Penulis Topik: SIAPAKAH ANAK-ANAK KAMI, PEREMPUAN KAMI DAN DIRI-DIRI KAMI?  (Dibaca 1220 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Abu Zahra

SIAPAKAH ANAK-ANAK KAMI, PEREMPUAN KAMI DAN DIRI-DIRI KAMI?
« pada: April 25, 2013, 08:33:39 AM »
SIAPAKAH ANAK-ANAK KAMI, PEREMPUAN KAMI DAN DIRI-DIRI KAMI?

   فَمَنْ حَاجَّكَ فِيْهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ قُلْ تَعَالَوا نَدْعُو أَبْنَاءَنَا وَ أَبْنَاءَكُمْ وَ نِسَاءَنَا وَ نِسَاءَكُمْ وَ أَنْفُسَنَا وَ أَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللهِ عَلَى الْكَافِريْنَ.
Siapa yang membantahmu padanya (‘Îsâ as) setelah datang pengetahuan kepadamu, maka katakanlah: Marilah kita panggil anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kamu, perempuan-perempuan kami dan perempuan-perempuan kamu, diri-diri kami dan diri-dirimu, kemudian kita ber-mubâhalah, lalu kita jadikan laknat Allah atas kaum yang kâfir.

Dan yang dimaksudkan dengan abnâ`anâ (anak-anak lelaki kami) itu Hasan dan Husain, nisâ`anâ (perempuan-perempuan kami) itu Fâthimah, dan anfusanâ (diri-diri kami) itu ‘Ali bin Abî Thâlib as.

عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : أَمَرَ مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ سَعْدًا فَقَالَ : مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسُبَّ أَبَا تُرَابٍ ؟ أَمَّا مَا ذَكَرْتُ ثَلاَثًا قَالَهُنَّ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَلَنْ أَسُبَّهُ, لَئِنْ تَكُونُ لِي وَاحِدَةٌ مِنْهُنَّ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ, سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ لَهُ – وَ قَدْ خَلَفَهُ فِي بَعْضِ مَغَازِيْهِ – فَقَالَ لَهُ عَلِيٌّ : يَا رَسُولَ اللهِ خَلَفْتَنِي مَعَ النِّسَاءِ وَ الصِّبْيَانِ ؟ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نُبُوَّةَ بَعْدِي ؟ وَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ يَوْمَ خَيْبَرَ : لَأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ رَجُلاً يُحِبُّ اللهَ وَ رَسُولَهُ وَ يُحِبُّهُ اللهُ وَ رَسُولُهُ. قَالَ : فَتَطَاوَلْنَا لَهَا, فَقَالَ :اُدْعُوا لِي عَلِيًّا فَأُتِيَ بِهِ أَرْمَدَ فَبَصَقَ فِيْ عَيْنِهِ وَ دَفَعَ الرَّايَةَ إِلَيْهِ فَفَتَحَ اللهُ عَلَيْهِ. وَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ : قُلْ تَعَالَوا نَدْعُو أَبْنَاءَنَا وَ أَبْنَاءَكُمْ. دَعَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلِيًّا وَ فَاطِمَةَ وَ حَسَنًا وَ حُسَيْنًا فَقَالَ : اللَّهُمَّ هَؤُلاَءِ أَهْلِي.   
Dari ‘Âmir bin Sa‘d bin Abî Waqqâsh dari ayahnya berkata: Mu‘âwiyah bin Abî Sufyân telah menyuruh Sa‘d (untuk mencela ‘Ali as), lalu dia berkata, “Apa yang menghalangimu untuk mencela Abû Turâb?” Dia berkata, “Tidakkah kamu ingat tiga perkara yang dikatakan Rasûlullâh saw baginya, maka aku tidak akan mencelanya, seandainya aku punya satu saja darinya tentu aku lebih menyukainya dari unta-unta merah, saya telah mendengar Rasûlullâh saw berkata kepadanya---dan beliau tidak mengikut-sertakannya dalam sebagian perangnya---maka ‘Ali berkata kepadanya, “Wahai Rasûlullâh, engkau tinggalkan aku bersama kaum perempuan dan anak-anak?” Maka Rasûlullâh saw berkata kepadanya, “Tidakkah kamu rela bahwa kamu di sisiku sebagaimana Hârûn di sisi Mûsâ, hanya saja tidak ada lagi kenabian setelahku?” Dan saya mendengar beliau berkata pada hari (perang) Khaibar, “Sesungguhnya akan kuberikan bendera ini kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasûl-Nya dan dicintai Allah dan Rasûl-Nya.” Kemudian kami pun pada mengharapkan, maka beliau berkata, “Panggil kepadaku ‘Ali.” Lalu dia dihadirkan dalam keadaan sakit mata, maka beliau meludahi matanya dan menyerahkan bendera kepadanya, lalu Allah memberikan kemenangan kepadanya. Dan tatkala turun ayat ini, Katakanlah: Marilah kita panggil anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kamu. Rasûlullâh saw memanggil ‘Ali, Fâthimah, Hasan dan Husain, lalu beliau berkata, “Ya Allah, mereka inilah keluargaku.”   
   
عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : لَمَّا أَنْزَلَ اللهُ هَذِهِ الآيَةَ : نَدْعُو أَبْنَاءَنَا وَ أَبْنَاءَكُمْ, دَعَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَلِيًّا وَ فَاطِمَةَ وَ حَسَنًا وَ حُسَيْنًا فَقَالَ : اللَّهُمَّ هَؤُلاَءِ أَهْلِي.   
Dari ‘Âmir bin Sa‘d bin Abî Waqqâsh dari ayahnya berkata: Tatkala Allah menurunkan ayat ini, Kami panggil anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kamu. Rasûlullâh saw memanggil ‘Ali, Fâthimah, Hasan dan Husain, lalu beliau berkata, “Ya Allah, mereka inilah keluargaku.” 

Al-Fakhr Al-Râzi dalam tafsirnya Al-Kabîr ketika me-nafsirkan ayat mubâhalah dalam sûrah Ãli ‘Imrân dan Al-Syablanji dalam Nûr Al-Abshâr halaman 100 dan lafazh berikut dari Al-Syablanji dia berkata: Para mufassir (ahli tafsîr) telah berkata: Tatkala Rasûlullâh saw membaca ayat ini kepada para utusan Najrân dan beliau mengajak mereka untuk melakukan mubâhalah, mereka berkata, “Kami akan pulang dulu dan akan kami perhatikan dalam urusan kami, kemudian kami akan datang kepadamu besok.” Maka ketika sebagian dari mereka berbisik kepada sebagian yang lain, mereka berkata kepa-da Al-‘Âqib---dia yang  paling tua dari mereka dan pemikirnya, “Bagaimana pandanganmu wahai hamba Al-Masîh?” Dia berkata, “Kalian telah tahu wahai kaum nasrani, bahwa Muhammad itu nabi yang diutus, jika kalian melakukan yang demikian pasti kita binasa.” Dan pada suatu riwayat, dia berkata kepada mereka, “Demi Allah, tidak melakukan mulâ‘anah suatu kaum dengan seorang nabi pun melainkan pasti mereka binasa seluruhnya, kalau kalian ingin tetap ada di atas ajaran yang kalian ada padanya, maka tinggalkanlah orang itu dan kembalilah kalian kepada negeri-negeri kalian.” Lalu mereka mendatangi Rasûlullâh saw dan beliau mendekap Al-Hasan dan me-megang tangan Al-Husain, Fâthimah as berjalan di belakangnya dan ‘Ali as berjalan di belakang Fâthimah, dan Nabi saw berkata kepada mereka, “Bila aku menyeru, maka berimanlah.” Maka ketika usquf Najrân melihat mereka dia berkata, “Wahai kaum nasrani, sungguh aku telah melihat wajah-wajah kalaulah mereka meminta kepada Allah untuk menghilangkan sebuah gunung dari tempatnya niscaya Dia menghilangkannya, maka janganlah kalian melakukan mubâhalah sebab kalian pasti binasa dan tidak akan tersisa di muka bumi seorang nasrani pun sampai hari kiamat.” Maka mereka berkata, “Wahai Abûl Qâsim, sungguh telah kami pertimbangkan bahwa kami tidak jadi mubâhalah denganmu dan bahwa kami akan membiarkanmu dalam ajaranmu, dan kamu juga membiarkan kami di atas ajaran kami.” Maka berkatalah Rasûlullâh saw kepada mereka, “Jika kalian tidak mau mubâhalah, maka masuk Islamlah kalian tentu ada hak dan kewajiban bagi kalian sebagaimana bagi kaum muslim yang lain.” Namun mereka tidak mau yang demikian. Maka beliau berkata, “Sungguh aku akan memerangi kalian.” Mereka berkata, “Kami tidak punya kekuatan untuk memerangi bangsa ‘Arab, tetapi kami siap berdamai denganmu bahwa kamu tidak memerangi kami, tidak menakut-nakuti kami dan tidak memalingkan kami dari agama kami, dan kami akan memberikan kepadamu pada setiap ta-hunnya 2000 hullah (busana); seribu diserahkan pada bulan Shafar dan seribu lagi pada bulan Rajab.” Dalam riwayat lain ada tambahan, “…33 baju besi ‘âdiyah, 33 ekor unta dan 34 ekor kuda perang.” Maka Rasûlullâh saw menerima tawaran damai dengan mereka atas syarat yang mereka ajukan. Dan beliau berkata, “Demi yang diriku dalam gengaman tangan-Nya, sesungguh siksaan sudah ditujukan kepada penduduk Najrân, dan kalaulah mereka berani melakukan mulâ‘anah, niscaya mereka akan dikutuk menjadi kera-kera dan babi-babi dan lembah pun akan menyalakan api untuk membakar mereka dan Allah akan mencabut seluruh manusia Najrân sehingga burung-burung yang bertengger di pepohonan, dan tidak akan sampai setahun ummat nasrani seluruhnya akan binasa.” 

Dari Zaid bin ‘Ali as tentang firman-Nya yang maha tinggi, Kami panggil anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kamu…dia berkata, “Adalah Nabi saw, ‘Ali, Fâthimah, Al-Hasan dan Al-Husain as.” 

Dari Al-Sudi, Maka siapa yang membantahmu tentangnya (kisah Al-Masîh as) setelah datang padamu ilmu… Dia berkata: Lalu dia memegang---yakni Nabi saw---tangan Al-Hasan, Al-Husain dan Fâthimah as, dan beliau berkata kepada ‘Ali as, “Ikutilah kami.” Maka beliau keluar bersama mereka, lalu pada hari itu kaum nasrani tidak ada yang keluar, dan mereka berkata, “Sesungguhnya kami takut bahwa orang ini adalah nabi, dan doa nabi tidaklah seperti doa yang lainnya.” Maka pada hari itu mereka menyalahinya, kemudian Nabi saw berkata, ‘Kalaulah mereka keluar pasti mereka terbakar.’” 

Dan Al-Hâkim telah mengeluarkan (hadîts) dan mensahkannya, Ibnu Mardawaih dan Abû Nu'aim dalam Al-Dalâ`il dari Jâbir berkata: Telah datang kepada Nabi saw Al-‘Âqib dan Al-Sayyid, lalu beliau mengajak mereka kepada Islam, maka mereka berkata, “Kami telah Islam wahai Muhammad.” Beliau berkata, “Kamu telah berdusta, jika kamu mau akan kukabarkan hal-hal yang menghalangi kamu dari Islam!" Mereka berkata, “Ayo ceritakan!” Beliau berkata, “Mencintai salib, meminum minuman keras dan memakan daging babi.” Jâbir berkata, “Maka beliau mengajak mereka kepada mulâ‘anah, lalu mereka menjanjikan kepadanya hari esok, maka keesokan harinya Rasûlullâh saw pergi dan beliau memegang tangan ‘Ali, Fâthimah, Al-Hasan dan Al-Husain as, kemudian beliau mengirimkan utusan kepada mereka, lalu mereka enggan menjawabnya dan mengikrarkan (untuk bayar pajak) kepaadanya, maka beliau berkata, “Demi Tuhan yang telah mengutusku dengan benar, kalaulah mereka berani melakukan, niscaya akan diturunkan hujan api kepada lembah yang membakar mereka.” Jâbir berkata, “Mengenai mereka telah diturunkan ayat, Kemarilah, kami panggil anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kamu…diri-diri kami dan diri-diri kamu (diri-diri kami) adalah Rasûlullâh saw dan ‘Ali as, anak-anak lelaki kami adalah Al-Hasan dan Al-Husain as, dan perempuan-perempuan kami adalah Fâthimah as.” 

Telah diriwayatkan dengan sanadnya dari Jâbir bin ‘Abdullâh berkata: Telah datang kepada Nabi saw Al-‘Âqib dan Al-Sayyid, maka beliau mengajak mereka kepada Islam, maka mereka berkata, “Kami telah Islam sebelum kamu wahai Muhammad.” Beliau berkata, “Kamu telah berdusta, apabila kamu mau akan kukabarkan hal-hal yang menghalangi kamu dari Islam!” Mereka berkata, “Ayo ceritakan kepada kami!” Beliau berkata, “Mencintai salib (menuhankan Al-Masîh as), meminum minunam keras dan memakan daging babi.” Kemudian beliau mengajak mereka kepada mulâ‘anah, lalu mereka menjanjikan kepadanya bahwa mereka akan pergi kepadanya hari esok, maka keesokan harinya Rasûlullâh saw pergi dan beliau memegang tangan ‘Ali, Fâthimah, Al-Hasan dan Al-Husain as, kemudian beliau mengutus orang kepada mereka, namun mereka enggan menjawabnya dan menyatakan sanggup membayar pajak kepadanya, maka beliau berkata, “Demi Tuhan yang telah mengutusku dengan benar, kalaulah mereka berani melakukan, niscaya diturunkan kepada lembah hujan api.” Jâbir berkata, “Tentang mereka telah diturunkan ayat, Maka katakanlah: Kemarilah, kami panggil anak-anak lelaki kami dan anak-anak lelaki kamu, perempuan-perempuan kami dan perempuan-perempuan kamu, diri-diri kami dan diri-diri kamu.” Dia (Al-Wâhidi) berkata: Al-Sya‘bi berkata, “Anak-anak kami ialah Al-Hasan dan Al-Husain as, perempuan-perempuan kami Fâthimah as, dan diri-diri kami ‘Ali bin Abî Thâlib as.” 

Catatan
   Kitab-kitab rujukan: Shahîh Muslim dalam Kitâb Fa-dhâ`il Al-Shahâbah, dalam bab Fadhâ`il ‘Aliyyibni Abî Thâlib ‘alaihissalâm; Sunan atau Shahîh Al-Tirmidzi 2/166 cet. Bûlâq; Tafsîr Al-Kasysyâf oleh Al-Zamakhsyari; Tafsîr Al-Thabari oleh Ibnu Jarîr Al-Thabari 3/212-313; Tafsîr Al-Durr Al-Mantsûr oleh Al-Suyûthi; Asbâb Al-Nuzûl oleh Al-Wâhidi; Al-Shawâ‘iq Al-Muhriqah hal. 93.
« Edit Terakhir: April 25, 2013, 08:38:23 AM oleh Abu Zahra »
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
43 Jawaban
13731 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 07, 2013, 05:35:29 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
3545 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2012, 10:22:45 PM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
2759 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2012, 03:39:20 AM
oleh ratna
4 Jawaban
3551 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2012, 06:01:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1245 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 21, 2013, 03:51:51 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
2646 Dilihat
Tulisan terakhir April 21, 2013, 12:42:31 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
1405 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2013, 10:57:16 AM
oleh Abu Zahra
3 Jawaban
3968 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 03, 2013, 12:24:58 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
809 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2014, 07:10:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
227 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2018, 01:43:44 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan