Latest Kontent

Konten Komentar Terbaru
Kutip dari: Kang Asep, 17-02-2018 10.46 PM
tidak tahu. saya mengetahui bahwa "Tuhan" adalah Dzat. tetapi tidak mengetahui apakah immateri atau materi, atau campuran keduanya.

Tuhan meliputi materi dan imateri tetapi Tuhan ≠ materi dan imateri.
Materi dan imateri ada di dalam Tuhan dan diliputi oleh Tuhan tetapi Tuhan tidak berada di dalam materi dan imateri serta diliputi oleh materi dan imateri.

Perumpamaannya itu seperti struktur dari proposisi bentuk A :

A : Setiap A adalah B
I : Sebagian A adalah B
I : Sebagian B adalah A
O : Sebagian B bukan A

A berada di dalam B dan diliputi oleh B karena setiap A adalah B tetapi B tidak berada di dalam A dan diliputi oleh A karena sebagian B bukan A.
B lebih luas wilayahnya dari A sehingga B meliputi A sementara A lebih kecil wilayahnya dari B dan menjadi elemen dari B sehingga A diliputi oleh B.
A itu ibarat materi dan imateri sementara B itu ibarat Tuhan dalam perumpamaan ini.

Atau perumpamannya seperti lingkaran.
Lingkaran = batas lingkaran + volume lingkaran.
Volume lingkaran itu niscaya berada di dalam batas lingkarannya, diliputi oleh batas lingkarannya dan mustahil untuk berada di luar batas lingkarannya dan meliputi batas lingkarannya. Sementara batas lingkarannya itu niscaya berada di luar volume lingkaranya, meliputi volume lingkarannya dan mustahil untuk berada di dalam volume lingkarannya serta diliputi oleh volume lingkarannya.
Ini merupakan sebuah aksioma.
Volume lingkaran itu ibarat materi dan imateri sementara batas lingkaran itu ibarat Tuhan dalam perumpamaan ini.

Materi - imateri, baik - buruk, dan feminim - maskulin itu diliputi oleh Tuhan dan berada di dalam Tuhan.
Tetapi Tuhan ≠ materi - imateri, baik - buruk, dan feminim - maskulin.

Materi - imateri, baik - buruk, feminim - maskulin, itu dilampaui oleh Tuhan.
Tuhan ≠ materi - imateri, baik - buruk, dan feminim - maskulin.

Dengan demikian, bila dikatakan bahwa "Tuhan itu baik" dalam arti Tuhan = baik, ini keliru dan tidak tepat.
Jika dikatakan bahwa "Tuhan itu jahat" dalam arti Tuhan = Jahat, ini pun keliru dan tidak tepat.
Baik - buruk itu dilampaui oleh Tuhan dan Tuhan melampauinya.
Ini adalah pemahaman saya tentang Maha Transendennya Tuhan.
Kutip dari: Kang Asep, 17-02-2018 12.15 AM
Dalam Bhagavad Gita, Shri Kresna berkata, "Seluruh alam ini tergelar dari filsafatku".

Alam semesta ini hanyalah filafat. ia hanya bayang-bayang atau "pikiran Tuhan". karena itu, bagaimana materi (bayangan) akan dapat dikaitan dengan Tuhan seperti kaitannya benda dengan unsur-unsurnya ? tidak mungkin.

Pikiran Tuhan berada dalam himpunan dzat Tuhan.
Pikiran Tuhan adalah elemen dari dzat Tuhan.
Pikiran Tuhan tidak berada "di luar" himpunan dzat Tuhan, melainkan berada di dalam himpunan dzat Tuhan sebagai anggota atau elemen dari dzat Tuhan sehingga pikiran Tuhan menjadi bagian dari dzat Tuhan.

Premis minor A : Setiap alam semesta adalah pikiran Tuhan
Premis mayor A : Setiap pikiran Tuhan adalah dzat Tuhan
Konklusi A : Setiap alam semesta adalah dzat Tuhan

Struktur proposisi :

A : Setiap alam semesta adalah dzat Tuhan
I : Sebagian alam semesta adalah dzat Tuhan
I : Sebagian dzat Tuhan adalah alam semesta
O : Sebagian dzat Tuhan bukan alam semesta

Struktur pembalikan proposisi :

A : Setiap yang bukan dzat Tuhan adalah yang bukan alam semesta
I : Sebagian yang bukan dzat Tuhan adalah yang bukan alam semesta
I : Sebagian yang bukan alam semesta adalah yang bukan dzat Tuhan
O : Sebagian yang bukan alam semesta bukanlah yang bukan dzat Tuhan

Elemen dari suatu himpunan tidak berada di luar himpunannya, melainkan berada di dalam himpunannya.
Jika suatu hal berada di luar wilayah dari hal lain, maka hal tersebut bukanlah bagian dari hal lain dan jika hal tersebut adalah bagian dari hal lain, maka suatu hal tidak berada di luar wilayah dari hal lain.

Alam semesta tidak berada di luar wilayah dzat Tuhan, melainkan berada di dalam wilayah dzat Tuhan dan menjadi bagian dari wilayah dzat Tuhan.
Dzat Tuhan lebih luas wilayahnya dari alam semesta sehingga dzat Tuhan meliputi alam semesta dan alam semesta diliputi oleh dzat Tuhan.
Karena dzat Tuhan adalah himpunan dari alam semesta sebagai elemennya sehingga alam semesta berada di dalam dzat Tuhan dan dzat Tuhan meliputi alam semesta.
Keseluruhan itu lebih luas atau lebih besar dari elemen atau hal - hal tertentu yang menjadi bagian dari keseluruhannya.
Ini adalah pemahaman saya tentang kemahaluasan dan kemahabesaran Tuhan.

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan