collapse

* Komentar Board Katolik

No posts were found.
Mei 24, 2017, 03:26:47 PM oleh comicers | Views: 265 | Comments: 4

https://id.wikipedia.org/wiki/Kasus_Mortara


Pada petang 23 Juni 1858, carabinieri (polisi militer) kepausan pimpinan Marsekal Pietro Lucidi dan Brigadir Giuseppe Agostini datang ke apartemen Mortara di Bologna. Setelah menanyai beberapa pertanyaan tentang keluarga tersebut, Lucidi menyatakan: "Signor Mortara, Aku minta maaf untuk memberitahukanmu bahwa kamu adalah korban pengkhianatan", dan menjelaskan bahwa mereka diperintah Romo Feletti untuk mengambil Edgardo karena ia telah dibaptiskan. Edgardo Levi Mortara, anak keenam dari delapan bersaudara yang lahir dari pasangan Salomone "Momolo" Mortara, seorang pedagang Yahudi, dan istrinya Marianna (née Padovani), lahir pada 27 Agustus 1851 di Bologna, salah satu Legasi Kepausan di utara jauh negara kepausan. Keluarganya pindah pada 1850 dari Kadipaten Modena, tepat di barat Bologna.

Ya, pada Oktober 1857, inkuisitor Bologna, seorang frater Dominikan bernama Romo Pier Gaetano Feletti, mengetahui rumor dari dampak bahwa sebuah pembaptisan rahasia telah dilakukan kepada salah satu anak Yahudi di kota tersebut oleh seorang pelayan Katolik. Jika benar, hal ini akan membuat anak tersebut menjadi Katolik di mata Gereja—sebuah fakta dengan ramifikasi sekuler serta spiritual semenjak Gereja menganggap bahwa anak-anak yang mereka anggap Kristen tidak dapat dibesarkan oleh non-Kristen, dan harus diambil dari orangtua mereka dalam keadaan semacam itu. Kasus-kasus semacam ini merupakan hal lazim di Italia pada abad ke-19, dan seringkali melibatkan pembaptisan seorang anak Yahudi oleh seorang pelayan Kristen. Gereja secara resmi menyatakan bahwa orang Katolik tidak dapat membaptis anak Yahudi tanpa memberitahukan kepada orangtuanya, kecuali jika anak tersebut dalam keadaan sekarat—dalam kasus semacam itu, Gereja dapat menghiraukan ketentuan orangtua dengan memberatkan bahwa dampaknya jiwa anak tersebut dapat se...
Maret 15, 2017, 06:49:28 PM oleh comicers | Views: 142 | Comments: 0

saudara2 sekalian, setujukah Anda dgn pendapat ane

menurut ane imam2 Yahudi nolak Yesus bukan dr murni niatan sendiri, melainkan krn pengaruh Romawi agar org2 Kanaan dlm hal ini Yahudi agar tetap berada di bawah pengaruh Romawi & kaisar Romawi (NB: bagi yg tau sejarah Romawi pasti tau begimana nasionalisme & kaisar Romawi dipuja bak dewa)

coba Anda liat lagi di cerita2 tentang masa kecil Yesus, Yesus kan plg awal, sejak bayi, justru dikejar2 ama Herodes, yg Romawi
pas Yesus ditemukan di Bait Allah, justru diceritakan kl para imam Yahudi di Bait Allah tertegun sama Yesus, tidak seperti perlakuan para imam Yahudi terhadap Yesus pd masa2 selanjutnya (ini yg aneh, pd masa Yesus berusia 12 tahun, para imam Bait Allah dibuat tertegun, tp giliran pas masa dewasa, ceritanya malah beda lagi)

lagipula, meskipun Yesus gak dianggep ama para imam Yahudi, toh Yesus sendiri jg diakui kemuliaannya oleh sejumlah Yahudi, termasuk imam Nikodemus & tentunya 12 murid-Nya

& kondisi Yahudi pd masa itu tentunya ya gak seperti pas jamannya Hakim2 & Raja2 lah dimana kaum Yahudi merdeka, di jaman Yesus kan Yahudi diduduki Romawi, ya kembali lagi pd kalimat diatas, "Yahudi berada di bawah pengaruh Romawi & Kaisar Romawi", tentu Anda bisa membedakan kan maksud dari "merdeka" dan "berada di bawah pengaruh"

jika ada Ateis yg ngatain kl Kristen adlh "boneka-nya Romawi" (padahal sebetulnya pas jaman gereja perdana, Kristen sendiri jg udah nyebar ke luar Romawi, bahkan India) maka justru saya anggep Kristen lah yg berhasil "menaklukan" Romawi, krn apa ? krn Kristen sendiri bisa mendompleng Romawi dr Kekaisaran pagan menjadi kekaisaran Kristen & menjadikan Roma dr kota pagan menjadi kota Kristen

begimana menurut Anda ?
Pebruari 18, 2017, 10:34:34 AM oleh comicers | Views: 224 | Comments: 1

1. Non-Muslim dilarang masuk Mekkah tp non-Kristen boleh masuk Vatikan

bagi yg tau tentang seluk beluk Mekkah, org non-Muslim pasti dilarang masuk Mekkah & jalannya langsung dialihin (ada gambar plangnya) kecuali kl orgnya nyamar jd Muslim kek Snouck Hurgronje (mata2 Belanda di Aceh) nih gambarnya


tp sebaliknya, menurut penuturan org yg pernah dateng ke Vatikan, cewe2 berjilbab dibolehin masuk Vatikan. jikalau Vatikan ngelakuin prinsip balas dendam, harusnya non-Kristen jg gak dibolehin masuk Vatikan seperti halnya non-Muslim gak dibolehin masuk Mekkah donk, tp kenyataan malah sebaliknya

2. Ada masjid yg gak ngebolehin non-Muslim masuk tp Muslim ada yg dibolehin ngungsi di gereja

sama kek yg diatas, ada suatu masjid di Chungkuo yg katanya gak ngebolehin non-Muslim buat masuk ke dalem, meskipun sebetulnya gak semua mesjid jg yg gak ngebolehin non-Muslim masuk. tp sebaliknya, malahan pernah ada kabar kl Muslim di wilayah mana gitu dibolehin ngungsi di gereja, salat di gereja, hal berbeda dgn tanggapan negatif terhadap suatu mushola yg malah dijadiin wihara di Malaysia. bahkan Gusdurian pun malah pernah kunjungan di gereja & nyanyi disana. nih videonya
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=m6v0Ut-19K4" target="_blank">http://www.youtube.com/watch?v=m6v0Ut-19K4</a>

3. Israel difitnah Palestina tp Israel tetep ngebantuin Palestina

seperti biasa, Israel selalu difitnah oleh Palestina ngelakuin genosida lah, ngelakuin Palestinian Holocaust lah, ngelakuin pembantaian terhadap anak2 & perempuan lah, ngelakuin pengeboman lah, apa ini lah itu lah. tp jg banyakan org Palestina yg jd korban perang jg larinya ke RS2nye Israel tanpa memandang kl si Palestina ini udah ngejahatin Israel, walaupun RS2 Israel ini jg gw yakin gak mungkin ngedukung niatnye Palestina. Bahkan cuc...
Kang Asep
Juli 28, 2016, 03:27:35 PM oleh Kang Asep
Views: 210 | Comments: 0

Yohanes 1:1-5, 10-14  Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

dari : Coeda
Mei 28, 2016, 09:57:26 AM oleh comicers | Views: 638 | Comments: 0


Mama Siti Asiyah bersama ayah angkat Pater Yanto, menumpangkan tangan ke atas kepala Pater Yanto pada pentabisan Imam di Ledalero, Maumere, Sabtu (10/10/2015).

MAUMERE - Mengenakan jilbab berwarna hitam, Siti Asiyah masuk dalam barisan para diakon (calon imam Katolik yang hendak ditahbiskan).

Dia mengapiti lengan putranya, diakon Robertus B Asiyanto, SVD, satu dari 11 calon imam serikat Sabda Allah (SVD) yang ditahbiskan di Ledalero, Maumere, Sabtu (10/10/2015).

Mata ribuan umat tertuju kepada ibu berjilbab itu saat bersama para calon imam memasuki altar gereja. Maklum ini merupakan pemandangan yang tidak biasa. Siti Asiyah, seorang muslimah mendampingi putranya untuk ditahbiskan menjadi imam dalam Gereja Katolik.

Mata Siti Asiyah berkaca-kaca saat memberi restu kepada anaknya, Robertus Asiyanto yang akrab disapa Yanto menjadi seorang imam dengan menumpangkan tangan di atas kepalanya.

Siti Asiyah, asal Cancar, Kabupaten Manggarai itu didampingi ayah angkat Pater Yanto saat memberi penumpangan tangan untuk putranya.

Selanjutnya Yanto bersama 10 rekannya ditahbiskan menjadi pastor oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.

Siti Asiyah mengikuti perayaan misa dan prosesi pentahbisan dengan khusuk. Dia duduk tenang pada kursi barisan depan di gereja seminari tinggi terkemuka di Pulau Flores tersebut.

"Senang sekali. Saya sangat senang," ujar Siti Asiyah kepada Pos Kupang seusai misa pentahbisan. Hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir Siti Asiyah. Wajahnya sumringah. Senyum terus mengembang di bibirnya.

Aryanti, adik bungsu Pater Yanto juga mengungkapkan rasa bangga karena kakaknya sudah ditahbiskan menjadi imam.

"Saya senang sekali hari ini," ujar Aryanti. Aryanti, bungsu da...
Pages: [1] 2 3 4

Katolik

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan