Penulis Topik: Bukti Keadilan Hukum Waris Islam  (Dibaca 2738 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« pada: September 04, 2014, 05:31:21 AM »
Dalam hukum waris Islam, anak laki-laki memperolah warisan dua kali lebih banyak dari bagian perempuan. Sebagian orang, terutama dari kalangan non muslim menganggap bahwa hal itu tidaklah adil. Mereka berpikir, seharusnya laki-laki dan perempuan mendapat bagian warisan yang sama. Bahkan mungkin ada yang berpikir terbalik, karena perempuan dianggap lemah, semestinya perempuan memperoleh warisan lebih banyak.

Tidak hanya bagi orang non muslim, bahkan bagi sebagian non muslim pun tampaknya hukum pembagian waris ini dirasa tidak adil, sehingga diakal-akali sampai akhirnya menjadi bagi rata. Pembagian waris secara merata itu dihalalkan dengan “musyawarah mufakat”. Tetapi sebenarnya, bisa jadi hal tersebut terjadi karena ketidakpercayaan akan kebenaran dan keadilan hukum Islam.

Ada banyak argumen untuk menjelaskan keadilan hukum waris Islam. Dan ada pula pertanda alamiah yang menunjukan keadilan hukum waris ini. Salah satunya Anda bisa memperhatikan pada ibu yang mempunyai bayi laki-laki dan ibu yang mempunyai bayi perempuan. Ibu yang memiliki bayi laki-laki, air susunya dua kali lipat lebih banyak dari air susu ibu yang mempunyai bayi perempuan. Ini adalah peristiwa alami yang menunjukan bahwa memang laki-laki secara alami membutuhkan rezeki dua kali lebih banyak dari perempuan, sehingga Allah pun menyediakan rezeki bagi laki-laki dua kali lipat dari perempuan.

Awal Kisah[1] =========================

Diadukan kepada Khalifah Umar dua orang perempuan aygn memperebutkan anak laki-laki dan anak perempuan. Umar berkata, “Mana Abu al hasa yang menghilangkan segala kesulitan?”


Kemudian Sayyidina Ali dipanggil dan diceritakan kepadanay kasus itu. Lau Ali mengambil dua botol dan menibmangnya. Kemudian Ali menaruh masing-masing kedua perempuan itu untuk memerah susunya dan memasuaknnya ke dalam botol.

Sayyidina ali menimbangnhya. Ternyata yang satu lebih berat dari yang lain. Kemudian Ali berkata, “Anak laki-laki untuk perempuan yang air susunya lebih berat, dan anak perempuan untuk perempuan yang air susunya lebih ringan.”

Umar berkata, “Dari mana kamu mengatakan itu wahai Abu al Hasan ?”

Sayyidina Ali menjawab, “Karena Allah menjadikan bagian laki-laki dua kali bagian perempuan.”
================================= Akhir Kisah

Selanjutnya, mari kita lakukan Observasi, benarkah air susu ibu bayi laki-laki lebih banyak dari air susu ibu bayi perempuan ! Atau, apakah Anda dapat membantah persoalan ini secara ilmiah ?
 1. Muhammad Ridha Al Hakimi, Untaian Kecerdasan Ali bin Abi Thalib, Hal. 141-142
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #1 pada: September 04, 2014, 10:19:37 PM »
selain dipengaruhi oleh jumlah nutrisi yang dikonsumsi dan kondisi pikiran ibu, salah satu faktor yang juga mempengaruhi jumlah hormon prolaktin dan hormon oksitosin (hormon2 yang berpengaruh pada produksi ASI) adalah frekuensi hisapan bayi, semakin sering frekuensinya maka hormon yang diproduksi semakin banyak.
prosesnya, rangsangan dari isapan bayi saat menyusu akan diteruskan menuju hipotalamus pada otak yang memproduksi hormon. selanjutnya hormon tsb akan memacu otot2 halus di sekitar sel2 pembuat ASI untuk mengeluarkan ASI (let down reflect).

dan memang jika kita perhatikan waktu ibu menyusui bayi, pada umumnya anak perempuan lebih mudah dipuaskan sedangkan anak laki2 lebih rewel, benar tidak?
maka wajar bila ASI yang diproduksi oleh ibu dengan bayi laki2 akan lebih banyak baik secara kuantitas maupun kualitas dibanding ibu dengan bayi perempuan.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline akungibnu

Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #2 pada: September 08, 2014, 07:40:41 PM »
Lelaki itu lebih  kuat fisiknya dibanding perempuan, ini juga kodrad.  Yang lemah seharusnya dilindungi oleh hukum, apalagi hukum Tuhan,   agar tidak di telantarkan oleh yang kuat. 
Saat menetek anak lelaki telah banyak menerima susu  dari si ibu, si ibu  tidak membedakan antara anak lelaki dengan anak perempuan, jadi................ setelah dewasa saat orang tuanya meninggalk,   seharusnya ganti anak perempuan mendapatkan warisan lebih banyak.  Namun kodrad peremuan itu pengasih, sehingga tak akan keberatan jika diberi warisan sama dengan saudaranya yang lelaki.
Kalau anak lelaki mendapat warisan lebih banyak dari saudaranya yang perempuan seharusnya "malu", sebab lelaki lebih perkasa , lebih banyak waktu/kesempatan dalam "berjuang" memperoleh harta/kekayaan, dibanding perempuan yang harus:  mengandung, menyusui dan mengasuh anak-anaknya.
Pertanyaannya: Benarkah  anggapan bahwa lelaki itu egoist, hanya memikirkan kepentingan sendiri sedangkan perempuan rela berkorban? Jika demikian: seharusnya lebih banyak pahlawan perempuan dibanding pahlawan lelaki.
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #3 pada: September 09, 2014, 05:29:40 AM »
^ perbedaan menafsirkan tanda.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

  • Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 2698
  • Thanked: 14 times
  • Total likes: 81
  • bung.sandy@outlook.com
    • Lihat Profil
Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #4 pada: September 09, 2014, 03:16:51 PM »
Lelaki itu lebih  kuat fisiknya dibanding perempuan, ini juga kodrad.  Yang lemah seharusnya dilindungi oleh hukum, apalagi hukum Tuhan,   agar tidak di telantarkan oleh yang kuat. 
Saat menetek anak lelaki telah banyak menerima susu  dari si ibu, si ibu  tidak membedakan antara anak lelaki dengan anak perempuan, jadi................ setelah dewasa saat orang tuanya meninggalk,   seharusnya ganti anak perempuan mendapatkan warisan lebih banyak.  Namun kodrad peremuan itu pengasih, sehingga tak akan keberatan jika diberi warisan sama dengan saudaranya yang lelaki.
Kalau anak lelaki mendapat warisan lebih banyak dari saudaranya yang perempuan seharusnya "malu", sebab lelaki lebih perkasa , lebih banyak waktu/kesempatan dalam "berjuang" memperoleh harta/kekayaan, dibanding perempuan yang harus:  mengandung, menyusui dan mengasuh anak-anaknya.
Pertanyaannya: Benarkah  anggapan bahwa lelaki itu egoist, hanya memikirkan kepentingan sendiri sedangkan perempuan rela berkorban? Jika demikian: seharusnya lebih banyak pahlawan perempuan dibanding pahlawan lelaki.

selamat datang akungibnu! terima kasih atas tanggapannya.


saya sepakat bahwa secara umum laki2 lebih kuat fisiknya dibanding perempuan. bukan hanya itu, bahkan secara umum laki2 pun lebih kuat pikirannya dibanding perempuan.
untuk itu dengan fisik dan pikirannya laki2/suami mendapat tanggung jawab besar sebagai kepala keluarga.

jika akungibnu mengasumsikan bahwa perempuan lebih berhak menerima warisan lebih banyak karena kelemahannya dalam hal mencari nafkah, maka saya mengasumsikan bahwa laki2 lah yang lebih berhak menerima warisan lebih banyak oleh karena laki2 memiliki tanggung jawab yang besar, sementara perempuan/istri termasuk dalam tanggung jawab laki2/suami dalam hal pemberian mahar dan nafkah.

tanggungjawab yang besar, fisik dan pikiran yang kuat, maka tidak salah jika pembagian warisan pun lebih banyak. ada pun perempuan, menjadi kewajiban laki2 untuk memeliharanya. wallahu'alam.


seperti kata kang Asep, nampak terjadi perbedaan dalam hal menafsiran tanda. karena asumsi setiap orang memang boleh jadi berbeda.

« Edit Terakhir: September 09, 2014, 03:18:52 PM oleh Sandy_dkk »
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9202
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #5 pada: September 11, 2014, 04:18:04 PM »
benarkah Allah menciptakan wanita lebih lemah dari laki-laki ? apa buktinya pria lebih kuat dari wanita ?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 15
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #6 pada: September 14, 2014, 06:36:38 AM »
benarkah Allah menciptakan wanita lebih lemah dari laki-laki ?

Benar. Secara umum laki-laki memang lebih kuat dari perempuan. Buktinya setiap para Nabi dan Rosul adalah laki-laki. Sedangkan para Nabi dan Rosul adalah Pemimpin untuk manusia yang diangkat langsung oleh Alloh swt.

apa buktinya pria lebih kuat dari wanita ?


Buktinya adalah ini :

Sayyidina ali menimbangnhya. Ternyata yang satu lebih berat dari yang lain. Kemudian Ali berkata, “Anak laki-laki untuk perempuan yang air susunya lebih berat, dan anak perempuan untuk perempuan yang air susunya lebih ringan.”
dan memang jika kita perhatikan waktu ibu menyusui bayi, pada umumnya anak perempuan lebih mudah dipuaskan sedangkan anak laki2 lebih rewel, benar tidak?
maka wajar bila ASI yang diproduksi oleh ibu dengan bayi laki2 akan lebih banyak baik secara kuantitas maupun kualitas dibanding ibu dengan bayi perempuan.



 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Bukti Keadilan Hukum Waris Islam
« Jawab #7 pada: Desember 18, 2015, 10:54:57 PM »
Tidak hanya bagi orang non muslim, bahkan bagi sebagian non muslim pun tampaknya hukum pembagian waris ini dirasa tidak adil, sehingga diakal-akali sampai akhirnya menjadi bagi rata. Pembagian waris secara merata itu dihalalkan dengan “musyawarah mufakat”. Tetapi sebenarnya, bisa jadi hal tersebut terjadi karena ketidakpercayaan akan kebenaran dan keadilan hukum Islam.

Ini maksudnya "bagi sebagian muslim"?
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
8639 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 26, 2015, 11:02:56 PM
oleh gumalta
7 Jawaban
2015 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 11, 2013, 10:36:35 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
875 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 15, 2013, 04:08:25 PM
oleh Awal Dj
2 Jawaban
1088 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2013, 08:31:54 AM
oleh ratna
5 Jawaban
1795 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2014, 08:19:53 PM
oleh Abu Zahra
Keadilan

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

4 Jawaban
1054 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 06, 2014, 12:38:38 PM
oleh kang radi
4 Jawaban
1456 Dilihat
Tulisan terakhir November 19, 2014, 02:29:45 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
682 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 09:43:45 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
740 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 09, 2015, 09:09:18 AM
oleh gumalta
0 Jawaban
556 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2016, 07:50:21 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan