Penulis Topik: Membalikan keadaan dengan analogi  (Dibaca 2379 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Membalikan keadaan dengan analogi
« pada: Desember 11, 2012, 09:47:34 PM »
Sepasang suami istri tengah menghadiri sidang perceraian mereka.
Dalam sidang tersebut akan diputuskan siapa yang mendapat hak asuh anak.

Sambil berteriak histeris dan melompat lompat si istri berkata :
"Yang Mulia, Saya yang mengandung dan melahirkan bayi itu ke dunia dengan kesakitan dan kesabaran saya!! Anak itu harus menjadi hak asuh Saya!!"

Hakim lalu berkata kepada pihak suami:
"Apa pembelaan anda terhadap tuntutan istri Anda?"

Si Suami diam sejenak, dengan nada datar ia berkata :
Mohon maaf Yang mulia, Jika saya memasukkan KOIN ke mesin penjual Soft Drink, mesinnya BERGOYANG SEBENTAR, dan minumannya keluar, Menurut Yang Mulia, minumannya milik saya atau mesinnya?  :)
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Membalikan keadaan dengan analogi
« Jawab #1 pada: Desember 12, 2012, 12:36:08 AM »
he... he.... analogi yang lumayan bagus. tapi secara serius, dengan sistem hukum di negeri kita ini, kira-kira sang Hakim akan memberikan anak pada siapa ya? ayah atau ibunya?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Membalikan keadaan dengan analogi
« Jawab #2 pada: Desember 12, 2012, 09:34:24 AM »
he... he.... analogi yang lumayan bagus. tapi secara serius, dengan sistem hukum di negeri kita ini, kira-kira sang Hakim akan memberikan anak pada siapa ya? ayah atau ibunya?

Yang adie ketahui kalau anaknya masih perlu pengasuhan ibunya umur antara 0 bulan sampe 12 tahun berarti lebih condong diberikan ke ibunya.
setelah umurnya lebih dari itu  yach gimana jago debat pengacaranya heheheh

eh tapi di google adie dapet artikel http://www.vhrmedia.com/print.php?.g=corner&.s=panduan&.bk=24
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Membalikan keadaan dengan analogi
« Jawab #3 pada: Desember 12, 2012, 01:27:51 PM »
pada halaman tersebut dikemukakan bahwa berdasarkan UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, pada dasarnya hak asuh diberikan kepada ibu. dan oleh karena itu hak permohonan hak asuh anak diberikan kepada bapak.

tapi bagaimana dengan hukum Islam, default nya si anak itu hak asuh ibu atau bapak?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Membalikan keadaan dengan analogi
« Jawab #4 pada: Desember 12, 2012, 02:36:25 PM »
pada halaman tersebut dikemukakan bahwa berdasarkan UU No. 1 Tahun 1974 tentang perkawinan, pada dasarnya hak asuh diberikan kepada ibu. dan oleh karena itu hak permohonan hak asuh anak diberikan kepada bapak.

tapi bagaimana dengan hukum Islam, default nya si anak itu hak asuh ibu atau bapak?

waduh adie terlalu fokus ke UU negara malah gak keingetan secara syariat islam

cari dibeberapa riwayat ada yang seperti ini
Ahmad, Abu Daud, dan Al-Hakim telah meriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr : Bahwa seorang wanita berkata, “Ya Rasul Allah, sesungguhnya anak saya ini, perut sayalah yang telah mengandungnya, dan tetak sayalah yang telah menjadi minumannya dan haribaankulah yang melindunginya. Tapi bapaknya telah menceraikan aku dan hendak menceraikan anakku pula dari sisiku.” Maka bersabdalah Rasulullah saw. : “Engkaulah yang lebih berhak akan anak itu, selagi belum kawin (dengan orang lain).”

Demikian halnya saat Umar bin Khattab menceraikan Ummu Ashim dan bermaksud mengambil Ashim bin Umar dari pengasuhan mantan istrinya. Keduanya pun mengadukan masalah ini kepada Abu Bakar r.a. selaku amirul mukminin saat itu.

Abu Bakar berkata : “Kandungan, pangkuan, dan asuhan Ummu Ashim lebih baik bagi Ashim dari pada dirimu (Umar) hingga Ashim beranjak dewasa dan dapat menentukan pilihan untuk dirinya sendiri.”

Ayah dan ibu adalah orang tua anak-anaknya. Walaupun ayah dan ibu telah bercerai, anak tetap berhak mendapat kasih dan sayang dari keduanya. Ayah tetap berkewajiban memberi nafkah kepada anaknya. Anak berhak menjadi ahli waris karena merupakan bagian dari nasab ayah dan ibunya. Anak gadis pun harus dinikahkan oleh ayahnya, bukan oleh ayah tiri.

Bagaimana nasib ibu yang telah menjanda? Ibu yang menjanda akibat diceraikan suaminya maka ia berhak mendapat nafkah dari suami hingga masa iddahnya berakhir (tiga kali haid) serta upah dalam pengasuhan anak baik dalam masa iddah maupun setelahnya hingga anak mencapai fase tamyiz (berakal) dan melakukan takhyir yang memungkinkan ia untuk memilih ikut ibu atau ayah

Sumber: http://id.shvoong.com/society-and-news/spirituality/2258128-rumahku-surgaku/#ixzz2EoxKI0Nc
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Membalikan keadaan dengan analogi
« Jawab #5 pada: Desember 12, 2012, 02:46:26 PM »
kalau begitu, UU Negara dengan Hukum Islam selaras.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Membalikan keadaan dengan analogi
« Jawab #6 pada: Desember 12, 2012, 02:54:13 PM »
kalau begitu, UU Negara dengan Hukum Islam selaras.

iya pak memang selaras tapi adie gak tau apa hadist itu kuat atau lemah
 

Tags: analogi humor 
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
2858 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2012, 02:46:24 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2381 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2013, 12:30:57 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
932 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 01:30:45 AM
oleh ratna
1 Jawaban
1108 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 21, 2013, 07:45:08 PM
oleh Kang Asep
10 Jawaban
2329 Dilihat
Tulisan terakhir November 14, 2015, 10:22:55 AM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
1047 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2014, 10:55:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1030 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 18, 2014, 12:10:14 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
2336 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2015, 05:31:53 PM
oleh Agate
Analogi

Dimulai oleh Kang Asep Definisi

0 Jawaban
717 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 05, 2016, 07:59:05 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
376 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 05, 2016, 08:33:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan