Penulis Topik: Transendensi Tuhan  (Dibaca 12 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Transendensi Tuhan
« pada: April 23, 2018, 01:28:37 PM »
Kutip dari: Kang Asep, 17-02-2018 10.46 PM
tidak tahu. saya mengetahui bahwa "Tuhan" adalah Dzat. tetapi tidak mengetahui apakah immateri atau materi, atau campuran keduanya.

Tuhan meliputi materi dan imateri tetapi Tuhan ≠ materi dan imateri.
Materi dan imateri ada di dalam Tuhan dan diliputi oleh Tuhan tetapi Tuhan tidak berada di dalam materi dan imateri serta diliputi oleh materi dan imateri.

Perumpamaannya itu seperti struktur dari proposisi bentuk A :

A : Setiap A adalah B
I : Sebagian A adalah B
I : Sebagian B adalah A
O : Sebagian B bukan A

A berada di dalam B dan diliputi oleh B karena setiap A adalah B tetapi B tidak berada di dalam A dan diliputi oleh A karena sebagian B bukan A.
B lebih luas wilayahnya dari A sehingga B meliputi A sementara A lebih kecil wilayahnya dari B dan menjadi elemen dari B sehingga A diliputi oleh B.
A itu ibarat materi dan imateri sementara B itu ibarat Tuhan dalam perumpamaan ini.

Atau perumpamannya seperti lingkaran.
Lingkaran = batas lingkaran + volume lingkaran.
Volume lingkaran itu niscaya berada di dalam batas lingkarannya, diliputi oleh batas lingkarannya dan mustahil untuk berada di luar batas lingkarannya dan meliputi batas lingkarannya. Sementara batas lingkarannya itu niscaya berada di luar volume lingkaranya, meliputi volume lingkarannya dan mustahil untuk berada di dalam volume lingkarannya serta diliputi oleh volume lingkarannya.
Ini merupakan sebuah aksioma.
Volume lingkaran itu ibarat materi dan imateri sementara batas lingkaran itu ibarat Tuhan dalam perumpamaan ini.

Materi - imateri, baik - buruk, dan feminim - maskulin itu diliputi oleh Tuhan dan berada di dalam Tuhan.
Tetapi Tuhan ≠ materi - imateri, baik - buruk, dan feminim - maskulin.

Materi - imateri, baik - buruk, feminim - maskulin, itu dilampaui oleh Tuhan.
Tuhan ≠ materi - imateri, baik - buruk, dan feminim - maskulin.

Dengan demikian, bila dikatakan bahwa "Tuhan itu baik" dalam arti Tuhan = baik, ini keliru dan tidak tepat.
Jika dikatakan bahwa "Tuhan itu jahat" dalam arti Tuhan = Jahat, ini pun keliru dan tidak tepat.
Baik - buruk itu dilampaui oleh Tuhan dan Tuhan melampauinya.
Ini adalah pemahaman saya tentang Maha Transendennya Tuhan.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
1619 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2013, 01:46:51 AM
oleh ratna
1 Jawaban
1018 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 18, 2014, 08:22:33 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1399 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 09, 2014, 12:41:44 PM
oleh bani dartama
14 Jawaban
3729 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2014, 10:39:06 PM
oleh Kang Asep
Perbuatan Tuhan

Dimulai oleh Sandy_dkk « 1 2 3 » Filsafat

39 Jawaban
8146 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2014, 06:07:34 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
700 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 07:38:45 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
534 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 27, 2016, 11:58:19 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
219 Dilihat
Tulisan terakhir September 03, 2016, 10:44:45 AM
oleh Kang Erik
0 Jawaban
208 Dilihat
Tulisan terakhir September 17, 2016, 09:56:52 AM
oleh Kang Asep
Kitab Tuhan

Dimulai oleh Sultan Puisi

0 Jawaban
37 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 02:25:39 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan