Penulis Topik: Wilayah Eksistensi Tuhan  (Dibaca 189 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Wilayah Eksistensi Tuhan
« pada: April 23, 2018, 01:20:15 PM »
Kutip dari: Kang Asep, 17-02-2018 12.15 AM
Dalam Bhagavad Gita, Shri Kresna berkata, "Seluruh alam ini tergelar dari filsafatku".

Alam semesta ini hanyalah filafat. ia hanya bayang-bayang atau "pikiran Tuhan". karena itu, bagaimana materi (bayangan) akan dapat dikaitan dengan Tuhan seperti kaitannya benda dengan unsur-unsurnya ? tidak mungkin.

Pikiran Tuhan berada dalam himpunan dzat Tuhan.
Pikiran Tuhan adalah elemen dari dzat Tuhan.
Pikiran Tuhan tidak berada "di luar" himpunan dzat Tuhan, melainkan berada di dalam himpunan dzat Tuhan sebagai anggota atau elemen dari dzat Tuhan sehingga pikiran Tuhan menjadi bagian dari dzat Tuhan.

Premis minor A : Setiap alam semesta adalah pikiran Tuhan
Premis mayor A : Setiap pikiran Tuhan adalah dzat Tuhan
Konklusi A : Setiap alam semesta adalah dzat Tuhan

Struktur proposisi :

A : Setiap alam semesta adalah dzat Tuhan
I : Sebagian alam semesta adalah dzat Tuhan
I : Sebagian dzat Tuhan adalah alam semesta
O : Sebagian dzat Tuhan bukan alam semesta

Struktur pembalikan proposisi :

A : Setiap yang bukan dzat Tuhan adalah yang bukan alam semesta
I : Sebagian yang bukan dzat Tuhan adalah yang bukan alam semesta
I : Sebagian yang bukan alam semesta adalah yang bukan dzat Tuhan
O : Sebagian yang bukan alam semesta bukanlah yang bukan dzat Tuhan

Elemen dari suatu himpunan tidak berada di luar himpunannya, melainkan berada di dalam himpunannya.
Jika suatu hal berada di luar wilayah dari hal lain, maka hal tersebut bukanlah bagian dari hal lain dan jika hal tersebut adalah bagian dari hal lain, maka suatu hal tidak berada di luar wilayah dari hal lain.

Alam semesta tidak berada di luar wilayah dzat Tuhan, melainkan berada di dalam wilayah dzat Tuhan dan menjadi bagian dari wilayah dzat Tuhan.
Dzat Tuhan lebih luas wilayahnya dari alam semesta sehingga dzat Tuhan meliputi alam semesta dan alam semesta diliputi oleh dzat Tuhan.
Karena dzat Tuhan adalah himpunan dari alam semesta sebagai elemennya sehingga alam semesta berada di dalam dzat Tuhan dan dzat Tuhan meliputi alam semesta.
Keseluruhan itu lebih luas atau lebih besar dari elemen atau hal - hal tertentu yang menjadi bagian dari keseluruhannya.
Ini adalah pemahaman saya tentang kemahaluasan dan kemahabesaran Tuhan.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
1590 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2012, 03:10:21 PM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
4445 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2013, 05:54:47 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1073 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 08:15:58 PM
oleh Abu Zahra
4 Jawaban
2238 Dilihat
Tulisan terakhir September 23, 2013, 09:53:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
854 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 07, 2014, 06:54:00 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
870 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 09, 2014, 03:37:45 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2181 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2014, 08:27:28 AM
oleh Kang Asep
88 Jawaban
6235 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 08, 2015, 10:33:14 AM
oleh Agate
Wilayah

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

10 Jawaban
2194 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 27, 2017, 12:57:17 AM
oleh Sultan
4 Jawaban
717 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 18, 2016, 01:09:40 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan