didapatkan melalui usaha.dan Sulaiman AS berusaha mendapatkan ilmu tersebut melalui ayahnya.Dan dkabulkan oleh Allah SWT.


Para Nabi mewarisi harta

Sedangkan dalam hadis yang dibawakan oleh Abu Bakar R.A dan beberapa sahabat lainnya disebutkan bahwa para Nabi tidak mewarisi harta. Maka perhatikan dua pernyataan berikut :

Pernyataan 1 : Sebagian warisan Nabi adalah harta (Al-Quran)
Pernyataan 2 : Setiap warisan Nabi bukan harta (Hadis)


Tentu hal pertama yang diwariskan adalah ajaran Islam,dan bebrapa ilmu yang di rangkum keluarga dan sahabat.
dan pasti yang tidak mungkin ditolak akal adalah pasti mewarisi harta.Mengapa saya katakan pasti ?
Walaupun nabi hidup mengajarkan untuk mencintai akhirat.meninggalkan godaan dunia.Minimalnya beliau SAWW pasti mewariskan harta berupa Baju,dll.Tidak mungkin Rasul SAWW tidak punya pakaian.

Kalau untuk masalah Tanah FAdak maka menurut saya dan beberapa sumber syiah serta sunni itu bukan warisan akan tetapi Hadiah kepada Putrinya diberikan sewaktu beliau SAWW hidup dan menjadi hak milik Fatimah akan tetapi sebagian sahabt menganggap itu milik Rasul SAWW dan tidak tahu bahwa RAsul SAWW telah menghadiahkannya.maka ketika berdialog dgn Abubakar ,Sekalipun Abubakar menganggap itu warisan sama saja telah merampas hak FAtimah AS.Dalam dialog antara mereka berdua menurut saya adalah Fatimah berdalil menunjukkan kesalahan berpikir kpada AbuBakar.
« Edit Terakhir: Mei 04, 2015, 06:38:40 PM oleh Agate »
Sederhana meliputi segala sesuatu
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2332 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 16, 2013, 09:11:41 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2216 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2012, 05:59:20 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
5638 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2013, 01:40:04 PM
oleh hayakoen
0 Jawaban
2956 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2013, 11:02:53 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1698 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 02, 2013, 09:54:26 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1716 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2013, 06:45:40 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
764 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 12, 2014, 12:53:58 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
382 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 24, 2015, 04:39:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
174 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 11:43:53 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
30 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 03, 2017, 12:03:28 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan