Penulis Topik: Akhdar  (Dibaca 1242 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Akhdar
« pada: November 24, 2013, 04:40:59 AM »
Tatkala khalifah Utsman sedang dikepung oleh “Pemberontak” yang datang dari Mesir, Bashrah dan Kufah, Aisyah naik haji ke Mekkah.

Thabari menulis : seorang laki-laki bernama Akhdar[1] dan menemui Aisyah. Aisyah bertanya padanya, “Apa yang mereka lakukan?”

Akhdar menjawab, “Utsman telah membunuh orang-orang Mesir itu!”

“Innalillahi wa inna ialhi raajiuun!” kata Aisyah, “Apakah ia membunuh kaum yang sedang mencari hak dan mengingkari zalim ?” Demi Allah, kita tidak rela akan (peristiwa) ini.”

Kemudian seorang laki-laki lain datang dari Madinah. Dan Aisyah menanyakan hal yang sama padanya, “Apa yang sedang dilakukan orang-orang itu ?”

Laki-laki itu menjawab, “Orang-orang Mesir itu telah membunuh Utsman”

Aisyah berkata, “Ajaib si Akhdar. Ia mengatakan yang terbunuhlah yang membunuh.”

Sejak saat itu muncul peribahasa, “Lebih bohong dari Akhdar.”[2]

Artikel Terkait :


 1. datang dari Madinah
 2. O. Hashem, Saqifah, Hal. 29
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Monox D. I-Fly

Re:Akhdar
« Jawab #1 pada: September 25, 2015, 12:40:01 AM »
Emmm... Tunggu, tunggu... Orang Mesirnya ada banyak kan? Bisa jadi mereka berdua tidak berbohong, melainkan Utsman membunuh sebagian dari orang-orang Mesir itu dan sebagian yang tidak terbunuh membalas dengan membunuh Utsman...
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Akhdar
« Jawab #2 pada: September 25, 2015, 11:24:59 AM »
BENAR. bisa jadi begitu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re:Akhdar
« Jawab #3 pada: September 25, 2015, 11:11:48 PM »
Quote (selected)
Aisyah berkata, “Ajaib si Akhdar. Ia mengatakan yang terbunuhlah yang membunuh.”

Bagaimana pernyataan diatas bisa muncul? Apakah lelaki madinah pasti terjamin jujur ketimbang Akhdar?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9465
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 472
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: Akhdar
« Jawab #4 pada: September 27, 2015, 07:54:25 AM »
Nah itulah. tiada dasar untuk menilai orang Madinah itu lebih jujur dari si Akhdar..tapi belum tentu pula aisyah menyalahkan akhdar. walaupun perkataannya tampak seperti menyalahlan akhdar, tapi itu bisa jadi gaya bahasa, seolah menyalahlan akhdar tapi sebenarnya konfirmasi kepada orang Madinah itu bahwa keterangannya bertentangan dengan apa yg disampaikan Akhdar.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Ziels

Re: Akhdar
« Jawab #5 pada: September 27, 2015, 09:07:19 PM »
Nah itulah. tiada dasar untuk menilai orang Madinah itu lebih jujur dari si Akhdar..tapi belum tentu pula aisyah menyalahkan akhdar. walaupun perkataannya tampak seperti menyalahlan akhdar, tapi itu bisa jadi gaya bahasa, seolah menyalahlan akhdar tapi sebenarnya konfirmasi kepada orang Madinah itu bahwa keterangannya bertentangan dengan apa yg disampaikan Akhdar.

Betul sekali. Tutur bahasanya sudah benar, tapi pemahaman yg membacanya lah yg menentukan baik/buruknya dan benar/salahnya.

"Seolah" inilah yg mengecoh banyak orang. Apalagi setelah pernyataan Aisyah ditambahi dgn pernyataan "Sejak saat itu muncul peribahasa lebih bohöng dari Akhdar."
Sehingga dgn adanya kalimat tambahan tsb, seakan-akan/seolah Aisyah telah menganggap Akhdar adalah pembohong, juga seolah Aisyah lah yg mempelopori adanya peribahasa tsb.

Sepele tapi bikin runyam, tp alhamdulillah lah dapat pelajaran baru. "Sesuatu" lah...
 

Offline Ziels

Re:Akhdar
« Jawab #6 pada: September 27, 2015, 11:16:45 PM »
Tapi entah yah ketika saya baca ulang, saya merasa bahwa tulisan tersebut memberitahukan bahwa Aisyah tidak suka terhadap Utsman. Saya masih belum tahu pasti bagian mana yg mempengaruhi saya.

Dan lagi...
Penulis cerita menyebut  suatu kaum dengan "pemberontak dari mesir dll" sedangkan Aisyah menyebut kaum tsb sebagai "kaum yg sedang mencari hak dll". Siapa yg benar disini?
 

 

GoogleTagged



Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan