Penulis Topik: Serba-Serbi Seputar Vegetarianisme  (Dibaca 3329 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline comicers

Serba-Serbi Seputar Vegetarianisme
« pada: Mei 27, 2013, 05:33:00 PM »
Vegetarian, Makanan Religius? Bukan! Ia Cuma Pilihan Selera Makan..Ngga Lebih Dari Itu!



Sayur dan buah jelas bermanfaat bagi kesehatan namun entah mengapa sekelompok orang gemar sekali membonceng issue global warming dan mengkampanyekan vegetarian sebagai cara paling ampuh untuk menyelamatkan Bumi.

Di artikel sebelumnya sudah kita bedah bahwa ternyata global warming sendiri merupakan bagian dari siklus alam.

Disamping issue global warming, kelompok inipun gemar menggunakan pendekatan keagamaan dengan embel-embel vegetarian lebih suci daripada makanan lainnya [daging] namun inipun hanyalah kedok yang menyesatkan berbalut kepentingan bisnis/aliran semata.

Vegetarian mempunyai sejarah panjang dan telah ada sebelum tahun masehi. Sebelum tahun 1847, kata 'Vegetarian' tidaklah dikenal. Mereka yang tidak makan daging disebut sebagai 'Pythagorean' atau kelompok aliran Pythagoras.

Istilah vegetarian, pertama kali diproklamirkan oleh Joseph Brotherton dan rekan dihadapan Masyarakat Vegetarian Inggris, Northwood Villa, Kent, Inggris, pada tanggal 30 September 1847.

Vegetarian berasal dari bahasa Latin 'vegetus' yang artinya keseluruhan, sehat, segar, hidup. Definisi 'vegetarian' menurut Vegetarian Society yang masih digunakan hingga kini adalah hidup dengan mengkonsumsi padi, biji, kacang-kacangang, sayuran dan buah dengan/tanpa susu dan telur atau produk olahannya. Kemudian, definisi vegetarian mengalami diversifikasi, sebagai berikut:
- Pesco/pollo vegetarian (semi-vegetarian), tidak mengkonsumsi daging merah namun masih mengkonsumsi daging tertentu misalnya daging ayam dan ikan [kelompok daging putih]
- Lacto-ovo vegetarian, tidak mengkonsumsi daging merah dan putih namun masih mengkonsumsi telur dan produk susu. Yang mengkonsumsi susu dan menghindari telur disebut lacto-vegetarian, sedangkan yang mengkonsumsi telur dan menghindari susu disebut ovo-vegetarian.
- Vegan [Vegetarian murni] hanya mengkonsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran dan buah-buahan tidak mengkonsumsi produk hewani termasuk gelatin, keju, yogurt. Mereka juga menghindari madu, royal-jeli dan produk turunan serangga.

Beberapa Vegan bahkan tidak memakan bawang. Aliran Advent masih membolehkan minum anggur. Sebagian dari vegan juga tidak menggunakan produk hewani seperti kulit hewan ataupun kosmetik yang mengandung produk hewani.

Kata Vegan merupakan pemotongan kata Vegetarian yang diperkenalkan pertamakalinya oleh Donald Watson saat mendirikan Vegan society di Inggris pada tahun 1 November 1944. Tanggal itu kemudian dijadikan tanggal peringatan World Vegan Day

Definisi Vegan, selain yang telah disebutkan di atas masih memiliki kekhususan, yaitu:
- Fruitarian, juicetarians, mengkonsunsi buah-buahan tidak termasuk sayuran. Ada yang menolak makan buah2an yang berisi biji, itu termasuk menolak memakan biji/benih lainnya. Ada yang hanya memakan buah yang jatuh ke tanah saja (tidak dipetik/dicabut [misalnya umbi2an]). Alasan tidak memakan buah yang bersisi biji, biji2an, termasuk memetik/mencabut karena dianggap melakukan pembunuhan juga. Ajaran ini berasal dari Jainisme. Mahatma Gandhi pernah 5 tahun berpola hidup frutarian namun kemudian berhenti karena diare.
- Raw Vegetarian, hanya memakan sayuran dan tumbuhannya namun tidak dimasak [walaupun sebagian membolehkan dimasak asal tidak lebih dari 46/48 °C (115/118 °F)]
 

Offline comicers

Asal-Usul Vegetarian
« Jawab #1 pada: Mei 27, 2013, 05:34:18 PM »


Yunani kuno dan Romawi kuno memuja banyak Dewa-Dewi. Apollo adalah salah satunya [sekitar 1100 SM], Ia merupakan dewa dengan banyak gelar, di samping sebagai dewa cahaya, matahari, kebenaran, ramalan, obat dan pengobatan, kesehatan, puisi dan lainnya ia juga merupakan ksatria penakluk musuh yang hebat. Lambang Apollo adalah panah dan Gendewa.

Pada saat perayaan, kurban binatang dipersembahkan di kuil Dewa Apollo hingga kemudian Phytagoras (570-c. 495 BC) mempersembahkan tumbuhan dan wewangian di kuil itu. Sejak itulah Kuil Dewa Apollo di Delos, melakukan upacara kurban persembahan tanpa daging dan Raja Yunani pun meresmikan ritual vegetarian sebagai bagian dari agama yunani.



Saat ketika Appolo hampir dapat menawan Daphne. Sang Bidadari itu berteriak memohon pertolongan ayahnya, Dewa Pheneus, membukakan tanah agar ia bisa sembunyi atau merubah bentuknya supaya tidak dikenali dan lolos dari Apollo. Permohonan itu rupanya terkabul, tiba-tiba tangan Daphne berubah menjadi bercabang dan berdaun. Ia tidak bisa berlari karena kakinya masuk ke dalam tanah dan menjadi akar. Bahkan ketika menjadi pohonpun ia tetap masih menjauhi Apollo, yang ketika itu tengah berduka atas apa yang terjadi. Apollo kemudian menganugerahinya keabadian dan menyatakan bahwa daun pohonnya kelak akan selalu digunakan sebagai mahkota bagi para pemenang. Hingga kini daun salam dikenal daun yang tidak busuk.



Phytagoras adalah seorang filsuf Yunani. Setelah Cambyses [Kambūjiya, persia lama] menginvasi Mesir, selama 22 tahun Phytagoras belajar bersama para Magi tentang rahasia Chaldean, Ia kemudian ke Persia dan setelah itu ke India, tempat dimana para Jainis dan Buddhis berkembang pesat. Phytagoras datang ke India sebagai murid namun pulang sebagai guru yang dikenal sebagai Yavanacharya, "Guru dari Ionian". Salah satu ajarannya yaitu pola hidup vegetarian. [NOTE: Yavana juga merujuk pada arti semua bangsa-bangsa non India dan belum tentu berarti Yunani, menurut definisi kitab Gautama Dharmasutra: kaum Yavana adalah semua yang Ayahnya Ksatriya dan Ibunya Sudra]

Namun menurut Voltaire (The Philosophy of History p. 527), Para Yunani kerap bepergian ke India sebelum Pythagoras melakukan itu. Tak heran jika kemudian sekumpulan orang yaitu: Richard Garbe (Philosophy of Ancient India, pp. 39 ff), Colebrooke (Miscellaneous Essays, i. 436 ff.), Sir William Jones (Works, iii. 236), Professor Maurice Winternitz (Visvabharati Quarterly Feb. 1937, p. 8),Hopkins (Religions of India, p. 559 and 560) and Macdonell (Sanskrit Literature, p. 422) menyatakan bahwa ajaran-ajaran dari Thales, Pythagoras, Socrates dan Plato [Ajaran Orphic, Pythagoras, Neo-Platonism, Stoicisme] memiliki banyak kesamaan dengan aliran tradisi India [Samkhya, Upanisad dan Buddhisme]

[Sumber: Professor H. G. Rawlinson, Legacy of India 1937, p. 5; ON HINDUISM Reviews and Reflections, RAM SWARUP, Forward by DAVID FRAWLEY; Apollonius of Tyana, by G.R.S. Mead; Phytagoras; ARCHAIC HISTORY; Eastern Religions and Western Thought, Dr. Sarvepalli Radhakrishnan p. 143; In Search of The Cradle of Civilization: New Light on Ancient India, George Feuerstein, Subhash Kak & David Frawley p. 252]

Jika praktik hidup vegetarian adalah berasal dari india, maka ajaran India manakah yang saat mendukung praktek vegetarian?
 

Offline comicers

Hindu
« Jawab #2 pada: Mei 27, 2013, 05:35:12 PM »
Anda akan temukan eksploitasi paksa sloka-sloka Veda yang dianggap sebagai larangan mengkonsumsi daging dan pembantaian binatang namun ternyata di kitab Veda yang sama, berserakan pula sloka-sloka yang mendukungan aktivitas persembahan dan mengkonsumsi daging. Berikut beberapa sample slokanya:

Rig Veda:
[..]Vrsakapayi yang makmur, yang diberkati dengan putra2 dan menantu2, Indra akan menerima [makan] banteng-bantengmu, persembahan mulia dan tulus darimu. Indra adalah yang tertinggi dari semuanya. Lima belas jumlahnya, kemudian, untukku sejumlah sapi mandul telah disajikan mereka, karenanya ku pilih [u/ di telan] yang gemuk daripadanya: mereka telah memenuhi perut ku dengan makanan.[..][RV 10.86.13-14]

[..]Pujian bagi yg wafat kan ku lantunkan dihadapannya. Tetua yang menyukai ini, semoga ia dengar pujian kita. Semoga menggapai dekat hatinya dan tergerak karena cinta, bagai pemudi yang berhias rapi ketika berada dekat pujaannya. Ia yang padanya kuda-kuda, banteng-banteng, sapi-sapi dan biri-biri, sebagaimana mestinya tersusun, dipersembahkan -pada agni, sari soma, peminum sari buah, pemberi, dengan tulus kubawakan pujian ini [..][RV 10.91.13-14]

Ritual Veda Gaomeda, atau ritual dengan mempersembahkan sapi, merupakan ritual standar upacara seperti Raja surya dan/atau Ashwameda yang diakhiri dengan pemotongan kuda jantan. Gambaran ritual yang agak berlumur darah itu dapat dilihat di RV 1.162.9-22

Brahmanas:
Menyalakan api menyambut kedatangan beberapa raja adalah sebanding dengan memotong banteng atau sapi menyambut seorang raja atau orang terhormat lainnya [Aiteriya Brahmana, 1.15],

Penghormatan pada Rsi Agastya dilakukan dengan memotong ratusan banteng [Taiteriya Brahmana, II.1.11.1; Panchavinsha Brahmana,XXXI.14.5]

Yajnavalkaya sang bijaksana menyatakan jikapun sapi adalah pembantu bagi banyak orang, Ia akan memakan dagingnya jika itu lezat. [Satapatha Brahmana,III.1.2.21]

Sapi dapat dipotong untuk beberapa persembahan, bukan hanya untuk keperluan religi, namun juga jika seorang memotongnya dan memakan dagingnya [Satapatha Brahmana, IV.5-2.1]

Banteng dan kambing gemuk dapat di korbankan untuk menghormati tamu penting [Satapatha Brahmana, II.4.2 of the same Brahmana]

Upanisad:
Pasangan muda dapat makan malam daging sapi atau anak lembu tertentu jika mereka menginginkan anak lelaki sebagaimana yang disebutkan di kitab-kitab veda [Brihadaranyaka Upanishada (VI.4.18), Robert Trumbull, As I see India, London, 1957, p. 241].

Jika seorang laki-laki berharap bahwa seorang putra terlahir baginya dan kelak menjadi seorang pelajar terkenal, seringlah berkata-kata baik, murid dari semua Veda dan yang menyukai hidup yang baik, Ia seharusnya memasak nasi dengan lauk sepotong daging banteng muda, atau bagi yang berusia lanjut, Ia dan istri seharusnya makan itu dengan mentega yang disaring. kemudian mereka akan mendapatkan anak seperti yang diharapkan [Brhadaranyaka Upanishad 6.4.18]

Purana:
Alaminya, buah-buahan dan bunga adalah makanan bagi serangga dan burung; Rumput dan mahluk-mahluk tanpa kaki adalah makanan bagi binatang berkaki emapt seperti sapi dan kerbau; Binatang yang tidak dapat menggunakan kaki depannya sebagai tangan adalah makanan bagi binatang seperti macan yang mempunyai cakar; dan binatang berkaki empat seperti rusa-rusa dan kambing-kambing juga beras adalah makanan bagi manusia [Srimad Bhagavatam/Bhagavata Purana, 6.4.9]

Beberapa daging seyogyanya selalu dipertimbangkan sebagai dharmic bahkan di jaman kali yuga sekalipun:

Kemudian, Vikuksi, anak raja Iksvaku pergi ke hutan dan membunuh banyak binatang yang cocok untuk persembahan. Namun ketika lelah dan lapar ia lupa dan memakan seekor kelinci yang telah dibunuhnya. Vikuksi menawarkan sisa-sisa buruannya pada Raja Iksvaku, yang kemudian memberikannya pada Rsi Vasistha untuk diberkati. Namun Vasitha mengetahui bahwa sebagian dari daging itu telah diambil oleh Vikuksi oleh karenanya ia katakan bahwa pemberian ini tidak pantas untuk upacara Sradha [Srimad Bhagavatam/Bhagavata Purana, 9.6.7-8].



Sehubungan dengan ayat di atas, Pendiri sekte Gaudiya Vaisnawa yang juga merupakan Tuhan dari aliran Hare Krishna, yaitu Sri Caitanya Mahaprabhu [1486 M - 1534 M)mengatakan,

"[..]Secara keseluruhan memakan daging tidaklah sepenuhnya dilarang; sekelompok kelas manusia diperbolehkan makan daging menurut beberapa kondisi tertentu. Sejauh pertimbangan pada makan daging, makan sapi dilarang, kemudian di Bhagavad Gita, Krishna secara personal menyatakan pada go-raksyam, pelindung sapi. Pemakan daging, menurut keadaan kalian dan juga sastra, di perbolehkan makan daging namun bukan daging sapi. Sapi mesti diberikan perlindungan[..]"

Jika seseorang [tidak sengaja] makan binatang berkuku lima, TERKECUALI kelinci, landak, iguana (sej.biawak), badak, dan kura-kura darat, ia harus berpuasa tujuh hari lamanya. [Vaisnava dharmasastra from Visnu-smrti 51.6]

Itihasa:

Ramayana:
'Hanya lima diantara semua binatang yang bercakar/jari lima dapat di makan oleh para Brahmana dan Ksatriya, Raghava: Landak, sejenis landak, kadal, kelinci dan yang kelima adalah kura-kura [Ramayana 4:17:34]

Rama, Lakshmana dan Sitha mengunjungi Petapa Suthikshna dipertapaannya. Sang petapa prihatin karena Rama berburu banyak sekali rusa yang ada di pertapaan. Rama berjanji tidak akan membunuh rusa yang menyebabkan sang petapa tersinggung [Aranyakanda Canto VII:13-24]

Mahabharata:
Diskusi antata Raja Dharma Yudhishthira dan Bisma mengenai makananan apa yang seharusnya dipersembahkan pada Leluhir selama perayaan kematian agar mereka puas.

Variasi suguhan yang berasal dari tumbuh2an hanya menyenangkan leluhur 1 bulan lamanya, kemudian suguhan daging bervariasi dari 2 bulan hingga tak terhingga waktunya.

Suguhan yang terhingga adalah dengan menyuguhkan daging badak dan terlebih lagi bila menyuguhkan daging kambing merah.

Manusmriti

Yang kesehariannya memakan makanan yang diperuntukkan baginya sebagai makanan, tidak melakukan dosa apapun; Bagi Pencipta, Ia menciptakan keduanya pemakan dan makanan yang mereka makan(5:30)

Ia yang memakan daging, ketika ia menghormati Para dewa dan..tidak melakukan dosa, apakah ia yang membawanya sendiri, atau membunuhnya sendiri, atau menerimanya dari orang lainnya [5:32]

Seorang lelaki, yang berada pada kondisi tertentu [sedang memimpin, atau makan malam di satu upacara suci] menolak memakan daging, setelah kematiannya Ia akan terlahir menjadi binatang selama 21 kehidupan [5:35]

Tumbuh-tumbuhan bumbu, Pohon, Lembu, Burung-Burung, dan binatang lainnya yang dibinasakan sebagai persembahan, dilahirkan di alam yang lebih baik [5:40]

Seorang Ksatria, yang mengerti Veda dengan sebenarnya, membunuh binatang untuk tujuan ini [upacara], menyebabkan dirinya dan juga binatang itu diberkati [5:42]

Tidaklah berdosa memakan daging, meminum alkohol, dan melakukan aktivitas seksual, karena itu alami bagi mahluk yang diciptakan, namun juga abstain dari ganjaran besar(5:56)

Manawa dharmasastra
Yajnya artham braahmanairwadhyaah
Prasastaa mrigapaksiinah.
Bhrityaanaam caiwa writtyartham
Agastyo hyaacaratpuraa. (V.22).

Hewan-hewan dan burung-burung yang dianjurkan boleh dimakan, dapat disembelih oleh para brahmana sepanjang untuk upacara yadnya dan juga diberikan kepada mereka yang patut diberikan. Karena Resi Agastia pun melakukan itu pada zaman dulu.

Komentar Adi Sankaracharya [788 M - 821 M] di Bhagavad Gita, bab 17.7-10, tentang klasifikasi makanan ke dalam Triguna: Satvam, rajas dan tamasika. Bahkan Daging-dagingan-pun TIDAK MASUK ke kategori RAJASA ataupun TAMASIKA!. Berikut di bawah ini adalah cuplikan sloka BhagavadGita-nya:

17-8
ayuh-sattva-balarogya-
sukha-priti-vivardhanah
rasyah snigdhah sthira hrdya
aharah sattvika-priyah

Makanan yang meningkatkan kehidupan, kekuatan, vitalitas, kesehatan, kegembiraan dan kesenangan, yang terasa lezat, lembut, menyegarkan dan enak, disukai oleh para sattvika.

17-9
katv-amla-lavanaty-usna-
tiksna-ruksa-vidahinah
ahara rajasasyesta
duhkha-sokamaya-pradah

Makanan yang pahit, masam, asin, pedas, kebanyakan rempah-rempah (bumbu), keras dan hangus, yang menyebabkan penderitaan dan penyakit serta kesusahan, disukai oleh kaum rajasa.

17-10
yata-yamam gata-rasam
puti paryusitam ca yat
ucchistam api camedhyam
bhojanam tamasa-priyam

Makanan yang basi, kehilangan rasa, busuk, berbau, bekas sisa dan tidak bersih adalah yang disukai para tamasa.
Jadi, mulai dari Ibu semua Veda, yaitu Rig Veda hingga kepada komentar Adi sankaracharya di Bhagavad Gita memberikan satu kesimpulan yaitu mengkonsumsi daging merupakan hal yang wajar dan praktek Vegetarian BUKANLAH suatu keharusan di Hinduisme. [Bacaan lebih lanjut: "Kematian Sapi dan Seorang Brahma"]

Srila Prabhupada [Pendiri ISKCON atau gerakan hare krishna, pada tahun 1965, Boston, Amerika Serikat] pernah berkata

"Terkecuali bahwa, sejauh urusan makan daging, semua sapi akan mati, jadi engkau hanya perlu menunggu sebentar, dan akan tersedia begitu banyak bangkai sapi. Kemudian engkau dapat ambil semua bangkai sapi itu dan memakannya.

Jadi, bagaimana mungkin ini merupakan usulan buruk?

Jika engkau katakan, "Engkau melarang kita untuk makan daging".

Tidak, Kami tidak melarangmu. Kami sederhananya hanya memintamu "Jangan membunuh. Ketika sapi itu telah mati. Engkau dapat memakannya" [Jurnal Peninggalan Pribadi]

Dalam kesempatan lainnya yaitu ketika Prabhupada meminta Harikesh menjalankan misi "menggalang domba" [baca: Dakwah] di Rusia, Harikesh berkata, "Mereka cuma makan daging".

Prabhupada memjawab, "Ya Makan daginglah". [di ambil dari, ‘35 Tahun di Mayapura’]

Srila Prabhupahada dan Hare Krishna-nya, walaupun banyak menggunakan atribut-atribut Hindu, Ia menolak di kategorikan Hindu. Dalam suatu kesempatan, Ia pernah mengatakan bahwa Hindu sebagai sumber keruntuhan moral dan mengatakan di ceramah-ceramahnya tahun 1967, di New York dia berkata, "Sekalipun memunculkan para sarjana, sanyasin, grihasta dan swami besar, apa yang disebut pengikut agama Hindu semuanya tidak berguna, cabang-cabang kering dari agama Veda."

Dalam satu wawancara yang diberikan untuk Bhavan's Journal tanggal 28 Juni, 1976, dia berkata, "India, mereka telah membuang sistem agama yang sesungguhnya, Sanatana Dharma. Secara takhyul, mereka menerima satu agama campur aduk (a hodgepodge thing) yang disebut Hinduisme. Karena itulah muncul kekacauan."

Namun ketika aliran ini mendapatkan kesulitan di Inggris dan di Rusia misalnya ketika menghadapi perkara atas gedung ‘Bhaktivedanta Manor’ di Inggris atau ketika dituntut oleh orang Kristen di Russia dan Polandia (yang menganggap Hare Krishna hanyalah gerakan ‘cult’ dan meminta agar pemerintah melarang mereka). Dalam permohonan kepada hakim dan pemerintah, kata Hindu dipergunakan secara terbuka.

Dalam kasus-kasus hukum yang lain, termasuk kasus di Mahkamah Agung Amerika Serikat, Hare Krishna berusaha menangkis label "cult" dengan menyatakan dirinya sebagai satu sampradaya Hindu tradisional, dan meminta orang-orang Hindu yang lain untuk menguatkan hal ini di pengadilan.

Dibali saja organisasi ini sering mengajukan permohonan kepada masyarakat dan pengusaha Hindu untuk bantuan keuangan bagi program sosial dan politik mereka untuk melidungi Hare Krishna dari pelecehan dan tuntutan. [Sekilas Hare Krishna; Juga lihat ini:Krishna/ISKCON]

Tulisan di atas, menunjukan satu indikasi kuat bahwa bagi aliran Hare Krisna, Vegetarian masih bisa di kompromikan guna keperluan-keperluan tertentu dan bukan sebuah syarat mati.
 

Offline comicers

Buddhisme
« Jawab #3 pada: Mei 27, 2013, 05:36:08 PM »
Dalam suatu perjalanan untuk memperoleh penerangan sempurna, Siddharta Gautama, melewati sekumpulan domba. Para penggembala mengarahkan domba-dombanya ke Rajagaha untuk dikorbankan dalam suatu upacara pembakaran. Satu domba kecil terluka. Karena simpati, Siddhartha menggendong domba itu dan mengikuti para penggembala domba kembali ke kota.

Di kota, dalam suat pemujaan di rumah pemujaan, terdapat api menyala di atas altar, Raja Bimbisara dan sekelompok pendeta sedang melakukan upacara mereka kepada Dewa Indra diseputaran api. Diseputaran Api itu telah banyak darah mengucur sebelumnya dan ketika seorang pemimpin dari para pemuja api itu mengangkat pedangnya untuk membunuh domba pertama, Siddhartha menghampiri pendeta itu dan meminta kepada raja untuk menghentikannya kemudian membuka tali yang mengikat domaba itu dan tidak ada seorangpun yang sanggup mencegahnya.

Siddharta meminta ijin raja Bimbisara untuk berbicara dan ini merupakan kotbah pertama Sidharta yang ringkasnya adalah semua dapat bikin musnah jiwa-jiwa mahluk lain namun tidak ada yang dapat bikin hidup mahluk yang sudah mati, Bagi yang ingin dikasihani Dewa-dewa kita juga mesti mengasihani mahluk lainnya, manusia tidak nanti dapat membersihkan jiwa mereka dengan menggunakan darah,

Sambil menghampiri Raja dengan merangkapkan kedua tangan, ia berkata pula bahwa Alangkah indahnya kalau semua mahluk hidup saling berbuat yang baik terhadap yang lain.

"Jika manusia mengharapkan belas kasih, mereka seharusnya menunjukkan belas kasih. Sesuai dengan hukum sebab-akibat (karma), mereka yang membunuh makhluk lain akan, pada gilirannya, dibunuh.

Jika kita mengharapkan kebahagiaan di masa depan, kita tidak boleh melukai semua makhluk. Siapapun yang menabur penderitaan akan menuai buah yang sama. Alangkah indahnya kalau semua mahluk hidup saling berbuat yang baik terhadap yang lain."

Ucapan ini mengubah pikiran raja Bimbisara sepenuhnya, Raja Bimbisara kemudian membuat maklumat bahwa sejak saat itu dilarang menumpahkan darah binatang-binatang baik untuk persembahan para Dewa maupun dimakan dagingnya kemudian Ia mengundang Siddhartha untuk tinggal dan mengajari rakyatnya. Tetapi Siddhartha menolak, karena ia belum menemukan kebenaran yang dicarinya.

Membaca kisah di atas, maka apakah ini artinya Buddhisme mendukung penuh Praktek Vegetarian?

Praktik vegetarian bukan bagian dari moralitas (sila) yang merupakan salah satu faktor dari Jalan Mulia Beruas Delapan.

Sang Buddha menganjurkan kepada semua murid-Nya untuk mempraktikkan Dhutanga [secara harfiah diartikan sebagai latihan untuk menghancurkan kekotoran batin]. Praktik vegetarian tidaklah termasuk dalam faktor dhutanga, yang berarti bukan merupakan faktor penting untuk mengakhiri penderitaan.

Di Pacittiya Pali, Vinaya Pitaka, disebutkan lima jenis makanan yang biasa disajikan/di Danakan kepada para bhikkhu, yaitu nasi, bubur beras, terigu rebus, ikan, dan daging. Disebutkan pula sembilan jenis makanan yang lebih istimewa, yaitu makanan yang dicampur dengan mentega cair, mentega segar, minyak, madu, sirup gula, ikan, daging, susu, dan dadih. Sembilan jenis makanan tersebut umumnya ditemukan di kalangan keluarga kaya dan mereka juga mendanakannya kepada para bhikkhu. Para Bikkhu dikatakan melanggar vinaya jika dengan sengaja meminta makanan tersebut. Diantara Daging yang disebutkan di atas, Sang Buddha menganjurkan untuk menghindari memakan sepuluh jenis daging. Kesepuluh jenis daging tersebut adalah daging manusia, daging gajah, daging kuda, daging anjing, daging ular, daging singa, daging harimau, daging macan tutul, daging beruang, dan daging serigala atau hyena (Mahavagga Pali, Vinaya Pitaka, Vol.III.58).

Seorang Bhikkhu dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi sepuluh macam daging tersebut karena beberapa alasan yang secara ringkas tercantum di kitab Komentar Vinaya (Samattpasadika) seperti berikut ini. Daging manusia tidak seharusnya dimakan karena berasal dari spesies yang sama. Daging gajah dan kuda tidak seharusnya dimakan karena mereka adalah peliharaan dari seorang raja. Sedangkan daging anjing dan ular dikarenakan mereka termasuk jenis hewan yang menjijikkan, kelompok terakhir adalah singa, harimau, dan sebagainya, tidak seharusnya dimakan karena mereka tergolong binatang berbahaya dan jika dimakan bau daging binatang tersebut bisa membahayakan para bhikkhu yang bermeditasi di hutan.

Di Seluruh Tipitaka ditemukan bahwa Buddha dan Para Bikkhu makan daging, misalnya di kisah ini:

Pada suatu ketika, di sebuah hutan, segerombolan perampok membunuh seekor sapi untuk dimakan. Pada saat yang sama, di hutan itu seorang bhikkhuni arahat bernama Uppalavamna sedang duduk bermeditasi di bawah pohon. Ketika melihat bhikkhuni tersebut, kepala gerombolan perampok menganjurkan anak buahnya untuk tidak mengganggu. Dia sendiri menggantungkan sepotong daging sapi di cabang pohon, mempersembahkannya kepada bhikkhuni ini, dan berlalu. Bhikkhuni Uppalavamna kemudian mengambil potongan daging tersebut dan mempersembahkannya kepada Sang Buddha (Nissaggiyapacittiya Pali, Vinaya Pitaka, Vol.III.208).

Pada peristiwa lainnya, Sang Buddha dalam perjalanan menuju Kusinara (hari terakhir sebelum Sang Buddha Parinibbana). Cunda, perajin emas dari Pava, mempersembahkan makanan terhadap Sang Buddha, termasuk sukaramaddava di dalamnya. Sukaramaddava berarti daging babi berusia setahun yang dijual. Daging babi semacam ini lunak dan kaya gizi. Meskipun kata sukaramaddava ini ditafsirkan dalam banyak arti, namun arti seperti di atas didukung oleh Y.M. Buddhagosa, penulis kitab Komentar Mahaparinibbana Sutta, Digha Nikaya.

Meskipun Sang Buddha mengizinkan para pengikut-Nya untuk menkonsumsi daging kecuali kesepuluh jenis di atas, Beliau memberlakukan tiga persyaratan, yaitu seorang bhikkhu tidak diperbolehkan menerima daging apabila:
- Melihat secara langsung pada saat binatang tersebut dibunuh
- Mendengar secara langsung suara binatang tersebut pada saat dibunuh.
- Mengetahui bahwa binatang tersebut dibunuh khusus untuk dirinya. [ref: Jivaka Sutta, M.II.55]

Karena Sang Buddha dan para murid-Nya bersikap non-vegetarian, tidak sedikit tokoh keagamaan lainnya yang mencela Sang Buddha. Sebagai contoh, suatu ketika kepala suku Vajji yang bernama Siha mengundang Sang Buddha dan murid-Nya untuk makan siang. Siha mempersembahkan nasi dan lauk, termasuk daging yang dibelinya di pasar. Sekelompok pertapa Jain mendengar bahwa Siha mempersembahkan nasi campur daging kepada Sang Buddha. Mereka mencela Sang Buddha maupun Siha, mereka memfitnah: "Siha, sang kepala suku, telah membunuh binatang besar untuk diambil dagingnya dan dipersembahkan kepada Sang Buddha, dan sekalipun Sang Buddha mengetahuinya, Ia tetap saja memakan daging tersebut (Siha-senapati Sutta, AN 8.12).

Berdasarkan Jainisme, memakan daging adalah hal yang salah. Mereka berpandangan bahwa seseorang yang memakan daging akan mewarisi setengah karma buruk yang dibuat oleh si pembunuh hewan itu. Si pembunuh membunuh hewan karena si pemakan memakan daging. Sebelum menjadi pengikut Sang Buddha, Siha adalah pengikut Mahavira, pendiri Jainisme.

Suatu ketika, seorang tabib bernama Jivaka mengunjungi Sang Buddha dan memberitahukan tentang berita yang didengarnya. "Yang mulia, ada yang mengatakan bahwa beberapa bintang telah dibunuh untuk diambil dagingnya dan dipersembahkan kepada Pertapa Gotama. Pertapa Gotama menerimanya sekalipun mengetahui bahwa binatang itu khusus dibunuh untuk-Nya. Yang Mulia, mohon dijelaskan apakah yang mereka katakan itu benar atau tidak."

Sang Bhuddha menolak kebenaran berita tersebut dan menjelaskan, ''O Jivaka, barang siapa yang terlibat dalam pemotongan hewan untuk diambil dagingnya dan dipersembahkan kepada-Ku dan para murid-Ku, orang itu akan melakukan banyak kejahatan karena lima hal:
1. Ketika ia berkata: ‘Pergi dan tangkap makhluk hidup itu,’ ini adalah kasus pertama yang mana ia menimbun banyak keburukan;
2. Ketika makhluk hidup itu mengalami kesakitan dan kesedihan karena ditarik dengan leher tercekik, ini adalah kasus ke dua yang mana ia menimbun banyak keburukan;
3. Ketika ia berkata: ‘Pergi dan sembelilah makhluk hidup itu,’ ini adalah kasus ke tiga yang mana ia menimbun banyak keburukan;
4. Ketika makhluk hidup itu mengalami kesakitan dan kesedihan karena disembelih, ini adalah kasus ke empat yang mana ia menimbun banyak keburukan
5. Ketika ia mempersembahkan makanan yang tidak diperbolehkan kepada Sang Tathāgata atau siswaNya, ini adalah kasus ke lima yang mana ia menimbun banyak keburukan."

Siapapun juga yang menyembelih makhluk hidup untuk Sang Tathāgata atau siswaNya, ia menimbun banyak keburukan dalam lima kasus ini. [Jivaka Sutta, M.II.55]

Sang Buddha mengizinkan untuk mengkonsumsi daging asalkan bebas dari ketiga syarat di atas, karena memakan daging bukanlah perbuatan buruk, seperti halnya perbuatan membunuh makhluk hidup. Karena itu Sang Buddha menolak kepercayaan bahwa orang yang makan daging akan ikut mewarisi perbuatan buruk dari orang yang membunuh hewan.

Bhikkhu Devadatta, sepupu Sang Buddha, yang selalu menentang Sang Buddha, pada suatu ketika datang dan meminta Sang Buddha untuk tidak mengizinkan para bhikkhu mengkonsumsi daging dan ikan sepanjang hidup mereka, dan apabila hal itu dilanggar maka mereka dinyatakan bersalah. Dengan tegas Sang Buddha menolak permintaan Devadatta ini (Culavagga Pali, Vinaya Pitaka).

Sehubungan dengan konsumsi daging, Amagandha Sutta adalah sutta yang sangat penting. Sutta yang termasuk dalam Sutta Nipata, Khudaka Nikaya, ini untuk pertama kalinya dibabarkan oleh Buddha Kassapa dan kemudian dikatakan ulang oleh Buddha Gotama.

Pada suatu ketika, seorang pertapa (Brahmin, bernama Amagandha) bersama 500 muridnya yang menjalani praktek vegetarian mendatangi Sang Buddha dan menanyakan apakah Sang Buddha memakan amagandha atau tidak.

Amagandha adalah semacam daging. Amagandha secara harfiah berarti bau daging, dalam hal ini berkonotasi sesuatu yang busuk, menjijikkan, dan kotor. Karena itulah pertapa ini memakai istilah amagandha.

Selanjutnya Sang Buddha menjelaskan bahwa sesungguhnya daging bukanlah amagandha, tetapi segala jenis kekotoran batin dan semua bentuk perbuatan jahatlah yang semestinya disebut amagandha. Sang Buddha berkata:
- Membunuh, menganiaya, memotong, mencuri, berdusta, menipu, kepura-puraan, berzinah, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.
- Jika seorang tidak terkendali hawa nafsunya, serakah, melakukan tindakan yang tidak baik, berpandangan salah, tidak jujur, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.
- Jika seseorang berlaku kasar dan kejam, suka memfitnah, pengkhianat, tanpa belas kasih, sombong, kikir, dan tidak pernah berdana, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.
- Kemarahan, kesombongan, keras kepala, bermusuhan, munafik, dengki, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, berhubungan dengan hal-hal yang tidak baik, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.
- Jika seseorang bermoral buruk, menolak membayar hutang, pengumpat, penuh tipu daya, penuh dengan kepura-puraan, inilah yang disebut amagandha, bukannya memakan daging.
[sumber: Buddhisme & Vegetarianisme, Sayadaw U Nandamala]

Informasi di atas menegaskan bahwa praktek Vegetarian di Buddhisme bukan hal yang signifikan karena tidak berpengaruh pada upaya meraih tingkat kesucian.

Namun demikian, terdapat beberapa aliran Buddhisme yang menambah-nambahkan aturan mengharamkan makan daging sebagai syarat untuk mencapai kesucian. Berdasarkan penelusuran dari para ahli, kitab-kitab tersebut dibuat SETELAH abad ke-3 Masehi, merupakan aturan yang ditambahkan di belakang hari, BUKAN kata-kata otentik Buddha Gautama tapi dicatutkan sebagai ucapan sang Buddha, diantaranya adalah:
1. Lankavatara Sutra, Ch.8, Dalam catatan di sutra itu dikatakan Bab ttg makan-daging merupakan tambahan lain yang dilakukan belakangan. Kemudian note dari Binh Anson menyatakan Sutra Lankavatara merupakan produk dari perkembangan aliran Mahayana di kemudian waktu. Menurut H. Nakamura (Buddhisme India, 1987), ada beberapa versi Sutra ini, satu yang cukup berbeda dalam konten dari yang lain. Kebanyakan para sarjana menyimpulkan bahwa sutra ini kemungkinan besar disusun dalam 350-400 Masehi. Selain itu, Master Zen DT Suzuki (Lankavatara Sutra - Teks Mahayana, 1931), bab yang berurusan dengan makan daging merupakan tambahan yang terjadi jauh waktu kemudian di versi berikutnya. Dia juga sepakat bahwa sutra ini bukan merupakan kata-kata otentik oleh Buddha, tetapi disusun jauh hari kemudian oleh penulis anonim yang berasal dari aliran Mahayana
2. Shurangama sutta, sutta ini merupakan hasil editan dan diterbitkan di china pada tahun 705 Masehi
3. Mahayana Mahaparinirvana Sutra, dari tiga versi sutra ini yang masih ada adalah berasal dari abad ke-3 s/d 5 Masehi

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Buddhisme memandang isu makanan adalah tidak relevan dengan urusan kesucian.
« Edit Terakhir: Mei 27, 2013, 05:39:56 PM oleh comicers »
 

Offline comicers

Jainisme
« Jawab #4 pada: Mei 27, 2013, 05:42:48 PM »
Di atas, telah kita ketahui bahwa dua tradisi India, yaitu Hinduisme dan Buddhisme tidak menganggap praktek vegetarian merupakan suatu keharusan. Lantas di tradisi India manakah yang mempunyai dukungan penuh terhadap praktek vegetarian?

Jawabannya adalah hanya di aliran Jainisme!



Menurut aliran Jain, Jiva/Atman/Roh ada di bumi, air, api, udara, sayur-mayur dan semua mahluk. Jiwa seekor semut dan seekor gajah tidaklah berbeda hanya bentuknya saja yang mengikuti bentuk mahluk tersebut. Karma sebelumnya menjadikan mereka terlahir kembali menjadi bentuk-bentuk seperti tersebut di atas.

Jainisme mengklasifikasikan kelahiran kembali mahluk hidup kedalam 6 kelas. Kelas terendah adalah mahluk yang mempunyai satu indera [ekindriya] termasuk didalamnya bentuk bumi, api, air, sayuran. Mereka hanya memiliki hanya empat ciri vital, yaitu: mempunyai umur, dapat bernafas, mempunyai fisik dan memiliki sentuhan.

Setelah mahluk-mahluk tersebut mati, maka kelahiran kembali mereka akan meningkatkan status kelas mereka.

Jainisme sangat mendukung praktek a-himsa [tidak menyakiti mahluk hidup] sebagaimana tersurat pada text dibawah ini:

Himsa [menyakiti mahluk] adalah rintangan terbesar bagi penyucian diri, dimana seseorang memuaskan diri dengan menyakiti mahluk tidak akan tercerahkan. [Acharanga Sutra]

"mengetahui bahwa semua kejahatan dan penderitaan ditimbulkan akibat menyakiti mahluk dan selanjutnya mengarahkannya pada kebencian dan permusuhan tiada ada henti merupakan akar penderitaan, Seorang bijaksana, yang telah disadarkan sepatutnya menahan diri dari semua aktivitas penuh dosa" [Sutrakrtanga Sutra]

"Tanpa membunuh mahluk hidup, maka tidak tersedia daging. Cedera merupakan hal yang terelakan di kalangan para mahluk pemakan daging. Walaupun benar daging dapat diperoleh dari kematian alami seekor kerbau liar dan sapi, di dalam luka dan juga mayat tersebut sedang berkelanjutan kelahiran makhluk-mahluk hidup..Ia yang makan, bahkan menyentuh, memasak, memakan mentah2 ataupun bentuk lain dari memotongnya, membasmi banyak jenis mahluk berjiwa" [Purusharthsidhyupaya]

Namun demikian, untuk memahami mengapa tetap ada mahluk-mahluk yang terbuhuh/dilukai, maka perlu kita pahami lebih lanjut konsep Himsa menurut aliran jain ini.

Himsa dibedakan antara `Sthula Himsa' Dan `Sukshma Himsa'. Sthula Himsa, melukai/membunuh mahluk yang mempunyai dua indra atau adalah lebih terlarang bagi semua Jain, sementara 'Sukshma Himsa' bahkan mahluk yang memiliki satu indera [ekindriya] termasuk didalamnya jiwa2 yang tidak bergerak [Sthavara-Jivas] terlarang dilukai/dibinasakan oleh Petapa Jaina

Himsa [menyakiti] di kategorikan dalam:

Arambhaja atau Arambhi Himsa, melukai/membunuh mahluk tersebut terjadi sebagai konsekuensi dari pekerjaan/kejadian yang lakoni seorang jaina. Kondisi ini terbagi menjadi:
- Udyami Himsa, melukai/pembunuhan yang terjadi sebagai konsekuensi dari pekerjaan yang dilakukan. Terdapat kelompok pekerjaan-pekerjaan tertentu yang mendapatkan "ijin" karena aturan "himsa" ini, yaitu: prajurit, penulis, agriculturist, pedagang, montir/tukang, dan intelektual.
- Grharambhi Himsa, melukai/pembunuhan yang terjadi sebagai konsekuensi dari pekerjaan rumah tangga seperti: mempersiapkan makanan, memelihara/membersihkan [rumah, badan, pakaian, hal2 lainnya yang memerlukan dibersihkan/dipelihara], konstruksi bangunan, sumur-sumur, kebun, dan infra struktur lainnya, beternak, dll.
- Virodhi Himsa, melukai/pembunuhan yang terjadi sebagai konsekuensi dari mempertahankan diri/harta milik dengan mengadakan perlawanan terhadap para pencurian/perampokan, penyerbu dan musuh, dalam menghadapi agresi.

Anarambhaja atau Anarambhi atau Samkalpi Himsa, dimana melukai/membunuh mahluk terjadi bukan karena pekerjaan [ada unsur kesengajaan]

Berdasarkan kutipan teks tersebut di atas, definisi himsa dan kelas mahluk hidup, maka pembunuhan mahluk hidup apapun tetaplah menimbulkan dosa namun kadar dosa yang terendah yang diakibatkannya berasal dari terbunuhnya mahluk-mahluk ekindriya.

Inilah alasan utama mengapa vegetarian sangat dianjurkan di aliran Jainisme.

Namun demikian, menurut saya, setelah melihat lingkup pengertian dari jiwa, praktek a-himsa hingga ke vegetarian, maka alasan vegetarian di aliran ini lebih berfokus kepada pemilahan korban untuk mengisi perut daripada pemenuhan praktek a-himsa, karena pemilahan ini didasarkan pada kadar dosa terendah jika melakukan himsa.

Pengikut Jainisme di seluruh dunia ini tidak lebih dari 4.2 juta jiwa [tahun 2001]. Namun ajaran vegetariannya melampaui benua dan menyebar ke seluruh dunia.

Mengapa ini bisa terjadi?

Dari 3 Aliran tradisi India di atas, Buddhisme merupakan satu-satunya aliran yang tidak mengakui adanya Jiva/Roh/Atman yang menjadi inti mahluk hidup sedangkan dua aliran lainnya mengakui kebaradaan jiwa ada diseluruh mahluk hidup.

Ketika Phytagoras berkunjung ke India, maka dapat dipastikan Philosofis aliran Jainisme tentang jiva, kelahiran kembali dan vegetarian sangat mencocoki seleranya. Ajaran itulah yang kemudian dibawanya ke Yunani dan menyebar ke seluruh dunia serta merambah ke area ajaran Abrahamik berkembang.

Para penulis Yahudi-yunani Alexandria menyatakan bahwa Pythagoras mengajarkan doktrin Judaisme. Aristobulus dari Alexandria (sekitar 150 SM), Filsuf religious Yahudi pertama, mengevaluasi ajaran pytagoras dan menggunakan doktrin angka aliran pytagoras itu seluas-luasnya, kemudian filsuf ke-3 Yahudi yaitu Philo [20-15 - 45-50 M] berbasis aliran Pytaghoras, Ia memakai angka 3 sebagai dasar Trinitas ketuhanan Yahudi untuk pertama kalinya.
 

Offline comicers

Nasrani
« Jawab #5 pada: Mei 27, 2013, 05:44:15 PM »


Satu Dekade yang lalu, sebuah organisasi yang bernama Masyarakat untuk Perlakuan Etis terhadap Hewan (PETA), meluncurkan satu kampanye bahwa Yesus adalah seorang vegetarian yang berasal dari sekte Essene dan sekte itu juga Sekte vegetarian.

Aliran Yahudi terbagi dalam 3 sekte yaitu, Saduki, Farasi dan Essene. Aliran terakhir tidak pernah disebut di Alkitab dan menjadi populer setelah ditemukan Naskah Laut Mati. Di jaman Yesus masih hidup, kaum Essene tinggal di padang pasir Judea yang ada di sebelah barat laut mati.

Klaim itu bermula dari hasil temuan arkeologi di sekitar Oasis Ein Gedi, dekat laut mati. Lokasi Essene di Ein Gedi adalah menurut penulis romawi, seorang tetua bernama Pliny (wafat 79 M), di bukunya "Sejarah Alamiah" (N'H,V,XV).

Dalam penggalian arkelogi tersebut tidak diketemukan adanya tulang belulang binatang.

Kemudian, mereka juga merujuk pada Hari ke-6 Penciptaan, yaitu setelah Manusia di ciptakan Allah menurut Perjanjian lama, Kejadian 1:29-30 sebagai berikut,

Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.

Juga merujuk pada kejadian setelah banjir besar Nuh [yang tidak masuk akal itu, lihat detailnya di sini], yaitu di Kejadian 9:4,
Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.

Juga berdasarkan ayat di Perjanjian baru, surat Roma 14:21, yaitu surat yang ditulis Paulus melalui pembantunya tertius di menjelang akhir perjalanan misioner yang ketiga, Ketika itu Paulus berada di Korintus di rumah Gayus dan sedang merencanakan kembali ke Yerusalem untuk hari Pentakosta:

Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.
Benarkah Yesus, Kaum Essene dan Nasrani mengajarkan Vegetarian?

Tentu tidak dan tidak mendekati sama sekali.

Pertama-tama,

Klaim bahwa tidak ditemukan tulang belulang hewan, tidak lah tepat, karena penggalian arkeologi tersebut akhirnya menemukan 4,000 tulang belulang hewan di Ein Gedi juga.

Bahkan di kitab kaum essene, Covenant of Damascus, The 'ZADOKITE' DOCUMENT, mengenai makanan tertulis:

Tak seorangpun berlumur dosa dengan makan binatang melata atau binatang kotor manapun. Aturan ini meliputi larva lebah dan mahluk hidup manapun yang keluar dari air. Janganlah memakan ikan kecuali di sayat ketika ia masih hidup dan darahnya dibuang.
Perihal berbagai macam belalang, taruhlah di api atau air selagi mereka masih hidup; Itulah yang sejatinya mereka alami [xii, 11-15]

Kedua,

Penafsiran dari ayat-ayat kitab kejadian di alkitab tersebut diatas tidaklah tepat. Untuk kejadian 1:29-30, jika mereka mau mundur 1-2 ayat akan ditemukan kata "ternak" pada sekumpulan hewan, yaitu di Kejadian 1:24-25:

Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak [be-hay-maw: binatang domestik, ternak] dan binatang melata dan segala jenis binatang liar [chay: liar]." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Tentunya definisi ternak bukan hanya dimanfaatkan tenaganya namun juga dagingnya.

Di Kejadian 3:21 Tuhan juga mengajarkan pemanfaatan binatang untuk diambil kulitnya sebagai pakaian bagi Adam dan Hawa. Ayat ini bolehlah dianggap sebagai ayat favorit para designer pakaian kulit binatang.

Bagi yang menganggap bahwa vegetarian terjadi sebelum Adam dan Hawa "jatuh dalam dosa", maka inipun tidaklah tepat karena setelah jatuh dalam dosa, di kejadian 3:18, Allah malah mengutuk mereka agar menjadi vegetarian:

semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;

Tentu saja hal itu juga tidak benar karena di kejadian 4:2, Anak Adam dan Hawa, yaitu si sulung Habel menjadi gembala kambing dan domba sedangkan si nomor 2, yaitu Kain menjadi petani kemudian di Kejadian 4:3-5, dikisahkan bahwa ternyata Allah lebih menyukai persembahan DAGING daripada tetumbuhan.

Di setelah banjir besarpun, yaitu di kejadian 8:20 Nuh memberikan korban persembahan daging bagi Allah. Kemudian Allah juga menegaskan kembali di kejadian 9:3 bahwa segala yang bergerak dan tumbuhan akan menjadi makanan seluruh keturunan Nuh dengan pengecualian pada darah binatang tidak boleh dimakan [kejadian 9:4]

Kemudian jika dinyatakan bahwa Roma 14:21 sebagai dasar vegetarian, maka itu juga kurang tepat mengingat di Roma 14:2 dan 14:17, dinyatakan sebagai berikut:

Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan, tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja...Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Di surat Paulus lainnya yaitu korintus 10:25-26, untuk jemaat di korintus ditegaskan bahwa makan daging itu boleh2 saja selama itu bukan bekas persembahan kepada berhala:

Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.". Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

Yesus juga ternyata makan ikan sebagaimana tergambar di beberapa perjalanan sebelum kisah penyaliban [Matius 14:19, 15:34-36; Markus 6:41; 8:7; Lukas 9:16]. Setelah periode penyaliban, Yesus juga melakukan demonstrasi makan ikan sebagaimana tercantum di Lukas 24:41-43,

Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.
Juga di Yohanes 21:9-13, yaitu ketika Yesus melakukan "penampakan" yang ketiga kalinya, saat itu, Ia menyempatkan diri untuk sarapan ikan:

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."..Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah."..Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

Disamping ikan, Yesus dan 12 Muridnya pun makan daging domba, sembelihan untuk upacara paskah [Markus 14:12-18; Lukas 22:7-16] Bahkan alkitab juga mengindikasikan bahwa makan daging domba Paskah sudah kerap dilakukan sebelumnya yaitu pada kalimat "Kata-Nya kepada mereka: "Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu.."

Berdasarkan petunjuk diatas, dapat kita simpulkan bahwa makan daging dan kebiasaan mempersembahkan binatang kepada tuhan, baik itu dipersembahkan kepada tuhan orang kafir maupun tuhan yahudi dan kaum Nasrani adalah hal yang lazim dilakukan.
 

Offline comicers

Islam
« Jawab #6 pada: Mei 27, 2013, 05:47:22 PM »
Tidak diragukan lagi Islam sangat tidak mendukung praktek vegetarian. Menurut Allah semua makanan dapat dimakan, kecuali binatang tertentu yang diharamkan sebagaimana tersurat dari ayat-ayat dibawah ini:

AQ 23: 21. Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, Kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,

AQ 6:142. Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

AQ 22:34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),

AQ 22:30. Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah[989] maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta.

AQ 22:28. supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.

AQ 5:1. Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu[388]. Dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan kepadamu. (Yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya.

AQ 16:5. Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebahagiannya kamu makan.

AQ 40:79. Allahlah yang menjadikan binatang ternak untuk kamu, sebagiannya untuk kamu kendarai dan sebagiannya untuk kamu makan.
 

Offline comicers

Epilog
« Jawab #7 pada: Mei 27, 2013, 05:47:54 PM »
Dari bukti-bukti tekstual religi di atas, kita melihat bahwa tidak ada satupun agama dengan tanpa kompromi mendukung Vegetarian KECUALI satu aliran saja yaitu Jainisme.

Bahkan Aliran Hare Krishna secara terang-terangan masih berkompromi makan daging selama diperuntukan untuk tujuan tertentu, misalnya berdakwah.

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah benarkan manusia secara alami adalah vegetarian?



Merekomendasikan daging sebagai makanan utama. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15% dari seluruh makanan yang masuk ke perut sesuai dengan perbandingan jumlah gigi manusia, dimana jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging, adalah 15% dari seluruh gigi kita.

Manfaat paling nyata dari daging adalah keratin!

Ya! Itulah alasan mengapa daging itu perlu, karena keratin alami hanya ada di HEWANI [kita bisa masukan manusia dengan susunya disini] dan TIDAK di Nabati.

Trus manfaatnya apa sih?

Keratin berguna bagi perkembangan otak pada embrio manusia [baca: bayi], mengoptimalkan fungsi fisiologi pada otak, jaringan saraf, sistem saraf, otot dakn lain-lain [yang butuh banyak energi]. Keratin juga berguna mengobati penyakit2 otot dan saraf misalnya: artritis, gagal jantung, penyakit Parkinson, atrofi, penyakit McArdle, penyakit Huntington!

Berbicara tentang percobaan pada tikus, hasil studi menyatakan keratin dua kali lebih efektif dari obat riluzol dalam memperpanjang usia tikus yang terkena penyakit neuro-degeneratif sklerosis amiotropik lateral (ALS / penyakit Lou Gehrig).

Apa lagi pada manusia, ya..

Efek neuropatif yang muncul mungkin diakibatkan oleh peningkatan ketersediaan energi di dalam sel saraf yang rusak.

Tentu saja cara memasak yang tidak benar DAPAT mengubah keratin menjadi keratinin yang merupakan zat racun dalam darah.



Turunan produk daging yang bermanfaat bagi manusia adalah susu, disamping sebagai sumber kalsium juga hal-hal lain yang ada di susu.

Berikut ini perbandingan kandungan susu Ibu, susu sapi dan sari kedelai per 100 gram dengan kadar air 88.6% [g]:
- Susu Ibu berisi: 1.4 g protein, 3.1 gram lemak, 7.2 kabohidrat, 62 Kcal energi, 35 mg kalsium, 15 mg fosfor, 0.2 mg besi, 7.0% laktosa (gula)
- Susu Sapi berisi: 2.9 g protein, 3.3 lemak, 4.5 kabohidrat, 59 Kcal energy, 100 mg kalsium, 36 mg fosfor, 0.1 mg besi, 4.6% laktosa
- Susu [baca: sari] Kedelai berisi: 4.4 g protein, 2.5 g lemak, 3.8 g kabohidrat, 52 Kcal energy, 18.5 mg kalsium, 2.5 mg fosfor, 1.5 mg besi, 0% laktosa

Sumber: Chen S. Sari, Kedelai: Minuman Terbaik Di Dunia, Asosiasi Kedelai Amerika, 1983

Note:
Khusus kandungan laktosa [per 100 gram] di ambil dari wikipedia. Untuk susu kedelai kadar laktosanya nil. Ada yang alergi laktosa namun jika susu sapi di yoghurt, maka laktosanya rusak, sehingga orang yang alergi ini dapat meminumnya.

Salah satu kebaikan dari susu adalah menghindari kanker usus, seperti yang dirilis oleh Jurnal Eropa Kesehatan Nutrisi (2001) 55, 1000-1007 yang di sponsori oleh Organisasi Kanker Swedia.

Namun demikian, jika minum susu berlebihan malah akan mengakibatkan osteoporosis dan juga osteoartistik.

Kadar kalsium dalam darah biasanya 9-10 miligram. Kalau kita minum susu, maka konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Akibatnya adalah tubuh harus mengembalikan kondisi ke kadar normal dengan jalan membuang kalsium dari ginjal melalui urine.

Bukti yang diberikan oleh Hiromi Shinya adalah di negara yang tingkat konsumsi susunya tinggi seperti Amerika Serikat, Swedia, Denmark dan Finlandia, kasus retak tulang panggul dan osteoporosis jauh lebih tinggi dibanding negara-negara Asia dan Afrika, yang konsumsi susunya lebih rendah. - [Majalah Tempo, ed 15-22 Nov 2009]

Iklan susu juga menyesatkan dan mengakibatkan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) melakukan penyitaan: "Kami juga menyita produk susu 'anlene' karena label di kemasannya menyalahi izin. Di label itu menyebutkan kegunaannya sebagai nutrisi dan menyempurnakan tulang. Penyebutan ini tidak boleh, dan yang diizinkan dengan penyebutan kegunaannya menjaga kesehatan, bukan untuk mengobati,"

Padahal cukup banyak minun teh hijau maka dua gejala keluarga besar osteo mana saja dapat di cegah dan di obati! - [Penelitian Dr. Ping Chung Leung dan rekan dari Institute of Chinese Medicine, Chinese University of Hong Kong, dipublikasikan di Journal of Agricultural and Food Chemistry, Agustus 2009]

Di beberapa situs, terutama situs-situs pendukung praktek hidup Vegetarian, terdapat sirkulasi tulisan dari BBC dengan judul: "High IQ link to being vegetarian" [juga di sciencedaily], yang melansir hasil penelitian British Medical Journal:

[..]Team dari Universitas Southampton menemukan bahwa mereka [test IQ dilakukan saat subjek berusia 10 tahun], mempunyai hasil test IQ 5 poin lebih tinggi dari rata-ratanya ketika memutuskan menjadi vegetarian di usia 30 tahun

Peneliti menyatakan bahwa ini dapat menerangkan mengapa mereka yang memiliki IQ lebih cerdas lebih sehat ketika ber diet vegetarian yang berhubungan dengan rendahnya rata-rata jumlah penderita sakit jantung dan kegemukan

Penelitian pada 8,179 orang dilaporkan di British Medical Journal.
..
Liz O'Neill, dari masyarakan Vegetarian, mengatakan: "Kita selalu tahu bahwa vegetarianisme adalah cerdas, pilihan berbelas kasih yang menguntungkan binatang, masyarakat dan lingkungan

"Sekarang kita punya pembuktian saintifik untuk membuktikan itu. Mungkin itulah yang menjelaskan mengapa banyak "meat-reducer" dengan cerdas menyebut diri mereka vegetarian yang bahkan mereka juga tahu mesti ngga makan ikan, kalkun atau ikan"[..]

Note: Vegetarianisme adalah Praktik hidup yang sepenuhnya mengkonsumsi tetumbuhan, dengan atau tanpa produk yang berasal dari susu, madu dan telur
Secara Provokatif, berita itu ingin menyampaikan "pesan" pada khalayak umum bahwa:

"Orang pintar pilih vegetarian"!!

Apa yang salah dengan berita itu?

Jika saja mau membuka link dari British Medical Journal [BMJ] maka segera kita ketahui bahwa jumlahnya bukanlah 8179 namun 8170 orang, namun tentu saja bukan itu yang menjadi fokus pembahasan saya pada tulisan di atas itu.

Pertama-tama,
Mari kita lihat dulu definisi kepintaran dari hasil test IQ sehingga seseorang dapat di kategorikan cerdas atau tidak cerdas:

Range Klasifikasi IQ menurut Terman:
- > 140 Genius atau mendekati Jenius
- 120-140 Kecerdasan Sangat Super
- 110-120 Kecerdasan Super
- 90-110 Kecerdasan Rata-rata
- 80-90 Tumpul/bodoh
- 70-80 Garis Batas Kekurangan
- < 70 Dipastikan Lemah Pikiran

Dari hasil BMJ journal kita ketahui bahwa skor test IQ mereka saat berusia 10 tahun dan kemudian kelak menjadi Vegetarian atau Non Vegetarian adalah:
- Pria: 106.1 VS 100.6
- Wanita: 104 VS 99

Dari data hasil test IQ mereka di atas, semua hasil skor masih berada di kisaran range yang sama yaitu hanyalah rata-rata saja!

Melihat itu, dengan bahasa provokatif yang sama, saya juga boleh menyatakan bahwa kecerdasan anak perempuan berusia 10 tahun, 5 point-an di bawah rata-rata anak lelaki!

Mari kita telusuri lebih lanjut.

Study ini dilakukan pertama kalinya pada tahun 1970, tepatnya tanggal 5-11 April 1970. Study dari British cohort mengumpulkan informasi 17.198 anak yang lahir di Inggris raya pada kisaran tanggal tersebut.

Pada usia 10 tahun, mereka melakukan test IQ. Pada 20 tahun kemudian, dari sekian orang yang terdata di atas, 11.204 orang berpartisipasi pada program ini dan kemudian, yang ternyata punya hasil test IQ saat mereka berusia 10 tahun hanyalah 8170 orang.

Setelah di teliti, ternyata dari 8170 orang ini:
- Yang vegetarian hanyalah berjumlah 366 orang atau 4.5% dari seluruh partisipan [8170 orang]!
- Dari yang 366 vegetarian tersebut, yang benar-benar vegetarian murni [Vegan] hanyalah 9 Orang saja atau 0.0003% saja!
- Bahkan, dari 366 orang yang mengaku vegetarian, 123 orang dilaporkan makan ikan atau ayam juga! sedangkan sisanya, 234 orang melakukan praktek vegetarian dengan mengkonsumsi juga produk olahan dari susu, madu dan telor

Wow! Sekarang, coba bayangkan dengan cara seperti ini:

Misalkan sample non vegetarian yang di ambil hanyalah saya saja [n=1] dan hasil test saya saat di usia 10 tahun misalkan 69. Di usia 30 saya tetap non vegetarian.

Hasil test IQ saya kemudian dibandingkan dengan hasil test IQ dari mereka yang memilih menjadi vegetarian di usia 30 tahun, yaitu 106

Jadi, dengan mengabaikan perbedaan sangat signifikan pada besaran jumlah sample antar dua kelompok, kemudian meminjam cara mereka menyimpulkan, maka secara provokatif akan tertulis:

"Penelitian berdasarkan hasil test IQ membuktikan bahwa non vegetarian itu ternyata IDIOT!"

Mari kita lanjutkan.

Kemudian, dari 366 orang vegetarian tersebut, hasil Skor IQ mereka [saat berumur 10 tahun] yang nantinya menjadi Vegan [9 orang] VS non Vegan [357 orang], ternyata tidak terdapat perbedaan!

Namun, di antara mereka yang menjadi vegetarian, yaitu vegan (9 orang) dan vegetarian (makan juga produk olahan dari susu, madu dan telor, 234 orang). Ternyata hasil skor IQ kelompok vegan adalah 95.1! Hasil itu 10 point lebih rendah dari semua golongan vegetarian!

Apa yang saya baca dari hasil di atas?

Skor IQ terendah dari anak-anak yang kemudian tetap memilih jadi Non Vegetarian [99.0 point] terbukti MASIH LEBIH TINGGI dari skor IQ anak-anak yang kemudian memilih jadi Vegan [95.1 point]!

Kesimpulannya:
- Tetep saja yang bersikeras menjadi vegetarian murni memang lebih bodoh dari Non Vegetarian
- Memperhatikan cara team Universitas Southampton melakukan pengolahan informasi dan juga menyimpulkan, maka mereka yang masih mau bersekolah di sana dan juga yang masih mau mempekerjakan lulusan dari sana, jelas merupakan keputusan yang kurang cerdas, bukan?!

Yang perlu diwaspadai oleh mereka yang bersikeras untuk Vegetarian terutama karena Praktik hidup Vegetarian dapat menyebabkan PENYUSUTAN OTAK!

[..]Ilmuwan menemukan bahwa menjadi Veggie berdampak buruk pada otak yaitu mereka yang mengkonsumsi bebas daging 6 x lebih banyak menderita penyusutan otak.

Vegan dan vegetarian lebih cenderung kekurangan sumber vitamin yang berasal dari daging [hati], susu dan ikan. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia dan peradangan pada system syaraf. Ekstrak yagi adalah satu dari makanan vegetarian yang menyediakan tingkat vitamin yang baik

Hubungan ini ditemukan ilmuwan dari Universitas Oxford dengan menggunakan tes-tes memori, check fisik dan scan otak pada 107 orang yang berusia natara 61 - 87 tahun

Ketika para partisipan itu di test kembali 5 tahun kemudian, hasil medex menemukan bahwa mereka yang rendah tingkat vitamin B12 adalah yang paling utama menderita penyusutan otak.

Ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menunjukan hubungan antara berhentinya pertumbuhan otak dan tingkatan vitamin B12



Sebagai penutup dari artikel ini, ijinkan saya memperkenalkan tokoh-tokoh terkenal dalam sejarah yang merupakan VEGETARIAN:
- POLPOT, Pemimpin Khmer Merah, Ia membunuh 2 juta orang kamboja saja selama hidupnya [jumlah korban bervariasi tergantung sumbernya]
- ADOLF HITLER, vegetarian sejak tahun 1932, Diktaktor Jerman [1934-1945], melakukan pembunuhan massal secara sistimatik dengan korban sekurangnya 17 Juta penduduk sipil, diperkirakan 6 juta adalah Yahudi [Tentu saja karena reputasinya, akan ada yang mati-matian membantah bahwa Adolf Hitler adalah vegetarian]
- Charles mansion, penjahat dari Amerika Serikat, Pengelola "cult" yang bernama Kehancuran hari kiamat, mengaku reinkarnasi Yesus kristus, keluar-masuk penjara sejak kecil, mulanya karena pencurian mobil, pemalsuan, dan penipuan kartu kredit. Pernah bekerja sebagai mucikari. Pada akhir tahun 1960-an, Menjadi pemimpin kelompok yang dikenal sebagai "The Family", dan memimpin beberapa pembunuhan sadis, terutama aktris Sharon Tate/La Bianca (istri sutradara Roman Polanski), yang sedang mengandung delapan setengah bulan. Saat ini dipenjara seumur hidup di Penjara Negara Bagian Corcoran, California
- Volkert van der Graaf, aktivis lingkungan, menembak mati Pim Fortuyn pada saat politikus itu keluar dari sebuah stasiun radio disiang hari pada tanggal 6 May 2002. Van der Graaf dijatuhi hukuman penjara 18 tahun untuk perbuatannya itu

So, berhati-hatilah jika anda hendak menjadi vegetarian...anda bisa jadi mencintai binatang dan tidak memakannya...namun menjadi lebih senang membunuh manusia!

http://wirajhana-eka.blogspot.com/2010/05/vegetarian-makanan-religius-bukan-ia.html
 

Offline comicers

Bahaya Dibalik Vegetarian
« Jawab #8 pada: Mei 27, 2013, 05:53:33 PM »


Sebagian orang memilih mengurangi konsumsi makanan berlemak dengan beralih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran. Hal itu tidak lain untuk mendapatkan tubuh yang langsing ideal.

Namun siapa yang menduga bahwa melakukan diet vegetarian ternyata memiliki 'efek' buruk. Seperti apa?

Seperti dikutip dari Time of India, dokter ahli saraf dari Artemis Health Institute, Gurgaon, India, Praveen Gupta mengatakan mengurangi asupan protein hewani dan meningkatkan protein nabati memang cenderung memiliki kadar lemak dan kolesterol yang rendah dalam tubuh.

Namun, ia juga mengingatkan efek buruk diet vegetarian yang dapat meningkatkan risiko gangguan mental seperti penurunan daya ingat yang terlampau dini.

Peningkatan risiko itu seiring minimnya asupan vitamin B12 yang umumnya terdapat dalam ikan, daging, telur, susu, dan produk non-vegetarian lainnya.

“Minimnya asupan vitamin B12 berpotensi mereduksi kemampuan kerja otak yang akhirnya memicu hilangnya memori,” katanya.

Diet vegetarian juga kurang tepat jika dikaitkan dengan tujuan menurunkan berat badan. Sebab, penurunan berat badan lebih dipengaruhi asupan kalori dari makanan dan keluaran kalori dari aktivitas fisik.

Diet vegetarian tidak berarti kandungan kalori makanan yang dikonsumsi rendah. Semuanya bergantung jenis bahan makanan, cara mengolah dan jumlah yang dikonsumsi. Yang perlu diperhatikan adalah asupan protein dari berbagai zat gizi dan kecukupannya harus terpenuhi.

Yang jelas, diet vegetarian tak bisa sembarangan dilakukan. Selain harus memastikan sayur yang dikonsumsi bebas pestisida, seorang vegetarian juga harus pandai mengatur variasi menu seperti polong-polongan, buah-buahan, sayuran dan serat.

http://forum.inilah.com/showthread.php?65531-Bahaya-dibalik-vegetarian
 

Offline Zachry

Re:Serba-Serbi Seputar Vegetarianisme
« Jawab #9 pada: Pebruari 06, 2018, 02:39:47 PM »
Kalau memang vegetarian tidak bagus untuk diet, bisa diganti dengan rutin mengkonsumsi susu kolostrum atau perbanyak minum air putih
MyBio Milk - merk susu rendah lemak untuk dewasa yang dapat membantu proses diet
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
3905 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2012, 06:48:12 AM
oleh Kang Asep
14 Jawaban
5682 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 18, 2015, 10:29:48 AM
oleh Monox D. I-Fly
98 Jawaban
39716 Dilihat
Tulisan terakhir September 10, 2013, 12:43:06 PM
oleh ratna
31 Jawaban
7521 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 28, 2013, 04:29:25 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1170 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2013, 05:43:28 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1620 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2015, 09:53:29 PM
oleh ratna
0 Jawaban
494 Dilihat
Tulisan terakhir April 08, 2016, 09:32:54 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan