Penulis Topik: Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika  (Dibaca 3436 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« pada: Juli 04, 2013, 11:02:32 PM »
Sejauh ini, saya dengan bersmangat memperdalam Ilmu Logika karya Aristoteles. Tapi dengan adanya kang Sandy yang terampil di bidang analisa matematika, saya tersadarkan bahwa pengetahuan dan keterampilan matematika juga tak kalah pentingnya dari Logika Filsafat. Jika tidak cukup terampil melakukan analisa matematika, maka ketika orang membuat pernyataan-pernyataan matematis, kita terlambat menganalisis dan terlanjur menyetujui atau mendiamkan tanpa menyadari terjadinya kesalahan hitung. Sebagai contoh bisa kita lihat pada kasus “Sayembara Konyol”.

Kutip dari : Sandy
=========================================
Beberapa hari kemaren, saya sempat lihat-lihat ke forum sebelah. Sebuah topik di salah satu board (iptek dan pendidikan) yang lumayan hangat menjadi perhatian saya, yaitu sayembara berhadiah "bumi mengelilingi matahari" bukan teori tapi bukti. Perdebatan tentang geosentris dan heliosentris pun terjadi disana.

Sayembara yang mengada-ada menurut saya, karena si pembuat sayembara menuntut bukti berupa bukti nyata sehingga membuat semua orang yakin, yang diutamakan adalah bukti berupa video atau foto yang disambung menjadi seperti video.

Bagaimana tidak mengada2?? Untuk membuat video bumi mengelilingi matahari dibutuhkan waktu paling tidak 1 tahun, karena menurut teori heliosentris untuk mengelilingi matahari bumi membutuhkan waktu 1 tahun, belum lagi proses perijinan untuk melakukannya, belum lagi proses 'pengolahan' video/foto.
Sementara si pembuat sayembara hanya memberi batasan waktu 12 bulan untuk pembuktian tsb, yang mana hadiah yang diberikan bila berhasil membuat bukti selama 12 bulan adalah sebesar rp. 5.000.000. Konyol! Cukup apa duit segitu untuk menutupi modal pembuktian??? Untuk ongkos rokoknya aja gak cukup!
============================================

Tanpa pemahaman matematis, mungkin pembaca akan mengiyakan saja sayembara tersebut. atau bahkan menganggap hadiahanya cukup besar. Padahal kalau ahli matematika, walaupun belum melakukan analisa matematika secara terperinci, cukup dengan insting atau perkiraan saja sudah dapat menicum indikasi kekonyolan itu.

Hal ini mengingkan saya kepada kawan saya yang diberi proyek seharga Rp. 38.000.0000, - tapi kawanku itu menolak, dan dia mengajukan dana sebesar Rp. 41.000.000.- Bagi saya uang sebesar Rp. 38.000.000 tentunya sangat besar. Kalau ditawar jadi 38 juta rupiah Cuma selisih 3 juta rupiah. Rasanya sayang kalau ditolak. Tapi kawanku berkata, “wah, 38 juta terlalu murah. Habis waktu!”

Saya sebagai awam di bidang proyek properti, hanya bisa melihat uang sebesar 38 juta rupiah saja, tapi tidak mengerti atau tidak bisa memperkirakan alokasi biaya tersebut, sehingga tidak bisa menyimpulkan apakah benar itu terlau murah ataukah tidak. Memang bila analias ini saya lakukan secara perlahan, diuraikan secara terperinci tentunya sayapun bisa menyimpulkan biaya segitu murah atau mahal. Tapi tentunya dibutuhkan analisa cepat juga, sehingga perkiraan-perkiraan matematis bisa muncul dengan cepat tanpa harus selalu di bawa ke depan komputer.

Dalam kasus lain, saya pernah bekerja sementara menggantikan kasir. Kebetulan mesin kasir sedang macet. Sementara saya harus memberikan diskon pada produk-produk tertentu. Terpaksa hitung manual menggunakan kalkulator. Tapi kemudian terjadi problem. Ketika ada konsumen membeli 3 produk, yang masing-masing produk diskon 25%, saya menjumlahkan angka diskonnya, sehingga setelah dijumlahkan produk tersebut saya diskon 75%. Ini kebodohan yang pernah saya lakukan dalam bidang matematika. Untunglah ada kawan yang segera memberi tahu, “lho kok jadi diskon 75 % ?”

Saya jawab, “iya ibu ini beli barang 3 buah. Masing-masing barang didiskon 25 %. Ini 25, 25 dan ini 25 %, total jadi 75 %. Iya kan?”

Kawanku tertawa, lalu dia berkata, “Bu, beli satu lagi aja, nanti ibu bisa diskon 100 % alias gratis! Ha. Ha…!”

Saya jadi malu. “Uh, dasar bahlul!” Kata saya sambil menepok jidat sendiri.

Di sisi lain, saya bekerja sebagai programer, dan saya tidak pernah membuat kesalahan hitung seprti itu. karena setiap rumus matematika yang diprogram, tentu selalu diuji terlebih dahulu, apakah sudah benar atau tidak. Dan kalau tidak bisa memastikannya sendiri, tentu dikonsulatasikan kepada ahlinya. Karena programer tidak berarti ahli matematika. Tapi  dalam kasus kasir tadi, situasai kondisinya tidak sama dengan ketika saya menjadi programer, karena ketika menjadi kasir, seringkali terdesak oleh pelanggan yang antri, dan kesibukan yang padat. Kesimpulannya di situlah dirasakan dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan analisa matematika.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #1 pada: Juli 05, 2013, 04:00:18 AM »
Kutip dari: Kang Asep
Sejauh ini, saya dengan bersmangat memperdalam Ilmu Logika karya Aristoteles. Tapi dengan adanya kang Sandy yang terampil di bidang analisa matematika, saya tersadarkan bahwa pengetahuan dan keterampilan matematika juga tak kalah pentingnya dari Logika Filsafat.

adapun tanggapan saya terhadap logika:
sebelum saya bergabung di forum ini, saya menganggap logika adalah ilmu yang tidak perlu untuk dipelajari. saya tidak pernah menganggap bahwa logika itu tidak perlu, saya hanya menganggap bahwa mempelajari logika itu tidak perlu, harus dibedakan antara keduanya. mengapa saya dulu beranggapan demikian?

ketika mempelajari logika matematika, saya disodori materi jika P=Q, dan Q=R, maka P=R. saya berpikir, tanpa diberi tahu pun pasti semua orang dari adik kecil sampai kakek tua pun tahu hal semacam itu, karena pengetahuan seperti itu sudah satu paket diciptakan oleh Tuhan bersama penciptaan manusia. jadi untuk apa dipelajari lagi??

tapi setelah berdiskusi dengan kang Asep, yang pertama paling saya ingat adalah ketika saya pernah mengatakan bahwa "jika sebagian A adalah B, maka pasti sebagian A yang lain adalah bukan B. atau jika sebagian A adalah B, maka pernyataan setiap A adalah B adalah pasti salah", itulah kebodohan saya.
setelah kang Asep menerangkan tentang pertentangan subkontrari, baru saya sadar bahwa saya salah. setelah ditelaah, ternyata penjelasan kang Asep benar, sesuai dengan akal sehat, sesuai dengan "sesuatu" yang sudah satu paket ada pada setiap manusia, tapi kenapa saya bisa keliru?

sejak dari situ saya mulai sadar bahwa mempelajari logika, sama pentingnya dengan logika itu sendiri. walaupun logika adalah fitrah manusia, tapi manusia tidak bisa selamanya berada dalam fitrah. ah, gara2 saya dulu menyepelekan pelajaran logika, jangan2 saya sudah sering melakukan penalaran filsafat yang keliru yang tidak saya sadari.....

dengan angka, saya sudah terbiasa. tapi belum tentu dengan kata2. padahal, angka hanyalah sekumpulan simbol, dan yang disimbolkan adalah bahsa filsafat. alangkah bodohnya seseorang yang mahir berpikir dengan angka, dengan simbol, tapi sering keliru ketika berpikir dengan bahasa, dengan sesuatu yang berada di balik simbol tsb.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #2 pada: Juli 05, 2013, 05:47:48 AM »
 alhamdulillah, berarti kita telah sadar dengan kekurangan masing-masing dan bisa saling melengkapi. sayapun setelah menyadari manfaat keterampilan berhitung atau logika matematika, kemudian bertekad untuk melatih diri dalam keterampilan ini.

sewaktu di faithfreeom pada tahun 2010, saya pernah menyatakan bahwa saya telah menulis sebanyak 10.000 artikel yang saya tulis sejak tahun 2005. yang rata-rata artikelnya adalah 1 halaman A4. tapi para member FFI itu malah memperolok-olok saya, menuduh saya berbohong atau tak bisa berhitung. katanya, tidaklah mungkin dalam kurun waktu 5 tahun saya bisa menulis hingga 10.000 artikel. mereka bilang, "kamu bisa berhitung atau tidak?" lalu mereka menguraikan rincian perhitungan matematikanya yang menjelaskan ketidak mungkinan itu.

waktu itu saya tidak peduli dengan uraian perhitungan matematika mereka yang menimbulkan kesimpulan bahwa saya mustahil menulis 10 ribu artikel dalam 5 tahun. terutama saya tidak mengerti bagaimana cara mereka menghitung. dan lagi, karena data yang tercatat dalam database memang jumlahnya 10.000. saya tidak merasa berbohong. tapi mereka menguraikan ke dalam bentuk jam dan menit. kata mereka, jika saya menulis sebanyak itu berarti saya tidak punya waktu beristirahat. siang malam hanya menulis artikel selama 5 tahun, barulah mungkin. mungkin saya jujur, tapi saya tidak bisa menyanggah mereka dengan matematika juga. atau mungkin saya jujur, tapi saya keliru dalam menghitung, atau sistem komputer yang salah menghitung. hanya saja, sampai sekarang saya belum menghitung sendiri soal apakah benar mustahil menulis 10.000 artikel dalam 5 tahun? sementara di forum ini saja, belum satu tahun jumlah post saya sudah mencapai lebih dari 2.500. rasanya, kemustahilan menurut mereka itu itu sendiri adalah mustahil.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #3 pada: Juli 05, 2013, 10:13:39 PM »
Kutip dari: Kang Asep
sewaktu di faithfreeom pada tahun 2010, saya pernah menyatakan bahwa saya telah menulis sebanyak 10.000 artikel yang saya tulis sejak tahun 2005. yang rata-rata artikelnya adalah 1 halaman A4. tapi para member FFI itu malah memperolok-olok saya, menuduh saya berbohong atau tak bisa berhitung. katanya, tidaklah mungkin dalam kurun waktu 5 tahun saya bisa menulis hingga 10.000 artikel. mereka bilang, "kamu bisa berhitung atau tidak?" lalu mereka menguraikan rincian perhitungan matematikanya yang menjelaskan ketidak mungkinan itu.

waktu itu saya tidak peduli dengan uraian perhitungan matematika mereka yang menimbulkan kesimpulan bahwa saya mustahil menulis 10 ribu artikel dalam 5 tahun. terutama saya tidak mengerti bagaimana cara mereka menghitung. dan lagi, karena data yang tercatat dalam database memang jumlahnya 10.000. saya tidak merasa berbohong. tapi mereka menguraikan ke dalam bentuk jam dan menit. kata mereka, jika saya menulis sebanyak itu berarti saya tidak punya waktu beristirahat. siang malam hanya menulis artikel selama 5 tahun, barulah mungkin. mungkin saya jujur, tapi saya tidak bisa menyanggah mereka dengan matematika juga. atau mungkin saya jujur, tapi saya keliru dalam menghitung, atau sistem komputer yang salah menghitung. hanya saja, sampai sekarang saya belum menghitung sendiri soal apakah benar mustahil menulis 10.000 artikel dalam 5 tahun? sementara di forum ini saja, belum satu tahun jumlah post saya sudah mencapai lebih dari 2.500. rasanya, kemustahilan menurut mereka itu itu sendiri adalah mustahil.

saya jadi tertarik untuk menghitungnya.

10.000 artikel dalam 5 tahun. diasumsikan salah satu dari tahun2 tsb adalah tahun kabisat. berarti dalam sehari tulisan yang dihasilkan sebanyak rata-rata 5,476... artikel. berarti rata2 selisih waktu antara awal penulisan satu artikel dengan awal penulisan artikel berikutnya adalah 4 jam 22 menit 56,64 detik.


sebenarnya, urusan mungkin atau tidak mungkin hal itu terjadi bukanlah urusan matematika. matematika hanya berkesimpulan mengenai periode dan frekuensi penulisan, itu saja, tidak sampai berkesimpulan bahwa hal tsb mungkin atau tidak mungkin.


dengan matematika, saya bisa menghitung volume bola yang ada pada ruang berdimensi 4, bahkan pada ruang berdimensi 5, dimensi 6, dan seterusnya... walaupun mungkin orang lain berkata tidak mungkin, karena membayangkan ruang berdimensi 4 saja tidak bisa, apalagi ruang dengan dimensi yang lebih tinggi, bagaimana bisa menghitung volume bola pada dimensi tsb? kenapa tidak bisa? pada ruang berdimensi 10.000 pun saya tahu cara matematisnya menghitung volume bola pada dimensi tsb. dan matematika tidak berbicara mungkin atau tidak mungkin.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #4 pada: Juli 06, 2013, 12:59:07 AM »
Kutip dari: sandy
sebenarnya, urusan mungkin atau tidak mungkin hal itu terjadi bukanlah urusan matematika. matematika hanya berkesimpulan mengenai periode dan frekuensi penulisan, itu saja, tidak sampai berkesimpulan bahwa hal tsb mungkin atau tidak mungkin.

seharusnya sampai pada kesimpulan mungkin dan tidak mungkin, kang!

misalnya, jika di dalam kelas hanya ada 3 murid laki-laki dan 2 orang murid perempuan, maka jumlah seluruh murid pasti 5, tidaklah mungkin 7.

kemungkinan juga bisa bermakna perkiraan. jika dalam 1 hari penjualan mie ayam mencapai rata-rata 30 porsi, maka pendapatan laba bersih perbulan mungkin bisa mencapai 1,7 juta rupiah. tapi tidak mungkin mencapai laba hingga 3 juta rupiah.

bagaimana kang?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #5 pada: Juli 06, 2013, 01:48:43 PM »
seharusnya sampai pada kesimpulan mungkin dan tidak mungkin, kang!

misalnya, jika di dalam kelas hanya ada 3 murid laki-laki dan 2 orang murid perempuan, maka jumlah seluruh murid pasti 5, tidaklah mungkin 7.

kemungkinan juga bisa bermakna perkiraan. jika dalam 1 hari penjualan mie ayam mencapai rata-rata 30 porsi, maka pendapatan laba bersih perbulan mungkin bisa mencapai 1,7 juta rupiah. tapi tidak mungkin mencapai laba hingga 3 juta rupiah.

bagaimana kang?

bisa sampai pada kesimpulan mungkin atau tidak mungkin, kalau ada batasan yang jelas antara mungkin atau tidak mungkin tsb. pada kasus kang Asep, saya tidak melihat adanya batasan tsb. berapa waktu yang mungkin untuk menulis sebuah artikel? atau berapa artikel yang mungkin ditulis dalam waktu sekian jam? tidak ada batasan seperti itu.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #6 pada: Juli 06, 2013, 08:31:32 PM »
ada sesuatu yang ingin saya sampaikan mengenai manfaat konsep2 matematika. saya jadi teringat sebuah komentar dari kang Asep di thread lain.
O gitu ya?

jadi asyik nih diskusi soal matematika. mo ngaku dah, kalo waktu sekolah pelajaran matematika saya selalu jeblok :D

tapi waktu kuliah, ajaib, nilai kalkulus saya selalu paling tinggi, padahal saya paling gak ngerti pelajaran itu. tapi dosennya bilang, "saya menghargai usaha kerasnya untk belajar". aduh, saya jadi kasihan ama diri sendiri. dikasih nilai A, bukan karena memang nilainya A, tapi dosennya kasihan, saya sampe ngejar-ngejar dosen ke rumahnya, minta di private kalkulus tiap hari, bayar 30 rb rupiah perjam, masih masih gak ngerti juga tuh pelajaran yang satu. moga-moga aja di forum ini, saya bisa tercerahkan soal ilmu-ilmu matematika sama kang biru.

ada terpikir sekarang, sesudah bangkotan gini, pengen menggali lagi pelajaran-pelajaran matematika di masa sekolah dulu.

tapi, saya tidak cukup mengerti, kalau ilmu kalkulus, memang apa gunanya dalam kehidupan sehari-hari?

pertanyaan itu sering saya tanyakan kepada guru kalkulus saya yang cantik itu. tapi saya belum bisa mengerti sampe sekarang. saya bergaul, saya berumah tangga, saya bekerja, saya berdoa, rasanya tidak ada satupun yang menggunakan kalkulus.

cukup sering pertanyan2 seperti itu muncul terhadap konsep2 matematika. itu merupakan pertanyaan yang sulit, karena umumnya para matematikawan tidak peduli apakah konsep2 matematika yang disajikan ada terapannya di dunia nyata atau tidak.

yang saya alami, semakin dalam kita mempelajari matematika, semakin asik kita mengutak-atik rumus2 matematika, akan terasa matematika semakin terlepas dari dunia nyata dan sulit dicari terapannya. saya katakan sulit bukan berarti tidak ada terapannya dalam dunia nyata, teori katagory yang teramat abstrak sekalipun ternyata mempunyai terapan pada bahasa pemerogaman. bisa jadi suatu konsep matematika saat ini tidak ada terapannya tetapi terapannya baru ada berabad2 kemudian. contohnya teori bilangan yang telah ada sejak jaman yunani kuno baru terasa manfaatnya di jaman sekarang ini. teori bilangan digunakan pada kriptografi, image processing dlsb.

matematika adalah jalan yang dilalui, yang digunakan ilmu2 lain. jika suatu jalan tsb telah dilalui ilmu lain itu berarti jalan tersebut telah ada terapannya. jika belum maka jalan tersebut akan menunngu hingga suatu ilmu melawatinya. para matematikawan bertugas membangun, mengembangkan jalan2 tersebut, kita tidak tahu ilmu apa yang akan melalui jalan yang mereka bangun, tapi para matematikawan ada satu keyakinan: semua konsep2 matematika yang dibangun mempunyai satu tujuan, yaitu untuk kemajuan umat manusia.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #7 pada: Juli 06, 2013, 10:38:44 PM »
ilmu matematika yang kita pelajari itu ada yang bisa langsung diterapkan dalam kehipupan sehari-hari ada yang tidak atau belum. pandangan saya ini tampaknya sesuai dengan pandangan kang sandy.

sekarang, dengan munculnya bahasan-bahasan matematika dari kang Sandy, saya mempunyai suatu motivasi baru untuk belajar matematika. yaitu, matematika bisa saya gunakan sebagai "cara lain melatih logika filsafat". latar belakang masalahnya adalah ketika saya mencoba mendiskusikan persoalan-persoalan agama dan filsafat dengan metodologi logika, orang-orang tetap menyangkal kebenarannya, padahal secara logika, teori-teori yang saya sampaikan benar. hal ini tidak lain karena mereka tidak memahami teori logika itu sendiri. bila saya bisa menilai sesuatu sebagai benar dengan tolak ukur logika, itu wajar. karena saya sudah mempelajari dan memahami logika itu sendiri. demikian pula orang lain, bila tidak bisa menimbang kebenaran sesuatu dengan logika, itu juga wajar. karena mereka tidak memahami tolak ukurnya, yaitu logika itu sendiri. ini menjadi problem tersen diri. sehingga untuk membuat orang mengerti sebagaimana kebenaran yang saya fahami adalah dengan mendorong orang lain mempelajari logika itu sendiri. problem yang muncul kemudian adalah munculnya kelompok orang-orang yang menyangkal teori logika itu atau bahkan mengharamkannya.

problem tersebut bisa terpecahkan dengan membawa orang yang anti logika aristoteles itu ke ranah pengetahuan matematika. karena sepanjang sejarah, tidak saya temukan sseorang atau sekelompok orang yang mengharamkan ilmu  matematika. biar saja mereka saya bawa ke diskusi-diskusi tentang matematika, sampai pikirannya terlatih berpikir logis. tidak mudah bagi saya menjelaskan ide ini. tapi yang jelas, sekarang saya punya ide, bahwa otak seseorang bisa dipersiapkan untuk lebih mudah memahami logika Aristoteles dengan cara mendorong dia memikirkan problem-problem matematika.

sebagai contoh, kasus "Subkontrari Disjuncitv" yang diberikan kang sandy itu, tidak hanya memuat teori logika, tapi juga matematika. secara teori logika, kasus itu menjelaskan pertentangan kalimat IO. untuk memahaminya diperlukan pengetahuan tentang sifat-sifat pertentangan. tapi terhadap teori logika ini bisa jadi orang menyangkal, sebagaimana telah disangkalnya Logika dari bab ke bab, mulai dari bab definisi hingga syllogisme oleh Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya. sehingga bila saya katakan "Jika Sebagian A adalah B merupakan hal yang benar, maka sudah pasti sebagian A bukan B adalah benar pula. apabila keduanya tidak sama-sama benar, maka pastilah kalimat pertama itu tidak bersifat partial, melainkan universal, sehingga haikatnya bukanlah pertentangan IO." maka orang masih memungkinkan menyangkal teori ini. terutama apabila contoh kasus yang dihadapi adalah persoalan agama, filsafat atau mistik. tapi ketika contoh kasus yang dihadapinya adalah matematika, maka cara pembuktian kebenarannya melalui angka-angka yang tidak bisa disangkal lagi, kecuali oleh orang yang tak bisa berhitung. apabila memang tidak bisa berhitung, dan menyadari ketidak mampuannya, di sini orang akan menyadari akan kebodohan dirinya, sehingga hal ini akan bisa menahannya dari sikap so tau.

saya jadi teringat kepada kawan saya dulu semasa saya jadi guru di SD. ada dua orang kawan. yang satu W, ia wali kelas kelas 5. dan yang kedua adalah P, wali kelas-kelas 6. semua guru mengetahui bahwa murid kelas 5 ini adalah murid yang paling bandel, nakal-nakal, tidak suka mengerjakan PR, dan melawan ke guru. W memberi tahu pada saya, "Hati-hati si D (seorang murid), dia itu kalau dinasihati dikit suka melawan, bahkan suka meludahi segala!"

saya tidak percaya, mana ada di sekolah murid SD sampe segitunya. saya pikir W terlalau mengada-ada. tapi benar saja, suatu hari si D saya tegur, karena selalu mengganggu siswa yang lain yang sedang tekun belajar. eh ternyata si D malah meludahi saya. walaupun ludahnya tidak kena berhubung jarak yang jauh, tapi jelas dia mengarahkan ludah itu ke saya. heran sekali, bagaimana bisa ada anak sebengal itu di SD. si D adalah anak yang paling nakal. sebenarnya rata-rata murid kelas 5 memang nakal dan terkenal malas belajar.

ajaibnya, saat naik ke kelas 6, semuanya berubah. bahkan si D, anak yang paling nakal itu menjadi pendiam. bahkan esktrem, sekarang kalau bertemu dengan saya dia sangat sopan, bertegur sapa, pokoknya sikapnya sangat berubah. saya bertanya kepada P, wali kelas-kelas 6 itu. Bagaimana cara Anda membuat anak-anak ini berubah? kawan saya itu menjawab, "saya cekoki mereka dengan pelajaran matematika!" dia menjelaskan bahwa dia mempunyai metoda sendiri dalam mengendalikan anak-anak nakal, yaitu dengan mendorong mereka memikirkan problem-problem matematika. Bagi anak yang pandai, hal itu sangat menyenangkan. tapi bagi anak yang malas dan bandel, itu membuat mereka down dan hilang percaya diri. efeknya, energi untuk berbuat kenakalan pun lenyap. dia terlalu malu dengan kelemahannya di bidang matematika. lalu P menawarkan "obat" bagi murid yang tengah down ini. Obat penawar itu adalah pengajaran yang lebih mudah dan bertahap, shingga anak-anak menjadi gembira karena mendapat pencerahan-pencerahan matematis. kegembiraan ini mengubah anak-anak menjadi bersikap baik.

dari tahun ke tahun, saya perhatikan. anak-anak yang masuk kelas 5 perangainya berubah. merka menjadi nakal dan kehilangan konsentrasi belajar. naik ke kelas 6, berubah menjadi baik lagi. berdasarkan pengamatan saya sendiri, ternyata wali kelas 5 ini dalam cara mengajarkan seringkali bersifat emosional. sering marah-marah. kadang saya temui dua atau tiga orang siswa perempuan keluar dari WC dalam keadaan bercucuran air mata. saya tanya "kenapa?" si anak tidak  menjawab, malah air matanya lebih banyak lagi bercucuran sambil terisak-isak. saya tanya sama W, kenapa anak-anak menangis. W menjelaskan, "saya hukum suruh membersihkan WC! biar tau rasa! tiap kali disuruh mengerjakan PR, gak perrnah ngerjain!" Ohw.. pantes saja murid-murid yang diasuhnya berperilaku buruk kalau cara mendidiknya selalu emosional begitu. lalu saya menghadap kepala sekolah, melaporkan serta menyampaikan analisa dan pendapat saya tentang mengapa anak-anak kelas 5 perilakunya buruk dan prestasinya menurun, dan agar kepala sekolah memberikan pembinaan kepada guru yang bersangkutan.

korelasi kisah itu dengan tradisi diskusi di forum-forum online adalah banyak pendiskusi yang maksud hati ingin berdakwah, mengajari atau menasihati orang lain, tapi akibatnya malah buruk. itu mirip dengan apa yang dilakukan oleh  Nyonya W, cara diskusi mengedepankan sifat emosional. tetapi sebagian pendiskusi lebih mengedepankan logika dan fakta-fakta ilmiah seperti Tuan P. dengan cara itu, tanpa disuruh berbuah baik pun orang akan terdorong sendirinya berbuat baik.

di myquran.org, saya menemukan orang-orang yang serupa dengan Nyonya P itu seperti mr. k3nj1 alias Andirja yang mengaku dari ahlu sunnah. mr. Mushab bin Umair yang dianggap mengusung faham wahabi. dan Mr. Muhammad Abdullah yang dianggap syiah. mungkin saya, kang sandy, dan siapa saja yang sepakat dengan saya harus menjadi pelopor diskusi yang menggunakan metoda ala Tuan P. yaitu dengan cara mendorong orang memikirkan problem-problem ilmiah.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #8 pada: Juli 07, 2013, 07:07:07 AM »
terkait dengan persoalan logika dan matematika, ada problem lain yang saya pikirkan, bahwa saat ini saya seperti dalam kondisi orang yang sangat terdesak kebutuhannya.

dulu, sebelum saya mengalami sakit keras, saya bisa berdiskusi tentang apa saja di berbagai forum online. berdiskusi dengan cara yang kotor dan kasar menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyangkal faham anti islam di faithfreedom. setelah saya jatuh sakit, saya tersadar bahwa hidup ini terlalu singkat. karena itu sangatlah disayangkan bila saya menghabiskan waktu dengan diskusi-diskusi yang sebenarnya tidak begitu berarti. tapi mengapa, dulu saya tidak merasa bahwa saya telah menyia-nyiakan waktu dengan cara diskusi seperti itu?

tidak ada pengetahuan yang sangat penting bagi orang sakit, yang benar-benar dia butuhkan, yang mendesak untuk dipelajari adalah pengetahuan yang bisa mengantarkan dia pada kesembuhan. bagaimana kita datang kepada orang yang sedang sakit keras, lalu kita menawarkan diri untuk mengajarkan kepada si sakit tentang teknik looping dalam pemrograman? sangat tidak relevan, malah semakin memberatkan bebannya.

setelah saya sembuh dari sakit, saya melihat bahwa sesungguhnya umat manusia itu sakit. mereka sangat membutuhkan pertolongan. terdesak untuk mencari kesembuhan. teringatlah saya kepada firman Tuhan, "Telah datang Rasul dari bangsamu sendiri, berat benar penderitaanmu dia rasakan, sangat berharap kebahagiaan bagimu. terhadap orang mukmin, dia berbelas kasihan dan lemah lembut."  dan firman Tuhan yang lain, "Kitab inilah yang diturunkan kepada mu untuk mengeluarkan manusia dari gelap menuju terang."

umat manusia dalam kegelapan. mereka butuh cahaya yang menerangi. tapi kita slama ini seakan tidak tahu bahwa manusia dalam kondisi kegelapan dan sangat berharap pertolongan. untuk menumbuhkan kesadaran ini, kita bisa mulai memperbanyak pergaulan dengan orang-orang sakit. kunjungilah orng-orang yang sedang sakit, untuk mendengarkan keluh kesah mereka, dengarkan ratapan penderitaan mereka. dan perbanyak pula bergaul dengan orang-orang miskin, untuk mendengarkan keluh kesah mereka, belajar merasakan beban yang mereka rasakan, menjadi lapar sebagaimana mereka lapar, menjadi susah sebagaimana mereka susah, menjadi bingung sabagai mana mereka bingung. setelah menyelami semua keadaan ini, bagaimana mungkin kita memiliki waktu bersantai ria sambil membolak-balik papan catur?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #9 pada: Juli 07, 2013, 07:37:06 AM »
terkait dengan persoalan logika dan matematika, ada problem lain yang saya pikirkan, bahwa saat ini saya seperti dalam kondisi orang yang sangat terdesak kebutuhannya.

...

umat manusia dalam kegelapan. mereka butuh cahaya yang menerangi. tapi kita slama ini seakan tidak tahu bahwa manusia dalam kondisi kegelapan dan sangat berharap pertolongan. untuk menumbuhkan kesadaran ini, kita bisa mulai memperbanyak pergaulan dengan orang-orang sakit. kunjungilah orng-orang yang sedang sakit, untuk mendengarkan keluh kesah mereka, dengarkan ratapan penderitaan mereka. dan perbanyak pula bergaul dengan orang-orang miskin, untuk mendengarkan keluh kesah mereka, belajar merasakan beban yang mereka rasakan, menjadi lapar sebagaimana mereka lapar, menjadi susah sebagaimana mereka susah, menjadi bingung sabagai mana mereka bingung. setelah menyelami semua keadaan ini, bagaimana mungkin kita memiliki waktu bersantai ria sambil membolak-balik papan catur?

terkait dengan persoalan logika dan matematika, maka, bagaimana kiranya agar matematika dapat menjadi jalan pertolongan bagi umat manusia? agar ketika saat membahas tentang matematika, kita bisa terlepas dari kesan membolak-balik papan catur saat tetangga sedang sekarat?

terus terang, bermain dengan angka kadang bisa membuai seseorang sehingga sejenak bisa terlupa dengan keadaan sekeliling yang butuh segera mendapatkan perhatian. bagaimana kiranya agar buaian ini bisa teratasi?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #10 pada: Juli 07, 2013, 07:56:15 AM »
pertanyaan yang bagus kang sandy. nanti akan saya jelaskan. saat ini saya terburu-buru hendak berangkat kerja. sampai ketemu nanti!
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9274
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Manfaat Keterampilan Analisa Cepat Matematika
« Jawab #11 pada: Juli 07, 2013, 06:17:30 PM »
pengetahuan dan kekeyaan bukanlah sumber masalah. kekayaan atau kemiskinan, kepintaran atau kebodohan, semua bisa menjadi jalan kebahagiaan bila kita mempergunakannya dengan benar. bisa juga menjadi jalan timbulnya bencana, bila kita mempergunakannya dengan cara tidak benar.  sedangkan manfaatnya bagi dunia, setiap ilmu dan harta itu bersifat relatif. bila saya hendak membangun rumah, tentu saya membutuhkan arsitektur, yang bisa mengukur secara matematis untuk membantu saya mewujudkan rumah yang saya inginkan. berarti di sini, disiplin ilmu matematika, ilmu bangunan, dan lain sebagainya merupakan bantuan yang penting dan bermanfaat bagi saya, bergantung waktu, situasi dan kondisi yang sedang saya jalani. oleh karena itu, ilmu apapun dan harta adalah penting, tapi lebih penting lagi pengetahuan tentang bagaimana cara menggunakan ilmu dan harta itu secara benar.

selama kita selalu dapat berpikir benar, berbuat benar, dan bekerja dengan benar, berarti kita telah memberikan bantuan yang besar bagi dunia ini. dan kita bisa hidup dengan bahagia di dunia karenanya. tetapi, kita melihat banyak orang menderita, karena mereka tidak bisa berpikir benar, tidak berbuat dengan benar, dan tidak bekerja dengan benar. apabila kita bisa menuntun orang agar berpikir benar, berbuat benar dan bekerja dengan benar, berita kita telah menambahkan bantuan kita kepada dunia ini.

apakah kita dapat dikatakan berpikir dengan benar dan berbuat, apabila kita mengetahui ada orang yang membutuhkan pertolongan, dan Allah menganugrahi kita suatu kemampuan untuk bisa menolongnya, tapi kita enggan menolongnya? dan lalu, kalau kita tidak berpikir benar dan tidak berbuat benar, maka bagaimana cara kita bisa hidup dengan bahagia?

Imam Ali bin Abi Thalib berkata, "Dua kelompok orang yang tidak akan pernah merasa puas, yaitu para pencari harta dan para pencari ilmu." orang yang terbuai dengan ilmu, tak ubahnya juga orang yang terbuai harta. mari kita amati kehidupan umumnya orang-orang kaya, mereka tampak hidup senang dan bahagia.

intinya, orang-orang yang membutuhkan pertolongan bukan saja mereka yang merasa sakit dan menderita, tapi juga mereka yang merasa hidupnya tenang, damai dan bahagia, bila semua itu hanya semu belaka.

jika kita ingin berbagi kebahagiaan pada sesama, apakah mungkin bisa dilakukan sementar hidup kita sendiri tidak bahagia? bagaimana kita bisa merawat orang sakit, sedangkan kita sendiri dalam kondisi sakit dan butuh perawatan orang lain? oleh karena itu, niat hendak menolong harus dimulai dari menolong diri sendiri dulu, yaitu dengan mengeluarkan diri ini dari kegelapan menuju gelap. dengan apa? dengan ilmu. tapi ilmu yang dimaksud di sini kata imam jakfar Ash Shadiq, "Bukan ilmu yang diperoleh dengan cara belajar, tapi cahaya yang hadir di dalam hati orang yang sangat menghendaki Allah tabaraka Wa taala memberi petunjuk padanya." itulah ilmu, yang setiap kali kemunculannya bersama dengan kebahagiaan. oleh karena itu, setiap ilmu yang dipelajari atau yang diajarkan tentulah bermanfaat bila kita menjadikan ilmu tersebut sebagai jalan kebahagiaan bagi diri kita sendiri dan orang lain. kapan dan bagaimana ilmu bermanfaat tentu kondisional.

saya tidak menyukai catur. tapi adik saya menyukai catur. kalau saya meluangkan waktu untuk bermain catur dengan adik saya, tentu ini menjadi perbuatan bermanfaat, mengingat yang saya butuhkan bukan soal bagaimana belajar atau mengajarkan teknik catur, tapi bagaimana saya bisa menjalin keakraban dengan adikku, menjalin dialog, lalu memahami perasaannya, mengerti kesusahannya, dengan cara itu saya lalu mengerti bantuan apa yang paling berguna yang bisa saya berikan kepad adik saya. memahami jalan mana yang bisa menjadi jalan kebahagiaan seseorang, adalah dengan mengamatinya secara seksama. lalu kita mengerti kebutuhannya. lalu kita memberikannya. jadilan orang ini bahagia melalui perantaraan kita.

sekarang saya terinspirasi dengan pelajaran-pelajaran matematika, menemukan cara bagaimana agar ilmu ini menjadi jalan kebahagiaan bagi orang-orang. berhubung saya bukan arsitektur yang selau mengukur dan menghitung luas, panjang lebar bangunan yang akan dibangung, sehingga kalau tidak menemukan cara lain menerapkan ilmu matematika, tentu akan sia-sialah ilmu yang saya pelajari. yaitu, saya bisa menjadkan matematika untuk melatih orang berpikir benar. kebiasaan berpikir matematis membantu orang dari menghentikan pikiran-pikiran liar yang tidak bermanfaat, pikiran yang dipenuhi dengan tkhayul dan khurafat. dengan berhenti pikiran-pikiran yang liar seperti itu, bisa menjadi awal bagi kebahagiaan hidupnya.

apa yang saya hendak kemukakan selanjutnya mungkin akan menyentuh persoalan mistik. terlepas apakah itu terjangkau oleh akal atau tidak, tetapi saya menjelaskan suatu alasan, "mengapa saya selalu merasa dalam posisi yang terdesak untuk menolong orang."

ketika saya bertekun diri dalam meditasi, saya melihat orang-orang secara lebih mendalam jauh ke dalam hakikatnya. suatu hari, lewatlah di depan saya dan ibu saya seorang pemuda yang kaya raya. lalu ibuku memuji-muji pemuda itu. masih muda, tapi suskes sebagai pengusaha. kekayaannya melimpah, dan sebagainya. tampaknya ibuku membayangkan betapa menyenangkannya bila menjalani hidup seperti itu atau ada salah seorang anaknya yang seperti itu. tetapi saya berkata, "mengerikan sekali! Mama mengira kehidupannya indah bahagia? kalau Mama melihat apa yang saya lihat, niscaya Mama lari ketakutan." demikian kata saya.

"memangnya kenapa?"

"Bagaimana kalau Mama melihat seorang pemuda lewat di depan sini, tubuhnya penuh dengan bisul bernanah, apakah Mamah merasa ngeri?"

"Tentu saja!" jawab ibuku.

"saya melihat pemuda yang Mama puji-puji tadi mengerikan seperti Mama melihat pemuda yang dipenuhi dengan bisul bernanah. tapi dia tidak menyadarinya. dia merasa hidupnya menyenangkan. dia membuai diri dengan kesenangan duniawi."

"Mama tak mengerti."

"Seandainya Mama melihat apa yang kulihat, maka Mama akan mengerti! lihat tuh para koruptor, yang mencuri uang rakyat milyaran bahkan triliunan rupiah, bukankah mereka dapat hidup senang dan gembira. dengan uang hasil kejahatannya mereka bisa membeli kesenangan duniawi, sehingga orang-orang berharap menjalani kehidupan mewah seperti dia. tapi dia tidak merasa sama sekali, neraka jahanam sedang menjilat-jilat jiwanya. sakit dan penyakitnya tersembunyi di dalam. sedangkan si miskin yang sakit-sakitan, penderitaannya ditampilkan keluar. lalu karenanya dosa-dosa dihapuskan. bukan saja uang hasil kejahatan yang berbahaya, mencintai uang halal juga tidak kalah bahayanya menurut para ahli batin." demikian saya menjelaskan.

demikian pula diriwayatkan ketika imam Jakfar Shadiq berhaji, sahabat belaiu yang mengikutinya sangat terkagum-kagum dngan banyaknya manusia yang bertawaf mengelilingi ka`bah. Imam Jakfar lalu berkata, "Banyak yang berthawaf, tapi sedikit yang berhaji." sahabat imam tidak mengerti maksudnya, lalu ia menanyakannya. maka Imam Jakfar Ash shadiq mengusap wajah sahabat itu, seketika sahabatnya itu melihat bahwa orang-orang yang sedang berthawaf itu kebanyakan berkepala binatang, ada yang berkepala kera, anjing, ular, dan lain sebagainya. sebagai praktisi mistik, saya menyatakan bahwa hal seperti itu benar.

hal serupa pernah dilakukan oleh sang Guru kepada saya. waktu itu saya dihadapkan kepada orang hartawan, seorang pengusaha sukses, tapi juga seorang wanita yang mempunyai kesaktian. kalau dia marah pada seseorang, mulutnya komat-kamit, lalu tak lama kemudian orng yang membuat dia marah itu kejang-kejang, menyemburkan darah segar dan mati di tempat itu juga. lalu sang Guru berkata, "kamu mau tahu, siapa dia?" lalu beliau mengusap wajah saya, dan saya menutup mata "ketika saya membuka mata, saya melihat wanita pengusaha itu dengan bentuk yang sangat mengerikan, wajah lebih buruk dari kera, tubuh berbulu dan berekor."
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
6119 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2012, 08:38:32 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
3363 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 07, 2012, 06:01:41 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
649 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 01:24:05 PM
oleh xhann
2 Jawaban
937 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 28, 2015, 12:10:04 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1032 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 06:03:29 PM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
650 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 23, 2015, 10:56:10 AM
oleh cikande
1 Jawaban
496 Dilihat
Tulisan terakhir April 29, 2015, 11:14:00 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
333 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 03, 2015, 10:04:10 AM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
305 Dilihat
Tulisan terakhir September 28, 2015, 03:32:56 PM
oleh joharkantor05
0 Jawaban
90 Dilihat
Tulisan terakhir September 19, 2017, 05:43:39 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan