Penulis Topik: Apakah kebijakan Syaikain diteruskan oleh Ali bin Abi Thalib?  (Dibaca 1392 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
42.   Apakah Ali bin Abi Thalib meneruskan Kebijakan Syaikhain?

Syaikhain adalah Abu Bakar dan Umar. Menurut satu versi, Ali bin Abi Thalib meneruskan kebijakan Syaikhain ini di masa pemerintahan beliau. Sebagaimana tergambar dari tulisan berikut :

Kutip Dari : Axl W Rusyd
========================================
Afwan kang, ada sedikit biografi khalifah Ali.Ra yang saya baca yaitu pada masa awal pemerintahan beliau memang tercatat banyaknya pergolakan dalam kehidupan politik, terutama merombak sistem otonomi daerah / wilayah kekhalifahan yang berlaku sebelumnya untuk kembali kepada sistem yang dirintis Abu Bakr dan Umar.Rhma, namun dalam hal administrasi pemerintahan tercatat juga bahwa beliau memberlakukan kembali sistem pajak tahunan pada tanah-tanah aset kekhalifahan sebagaimana peraturan yang ditetapkan pada masa khalifah Umar.Ra ( * )

(*) Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Dirasah Islamiyah II, Jakarta, Rajawali Press, 2000, Hal. 39
=======================================
Tetapi dalam suatu riwayat lain, Ali bin Abi Thalib menolak diangkat menjadi khalifah, bila beliau harus meneruskan kebijakan Syaikhain. Silahkan baca artikel berjudul “Dewan Formatur Umar bin Khatab”!


43.   Dewan Formatur Umar bin Khatab[1]

Kaum Syiah dan Sunni sepakat bahwa Umar menunjuk sebuah Dewan Formatur yang beranggotakan enam orang untuk memilih penggantinya. Imam Ali a.s termasuk diantaranya. Tiga anggota dewa ini mundur guna memberikan dukungan kepada tiga anggota lainnya. Zubair mundur untuk memberikan dukungan kepada Imam Ali a.s Thalhah mundur untuk memberikan dukungan kepada Utsman, dan Sa`ad bin Waqqas mundur untuk memberikandukungan keapda Abdurrahman bin Auf.

Abdurahmah mengatakan bahwa dirinya bukan kandidat. Sekarang tinggal dua orang. Sekarang pilihan ada ditangan Abdurrahman. Siapapun yang dipilihnya akan menjadi khalifah.

Pada mulanya, Abdurrahman mendaganti Ali a.s katanya, “Aku siap baiat kepada Anda, asalkan Anda berjanji akan bertindak menurut kitab Allah, Sunnah NabiNya dan kebijakan yang ditempuh Abu Bakar dan Umar.”

Imam Ali menjawab, “Aku mau menerima sarat harus mengikuti kitab Allah dan sunnah nabi Nya, tetapi tidak untuk syarat mengikuti kebijakan Abu Bakar dan Umar.”
Kemudian Abdurrahmah mendatangi Utsman, mengajukan syarat yang sama. Ustmanpun menerima syarat tersebut .
 1. Murtadha Muthahhari, Imamah & Khilafah, Hal. 129
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
4850 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 13, 2012, 06:45:33 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
3477 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 16, 2012, 06:55:32 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
15170 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 03, 2013, 03:51:11 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1106 Dilihat
Tulisan terakhir April 27, 2013, 04:52:10 PM
oleh Abu Zahra
2 Jawaban
1396 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2013, 04:17:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3985 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2013, 11:14:49 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1129 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2013, 11:07:30 AM
oleh kang radi
0 Jawaban
1369 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 07, 2014, 07:11:22 AM
oleh Kang Asep
8 Jawaban
2223 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2014, 11:23:13 PM
oleh ratna
0 Jawaban
716 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2015, 04:51:06 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan