Penulis Topik: Klasifikasi Eksistensi  (Dibaca 1934 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Klasifikasi Eksistensi
« pada: September 22, 2013, 01:27:10 PM »
saya, kang Asep, kang Ratna, ustadz Abu, kang Ade, kang Radi, kang Badra, adalah individu2 yang dalam ilmu biologi termasuk dalam subspesies manusia. sebenarnya, sebelum digolongkan ke dalam suatu subspesies, individu2 tsb digolongkan ke dalam golongan2 yang lebih spesifik dari subspesies, yaitu varietas lalu galur. beberapa individu tergabung dalam suatu galur, beberapa galur tergabung dalam suatu varietas, dan beberapa varietas tergabung dalam suatu subspesies . dalam istilah yang lebih umum pada subspesies manusia, varietas dan galur sering disebut dengan istilah ras dan etnis. ada lagi penggolongan individu2 yang lebih spesifik dari etnis, yaitu subetnis (suku) lalu marga. namun subetnis dan marga tidak termasuk pada pembahasan biologi, karena tidak ditemukannya ciri biologis khusus yang membedakan antara satu subetnis dengan subetnis lainnya, apa lagi satu marga dengan marga lainnya.

saya adalah individu, yang termasuk dalam etnis melayu, ras asiatik, dan subspesies manusia. jika terus digolongkan ke dalam golongan2 yang lebih besar, maka subspesies manusia termasuk spesies homo sapiens, genus homo, subsuku hominina, suku hominini, subfamili homininae, famili hominidae, superfamili hominoidea, parvordo catarhini, infraordo simiformes, upaordo haplorhini, ordo primata, superordo euarchonta, infrakelas eutheria, upakelas theria, kelas mamalia, superkelas tetraphoda, infrafilum gnathostomata, upafilum vertebrata, filum chordata, superfilum deuterostomia, subkerajaan eumetazoa, kerajaan animalia/hewan, domain eukariota, dan benda hidup.

sampai disini biologi menghentikan pembahasannya, namun kita masih bisa menggolongkan lagi benda hidup ke dalam golongan2 yang lebih besar, yaitu golongan benda, golongan makhluk, lalu golongan "yang ada (eksis)". apakah "yang ada" masih bisa digolongkan ke dalam golongan yang lebih besar lagi? bisa saja, dengan menggabungkan "yang ada" dan "yang tidak ada" ke dalam suatu golongan, entah golongan apa lagi namanya...
namun disini, kita anggap golongan "yang ada" sebagai golongan terbesar, sehingga tidak perlu membicarakan golongan "yang tidak ada" dan golongan yang lebih besar dari itu.

« Edit Terakhir: September 22, 2013, 02:06:11 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re: Klasifikasi Eksistensi
« Jawab #1 pada: September 22, 2013, 01:29:03 PM »
begitu spesifiknya klasifikasi (penggolongan) atas segala eksistensi (yang ada) seperti yang diungkap di atas, namun rupanya diferentia atau sifat pembeda antara satu golongan dengan golongan lain masih agak kabur bagi sebagian kita, terbukti dengan adanya beberapa eksistensi yang masih diragukan penggolongannya, berikut beberapa diantaranya:


1. Cambodia Jungle Girl, manusia atau bukan?

pada waktu menggembalakan kerbau di sepanjang tepi hutan di Kamboja pada usia 8, Rochom P'ngieng menghilang secara misterius. 18 tahun kemudian, pada tahun 2007, seorang warga melihat wanita telanjang menyelinap di sekitar halamannya mencoba untuk mencuri beras. wanita itu teridentifikasi sebagai Rochom P'ngieng yang telah lama hilang. dia dikenali karena bekas luka di punggungnya.
gadis itu telah tumbuh menjadi seorang wanita 30 tahun yang entah bagaimana bertahan hidup sendiri di hutan lebat. gadis itu tidak dapat mempelajari bahasa lokal atau untuk beradaptasi dengan budaya lokal, pada akhirnya ia melarikan diri dan belum ditemukan.

berkomunikasi dengan bahasa adalah sifat pembeda antara subspesies manusia dan subspesies lainnya dalam spesies homo sapiens, namun ciri ini ternyata tidak terdapat pada Rochom P'ngieng. jadi, Rochom P'ngieng ini manusia atau bukan?

2. Mesodinium Chamaeleon, hewan atau tumbuhan?

penemuan spesies Mesodinium Chamaeleon mengagetkan para ilmuwan. spesies ini menarik perhatian karena karakteristiknya setengah hewan setengah tumbuhan.
karakteristik yang membuatnya bisa dikatakan hewan adalah adanya cilia, organ sel yang digunakan untuk bergerak secara aktif. dan karakteristik yang membuatnya dikatakan tumbuhan ialah adanya simbiosis dengan alga. Mesodinium Chamaeleon bersimbiosis dengan alga, membiarkannya tetap utuh dan berfotosintesis. jadi, Mesodinium Chamaeleon termasuk hewan atau tumbuhan?

3. Virus, benda hidup atau benda mati?

virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. jadi, virus termasuk benda hidup atau benda mati?

4. Yesus, makluk atau Yang Menciptakan makhluk (Tuhan)?

sebagian orang dengan tegas meyakini bahwa Yesus adalah makhluk, namun tidak sedikit yang meyakini bahwa dia adalah Tuhan yang berwujud makhluk (???). tapi nampaknya tidak ada manusia yang benar2 menganggapnya murni sebagai Tuhan dan melepaskannya dari segala sifat kemakhlukkan. jadi, Yesus itu makhluk atau Tuhan?

5. Tuhan, "yang ada" atau "yang tidak ada"?

kembali pada pembahasan "yang ada" dan "yang tidak ada",
sebagian besar manusia menganggap Tuhan itu termasuk "yang ada", namun tidak demikian dengan atheis, begitu banyak atheis yang dengan lantang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. jadi, Tuhan "yang ada" atau "yang tidak ada"?

« Edit Terakhir: September 22, 2013, 02:11:29 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Klasifikasi Eksistensi
« Jawab #2 pada: September 22, 2013, 03:22:05 PM »
begitu spesifiknya klasifikasi (penggolongan) atas segala eksistensi (yang ada) seperti yang diungkap di atas, namun rupanya diferentia atau sifat pembeda antara satu golongan dengan golongan lain masih agak kabur bagi sebagian kita, terbukti dengan adanya beberapa eksistensi yang masih diragukan penggolongannya, berikut beberapa diantaranya:


1. Cambodia Jungle Girl, manusia atau bukan?

pada waktu menggembalakan kerbau di sepanjang tepi hutan di Kamboja pada usia 8, Rochom P'ngieng menghilang secara misterius. 18 tahun kemudian, pada tahun 2007, seorang warga melihat wanita telanjang menyelinap di sekitar halamannya mencoba untuk mencuri beras. wanita itu teridentifikasi sebagai Rochom P'ngieng yang telah lama hilang. dia dikenali karena bekas luka di punggungnya.
gadis itu telah tumbuh menjadi seorang wanita 30 tahun yang entah bagaimana bertahan hidup sendiri di hutan lebat. gadis itu tidak dapat mempelajari bahasa lokal atau untuk beradaptasi dengan budaya lokal, pada akhirnya ia melarikan diri dan belum ditemukan.

berkomunikasi dengan bahasa adalah sifat pembeda antara subspesies manusia dan subspesies lainnya dalam spesies homo sapiens, namun ciri ini ternyata tidak terdapat pada Rochom P'ngieng. jadi, Rochom P'ngieng ini manusia atau bukan?

saya mengkategorikannya kepada manusia. walaupun jungle girl tersebut tidak mampu berbahasa. tetapi potensi berbahasa itu dimiliki oleh dia. ketidak mampuan bicara pada gadis tersebut atau pada orang bisu, tidak lantas menggugurkan differentia. karena ketidak mampun berbicara tersebut merupakan kelainan.

Quote (selected)
2. Mesodinium Chamaeleon, hewan atau tumbuhan?

penemuan spesies Mesodinium Chamaeleon mengagetkan para ilmuwan. spesies ini menarik perhatian karena karakteristiknya setengah hewan setengah tumbuhan.
karakteristik yang membuatnya bisa dikatakan hewan adalah adanya cilia, organ sel yang digunakan untuk bergerak secara aktif. dan karakteristik yang membuatnya dikatakan tumbuhan ialah adanya simbiosis dengan alga. Mesodinium Chamaeleon bersimbiosis dengan alga, membiarkannya tetap utuh dan berfotosintesis. jadi, Mesodinium Chamaeleon termasuk hewan atau tumbuhan?

kalau begitu, ia termasuk kepada kategori hewan dan tumbuhan.

seperti apakah angka 3 itu termasuk kategori bilangan ganjil ataukah bilangan bulat?

Quote (selected)
3. Virus, benda hidup atau benda mati?

virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas jika tidak berada dalam sel inang. jadi, virus termasuk benda hidup atau benda mati?

jika makhluk hidup adalah makhluk yang dapat menjalankan fungsi biologisnya sendiri, berarti virus bukanlah makhluk hidup. tapi bila kita ingin mengkategorikan virus sebagai makhluk hidup, berarti kita harus merevisi definisi dari makhluk hidup.

Quote (selected)

4. Yesus, makluk atau Yang Menciptakan makhluk (Tuhan)?

sebagian orang dengan tegas meyakini bahwa Yesus adalah makhluk, namun tidak sedikit yang meyakini bahwa dia adalah Tuhan yang berwujud makhluk (???). tapi nampaknya tidak ada manusia yang benar2 menganggapnya murni sebagai Tuhan dan melepaskannya dari segala sifat kemakhlukkan. jadi, Yesus itu makhluk atau Tuhan?

ketika kita mengkategorikan A kepada B, tentu kita mempunyai alasan, mengapa A dikategorikan kepada B. Logika telah mengatur, bagaimana seharusnya sesuatu itu dikategorikan. berarti ini masuk ke pada wiilayah pengujian proposisi. sebagaimana ketika para pendeta Nasrani mengakategorikan Yesus sebagai anak Tuhan, Rasulullah bertanya, "apakah alasannya kalian menyebut Isa a.s sebagai anak Tuhan?" para pendeta itu menjawab, "karena Yesus tidak punya bapa, maka siapakah lagi  bapaknya selain Allah."

Rasulullah berkata, "Adam a.s juga tidak punya bapak, mengapa kalian tidak menyebutnya sebagai anak Allah pula?"

pada dasarnya, mengkategorikan A kepada B termasuk kepada "Wilayah kewenangan kategori", sifatnya bebas. tapi, apabila standar pengkategorianna tidak diterapkan kepada kasus lain yang serupa, berarti pengkategorian itu tidak dapat dipertanggung jawabkan, standar ganda dan menghancurkan akal sehat. terserah saja, term A mau dikategorikan kepada apa saja, yang penting bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan logis.

silahkan kategorikan "Yesus" kepada "Tuhan". kita hanya perlu bertanya, "Apa standarnya, apa kriterianya atau apa alasannya?" setelah jawaban diberikan, kita mengujinya dengan berbagai kasus lain yang serupa. misalnya, jika alasannya adalah "karena Yesus bisa menghidupkan yang mati", maka kita perlu bertanya, "Apakah Yesus menghidupkan yang mati atas kekuasaannya sendiri ataukah atas izin Allah?" begitulah seterusnya. ini bisa menjadi penyelidikan yang panjang. dan setelah melalui proses yang panjang itu, saya simpulkan Yesus adalah makhluk.


Quote (selected)

5. Tuhan, "yang ada" atau "yang tidak ada"?

kembali pada pembahasan "yang ada" dan "yang tidak ada",
sebagian besar manusia menganggap Tuhan itu termasuk "yang ada", namun tidak demikian dengan atheis, begitu banyak atheis yang dengan lantang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak ada. jadi, Tuhan "yang ada" atau "yang tidak ada"?

Tuhan adalah yang ada.

jika bagi atheis "Tuhan itu tidak ada", maka sebenarnya term "Tuhan" yang mereka pergunakan dengan term "Tuhan" yang saya pergunakan itu berbeda. atau bisa jadi, perbedaan itu terletak pada makna predikatnya, yaitu bahwa ada perbedaan dalam pengertian "ada". jika mereka memaknai bahwa "ada" berarti segala sesuatu yang mereka lihat dengan bola mata mereka, maka apa yang mereka lakukan dengan mengakategorikan Tuhan kepada "yang tidak ada" merupakan tindakan yang benar. tapi pertanyaan selanjutnya, bagaimana bisa "ada" hanya dimaknai dengan "segala sesuatu yang dilihat oleh bola mata" ?

bolehkah kita mengkategorikan "batu" kepada "hewan" ?

jawabannya : pada dasarnya boleh saja. tapi kalau standar atau alasan pengaktegorian itu adalah "setiap yang berdarah adalah hewan", sedangkan batu tidak berdarah, maka pengkategorian itu tidaklah sah.

ketika kita mengkategorikan A kepada B, secara alami pikiran kita mengidentifikasi A dan B, dan melihat alasan, mengapa A dikategorikan kepada B. ketika kita melihat becak dan perahu, kita punya alasan, mengapa kita menamai keduanya, dan yang semacamnya sebagai "alat transportasi". tidak ada yang melarang kita, bila kita ingin mengakategorikan becak sebagai alat tranportasi, sedangkan perahu bukan alat transportasi. ini berarti, kita harus mendefinisikan sendiri "alat transportasi" tersebut. dan ini menjadi sulit karena keluar dari "kesepakatan publik".


Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re: Klasifikasi Eksistensi
« Jawab #3 pada: September 23, 2013, 09:34:12 PM »
Kutip dari: Kang Asep
saya mengkategorikannya kepada manusia. walaupun jungle girl tersebut tidak mampu berbahasa. tetapi potensi berbahasa itu dimiliki oleh dia. ketidak mampuan bicara pada gadis tersebut atau pada orang bisu, tidak lantas menggugurkan differentia. karena ketidak mampun berbicara tersebut merupakan kelainan.

ya, kelainan yang tidak umum tidak menggugurkan diferentia. tidak perlu kita meneliti seseorang apakah dia mampu berbicara dengan bahasa atau tidak, kita sudah tahu bahwa dia adalah manusia. tidak perlu juga kita meneliti apakah dia mampu berpikir atau tidak, kita sudah tahu bahwa dia adalah manusia. dari mana kita tahu?


Kutip dari: Kang Asep
kalau begitu, ia termasuk kepada kategori hewan dan tumbuhan.

seperti apakah angka 3 itu termasuk kategori bilangan ganjil ataukah bilangan bulat?

tanggapan yang bagus!
namun jika contohnya adalah: 2 itu termasuk kategori bilangan genap ataukah bilangan prima?
saya rasa ini lebih mengena.


Kutip dari: Kang Asep
jika makhluk hidup adalah makhluk yang dapat menjalankan fungsi biologisnya sendiri, berarti virus bukanlah makhluk hidup. tapi bila kita ingin mengkategorikan virus sebagai makhluk hidup, berarti kita harus merevisi definisi dari makhluk hidup.

jika kita ingin tahu virus adalah makhluk hidup atau bukan, maka kita harus mengetahui dulu definisi makhluk hidup, lalu mencocokkannya dengan virus. ternyata salah satu "batasan" makhluk hidup adalah dapat berkembang biak maupun melakukan metabolisme secara independen, dan ini tidak dimiliki oleh virus. walaupun "batasan" hewan lainnya seperti memiliki enzim dan molekul dimiliki oleh virus, namun tetap saja virus tidak cukup syarat sebagai makhluk hidup. maka virus bukanlah makhluk hidup.
kang Asep benar! kita bisa saja mengkategorikan virus sebagai makhluk hidup, dengan merevisi definisi dari makhluk hidup.

mari kita bandingkan dengan kasus Cambodia Jungle Girl, disini tanpa kita memperhatikan definisi manusia, kita sudah bisa dan tanpa ragu2 lagi mengkategorikan Rochom P'ngieng sebagai manusia, dan tidak perlu juga repot2 merevisi definisi dari manusia.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Klasifikasi Eksistensi
« Jawab #4 pada: September 23, 2013, 09:53:47 PM »
rupanya kita perlu menegaskan dulu definisi lingkungan jenis dan lingkungan golongan.

Lingkungan Jenis adalah himpunan berbagi ragam bentuk, tetapi dipadu dalam  satu lingkungan karena disebabkan kesatuan sifat.

lingkungan golongan adalah himpunan diri yang sama bentuknya dan dipadu dalam satu lingkungan disebabkan kesatuan sifat yang membedaknnya dari lain-lain golongan.

jadi untuk menjawab pertanyaan kang sandy

Kutip dari: sandy
ya, kelainan yang tidak umum tidak menggugurkan diferentia. tidak perlu kita meneliti seseorang apakah dia mampu berbicara dengan bahasa atau tidak, kita sudah tahu bahwa dia adalah manusia. tidak perlu juga kita meneliti apakah dia mampu berpikir atau tidak, kita sudah tahu bahwa dia adalah manusia. dari mana kita tahu?

pertama, kita mengetahui seseorang itu manusia atau bukan dari "kesamaan bentuk". jadi, kesamaan bentuk ini merupakan pertanda atau ciri bahwa dia itu manusia. tetapi kita belum sampai pada hakikat. bisa dikatakan sebenarnya ini baru dugaan. dan dalam logika, dugaan yang sangat kuat termasuk kepada argumentasi ad verecundiam. sebagaimana kita boleh berpegang kepada pendapat para ahli. kita boleh percaya bahwa di dalam buah jeruk itu ada vitamin C, walaupun kita belum pernah menyelidikinya atau meliha sendiri wujud dari vitamin C itu, tapi perkataan para ahli boleh dijadikan pedoman. demikian pula, seseorang yang wujudnya serupa dengan manusia, kita boleh menyebutnya sebagai "manusia", walaupun kita belum menyelidiki apakah dia mempunyai kemampuan berpikir atau tidak. tetapi untuk sampai pada kebenaran yang pasti/hakikat/essensi, maka kita perlu menyelidiki apakah potensi kemampuan berpikir tersebut ada atau tidak.

Kutip dari: sandy
jika kita ingin tahu virus adalah makhluk hidup atau bukan, maka kita harus mengetahui dulu definisi makhluk hidup, lalu mencocokkannya dengan virus. ternyata salah satu "batasan" makhluk hidup adalah dapat berkembang biak maupun melakukan metabolisme secara independen, dan ini tidak dimiliki oleh virus. walaupun "batasan" hewan lainnya seperti memiliki enzim dan molekul dimiliki oleh virus, namun tetap saja virus tidak cukup syarat sebagai makhluk hidup. maka virus bukanlah makhluk hidup.
kang Asep benar! kita bisa saja mengkategorikan virus sebagai makhluk hidup, dengan merevisi definisi dari makhluk hidup.

mari kita bandingkan dengan kasus Cambodia Jungle Girl, disini tanpa kita memperhatikan definisi manusia, kita sudah bisa dan tanpa ragu2 lagi mengkategorikan Rochom P'ngieng sebagai manusia, dan tidak perlu juga repot2 merevisi definisi dari manusia.
Ubah pesan

dari bentuknya, apakah virus mempunyai kesamaan dengan bentuk hewan ? coba kita uraikan ciri-ciri bentuk hewan, dan bagaimana ciri-ciri bentuk virus. ketika melihat seseorang melihat ciri-ciri hewan pada bentuk virus, maka sebagaimana dikatakan di atas, orang itu boleh menggolongkannya kepada bentuk hewan. dan argumentasinya dianggap sebagai argumentum ad verecundiam. tetapi, penggolongan ini bisa batal karena terbentur oleh definisinya. kembali, apakah kita hendak  merevisi definisinya. terserah kepada pilihan kita.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2789 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 22, 2012, 07:38:23 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
3979 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2013, 05:54:47 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
668 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 24, 2014, 05:05:48 PM
oleh Kang Asep
88 Jawaban
5476 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 08, 2015, 10:33:14 AM
oleh Agate
0 Jawaban
744 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2015, 10:34:18 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
439 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2016, 04:21:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
281 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 21, 2016, 05:46:17 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
161 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 06, 2016, 10:51:12 AM
oleh Monox D. I-Fly
Klasifikasi

Dimulai oleh Kang Asep Term

1 Jawaban
354 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 04, 2016, 08:14:00 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
13 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2017, 03:52:46 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan