Penulis Topik: Hukum Kausalitas Ilmiah  (Dibaca 656 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Hukum Kausalitas Ilmiah
« pada: Juli 20, 2016, 01:04:40 AM »

Penting banget untuk diingat, karena merupakan pedoman dalam berpikir ilmiah.


Nomor : PST-KI/Log-022/6280
Edisi : 13 Nopember 2016
Judul : Hukum Kausalitas Ilmiah
Tujuan :
1) memahami hukum kausalitas ilmiah
2) dapat memberikan contoh-contoh kasus yang membuktikan ketidak-ilmiahan sesuatu.
3) dapat menguji kebenaran sebab-akibat secara ilmiah
=========

rumus ilmiah yang paling sederhana tetapi paling penting untuk diingat adalah hukum kausalitas ilmiah, rumusnya sebagai berikut :

Jika X ditemukan pada pada saat Y tidak terjadi, atau tidak ditemukan pada saat Y terjadi, maka X bukan sebab dari Y.

rumus itu dapat digunakan untuk menguji, apakah suatu pernyataan tentang sebab-akibat itu itu dapat dikatakan ilmiah atau tidak.

Seringkali orang menghubungkan dua hal sebagai hubungan sebab akibat, tetapi setelah diuji dengan hukum tersebut, ternyata tidak terbukti bahwa keduanya memiliki hubungan sebab akibat.

Contoh 1 :

ada yang mengeluh, "mengapa orang-orang yang bersahabat dengan saya selalu tertimpa musibah. apakah saya ini pembawa sial?"

dia berpikir bahwa dirinya yang menjadi sebab orang lain terkena musibah. Seseorang bertanya padanya, "Apakah semua orang yang dekat dengan anda tertimpa musibah atau hanya sebagian ?"

dia menjawab, "hanya sebagian".

"jika demikian, Anda bukan pembawa sial." kata si penanya tadi.

jadi, berdasrkan prinsip ilmiah, tidaklah mungkin orang itu yang menjadi sebab musibah yang menimpa orang lain.

Contoh 2 :

Ada seorang yang mengaku guru spritual dan mengikuti banyak pengikut, sebut saja namanya Bahrudin. Dia menakut-nakuti pengikutnya, bahwa apabila tidak patuh pada perintahnya, maka akan menjadi miskin. Lalu dia mencontohkan banyak kasus, di mana orang-orang menjadi miskin karena menentangnya. dia berkata pada saseorang yang menentangnya, "kamu juga, karena tidak percaya pada saya, maka kamu akan mengalami hidup miskin." sebut saja namanya, Rijal.

Rijal menjawab, "saat ini saya sudah miskin, jadi anda tidak sah repot-repot mengutuk saya."

Rijal miskin, walaupun Bahrudin tidak mengutuk Rijal, jadi tidaklah mungkin "Kutukan Bahrudin, merupakan sebab kemiskinan Rijal."

Contoh 3 :

seseorang melaporkan :
"di keluarga saya, setiap lelaki merokok, kecuali saya. Tapi tidak ada yang mengalami ganggguan jantung, kecuali saya"

jika laporan tersebut benar, maka berdasrkan prinsip ilmiah di atas, pernyataan "merokok menyebabkan gangguan jantung" tidaklah ilmiah.

Contoh 4:

Ketua Gerakan Wanita Indonesia Tanpa Rokok dalam debat di TVone tentang "Perang Rokok: Bisnis atau Kesehatan?", Selasa, 10 Juli 2012, menyatakan bahwa "Rokok adalah pintu gerbang Logika. karena 99 % pecandu narkoba adalah perokok."

jika 100 % orang pecandu narkoba adalah pengguna rokok, maka apakah secara otomatis "rokok menjadi pintu gerbang narkoba" ? Bagaimana kalau 100% pecandu narkoba itu juga adalah  pemakan nasi, apakah "nasi merupakan pintu gerbang narkoba" ?

jika yang dimaksud "pintu gerbang" adalah "sebab", maka berdasarkan hukum kausalitas ilmiah, tidaklah terbukti benar bahwa rokok merpakan pintu gerbang orang menjadi pecandu narkoba.

Prinsi-prinsip logika dan ilmiah tidak boleh diabaikan, dan kita butuh argumentasi yang lebih cerdas, untuk tujuan-tujuan yang dianggap baik seperti kampanye anti rokok.

silahkan mencoba untuk menguji kebenaran kausalitas ilmiah pada berbagai kasus yang anda temukan !
« Edit Terakhir: Mei 03, 2017, 05:37:27 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 
The following users thanked this post: Bauentooth

Offline Bauentooth

Re:Hukum Kausalitas Ilmiah
« Jawab #1 pada: Juli 20, 2016, 04:16:00 AM »
Bisa dijelaskan lebih sederhana, Kang. Kasih contohnya.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Hukum Kausalitas Ilmiah
« Jawab #2 pada: Juli 20, 2016, 06:29:45 AM »
ekspresi logika hukum kausalitas ilmiah

{(X ∧ -Y) ∨ (-X ∧ Y)} → -A

sebenarnya bisa ditulis tanpa tanda kurung
X ∧ -Y ∨ -X ∧ Y → -A
dengan memperhatikan hierarki operator logika, maka kalkulasinya sama seperti ekspresi diatasnya.

X = X ditemukan
Y = Y terjadi
A = X adalah sebab bagi Y
sehingga ekspresi diatas dibaca:
"jika X ditemukan dan (pada saat) Y tidak terjadi, dan atau X tidak ditemukan dan (pada saat) Y terjadi, maka X bukan sebab bagi Y."
kalimat diatas dikenal sebagai hukum kausalitas ilmiah.

sebenarnya, ekspresi diatas bisa lebih disederhanakan lagi.

berdasarkan tabel kebenaran operator logika:
X ∧ -Y ≡ -X ∧ Y ≡ X ↑ Y
sehingga:
X ∧ -Y ∨ -X ∧ Y ≡ X ↑ Y ∨ X ↑ Y ≡ X ↑ Y
maka:
X ∧ -Y ∨ -X ∧ Y → -A ≡ X ↑ Y → -A

sekarang ekspresi hukum kausalitas ilmiah menjadi:
X ↑ Y → -A
dibaca:
"jika X bukan dan Y, maka X bukan sebab bagi Y."
artinya, jika X dan Y tidak selalu sama-sama ditemukan/terjadi dalam rentang kesempatan tertentu, maka X bukan sebab bagi Y.

bagaimana jika ternyata X dan Y selalu sama-sama ditemukan/terjadi dalam rentang kesempatan tertentu atau X dan Y tidak selalu sama-sama tidak ditemukan/terjadi dalam rentang kesempatan tertentu? maka berdasarkan hukum implikasi; belum tentu A, belum tentu X adalah sebab bagi Y.
karena bisa jadi dua hal (X dan Y) selalu terjadi bersamaan dan selalu tidak terjadi bersamaan, tapi sebenarnya yang satu bukan sebab bagi yang lainnya.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Hukum Kausalitas Ilmiah
« Jawab #3 pada: Desember 11, 2016, 01:29:36 PM »
berdasarkan tabel kebenaran operator logika:
X ∧ -Y ≡ -X ∧ Y ≡ X ↑ Y
sehingga:
X ∧ -Y ∨ -X ∧ Y ≡ X ↑ Y ∨ X ↑ Y ≡ X ↑ Y

mengapa "X ↑ Y" pada baris terakhir ditulis 2 kali ?

semestinya begini :

X ∧ -Y ∨ -X ∧ Y ≡ X ↑ Y

sisanya tidak perlu ditulis.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
10423 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2012, 02:08:54 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2029 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 05:48:30 AM
oleh Kang Asep
4 Jawaban
1354 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 11, 2013, 11:05:42 AM
oleh ratna
2 Jawaban
858 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 18, 2016, 02:41:55 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
742 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 10, 2015, 07:55:32 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
411 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 11, 2015, 02:08:54 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
459 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 16, 2016, 01:36:21 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
324 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 09, 2016, 03:13:02 PM
oleh Sultan
2 Jawaban
484 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 14, 2016, 04:32:05 PM
oleh Sultan
2 Jawaban
365 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 24, 2016, 04:34:28 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan