Penulis Topik: Kiamat Lokal dan Kiamat Universal  (Dibaca 4596 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 82
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« pada: Desember 13, 2012, 03:23:38 AM »
ketika saya bertanya kepada orang2: "kiamat itu seperti apa?"
orang2 tersebut menjawab: "kiamat tu kehancuran seluruh alam semesta beserta isinya, termasuk manusia dan segala makhluk hidup yang ada di langit dan di bumi."

apakah anda juga termasuk yang akan menjawab demikian bila ada pertanyaan yang sama?

hmm....

bumi, tempat tinggal kita seluruh umat manusia, adalah sebuah planet dari beberapa planet dalam sistem tata surya. planet2 dalam tata surya kita mengorbit sebuah bintang yang bernama matahari. bisa dibilang, bumi kita ini tergantung pada matahari. tanpa adanya matahari, entah apa nasib bumi kita ini, apalagi nasib makhluk hidup yang ada di dalamnya termasuk kita manusia. dapat dipastikan, berdasarkan hukum2 alam yang ditetapkan oleh Allah, kita semua akan musnah tanpa adanya matahari.

matahari, merupakan salah satu dari 'trilyunan' bintang yang ada di alam semesta ini. 'trilyunan' bukan berarti dapat dipastikan bahwa jumlah bintang tersebut berkisar antara 1-10 trilyun, akan tetapi 'trilyunan' hanyalah kata ganti untuk menggambarkan bahwa sebenarnya jumlah bintang di alam semesta ini tak terjangkau oleh perhitungan manusia, entah berapa jumlahnya.

perlu diketahui, bahwa bintang merupakan makhluk yang memiliki fase2 kehidupan, dari kelahiran sampai kematiannya.
kelahiran dan kematian sebuah bintang merupakan hal yang biasa di alam semesta. seperti halnya manusia, kelahiran dan kematian seorang manusia di muka bumi ini merupakan hal yang biasa bukan?

begitu juga dengan matahari,,,
mari kita simak ringkasan evolusi matahari dalam ilmu kosmologi sebagai berikut:
Quote (selected)
Berdasarkan penghitungan dengan metode analisis radioaktif, diketahui bahwa batuan di Bulan, meteorit, dan batuan Bumi tertua yang pernah ditemukan berusia sekitar 4,6 miliar tahun. Namun, sampel batuan Matahari belum pernah didapatkan, sehingga penghitungan dilakukan secara matematika menggunakan model interior Matahari.

Berdasarkan hasil penghitungan matematika, umur atau usia Matahari diperkirakan 1,5 miliar tahun. Namun, karena tata surya diketahui terbentuk sebagai satu kesatuan dalam waktu yang berdekatan, maka sekarang secara umum Matahari dianggap berusia 4,6 miliar tahun.

Matahari termasuk bintang tipe GV, dengan ciri memiliki suhu permukaan sekitar 6.000 K, dan umumnya bertahan selama 10 miliar tahun. Usia Matahari diperkirakan sekitar 7 miliar tahun lagi, sebelum hidrogen yang terdapat di bagian intinya habis. Jika hal itu terjadi, Matahari akan berekspansi menjadi bintang raksasa berwarna merah yang dingin, dan “menelan” planet-planet kecil di sekitarnya (mungkin termasuk Bumi) sebelum akhirnya kembali menjadi bintang kerdil berwarna putih kembali.

ya,, matahari adalah salah satu dari sekian banyak bintang yang telah lahir dan akan mati dikemudian hari. dimana telah berlalu sekian banyak bintang2 lain yang telah mati sebelumnya.
"apakah kematian matahari akan memusnahkan seluruh alam semesta beserta segala isinya?"
pertanyaan ini sama konyolnya dengan "apakah kematian kang Biru Biru akan memusnahkan bumi dan seluruh kehidupannya?"

tentu tidak, telah banyak bintang2 sebelumnya yang mati, dan ini tidak membawa dampak berarti bagi keseluruhan alam semesta.

tentang kemusnahan seluruh alam semesta sendiri,, mempunyai teori sendiri yang tak dipengaruhi oleh kehidupan dan kematian bintang2 di dalamnya... http://en.wikipedia.org/wiki/Big_Crunch.

jadi,ketika ada yang menjawab: "kiamat tu kehancuran seluruh alam semesta beserta isinya, termasuk manusia dan segala makhluk hidup yang ada di langit dan di bumi."
akan muncul pertanyaan berikutnya:

apakah benar masih ada umat manusia yang masih bertahan sampai saat2 menjelang kehancuran alam semesta ini terjadi?? padahal matahari telah lama mati sebelumnya?!?
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #1 pada: Desember 13, 2012, 07:46:06 AM »
kalau si A yang berada di kampun S mati, tidak berarti semua makhluk hidup di kampung tersebut mati.

tapi kalau gunung meletus dikampung tersebut menimpa seluruh warga, berarti si A mati bersamaan dengan seluruh warga lainnya.

demikian pula, ketika matahari mati tidak berarti seluruh alam semesta hancur.

jika umur matahari lebih pendek dari umur bintang-bintang yang lain, maka ketika matahari mati, bintang-bintang yang lain mungkin masih hidup. dan bila kiamat terjadi setelah seluruh bintang mati, berari tidaklah mungkin kimat itu terjadi ketika masih ada manusia di bumi. tetapi dari mana kita mengetahui bahwa kiamat itu terjadi setelah semua bintang menjadi mati dan tua? apakah tidak mungkin kematian matahari bersamaan dengan kehancuran alam semesta. artinya, matahari mati bukan karena umurnya sendiri, tapi karena umur alam semesta. perumpamaan si A yang mati bukan karna umurnya yang pendek, tapi karena bencana gunung berapi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 82
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #2 pada: Desember 13, 2012, 09:31:25 AM »
kalau si A yang berada di kampun S mati, tidak berarti semua makhluk hidup di kampung tersebut mati.

tapi kalau gunung meletus dikampung tersebut menimpa seluruh warga, berarti si A mati bersamaan dengan seluruh warga lainnya.

demikian pula, ketika matahari mati tidak berarti seluruh alam semesta hancur.

jika umur matahari lebih pendek dari umur bintang-bintang yang lain, maka ketika matahari mati, bintang-bintang yang lain mungkin masih hidup. dan bila kiamat terjadi setelah seluruh bintang mati, berari tidaklah mungkin kimat itu terjadi ketika masih ada manusia di bumi. tetapi dari mana kita mengetahui bahwa kiamat itu terjadi setelah semua bintang menjadi mati dan tua? apakah tidak mungkin kematian matahari bersamaan dengan kehancuran alam semesta. artinya, matahari mati bukan karena umurnya sendiri, tapi karena umur alam semesta. perumpamaan si A yang mati bukan karna umurnya yang pendek, tapi karena bencana gunung berapi.


kehancuran alam semesta tidak harus menunggu seluruh bintang mati kang, saya kutipkan lagi sedikit tulisan saya diatas
Quote (selected)
tentang kemusnahan seluruh alam semesta sendiri,, mempunyai teori sendiri yang tak dipengaruhi oleh kehidupan dan kematian bintang2 di dalamnya... http://en.wikipedia.org/wiki/Big_Crunch.

nah, apakah tidak mungkin kalau sisa umur matahari sama dengan sisa umur alam semesta?
alam semesta kita tertata atas hukum2 fisika yang bisa dihitung. dan ilmu kosmologi telah melakukan perhitungan untuk mengukur berapakah sisa umur matahari menurut teori evolusi matahari dan berapakah sisa umur alam semesta menurut teori big crunh...

sisa umur matahari:
Quote (selected)
Menggunakan teknik pemodelan komputer yang disebut Stellar Evolution and Nucleocosmochronology, Matahari yang juga merupakan sebuah bintang sama seperti bintang lainnya, sudah berusia 4,57 miliar tahun.

Saat ini, ia sudah menjalankan sekitar separuh hidupnya di mana saat ini, reaksi fusi nuklir di inti Matahari mengubah hidrogen menjadi helium.

Berhubung Matahari tidak memiliki massa yang cukup untuk meledak seperti sebuah supernova, dalam tempo 5 miliar tahun ke depan, saat hidrogen miliknya habis, ia akan menjadi bintang merah raksasa lalu kemudian akan menciut.

sisa umur alam semesta:
Quote (selected)
Bagi kita sendiri, sebagai manusia yang hidup di masa kini, model mana yang mungkin terjadi tidak akan menjadi masalah. Meski alam semesta keesokan hari mulai mengkerut menuju kehancuran, waktu yang dibutuhkan tentulah paling tidak 10 milyar tahun lagi. Pada saat itu tentu saja seluruh manusia dan peradabannya di permukaan bumi telah lama punah karena matahari sudah kehabisan bahan bakar. Kecuali, seperti kata Stephen Hawking dalam bukunya A Brief History of Time, jika manusia sudah mengkoloni tatasurya atau galaksi-galaksi lain yang masih memungkinkan berjalannya kehidupan. Jika kasus terakhir ini terjadi maka manusia-manusia di akhir zaman akan dapat "menikmati" perubahan warna langit menjadi merah lalu membara dan terang benderang karena peningkatan temperatur menuju ke tak hingga.

ada perbedaan 5 miliar tahun antara kematian matahari dan kehancuran total alam semesta kang...
« Edit Terakhir: Desember 13, 2012, 09:34:21 AM oleh Biru Biru »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 82
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #3 pada: Desember 13, 2012, 09:33:26 AM »
Quote (selected)
Bagi kita sendiri, sebagai manusia yang hidup di masa kini, model mana yang mungkin terjadi tidak akan menjadi masalah. Meski alam semesta keesokan hari mulai mengkerut menuju kehancuran, waktu yang dibutuhkan tentulah paling tidak 10 milyar tahun lagi. Pada saat itu tentu saja seluruh manusia dan peradabannya di permukaan bumi telah lama punah karena matahari sudah kehabisan bahan bakar. Kecuali, seperti kata Stephen Hawking dalam bukunya A Brief History of Time, jika manusia sudah mengkoloni tatasurya atau galaksi-galaksi lain yang masih memungkinkan berjalannya kehidupan. Jika kasus terakhir ini terjadi maka manusia-manusia di akhir zaman akan dapat "menikmati" perubahan warna langit menjadi merah lalu membara dan terang benderang karena peningkatan temperatur menuju ke tak hingga.

Stephen Hawking ternyata menawarkan solusi agar umat manusia masih bisa bertahan hidup tanpa matahari. bagaimana menurut teman2, apakah hal ini dimungkinkan??
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #4 pada: Desember 13, 2012, 11:09:03 AM »
Mungkin saja kang. bukankah sekarang banyak tanam-tanaman yang dibudidayakan tanpa bantuan cahaya matahari, begitu pula dengan media tanamnya? tinggal dikembangkan lagi supaya lebih sempurna kemudian dibawa migrasi ke planet lain diluar jangkauan dari dampak kematian matahari
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 82
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #5 pada: Desember 13, 2012, 11:56:52 AM »
Mungkin saja kang. bukankah sekarang banyak tanam-tanaman yang dibudidayakan tanpa bantuan cahaya matahari, begitu pula dengan media tanamnya? tinggal dikembangkan lagi supaya lebih sempurna kemudian dibawa migrasi ke planet lain diluar jangkauan dari dampak kematian matahari

jika memang mengkoloni tata surya lain atau galaksi lain dimungkinkan, maka percepatan kemajuan teknologi manusia harus lebih dipesatkan lagi nih...
mengingat bintang terdekat yang memungkinkan memiliki tata surya saja berjarak 4tahun lebih dalam kecepatan cahaya, sedangkan dengan pesawat tercanggih yang ada saat ini sangat jauh dibawah kecepatan tsb, butuh beberapa generasi agar umat manusia bisa mencapai bintang terdekat, (itupun kalau ada planet yang memungkinkan kehidupan di sekitar bintang tsb).

Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #6 pada: Desember 13, 2012, 06:49:25 PM »
kalau dalam literatur agama Buddha, bumi dan matahari itu lebih dulu bumi adanya. setelah manusia hidup berabad-abad di bumi tanpa matahari, barulah kemudian matahari muncul.

tampkanya ini bertentangan dengan teori ilmiah yang menyatakan bahwa bumi berasal dari zat matahari yang terlepas kemudian membeku.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 82
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #7 pada: Desember 13, 2012, 09:28:46 PM »
kalau dalam literatur agama Buddha, bumi dan matahari itu lebih dulu bumi adanya. setelah manusia hidup berabad-abad di bumi tanpa matahari, barulah kemudian matahari muncul.

tampkanya ini bertentangan dengan teori ilmiah yang menyatakan bahwa bumi berasal dari zat matahari yang terlepas kemudian membeku.

kalo diliat dari hukum alam yang bekerja, sinar matahari memang sumber kehidupan utama muka bumi kang,, adanya sirklus air hujan, fotosintesis tanaman, semuanya terpengaruhi secara signifikan oleh sinar matahari. sinar matahari juga sangat berguna bagi kesehatan manusia, orang yang jarang terkena sinar matahari akan kehilangan sebagian besar daya tahan tubuh.

jadi, susah diterima jika ada cerita bahwa umat manusia bisa hidup dan berkembang biak berabad2 tanpa matahari. tak ada kehangatan di muka bumi, seluruh permukaannya hanya berselimutkan es. dan bumi merupakan benda langit yang labil tanpa ada bintang yang menjadi pusat orbitnya...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #8 pada: Desember 14, 2012, 06:19:53 AM »
cerita dalam agama buddha itu kira-kira begini :

mula-mula manusia itu memiliki tubuh yang bercahaya dan bisa terbang ke bagian manapun di belahan bumi yang dikehendaki tanpa perlu menggunakan sayap. walaupun tidak ada matahari, mereka bisa melihat dengan cahaya yang memancar dari tubuh mereka.

adapun di bumi tidak ada tanaman ataupun tumbuh-tumbuhan. tapi di permukaan bumi banyak tonjolan-tonjolan yang mirip payudara besar wanita yang memiliki puting. orang-orang yang membutuhkan makanan tinggal menghisap nutrisi yang berasal dari "puting bumi" tersebut.

mulanya pula, manusia itu tidak berjenis kelamin. mereka tidak disebut laki-laki maupun perempuan. tidak pula membuang kotoran. tapi kemudian manusia tertarik untuk menyentuh sesama, tertarik secara seksual. lalu hubungan seksual terjadi. orang-orang menutupi dua orang yang melakukan tindakan memalukan itu dengan penutup. orang-orang mencibir, "bagaimana seseorang bisa melakukan hal seperti itu kepada orang lain". tindakan seperti itu dianggap tindakan yang sangat tercela.  walaupun mereka tidak berjenis kelamin, lama-lama makin banyak orang yang tertarik untuk melakukan hubungan seksual. untuk menghindari celaan dan cibiran orang lain, mereka membangun penghalang-penghalang. inilah awal mula dibangunnya rumah.

karena keserakahan manusia terhadap nafsu seks, maka setelah berabad-abad lamanya, manusia berevolusi jadi memiliki kelamin, pria atau wanita. dan karena keserakahan itu pula, cahaya yang bersinar di tubuhnya meredup. merekapun tidak bisa terbang lagi. mereka harus berjalan di muka bumi dalam kegelapan. tapi untuk makan, bumi masih kaya akan nutrisi yang bisa dihisap.

selama berabad-abad kemudian, manusia selalu berharap "seandanya ada sumber cahaya yang menyinari bumi!" harapan itu terus bergelora dalam batin umat manusia". karena harapan itulah kemudian lahir matahari. sehingga muncul suatu peribahasa "bahkan mataharipun muncul dari harapan". peribahasa ini digunakan untuk memberi semangat kaum buddhis, bahwa kalau kita terus bekerja dengan suatu harapan, maka kekuatan harapan itu dapat mewujudkan apa yang kita harapankan. mereka yakin bahwa lahirnya matahari itu berasal dari harapan manusia.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #9 pada: Desember 14, 2012, 10:54:11 AM »
jika memang mengkoloni tata surya lain atau galaksi lain dimungkinkan, maka percepatan kemajuan teknologi manusia harus lebih dipesatkan lagi nih...
mengingat bintang terdekat yang memungkinkan memiliki tata surya saja berjarak 4tahun lebih dalam kecepatan cahaya, sedangkan dengan pesawat tercanggih yang ada saat ini sangat jauh dibawah kecepatan tsb, butuh beberapa generasi agar umat manusia bisa mencapai bintang terdekat, (itupun kalau ada planet yang memungkinkan kehidupan di sekitar bintang tsb).

Kalau tidak ada kekacauan di muka bumi ini yang bisa menghambat laju perkembangan ilmu pengetahuan saya yakin bisa dan mudah. Tidak ada yang perlu diciptakan tetapi dikembangkan, sebab dasar dasarnya sudah ada baik yang langsung disediakan oleh Alloh swt melalui alam maupun hasil dari rekayasa manusia. Contoh; untuk mencapai jarak yang 4tahun cahaya itu tentu melalui rentang waktu yang panjang dengan menggunakan tekhnologi pesawat terbang tercepat abad ini. Maka perlu dibangun miniatur-miniatur planet bumi yang berupa stasiun ruang angkasa atau pesawat antariksa dengan seluruh kehidupan yang ada di dalamnya. Kemudian mengadopsi kemampuan hibernasi dari binatang-binatang itu, sebab ini mungkin akan diperlukan untuk efisiensi energi. Kemudian tidaklah perlu sampai beberapa generasi, sebab ada kemungkinan ketika kita keluar dari bumi maka kita keluar dari pengaruh zona waktu, selanjutnya ketika kita keluar meninggalkan tata surya maka kita keluar pula dari penanggalan kalender matahari dan juga bulan sama artinya waktu itu menjadi relatif. Ada pepatah "tidak ada yang abadi selagi masih dibawah cahaya matahari." Siapa tahu ini berlaku, Kang.
...he...he..he..just imajinasi aja kok kang.
Oya...kalau misal begini, kita buat pesawat bertingkat  dalam satu ikatan, masing-masing pesawat itu kecepatannya 100 mach. Kemudian pesawat 1 melaju sampai kecepatan maksimal, setelah itu pesawat 2 selanjutnya diterbangkan dari pesawat 1 tersebut, kemudian pesawat ke 3 diterbangkan dari pesawat kedua, begitu terus sampai dengan pesawat yang terakhir yang adalah dalam kecepatan yang sama, nah itu kira-kira butuh berapa pesawat kang biru untuk mencapai kecepatan cahaya...?
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 82
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #10 pada: Desember 14, 2012, 11:44:14 AM »
@kang Asep:
jika yang terbayang di fikiran kita adalah fungsi matahari hanyalah alat penerang belaka, mungkin kita bisa lebih gampang menerima cerita dari Agama Buddha tersebut.
namun fungsi matahari sebenarnya tidak sesederhana lampu neon.

bagaimana juga dengan perkembangbiakan manusia yang tidak berjenis kelamin dan tidak berhubungan sexual?
apakah agama Buddha menceritakan kalo manusia adalah makhluk yang bisa membelah diri seperti amoeba? atau manusia diciptakan sekaligus banyak seperti malaikat?


@kang Ratna:
Quote (selected)
Kemudian tidaklah perlu sampai beberapa generasi, sebab ada kemungkinan ketika kita keluar dari bumi maka kita keluar dari pengaruh zona waktu, selanjutnya ketika kita keluar meninggalkan tata surya maka kita keluar pula dari penanggalan kalender matahari dan juga bulan sama artinya waktu itu menjadi relatif.

keluar dari penanggalan kalender matahari tidak ada hubungannya dengan dengan relatifitasnya waktu menurut teori relatifitas kang. karena walaupun kita tidak berada dalam penanggalan kalender matahari, fisik kita tetap saja menua.
berbeda dengan teori relatifitas waktu, waktu yang relatif dipengaruhi oleh kecepatan gerak, bukan masalah di sistem tanggalan mana kita berada.


Quote (selected)
Oya...kalau misal begini, kita buat pesawat bertingkat  dalam satu ikatan, masing-masing pesawat itu kecepatannya 100 mach. Kemudian pesawat 1 melaju sampai kecepatan maksimal, setelah itu pesawat 2 selanjutnya diterbangkan dari pesawat 1 tersebut, kemudian pesawat ke 3 diterbangkan dari pesawat kedua, begitu terus sampai dengan pesawat yang terakhir yang adalah dalam kecepatan yang sama, nah itu kira-kira butuh berapa pesawat kang biru untuk mencapai kecepatan cahaya...?

butuh 87210 pesawat kang,,

luar biasa imajinasi kang Ratna...
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Kiamat Lokal dan Kiamat Universal
« Jawab #11 pada: Desember 14, 2012, 03:41:26 PM »
Kutip dari: biru biru
bagaimana juga dengan perkembangbiakan manusia yang tidak berjenis kelamin dan tidak berhubungan sexual?
apakah agama Buddha menceritakan kalo manusia adalah makhluk yang bisa membelah diri seperti amoeba? atau manusia diciptakan sekaligus banyak seperti malaikat?

mereka tidak berjenis kelamin, tidak kencing, tidak berak, tidak memiliki rahim dan usus. mereka juga tidak dilahirkan dan tidak melahirkan oleh ibu, melainkan dilhirkan oleh alam Abhasara. makhluk-makhluk yang meninggal di dalam Abhasara, kemudian menjelma di bumi ini. proses menjelma langsung membesar tidak dimulai dari bayi dahulu. jadi, pada awal kehidupan di bumi ini, menurut mereka, tidak ada hubungan keluarga ayah, ibu, anak, istri, suami, sepupu, dll. semua itu adalah di dalam salah satu Sutta Buddha.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
15 Jawaban
8144 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2013, 11:19:00 PM
oleh Sandy_dkk
10 Jawaban
6201 Dilihat
Tulisan terakhir November 08, 2012, 10:58:26 AM
oleh ratna
1 Jawaban
1328 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 12, 2013, 11:41:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1086 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 12:02:45 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
904 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 29, 2013, 01:10:34 PM
oleh Awal Dj
0 Jawaban
927 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 28, 2013, 05:29:32 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
1294 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2014, 07:29:41 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
2807 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2015, 10:08:13 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
833 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 29, 2015, 08:06:11 PM
oleh ratna
0 Jawaban
19 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 11, 2018, 09:57:35 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan