Penulis Topik: Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam  (Dibaca 4031 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« pada: Pebruari 26, 2013, 03:56:02 PM »
Assalamualaikum Ustadz!

minyimak permasalahan yang telah diposting di sini :

http://medialogika.org/berita/rezim-katolik-mendiskriminasi-buddhis-seorang-biksu-bakar-diri



tampaknya aksi biksu itu telah berhasil menggerakan hati nurani rakyat. ternyata aksi membakar diri sang Biksu mengandung arti membakar rezim kejam penguasa waktu. lalu, bagaimana dari sudut pandang Islam, apakah tindakan membakar diri seperti itu bisa dibenarkan?
« Edit Terakhir: Juli 26, 2014, 03:17:55 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #1 pada: Pebruari 27, 2013, 01:53:38 AM »
^Kalau membunuh orang lain tidak dibenarkan
  apakah jika membunuh diri sendiri dibenarkan?
 

Offline comicers

Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #2 pada: Maret 04, 2013, 08:44:45 PM »
tanggapan dari Buddhis yang kontra:

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=22081.msg393738#msg393738

Kutip dari: dhammacitta
ini bukanlah foto yang menakjubkan,
untuk apa seorang bhikkhu membakar diri dalam kesakitan yang akan mengakhibatkan kebencian, yang akhirnya menuju alam apaya
 
lebih mulia jika memberi pengertian dan melaksanakan tugas utama untuk merealisasikan 4 kesunyataan mulia dan Jalan Mulia Berunsur 8 secepat-nya
sungguh disayangkan kelakuan bhikkhu tersebut, hanya untuk mengganti bendera malah membakar diri, mennyia nyiakan rentang hidupnya untuk merealisasikan Tugas mulia sebagai seorang bhikkhu dengan tujuan akhir nibbana

tanggapan dari Buddhis yang pro:

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=22081.msg393761#msg393761

Kutip dari: dhammacitta
kami sependapat jika si bhikkhu tsb telah mencapai tingkat arahat (yang telah terbebas dari kesakitan/ketakutan) dengan menguasai samatha & vipasana secara mahir
contoh kasus, melakukan pembakaran diri dengan menggunakan metode samatha tanpa bantuan cairan didalam jerigen.

RAPB jilid 3 hal 2834, Thera Dabba menggunakan objek panas (tejo kasina)
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #3 pada: Maret 05, 2013, 03:46:27 PM »

tanggapan dari Buddhis yang pro:

http://dhammacitta.org/forum/index.php?topic=22081.msg393761#msg393761

Tapi bukankah disebelah bhikku itu ada jerigen, seperti mengisyaratkan kalau bhikku itu terbakar oleh cairan dari dalam jerigen itu. Tetapi juga, kok sepertinya tidak ada ekspresi kesakitan dari mimik muka bhikku ya?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #4 pada: Maret 05, 2013, 03:50:52 PM »
^ ya dengan kemampuan meditasi samatha vippasanna bikkhu tersebut mampu menahan rasa sakit.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #5 pada: Maret 05, 2013, 03:56:43 PM »
^ ya dengan kemampuan meditasi samatha vippasanna bikkhu tersebut mampu menahan rasa sakit.

Kang Asep banyak melakukan dan mengetahui berbagai macam meditasi. Apakah Kang Asep sudah menguasai jenis meditasi samatha vippasanna itu?
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #6 pada: Maret 05, 2013, 03:59:11 PM »
^ ya. saya telah mempelajari dan mempraktikan meditasi samatha vippasana tersebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #7 pada: Maret 05, 2013, 07:13:47 PM »
^ ya. saya telah mempelajari dan mempraktikan meditasi samatha vippasana tersebut.

Bhikku tersebut melakukan meditasi samatha vippasana dengan posisi diam. Apakah meditasi itu juga bisa dilakukan dengan posisi bergerak Kang?

^ ya dengan kemampuan meditasi samatha vippasanna bikkhu tersebut mampu menahan rasa sakit.

Bagaimana dengan tubuh fisiknya Kang? Apakah juga mampu menahan akibat yang bisa ditimbulkan oleh api? terbakar misalnya....
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #8 pada: Maret 05, 2013, 09:11:35 PM »
^ kalau meditasi samatha mesti dalam kondisi tubuh diam. kalau meditasi vipasanna, bisa dilakukan dlam kondisi tubuh diam maupun bergerak. sistem meditasi ini bisa membuat rasa sakit menjadi tawar.

pencapaian puncak dari meditasi samatha ini adalah upekha (keseimbangan bathin). dalam kondisi ini, kita tidak merasakan sakit, pun tidak mengalami senang. suatu kondisi yang luar biasa dan baru. padahal sebelumnya kita selalu bergerak dari perasaan sakit ke menyenangkan, sakit lagi, senang lagi. begitulah terus. lingkaran ini terputus setelah mencapai upekha.

apabila saya tergoda oleh kencantikan seorang wanita. lalu saya melakukan meditasi samatha, maka saya tidak bisa melihat lagi "apa itu cantik". saya hanya bisa melihat bahwa wanita itu tidak lebih seperti tulang dibungkus daging.

ketika saya mengalami sakit gigi yang parah dengan rasa sakit yang tak tertahankan, lalu saya melakukan meditasi samatha. dalam waktu kurang dari 5 menit, rasa sakit itu lenyap sama sekali.

dalam pengaruh kekuatan meditasi samatha, saya mencicipi gula, saya tidak bisa merasakan manis. saya hanya bisa merasakan reaksi kimiawi di lidah saya. dan saya mengerti, Oh rupanya reaksi kimiawi seperti ini yang disebut oleh orang manis. dan tidak ada perasaan suka atau menyenangkan dengan rasa manis tersebut. demikian pula ketika saya menjilat batrawali yang pahit itu, sama sekali tidak saya rasakan pahit, hanya merasakan suatu reaksi kimiai tertentu di lidah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #9 pada: Maret 05, 2013, 11:23:51 PM »
  Menarik sekali membaca paparan Kang Asep tentang meditasi samatha dan vipassana ini. Sepertinya meditasi ini sangat banyak manfaatnya. Jika meditasi ini juga bisa menghilangkan kesakitan-kesakitan/penderitaan akibat suatu masalah yang dihadapi secara psikologis tentu akan bisa membantu mereka yang tengah stress atau dilanda depresi.

  Akan tetapi bagaimana dengan perkembangan dan keadaan mental seseorang yang terbiasa dengan meditasi ini, jika setiap datang penderitaan kemudian menghilangkanya dengan meditasi ini? tidakkah ini disebut pelarian? apakah ia akan menimbulkan ketergantungan? lalu bagaimana seseorang mampu merasakan hakekat rasa sakit dan penderitaan itu tanpa menyelaminya dan mencari solusi atas masalah yang mengakibatkan penderitaan itu?
 

Offline Sandy_dkk

Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #10 pada: Maret 05, 2013, 11:27:32 PM »
jadi teringat kisah Ibrahim as saat dibakar oleh raja namrud...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #11 pada: Maret 06, 2013, 06:31:48 AM »
lha iya, kang. Nabi ibrahim tidak perlu meditasi, tidak perlu menahan rasa sakit karena terbakar api, walaupun dibakar, ia selamat dari api. lainnya halnya di biksu tersebut, beliau melakukan meditasi, memancang kekuatan konsentrasi yang hebat untuk menghilangkan rasa sakit, dan ia berhasil meneguhkan diri tanpa meronta dan berteriak karena terbakar. akhirnyapun tubuhnya terbakar hangus.

saya sendiri, setelah sering melatih meditasi samatha vippasana, mulai mengendus bahaya dari teknik meditasi ini. sebab, setiap kali saya mengalami suatu kesakitan, lalu saya bermeditasi untuk menghilangkan rasa sakit itu. memanglah rasa sakit menjadi hilang, tapi penyakit belum tentu hilang. akhirnya saya mengidap suatu penyakit tanpa rasa sakit. hal ini lebih berbahaya. justru rasa sakit itu berguna untuk mendeteksi adanya penyakit. saya tidak ingin merendahkan teknis meditasi kelompok tertentu, tapi dampak negatif yang saya alami itu mungkin harus dibenahi. dan saya pernah mengkolsultasikan problem ini di DC, tapi tidak ada jawaban yang memuaskan. oleh karena itu, saya pikir penyimpangan meditasi seperti itu sudah bersifat mayoritas.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #12 pada: Maret 06, 2013, 06:37:31 AM »
  Menarik sekali membaca paparan Kang Asep tentang meditasi samatha dan vipassana ini. Sepertinya meditasi ini sangat banyak manfaatnya. Jika meditasi ini juga bisa menghilangkan kesakitan-kesakitan/penderitaan akibat suatu masalah yang dihadapi secara psikologis tentu akan bisa membantu mereka yang tengah stress atau dilanda depresi.

  Akan tetapi bagaimana dengan perkembangan dan keadaan mental seseorang yang terbiasa dengan meditasi ini, jika setiap datang penderitaan kemudian menghilangkanya dengan meditasi ini? tidakkah ini disebut pelarian? apakah ia akan menimbulkan ketergantungan? lalu bagaimana seseorang mampu merasakan hakekat rasa sakit dan penderitaan itu tanpa menyelaminya dan mencari solusi atas masalah yang mengakibatkan penderitaan itu?

iya kang. selain manfaatnya yang besar, bahayanyapun sangat besar. diantaranya adalah pertama, bahaya kecanduan ketenangan yang berakibat pada sikap "benci kehidupan". kedua, hilangnya rasa sakit yang bermanfaat untuk mendeksi adanya penyakit. ketiga, lenyapnya kepekaan sosial dan sifat malu dalam moral.

sepanjang saya bergaul di forum DC, saya akan merasakan aroma "kekerasan intelektual", yang jauh lebih parah dari forum myquran atau bahkan lebih parah dari forum faithfreedom yang melecehkan islam. menurut saya kerasnya hati orang-orang buddhis diakibatkan efek dari sistem meditasi samatha tersebut. untunglah saya diajari sistem meditasi lain oleh sang guru.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Aksi Bakar Diri Dalam Pandangan Islam
« Jawab #13 pada: Maret 06, 2013, 07:30:57 AM »
Kutip dari: ratna
Bagaimana dengan tubuh fisiknya Kang? Apakah juga mampu menahan akibat yang bisa ditimbulkan oleh api? terbakar misalnya....

meditasi samatha tidak menyebabkan seseorang menjadi kebal terhadap api. untuk bisa kebal terhadap api, bikhu tersebut harus masuk ke tingkat meditasi yang lebih tinggi, yaitu Abhina.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags: bunuh diri Islam aksi 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1145 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 05, 2013, 06:31:57 PM
oleh Kang Asep
6 Jawaban
3272 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 26, 2013, 03:51:56 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1037 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2013, 10:44:40 AM
oleh Awal Dj
17 Jawaban
5977 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 30, 2013, 05:52:49 AM
oleh ratna
0 Jawaban
922 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2013, 09:02:04 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
499 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 12:12:49 AM
oleh Ziels
1 Jawaban
783 Dilihat
Tulisan terakhir April 11, 2016, 09:50:05 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
231 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 31, 2016, 12:05:29 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
150 Dilihat
Tulisan terakhir September 14, 2016, 08:04:27 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
165 Dilihat
Tulisan terakhir April 25, 2017, 09:35:54 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan