Penulis Topik: Geosentris atau Heliosentris ???  (Dibaca 25927 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Geosentris atau Heliosentris ???
« pada: Maret 11, 2013, 10:27:16 PM »
beberapa hari kemaren, saya sempat liat2 ke forum sebelah. sebuah topik di salah satu board (IPTEK dan Pendidikan) yang lumayan hangat menjadi perhatian saya, yaitu Sayembara Berhadiah "Bumi Mengelilingi Matahari" bukan teori tapi BUKTI.
perdebatan tentang geosentris dan heliosentris pun terjadi disana.

sayembara yang mengada2 menurut saya, karena si pembuat sayembara menuntut bukti berupa bukti nyata sehingga membuat semua orang yakin, yang diutamakan adalah bukti berupa video atau foto yang disambung menjadi seperti video.
bagaimana tidak mengada2?? untuk membuat video bumi mengelilingi matahari dibutuhkan waktu paling tidak 1 tahun, karena menurut teori heliosentris untuk mengelilingi matahari bumi membutuhkan waktu 1 tahun, belum lagi proses perijinan untuk melakukannya, belum lagi proses 'pengolahan' video/foto.
sementara si pembuat sayembara hanya memberi batasan waktu 12 bulan untuk pembuktian tsb, yang mana hadiah yang diberikan bila berhasil membuat bukti selama 12 bulan adalah sebesar Rp. 5.000.000. konyol! cukup apa duit segitu untuk menutupi modal pembuktian??? untuk ongkos rokoknya aja gak cukup!

tapi sudahlah, bukan kekonyolan sayembara yang akan di bahas disini.
disini saya tertarik untuk membahas lebih jauh mengenai teori geosentris dan heliosentris tsb, entahlah bakal bisa membuktikan atau tidak yang mana antara kedua teori tsb yang benar...

sebelumnya,, kita perlu tau dulu apa itu geosentris dan heliosentris....:

GEOSENTRIS adalah paham yang dikemukakan ilmuwan yunani kuno yaitu Aristoteles yang percaya bahwa matahari, bulan dan planet-planet mengitari bumi pada permukaan serangkaian bola angkasa yang rumit. ia mengetahui bahwa bumi dan bulan berbentuk bola dan bahwa bulan bersinar dengan memantulkan cahaya matahari, tetapi ia tak percaya bahwa bumi bergerak dalam antariksa ataupun bergerak dalam porosnya.

kemudian, Claudius Ptolemeus tahun 140 SM dalam karyanya Almagest, yang menganggap bahwa bumi sebagai pusat alam semesta berada dalam keadaan diam dan planet-planet bergerak mengitarinya termasuk matahari yang mengelilingi bumi berdasarkan pengamatan bahwa matahari selalu terbit dari timur dan tenggelam di barat yang disetujui banyak ilmuwan kuno lainnya. mereka yang menganut paham geosentris percaya bahwa bumi diam dan dikelilingi oleh bulan, merkurius, venus, matahari, mars, jupiter, saturnus, dan bintang2.

HELIOSENTRIS adalah paham yang percaya bahwa matahari adalah pusat alam semesta.

sebenarnya pada masa yunani kuno sudah ada ilmuwan yang menyangkal teori geosentris yaitu Aristarchus (320–250 SM). Aristarchus percaya bahwa matahari adalah pusat alam semesta. ia orang pertama yang menghitung ukuran relatif matahari, bumi dan bulan. ia menemukan bahwa diameter bulan lebih dari 30% diameter bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya yaitu 0,27 kali diameter bumi). ia juga memperkirakan bahwa matahari memiliki diameter 7 kali diameter bumi. ini kira2 15kali lebih kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini.

namun demikian, sanggahan Aristarchus seperti angin lalu saja dan teori tersebut tetap bertahan hingga 17 abad lamanya. hingga akhirnya Nicolaus Copernicus (1473–1543) menemukan adanya kejanggalan dalam perhitungan astronomisnya secara matematis. kejanggalan yang muncul sebenarnya sederhana yaitu posisi bumi yang menjadi pusat alam semesta membuatnya pusing untuk merumuskan gerak retrogade benda langit, salah satunya adalah venus. maka pada tahun 1533 dia mengusulkan teori heliosentris, yaitu matahari sebagai pusat dari sistem pergerakan benda2 langit dalam bukunya De Revolutionibus Orbium Coelestium (Tentang Revolusi Bulatan Benda-benda Langit). Teori ini menjelaskan bahwa semua benda2 langit bergerak mengelilingi matahari dalam lintasan2 yang berupa lingkaran dengan matahari sebagai pusatnya.

seperti para pendahulunya, Copernicus membuat perhitungan yang serampangan mengenai skala peredaran planet mengelilingi matahari. juga, dia membuat kekeliruan besar karena dia yakin betul bahwa orbit mengandung lingkaran2. jadi, teori ini membingungkan secara matematik. meski begitu, bukunya lekas mendapat perhatian besar. para astronom lain pun tergugah, terutama astronom berkebangsaan denmark, Tycho Brahe, yang melakukan pengamatan lebih teliti dan tepat terhadap gerakan2 planet. dari data2 hasil pengamatan inilah yang membuat Johannes Kepler akhirnya mampu merumuskan hukum2 gerak planet yang tepat.

akhirnya Galileo pun juga mampu mendapatkan bukti2 atas pernyataan Copernicus dan menampilkan konsep2 baru sebagai konsekuensi atas revolusi yang diperjuangkan oleh Copernicus. bukti dan konsep2 yang diajukan olehnya terkait dengan gerak benda kemudian dijadikan sebagai salah satu dasar pembangun mekanika klasik.

pengamatan cermat yang dilakukan Galileo Galilei pada 1609 pun makin memperkuat konsep heliosentrik itu. begitu juga, observasi observasi lain yang dia lakukan bertahun2 dengan giat kemudian melalui konsep2 baru melalui tokoh-tokoh seperi Keppler dan Newton. hingga tidaklah heran bila teori heliosentrik Copernicus dikatakan revolusioner.


sampai disini, adakah yang sudah berani mengambil kesimpulan teori manakah yang benar??


bersambung..........
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #1 pada: Maret 12, 2013, 05:30:08 AM »
pertama-tama, saya ingin kemukakan rasa takjub saya, bagaimana orang-orang yang hidup berabad-abad sebelum Masehi, sudah mampu menghitung diameter bumi, bulan dan matahari:

Quote (selected)
sebenarnya pada masa yunani kuno sudah ada ilmuwan yang menyangkal teori geosentris yaitu Aristarchus (320–250 SM). Aristarchus percaya bahwa matahari adalah pusat alam semesta. ia orang pertama yang menghitung ukuran relatif matahari, bumi dan bulan. ia menemukan bahwa diameter bulan lebih dari 30% diameter bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya yaitu 0,27 kali diameter bumi). ia juga memperkirakan bahwa matahari memiliki diameter 7 kali diameter bumi. ini kira2 15kali lebih kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini.

Bagaimana cara ngukurnya, apa pakai pita ukur?

Kedua, soal Galileo, ia adalah ilmuwan yang banyak menentang teori-teori Aristoteles. dan dalam beberapa hal, ia membuktikan secara ilmiah bahwa teori-teori Aristoteles itu keliru. salah satunya adalah tentang teori berat dan gravitasi.

ceritanya, masyarakat di sekitar Galilieo sangat memuja Aristoteles sebagai seorang Nabi, bukan lagi seorang ilmuwan yang mereka seolah-olah tabu untuk menentang teori-teori Aristoteles, dan dalam pandangan mereka, seolah-olah "kwalat" kalau ada orang yang berani menentang teori Aristoteles.

Artistoteles pernah mengatakan bahwa apabila dua batu besar dan kecil dijatuhkan dari suatu ketinggian secara bersamaan, maka yang lebih dulu sampai ke bumi adalah batu yang berukuran besar. Galileo membantah perkataan Aristoteles tersebut dengan sengit. dan orang-orang menganggap Galileo lancang karena Galileo telah berani menentang teori Aristoteles.

suatu hari Galileo naik ke atas menara dan berteriak memanggil orang-orang, ia berkata, "Lihat! saya akan buktikan bahwa teori Aristoteles itu salah!" lalu Galileo menjatuhkan dua batu yang besar dan kecil. ternyata sampai ke bumi secara bersamaan. Barulah masyarakat percaya, kalau teori Galileo itu benar.

ketika membaca cerita tersebut, sayapun heran dan agak tak percaya, "Benarkah cerita ini?" mengingat menurut dugaan sayapun, tentu yang akan lebih jatuh ke bumi adalah batu yang lebih besar. lalu saya pergi ke halaman rumah, mencari kerikil dan batu yang agak besar. mengangkat keduanya, lalu menjatuhkannya secara bersamaan. ternyata benar, kedua batu sampai ke bumi secara bersamaan. saya tersenyum-senyum keheranan.

sejak saat itu saya sering bertanya kepada banyak orang, kepada pelajar, Mahasiswa, Guru, Dosen, anak-anak atau siapapun dengan pertanyaan "mana yang lebih dulu sampai ke bumi, batu besar atau batu kecil?" dan tidak ada satupun yang menjawab "bersamaan". semua menjawab dengan tampak yakin "batu besar yang lebih dulu sampai".

kesimpulan yang bisa diambil dari cerita tersebut adalah "ternyata suatu keyakinan yang sangat kuat berdasarkan dugaan yang dianggap sangat meyakinkan, dapat terbukti salah hanya dengan sebuah eksperimen kecil." Atas dasar inilah kemudian Galileo menanamkan perlunya segala sesuatu dibuktikan secara empiris. bahkan kemudian lahirlah setelahnya aliran filsafat empirisme.

Hubungnanya dengan persoalan bumi, "Tentulah segala teori dan hipotesa bumi juga membutuhkan pembuktian empiris".

Ketiga, untuk persoalan Geosentris, secara dugaan-dugaan dan bukan secara pembuktian empiris, Bumi adalah pusat alam semesta, mengingat Allah telah menjadikan khalifah di bumi. seluruh penghuni alam semesta berkiblat kepada khalifah yang ada di bumi. dan di bumi itu terdapat Ka`bah, baitullah, pusat energi semesta. dilukiskan dengan kewajiban berthawaf mengelilingi ka`bah, maka sebenarnya seluruh energi semesta ini berthawaf mengelilingi ka`bah. untuk memperjelas ini, silahkan googling tentang energi ka`bah.

demikianlah tanggapan saya untuk artikel kang Sandy, yang memang sangat menggelitik untuk saya komentari.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #2 pada: Maret 12, 2013, 12:07:57 PM »
Kutip dari: Kang Asep
pertama-tama, saya ingin kemukakan rasa takjub saya, bagaimana orang-orang yang hidup berabad-abad sebelum Masehi, sudah mampu menghitung diameter bumi, bulan dan matahari:
Quote (selected)
sebenarnya pada masa yunani kuno sudah ada ilmuwan yang menyangkal teori geosentris yaitu Aristarchus (320–250 SM). Aristarchus percaya bahwa matahari adalah pusat alam semesta. ia orang pertama yang menghitung ukuran relatif matahari, bumi dan bulan. ia menemukan bahwa diameter bulan lebih dari 30% diameter bumi (sangat dekat dengan nilai sebenarnya yaitu 0,27 kali diameter bumi). ia juga memperkirakan bahwa matahari memiliki diameter 7 kali diameter bumi. ini kira2 15kali lebih kecil dari ukuran sebenarnya yang kita ketahui saat ini.
Bagaimana cara ngukurnya, apa pakai pita ukur?

bagus sekali pertanyaannya! mudah2an dengan berawal dari pertanyaan ini, medialogika.org jadi situs internet yang pertama menjelaskan dengan sejelas2nya cara menghitung diameter bumi, bulan, dan matahari.  :)

pertama2, saya ingin menegaskan dulu bahwa apa yang dilakukan Aristarchus adalah menghitung ukuran relatif bumi, bulan, dan matahari.
sementara yang tercatat pertama kali menghitung ukuran bumi (tanpa kata relatif) adalah orang yang hidup setelahnya, yaitu Eratosthenes (276-194 SM).
mudah2an apa yang dilakukan kedua orang tsb dan bagaimana cara melakukannya bisa saya jelaskan disini...

ada 2 kata yang saya garisbawahi untuk menjelaskan apa yang dilakukan oleh Aristarchus, yaitu menghitung dan relatif.
menghitung, menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Aristarchus adalah melakukan perhitungan matematis yang dilakukan atas dasar bukti empiris fenomena alam yang disaksikannya. jadi bukan pengukuran menggunakan pita ukur.
relatif, menunjukkan bahwa Aristarchus dalam perhitungannya menghasilkan bilangan yang tidak memiliki satuan, tapi hanya sebuah besaran saja. tidak memiliki satuan maksudnya adalah satuannya masih relatif, yaitu dengan membandingkan dengan besaran yang lain.
jadi, hasil perhitungan Aristarchus adalah bahwa ukuran diameter bulan adalah +30% dari diameter bumi dan ukuran diameter matahari adalah 7 kali diameter bumi, sementara ukuran diameter bumi yang menjadi patokan belum diketahui pada saat itu. itulah yang dimaksud ukuran relatif.

sekarang, bagaimana cara Aristarchus melakukan perhitungan ukuran relatif tsb??

pertama2 Aristarchus melakukan pengamatan empiris terhadap gerhana bulan dan gerhana matahari (gerhana sebagian).
pada gerhana bulan, Aristarchus mendapati bentuk bayangan bumi pada bulan seperti ini:


jika garis bayangan bumi itu diteruskan, akan membentuk lingkaran seperti ini:


dari gambar tsb didapati bahwa diameter bayangan bumi lebih besar 2,5 kali dari diameter penampakan sosok bulan. ini artinya pada gerhana total pun bulan hanya mampu menangkap 1/2,5 diameter bayangan bumi, dan ini belum selesai....

lalu Aristarchus melakukan pengamatan terhadap gerhana matahari, dengan cara yang sama terhadap bayangan bulan dan penampakan sosok matahari didapati bahwa bumi mampu menangkap keseluruhan diameter bayangan bulan (1 diameter bayangan bulan)

dari fenomena2 tsb, Aristarchus melakukan perhitungan perbandingan sebagai berikut:
Dbumi : Dbulan = (Dbayanganbulan/bumi + Dbayanganbumi/bulan)/D : Dbayanganbulan = 2,5+1 : 1 = 3,5 : 1



begitulah kira2 cara perhitungan yang dilakukan Aristarchus, angka2 yang saya gunakan adalah bilangan yang dibulatkan, sehingga menghasilkan nilai yang sedikit berbeda dengan Aristarchus. dimana hasil perhitungan saya, ukuran diameter bulan 28,57% dari ukuran diameter bumi, sedangkan hasil perhitungan Aristarchus adalah +30%.

bagaimana dengan perhitungan relatif diameter matahari???

bersambung..........
« Edit Terakhir: Maret 12, 2013, 12:37:15 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #3 pada: Maret 12, 2013, 01:43:13 PM »
sebelum lanjut menghitung, saya ingin lanjut menjawab komentar Kang Asep yang lain...

Kutip dari: Kang Asep
Kedua, soal Galileo, ia adalah ilmuwan yang banyak menentang teori-teori Aristoteles. dan dalam beberapa hal, ia membuktikan secara ilmiah bahwa teori-teori Aristoteles itu keliru. salah satunya adalah tentang teori berat dan gravitasi.
.
.
.
.
.
.
Hubungnanya dengan persoalan bumi, "Tentulah segala teori dan hipotesa bumi juga membutuhkan pembuktian empiris".

Ketiga, untuk persoalan Geosentris, secara dugaan-dugaan dan bukan secara pembuktian empiris, Bumi adalah pusat alam semesta, mengingat Allah telah menjadikan khalifah di bumi. seluruh penghuni alam semesta berkiblat kepada khalifah yang ada di bumi. dan di bumi itu terdapat Ka`bah, baitullah, pusat energi semesta. dilukiskan dengan kewajiban berthawaf mengelilingi ka`bah, maka sebenarnya seluruh energi semesta ini berthawaf mengelilingi ka`bah. untuk memperjelas ini, silahkan googling tentang energi ka`bah.

pembuktian empiris memang sangat menggiurkan kang,,, namun sungguh, pembuktian empiris geosentris atau heliosentris tidak cukup hanya dengan berangkat ke langit tata surya walaupun berada disana selama 100 tahun!

untuk pembuktian empiris secara 'pasti', kita harus keluar dari sistem, keluar dari orbit tata surya, keluar dari orbit bimasakti, bahkan mungkin harus keluar dari sistem alam semesta!

mungkin menjadi bingung, kenapa harus keluar alam semesta? ya begitulah...

contohnya, jika kita masih berada dalam pengaruh tata surya, maka mau tidak mau posisi kita di angkasa akan terpengaruhi oleh matahari yang memiliki massa terbesar di tata surya. hasilnya, jika posisi relatif kita terhadap matahari tidak berubah, maka kita akan menganggap bahwa pesawat kita sedang diam bersama matahari sehingga yang nampak adalah bumi yang sedang berputar mengelilingi matahari (heliosentris).
jika dengan bukti ini kita berkesimpulan bahwa heliosentris lah yang benar, maka saya tegaskan bahwa itu adalah kesimpulan yang terburu2. dalam konteks tatasurya dimana matahari 'dianggap' diam, kesimpulan kita adalah kesimpulan yang benar. tapi belum tentu jika kita keluar dari sistem tata surya dan menuju ke sistem bimasakti...

bisa saja saat kita terpengaruh oleh grafitasi blackhole yang menjadi inti bimasakti, pemandangan mengejutkan bisa saja terjadi, dimana terlihat ternyata matahari beredar mengelilingi bumi! karena ternyata, posisi bumi terhadap blackhole relatif lebih diam daripada posisi matahari terhadap blackhole.

pemandangan bisa saja berubah saat kita berhasil keluar dari sistem bimasakti dan terpengaruh oleh grafitasi massa yang lebih besar lagi.
bisa saja ternyata kita melihat bahwa bimasakti ternyata berputar mengelilingi bumi!!!!

kita tidak akan pernah tahu benda langit mana yang benar2 diam dalam artian yang sesungguhnya jika kita tidak pernah berhasil keluar dari sistem alam semesta.


saat ini perhitungan sistem revolusi masih tak bisa lepas dari teori heliosentris. bukan karena para astronom telah yakin seyakin2nya bahwa teori tsb benar. tapi karena ketidak-berdayaan melawan pengaruh grafitasi, yang memaksa kita untuk menjadikan matahari sebagai benda yang 'direlatifkan' diam pada sistem tata surya, dan blackhole inti bimasakti sebagai benda yang 'direlatifkan' diam pada sistem galaksi bimasakti.

para ilmuan tahu bahwa semua perhitungan adalah relatif, relatif terhadap benda yang direlatifkan diam. (mudah2an kata2nya gak bikin bingung).

bersambung..........
« Edit Terakhir: Maret 12, 2013, 01:45:54 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #4 pada: Maret 12, 2013, 07:29:48 PM »
Uraian yang sangat bagus dan menarik kang Sandy. uraian-uraian seperti ini akan lebih menunjukan essensi, kwalitas dan ciri khas forum kita ini. sayapun tercerahkan dengan apa yang diuraikan kang sandy.

tapi rasa heran saya tidak berhenti, mengingat ketika sekelompok masyarakat yang menyaksikan gerhana bulan telah menafsirkan bahwa itu adalah peristiwa di mana "Naga menelan bulan", tapi di sisi lain seorang filsuf bisa memahami dengan benar bahwa itu hanyalah bayangan bumi pada bulan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #5 pada: Maret 12, 2013, 07:35:37 PM »
Kutip dari: sandy
saat ini perhitungan sistem revolusi masih tak bisa lepas dari teori heliosentris. bukan karena para astronom telah yakin seyakin2nya bahwa teori tsb benar. tapi karena ketidak-berdayaan melawan pengaruh grafitasi, yang memaksa kita untuk menjadikan matahari sebagai benda yang 'direlatifkan' diam pada sistem tata surya, dan blackhole inti bimasakti sebagai benda yang 'direlatifkan' diam pada sistem galaksi bimasakti.

dan kita memang tidak bisa menyangkal sebuah teori ilmiah dengan keyakinan. Tapi kalau kita melompat ke arah filsafat dan mistisisme, maka "matahari itu sendiri lahir dari fislafat". kalau ada orang suci berfilsafat, maka tidak ada teori ilmiah manapun yang bisa membantahnya. ketika dia berkata bahwa matahari mengelilingi bumi, maka matahari memang mengelilingi bumi. dan kita tidak perlu mencampurkan antara logika, filsafat, ilmiah, serta mistik. tapi soal hukum alam semesta itu bisa dilihat dari berbagai disiplin ilmu tersebut.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #6 pada: Maret 12, 2013, 10:16:29 PM »
Uraian yang sangat bagus dan menarik kang Sandy. uraian-uraian seperti ini akan lebih menunjukan essensi, kwalitas dan ciri khas forum kita ini. sayapun tercerahkan dengan apa yang diuraikan kang sandy.

tapi rasa heran saya tidak berhenti, mengingat ketika sekelompok masyarakat yang menyaksikan gerhana bulan telah menafsirkan bahwa itu adalah peristiwa di mana "Naga menelan bulan", tapi di sisi lain seorang filsuf bisa memahami dengan benar bahwa itu hanyalah bayangan bumi pada bulan.

sampai hari ini pun tipe masyarakat seperti itu masih ada. belum melakukan pengamatan secara jeli, belum pula melakukan pemikiran secara mendalam, sudah terburu2 mengambil sebuah kesimpulan.


dan kita memang tidak bisa menyangkal sebuah teori ilmiah dengan keyakinan. Tapi kalau kita melompat ke arah filsafat dan mistisisme, maka "matahari itu sendiri lahir dari fislafat". kalau ada orang suci berfilsafat, maka tidak ada teori ilmiah manapun yang bisa membantahnya. ketika dia berkata bahwa matahari mengelilingi bumi, maka matahari memang mengelilingi bumi. dan kita tidak perlu mencampurkan antara logika, filsafat, ilmiah, serta mistik. tapi soal hukum alam semesta itu bisa dilihat dari berbagai disiplin ilmu tersebut.

banyak dari teori ilmiah sebenarnya adalah sebuah keyakinan juga, keyakinan yang tidak bisa secara langsung terbukti secara empiris. apa2 yang terbukti secara empiris kebanyakan hanyalah premis2nya saja, itupun bukan premis langsung, tapi premis yang menghasilkan sebuah teori, yang mana teori tsb dijadikan sebuah premis lagi untuk membentuk teori lainnya.

sebenarnya para penganut geosentris pun dapat membuat teori ini menjadi nampak seilmiah teori heliosentris.

matahari memang mengelilingi bumi, fenomena ini dapat kita lihat setiap hari saat kita berada di bumi. krena posisi kita sedang relatif diam terhadap bumi.
bumi memang mengelilingi matahari, fenomena ini dapat kita saksikan jika kita mendekati matahari dengan pesawat angkasa, dan posisi kita sedang relatif diam terhadap matahari, dan bimasakti pun mengelilingi matahari pada kondisi ini.
matahari memang mengelilingi bimasakti, fenomena ini dapat kita saksikan jika kita mendekati pusat galaksi dengan pesawat angkasa, dan posisi kita sedang relatif diam terhadap pusat galaksi tsb.
begitu seterusnya...

adapun mengenai perhitungan2 astronomis, teori heliosentris menjadikan sebagian besar perhitungan menjadi lebih sederhana. sedangkan dengan teori geosentris, perhitungannya akan jauh lebih rumit.
namun bukan berarti semuanya bisa terjawab dengan heliosentris, masih banyak fenomena2 astronomis lain yang masih menjadi misteri. namun karena tidak begitu berpengaruh pada kehidupan manusia, menjadi tidak terlalu terperhatikan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #7 pada: Maret 12, 2013, 11:12:19 PM »
bagaimana dengan perhitungan relatif diameter matahari yang dilakukan oleh Aristarchus?

pertama2, Aristarchus mencoba menghitung jarak bulan-bumi dan jarak matahari-bumi, dengan modal awal sebuah ukuran relatif dimeter bulan seperti yang sudah dijelaskan di atas.

dalam menentukan jarak bulan-bumi dilakukan dengan melihat koin dengan satu mata sampai koin itu menutupi semua bagian bulan. ini terjadi ketika mata kita berjarak 110 kali diameter koin tersebut, sehingga perbandingan diameter koin dengan jarak koin-mata adalah 1/110. jadi, jarak bulan-mata (bulan-bumi) adalah 110 kali diameter bulan.
karena dengan trigonometri, perbandingan diameter koin terhadap jarak koin-mata saat koin persis menutup seluruh lingkar bulan sebanding dengan perbandingan diameter bulan terhadap jarak bulan-mata (bulan-bumi).

kemudian, Aristarchus menemukan cara untuk menentukan jarak matahari-bumi dengan membuat perkiran kasar. dia melihat tahap bulan ketika bulan tepat setengah bersinar dengan matahari masih terlihat jelas di langit. kalau ditarik garis antara bumi-bulan, bulan-matahari, dan matahari-bumi akan membentuk segitiga seperti berikut:


Aristarchus telah menghitung jarak relatif bulan-bumi. kemudian sudut yang dibentuk oleh garis bulan-bumi dan garis bulan-matahari adalah 90O pada saat bulan setengah bersinar. sudut yang dibentuk oleh garis bulan-bumi dan garis matahari-bumi sangat sulit ditentukan, namun Aristarchus memperkirakan bahwa sudut antara garis bulan-matahari dan garis matahari-bumi sangat kecil (sekitar 3O). dengan demikian secara trigonometri, matahari akan sangat besar jaraknya dari bumi. Aristarchus mengatakan bahwa jarak matahari-bumi adalah 20 kali jarak bulan-bumi (sangat jauh berbeda dengan perhitungan astronomi modern yaitu sekitar 400 kali jarak bulan-bumi).

selanjutnya, dalam menentukan ukuran atau diameter matahari dapat menggunakan cara seperti pada pengukuran jarak bulan-bumi, yaitu dengan melihat koin pada satu mata sampai koin menutup matahari (JANGAN LAKUKAN PERCOBAAN INI DENGAN MATA TELANJANG!!!). dengan cara ini juga diperoleh perbandingan antara diameter koin dengan jarak koin dari mata kita adalah 1/110. dengan demikian, maka perbandingan antara diameter matahari dan jaraknya dari bumi adalah juga 1/110. dari perbandingan tersebut juga diperoleh bahwa diameter matahari adalah 1/110 kali jarak matahari-bumi.
« Edit Terakhir: Maret 12, 2013, 11:43:53 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #8 pada: Maret 12, 2013, 11:24:10 PM »
Kutip dari: sandy
selanjutnya, dalam menentukan ukuran atau diameter matahari dapat menggunakan cara seperti pada pengukuran jarak bulan-bumi, yaitu dengan melihat koin pada satu mata sampai koin menutup matahari (JANGAN LAKUKAN PERCOBAAN INI DENGAN MATA TELANJANG!!!). dengan cara ini juga diperoleh perbandingan antara diameter koin dengan jarak koin dari mata kita adalah 1/110. dengan demikian, maka perbandingan antara diameter matahari dan jaraknya dari bumi adalah juga 1/110. dari perbandingan tersebut juga diperoleh bahwa diameter matahari adalah 1/110 kali jarak matahari-bumi.

menakjubkan. tidak terpikir oleh saya sebelumnya, bahwa cara penghitungan jarak bumi-bulan bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti itu. tapi memang sudah saya duga,  bahwa bahwa jarak bumi-bulan bisa dihitung dari tempat duduk kita tanpa pergi jauh kemanapun. sebagaimana saya meyakini bahwa segala sesuatu dapat kita ketahui dengan kekuatan akal kita dengan cara berpikir saja dari tempat duduk kita. kembali kepada kata-kata Socrates, bahwa belajar hanyalah proses mengingat-ngingat.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #9 pada: Maret 12, 2013, 11:52:51 PM »
menakjubkan. tidak terpikir oleh saya sebelumnya, bahwa cara penghitungan jarak bumi-bulan bisa dilakukan dengan cara sederhana seperti itu. tapi memang sudah saya duga,  bahwa bahwa jarak bumi-bulan bisa dihitung dari tempat duduk kita tanpa pergi jauh kemanapun. sebagaimana saya meyakini bahwa segala sesuatu dapat kita ketahui dengan kekuatan akal kita dengan cara berpikir saja dari tempat duduk kita. kembali kepada kata-kata Socrates, bahwa belajar hanyalah proses mengingat-ngingat.

betul, cara dan perhitungan yang sederhana, bukan menggunakan rumus2 yang rumit.
kadang, berbagai premis berupa fenomena empiris begitu nyata terhampar di hadapan kita. namun, logika kita belum cukup terampil dalam merangkainya menjadi sebuah kesimpulan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #10 pada: Maret 13, 2013, 12:22:16 AM »
^ betul nih kang Sandy. alam semesta ini merupakan buku besar yang terbuka kepada kita. hal-hal kecil yang ada di sekitar kita bisa melahirkan sebuah kesimpulan besar yang sangat penting. tapi kita seringkali tidak cukup jeli dengan fenomena, dan tidak terampil menyimpulkan. nah, kabarnya salah satu ciri khas para imam maksum dan merupakan tanda kecerdasannya itu adalah kemampuan mengaitkan satu fenomena dengan fenomena lainnya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #11 pada: Maret 13, 2013, 09:33:57 PM »
Kutip dari: Kang Asep
.....
ceritanya, masyarakat di sekitar Galilieo sangat memuja Aristoteles sebagai seorang Nabi, bukan lagi seorang ilmuwan yang mereka seolah-olah tabu untuk menentang teori-teori Aristoteles, dan dalam pandangan mereka, seolah-olah "kwalat" kalau ada orang yang berani menentang teori Aristoteles.

Artistoteles pernah mengatakan bahwa apabila dua batu besar dan kecil dijatuhkan dari suatu ketinggian secara bersamaan, maka yang lebih dulu sampai ke bumi adalah batu yang berukuran besar. Galileo membantah perkataan Aristoteles tersebut dengan sengit. dan orang-orang menganggap Galileo lancang karena Galileo telah berani menentang teori Aristoteles.

suatu hari Galileo naik ke atas menara dan berteriak memanggil orang-orang, ia berkata, "Lihat! saya akan buktikan bahwa teori Aristoteles itu salah!" lalu Galileo menjatuhkan dua batu yang besar dan kecil. ternyata sampai ke bumi secara bersamaan. Barulah masyarakat percaya, kalau teori Galileo itu benar.

ketika membaca cerita tersebut, sayapun heran dan agak tak percaya, "Benarkah cerita ini?" mengingat menurut dugaan sayapun, tentu yang akan lebih jatuh ke bumi adalah batu yang lebih besar. lalu saya pergi ke halaman rumah, mencari kerikil dan batu yang agak besar. mengangkat keduanya, lalu menjatuhkannya secara bersamaan. ternyata benar, kedua batu sampai ke bumi secara bersamaan. saya tersenyum-senyum keheranan.

sejak saat itu saya sering bertanya kepada banyak orang, kepada pelajar, Mahasiswa, Guru, Dosen, anak-anak atau siapapun dengan pertanyaan "mana yang lebih dulu sampai ke bumi, batu besar atau batu kecil?" dan tidak ada satupun yang menjawab "bersamaan". semua menjawab dengan tampak yakin "batu besar yang lebih dulu sampai".

kesimpulan yang bisa diambil dari cerita tersebut adalah "ternyata suatu keyakinan yang sangat kuat berdasarkan dugaan yang dianggap sangat meyakinkan, dapat terbukti salah hanya dengan sebuah eksperimen kecil." Atas dasar inilah kemudian Galileo menanamkan perlunya segala sesuatu dibuktikan secara empiris. bahkan kemudian lahirlah setelahnya aliran filsafat empirisme.
.....


Galileo adalah seseorang yang tidak gampang beriman dengan keimanan semu terhadap doktrin yang tersaji dihadapannya.


ketika menemukan kekeliruan teori Aristoteles tsb, sebenarnya Galileo tidak memerlukan percobaan itu. percobaan itu hanya untuk orang2 disekelilingnya yang terlalu tabu untuk mengakui kekeliruan Aristoteles.

Galileo menemukan kekeliruan teori Aristoteles melalui penalaran fisika tentang massa dan gravitasi, melalui logika! tanpa pembuktian empiris pun Galileo sudah bisa membuktikan kekeliruan tsb. namun masyarakat sekitarnya lah yang terlalu mengandalkan empiris, bukti yang harus dilihat langsung oleh mata.


masyarakat yang aneh memang. terhadap teori Aristoteles, mereka tidak memerlukan bukti apa2 langsung percaya saja.

tapi ketika Galileo menyodorkan pandangan yang berbeda melalui penalaran yang jelas, mereka malah memerlukan bukti empiris agar bisa percaya.

 :D
« Edit Terakhir: Maret 13, 2013, 09:47:30 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline sien

Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #12 pada: Mei 23, 2013, 03:04:12 PM »
Saya salut dengan forum ini. Di forum lain, biasanya condong ke heliosentris dan bahkan suka menjatuhkan geosentris. Tapi disini terlihat tingginya pengetahuan Sandy_dkk dan Kang Asep. Ilmu pengetahuan itu berkembang. Bahkan semua "bukti Empiris" heliosentrispun mungkin bisa dijelaskan dengan dengan cara /sudut pandang geosentris, dan di "klaim" sebagai "bukti empiris" geosentris.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #13 pada: Mei 23, 2013, 06:31:53 PM »
Saya salut dengan forum ini. Di forum lain, biasanya condong ke heliosentris dan bahkan suka menjatuhkan geosentris. Tapi disini terlihat tingginya pengetahuan Sandy_dkk dan Kang Asep. Ilmu pengetahuan itu berkembang. Bahkan semua "bukti Empiris" heliosentrispun mungkin bisa dijelaskan dengan dengan cara /sudut pandang geosentris, dan di "klaim" sebagai "bukti empiris" geosentris.

sebenarnya tak perlu sikap saling menjatuhkan, apalagi jika kita telah mengetahui apa sebenarnya hakikat teori ilmiah.

teori adalah seperangkat pernyataan yang saling berhubungan yang disusun secara sistematis terhadap suatu hal, untuk digunakan sebagai rujukan atau dasar bagi kajian seterusnya.
sering kali teori dipandang sebagai suatu model atas kenyataan, namun teori umumnya hanya diterima secara sementara dan bukan merupakan pernyataan akhir yang konklusif, dan memiliki potensi kesalahan.

teori geosentris dan heliosentris, memang merupakan 2 teori yang bertolak belakang. namun, selama keduanya masih mampu menjalankan fungsi teori yaitu rujukan atau dasar bagi kajian seterusnya, maka tidak perlu dipertentangkan secara 'panas'. toh kajian seterusnya tetap akan dikontrol oleh bukti2 empiris baru, sehingga walaupun teori rujukannya salah atau masih belum sempurna, akan segera terbenahi oleh kontrol tsb.

untuk membenahi sebuah teori, bukan dengan cara menjatuhkan dengan membabi buta, akan tetapi harus sesuai dengan metode dan prinsip keilmuan.



sebenarnya masih banyak yang mungkin perlu di uraikan tentang kedua teori ini, agar lebih jelas kelebihan dan kekurangan masing2 teori, siapa tahu dengan bekal pengetahuan tsb ada diantara teman2 yang mampu membenahi teori2 tsb...  :)
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Geosentris atau Heliosentris ???
« Jawab #14 pada: Mei 24, 2013, 08:49:51 AM »
saya sendiri adalah seorang penganut teori heliosentris.

apa yang dimaksud dengan penganut teori tertentu dalam ilmu pengetahuan?
penganut teori tertentu adalah orang yang menggunakan teori tertentu tsb sebagai acuan untuk melakukan kajian aplikatif.

misalnya, dalam ilmu falak, untuk menentukan waktu2 gerhana bulan dan matahari yang akan datang, tentu diperlukan adanya hisab. nah, hisab ini tentunya memerlukan kerangka acuan berpikir yang sudah tersistem sedemikian rupa. kerangka acuan berpikir yang saya gunakan adalah teori heliosentris.
baik teori heliosentris maupun teori geosentris sama2 dapat digunakan untuk hisab gerhana ini, namun keduanya "tidak bisa" digunakan secara bersamaan (kata "tidak bisa" saya beri tanda kutip, karena sebenarnya bisa saja, namun tingkat kerumitannya jauh lebih tinggi dari hanya menggunakan salah satu teori saja).


jangan disamakan antara "penganut teori" dengan penganut ajaran agama. penganut ajaran agama identik dengan aqidah, sementara penganut teori ilmu pengetahuan tidak.

bisa saja seseorang beraqidah bahwa bumi adalah pusat semesta, tapi menggunakan teori heliosentris untuk keperluan mengetahui jadwal gerhana selanjutnya. tidak masalah.
daripada seseorang yang tidak bisa membedakan antara aqidah dan teori, lalu ngotot mempertahankan aqidah geosentrisnya sampai melibas penganut teori heliosentris, tapi tak bisa mengaplikasikan aqidahnya untuk keperluan ilmu pengetahuan.
walaupun sebenarnya, bagi yang memahami hukum2 distribusi matematika dengan baik, teori apapun bisa digunakan.


diskusi mengenai teori memang diperlukan untuk keperluan pengembangan dan penyempurnaan teori tsb. hanya saja, pengetahuan atas hakikat teori sangat dibutuhkan agar tercipta diskusi yang baik dan hati yang santai, walaupun tentunya otak tak akan bisa santai karena pembahasan teori ini melibatkan perhitungan2 rumit.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1925 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 01, 2012, 04:46:22 AM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
3394 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2012, 11:44:46 PM
oleh Sandy_dkk
4 Jawaban
1316 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 29, 2012, 10:28:48 PM
oleh ratna
2 Jawaban
1107 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 14, 2012, 10:59:52 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
5706 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 30, 2013, 06:33:18 AM
oleh Kang Asep
17 Jawaban
3570 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2013, 07:01:26 AM
oleh Kang Asep
11 Jawaban
4117 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2013, 05:41:06 PM
oleh kang radi
1 Jawaban
535 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 31, 2015, 09:53:55 PM
oleh gumalta
1 Jawaban
643 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2016, 12:57:31 AM
oleh Kang Erik
2 Jawaban
475 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 11:51:05 AM
oleh comicers

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan