collapse

* Komentar Board Katolik

No posts were found.
Pebruari 27, 2016, 04:36:00 PM oleh comicers | Views: 1355 | Comments: 1



Siapa yang tak kenal —meski bukan secara pribadi— atau setidaknya pernah mendengar tentang Hj. Irena Handono (selanjutnya disingkat HIH)?

Kisah perjalanan hidup satu-satunya anak perempuan, bungsu dari lima bersaudara, yang lahir di Surabaya dalam sebuah keluarga Katolik, namun kemudian menjadi mualaf setelah gagal menjadi biarawati ini banyak yang meng-copas & menyebar kisahnya itu di blog mereka maupun di media sosial seperti Facebook. Setidaknya ada 2 versi hasil wawancara media (harian Republika & Majalah Hidayah) yang tampaknya menjadi sumber copas. Sayangnya sebagian besar yang meng-copas tidak mencantumkan keterangan tentang sumber aslinya. Selain itu ada VCD resmi dari lembaga dakwah HIH sendiri, Irena Center, yang diperbanyak oleh entah berapa banyak fans-nya di Nusantara tercinta ini.

Bagi yang jeli, paham atau setidaknya memiliki gambaran tentang tahapan menjadi seorang biarawati, akan menangkap beberapa kejanggalan yang mengindikasikan adanya upaya mengaburkan atau menutupi sesuatu dalam kisah masa lalu HIH yang mengaku sebagai mantan biarawati itu. Sebagian besar Muslim mungkin menyikapinya dengan “EGP, yang penting dia sekarang sudah Islam”, namun nyatanya yang penasaran & mengutamakan fakta tentang HIH tetap ada. Semoga pembahasan ini mampu memberi jawaban atas rasa penasaran sebagian kalangan Muslim sendiri (serta siapapun yang juga penasaran) terhadap kebenaran sepenggal kisah masa lalu HIH itu, walaupun harus diakui bahwa fakta masa lalu itu mungkin sudah tak berarti apa-apa lagi bagi HIH sendiri sekarang. Pada akhirnya, semoga bisa disadari oleh semua pembaca bahwa predikat “mantan biarawati” yang tampak sekali diandalkan sebagai “nilai jual” bagi kiprah HIH sekarang sebagai seorang da’i tak lain adalah predikat palsu.

Kejanggalan yang pertama, yang terindikasi sebagai sebuah ke...
Pebruari 27, 2016, 04:30:57 PM oleh comicers | Views: 1151 | Comments: 0



    Kisah tentang mualaf bernama lengkap Steven Indra Wibowo ini sudah pernah ditampilkan panjang lebar di harian Republika pada tahun 2009 yang lalu. Harian yang sama memuat liputan baru tentang sosok yang sama juga pada tahun 2014 ini. Di beberapa media online Islami lainnya belakangan ini juga muncul versi supersingkat tentang mualafnya Steven Indra Wibowo ini, dengan judul sensasional sebagai orang yang pernah memurtadkan 126 orang Muslim di Jakarta. Tidak dijelaskan kapan itu terjadi, namun disini nanti kita akan lihat bahwa “prestasi” memurtadkan 126 orang Muslim itu omong kosong belaka.
     
     Siapakah Steven Indra Wibowo?
     
     Kita lihat apa kata Republika tentang mualaf kelahiran Jakarta, 14 Juli 1981 ini:
    Kutip
    “Sebelum memutuskan memeluk Islam, Indra adalah seorang penganut Katolik yang taat. Ayahnya adalah salah seorang aktivis di GKI (Gereja Kristen Indonesia) dan Gereja Bethel. Di kalangan para aktivis GKI dan Gereja Bethel, ayahnya bertugas sebagai pencari dana di luar negeri bagi pembangunan gereja-gereja di Indonesia.”

     Ada yang agak aneh dalam deskripsi di atas: Steven Indra Wibowo disebut sebagai seorang penganut Katolik yang taat, tapi ayahnya seorang aktivis Protestan, bahkan dari sumber media online lainnya disebutkan bahwa Steven Indra Wibowo adalah anak seorang petinggi PGI, organisasi para pendeta Protestan (kalau Katolik, organisasinya adalah KWI, yang kepengurusannya beranggotakan para Pastor maupun umat awam). Jadi, kalau deskripsi itu memang yang sebenarnya maka artinya si anak sejak kecil agamanya berbeda dengan agama ayahnya. Karena akan aneh seandainya ayahnya adalah seorang Katolik tapi menjadi petinggi PGI.
     
     Sang ayah inipun ingin Steven “mengik...
    Agustus 09, 2015, 10:04:28 AM oleh comicers | Views: 714 | Comments: 0

    dulu Paus Yohanes Paulus II sudah ngasih pernyataan minta maaf terhadap hal2 yg dianggap sebagai sebuah kesalahan Gereja Katolik mulai dr pengadilan Galileo, inkuisisi, pembantaian Indian Amerika Latin, dlsb dlsb. tp entah kenapa kalangan non-Kristen terutama yg fanatis & anti-Kristen selalu saja mengungkit2nya & seakan2 tidak memaafkan Katolik
    Mei 11, 2015, 08:53:11 PM oleh comicers | Views: 758 | Comments: 0

    Di jaman Yesus, ada seorang pemungut cukai bernama Yudas Iskariot, yang walaupun telah menjadi salah satu dari 12 muridnya, masih berani-beraninya mengkhianatinya dengan menyerahkan Yesus kepada tentara Romawi untuk disalibkan.

    Pada akhirnya, Yudas berakhir dalam keadaan menyesal, meminta pengampunan dosa, dan bunuh diri.

    Bahkan, jangan kan Yudas, 11 murid lainnya pun tak ada satupun yang berani menyelamatkan Yesus ketika Ia akan disalibkan. Petrus pun menyangkali dirinya sebanyak tiga kali & Tomas tak percaya bahwa Yesus telah disalib sampai ia menyadarinya ketika memegang luka Yesus.

    Orang-orang yang membantu Yesus menjelang penyaliban pun hanya Maria Magdalena yang rela mengelap lukanya Yesus dan seorang petani yang sempat dengan rela membantu Yesus memanggul salib, yang itupun keduanya tidak termasuk dalam 12 murid Yesus.

    Begitu pun dengan sesama umat Kristen sendiri. Jangan lah jadi pihak yang berseberangan.

    Kalau tidak mau mendukung Israel, janganlah melecehkan orang-orang yang mendukung Israel dengan menuduh hanya berdasarkan pada kisah-kisah pada Perjanjian Lama.

    Orang sama-sama mengimani isi dalam Alkitab juga malah melakukan pelecehan.

    Hal sebaliknya terjadi pada perumpamaan orang Samaria yang baik hati yang dengan sukarela menolong orang Yahudi yang habis dirampok.

    Intinya, lebih baik menjadi orang Samaria yang baik hati yang rela menolong orang Yahudi yang habis dirampok daripada menjadi salah satu dari 12 murid tapi pada akhirnya malah menjadi pengkhianat dari Yesus sendiri.

    Dalam kata lain, lebih baik ada orang non-Kristen yang berbaik hati terhadap orang Kristen daripada menjadi orang Kristen tetapi melecehkan sesamanya.
    Maret 27, 2015, 08:20:49 PM oleh comicers | Views: 1682 | Comments: 0

    di agama Buddha, ada dua aliran besar yakni Buddha Mahayana & Buddha Hinayana/Theravada. Buddha Mahayana yang menyebar ke wilayah Utara macam Cina, Korea, Vietnam, Jepang; & Buddha Hinayana/Theravada yang menyebar ke wilayah Selatan macam Sri Lanka, Laos, Myanmar. Buddha Mahayana memiliki sifat yg baik terhadap agama lainnya sehingga terbentuklah yang namanya Tridharma yang terdiri dari Buddha Mahayana, Taoisme, & Konghucu. Sementara Buddha Hinayana/Theravada memiliki sifat yg dapat dianggap kurang sreg dengan agama lain. Tentunya masih ingatkan dengan kabar rasa sinis Buddhis dari DhammaCitta (yang didominasi Buddha Hinayana/Theravada) terhadap Kristenisasi, Rohingya, & Vajrayana (aliran Buddha di Tibet)

    saya jadi berpikir, jika saya Buddha Mahayana, atw paling tidak berpihak pd mereka, kenapa saya tidak lakukan saja minta instansi politik macam kekaisaran Cina atw Vietnam utk memerangi Buddha Hinayana/Theravada krn menurut saya dianggap menodai agama Buddha dgn membawa2 nama agama Buddha apalagi Siddharta Gautama terhadap agama lain dgn cara menghina2 agama lain. tapi saya berpikir lagi, ah, enggak lah karena hal tersebut Buddha Mahayana memiliki sifat yg baik terhadap golongan lain & jg akan menodai agama Buddha jg dgn ngelakuin perlawanan terhadap org seagama meskipun beda aliran. seperti halnya konflik dlm Islam antar mahzab macam Sunni-Syiah yg membuat Islam dituduh saling perang.

    jadi teringat dgn konflik Katolik-Protestan pd akhir abad pertengahan yg masing2 membawa2 tentara militer dr Perancis, Spanyol, Portugis, Inggris, dlsb. Katolik berusaha utk memerangi Protestan krn dianggap memusuhi Katolik. golongan yg memusuhi Katolik bukanlah hal baru bagi Katolik, sebelumnya, pd milenium ke-1 ada yg namanya Skisma Barat-Timur, Arianisme, dlsb.

    saya pun jadi kepikiran tentang kenapa agama Katolik kemudian menyebar di Amerika Tengah & Amerika Selatan & bahkan disana kemudian...
    Pages: 1 2 [3] 4

    Katolik

    Ilmu Logika

    Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

    Meditasi

    Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan