Penulis Topik: Tiada Dalil Yang Memustahilkan Reinkarnasi  (Dibaca 29 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9340
  • Thanked: 57 times
  • Total likes: 381
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Tiada Dalil Yang Memustahilkan Reinkarnasi
« pada: November 10, 2017, 02:27:50 AM »
Tiada Dalil Yang Memustahilkan Reinkarnasi
Edisi : 09 Nopember 2017, 19:37:43

Hamid Assagaf, [09.11.17 10:27]
------------------
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati." Allah berfirman, "Apakah kamu belum percaya?" Ibrahim menjawab, "Saya telah percaya, tetapi agar bertambah tetap hati saya." Allah berfirman, "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu potong-potonglah burung-burung itu olehmu, kemudian letakkanlah tiap bagian darinya atas tiap-tiap bukit. Sesudah itu panggillah dia, niscaya dia akan datang kepadamu dengan segera." Dan ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. (QS Al-Baqoroh Ayat 260)

Ayat diatas adalah cara Allah membangkitkan yang telah mati (setelah kiamat). Tubuh kita yang hancur dan tercerai berai disatukan dan diberi jiwa kembali.
=============

Ayat di atas juga menunjukan, bahwa Allah berkuasa untuk menghidupkan burung mati di dunia ini juga. Maka, apa yang mustahil hal itu terjadi pada manusia ?

Saya bertanya kepada banyak ulama, salah satunya kepada Ust. Yusuf Anas, seorang ahli ilmu logika, ahli filsafat dan faqih. Saya bertanya, "Apakah mustahil manusia yang telah hidup kembali melalui proses kelahiran kembali ?"

Beliau menjawab, "tidak mustahil". Tidak ada dalil yang memustahilkannya.

Saya juga bertanya pada beliau, "Apakah mustahil bila manusia berubah wujudnya menjadi seekor kera, babi atau ular ?"

Beliau menjawab, "tidak mustahil".

Perhatikan pula ayat-ayat berikut :
-----------------------
Q.S 2:
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan terang", karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. (55)
Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (56)
================

Orang disambar petir, mati , lalu Allah menghidupkannya kembali .

----------------
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (Q.S 2:28)

Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayit itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!" Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti (Q.S 2:73)
===========

Bukan hanya bangkai burung yang dapat bangkit, hidup lagi di dunia ini, tapi juga mayat manusia.

Dan berikut, ayat yang menunjukan manusia dapat berubah menjadi binatang :
--------------
"Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina." [QS. Al-`A`rāf ayat 166]
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". [QS. Al-Baqarah ayat 65]
Katakanlah: "Apakah akan aku beritakan kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu di sisi Allah, yaitu orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?" Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.
==========

Di mana burung yang dipotong-potong itu hidup kembali ? Di mana mayat yang dipukul itu bisa hidup dan berbicara lagi ? Di mana orang-orang yang dikutuk jadi kera dan babi ? Semua itu terjadi di dunia ini. Jika semua itu dapat terjadi dengan kekuasaan Allah, maka yang membuat Anda berpikir, "manusia yang telah mati, mustahil terlahir kembali ke dunia ini sebagai seorang bayi mungil ?

Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah , supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.  (Q.S 16:70)

Kamu dikembalikan kepada "umur yang lemah", yang pada umumnya ditafsirkan sebagai pikun. Tapi mari perhatikan, tujuan dikembalikan kepada "umur yang lemah" tersebut dalam kalimat selanjutnya, yaitu "agar tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya."

Sepikun-pikunnya orang, tidak sampai "tidak mengetahui sesuatupun lagi yang pernah diketahuinya". Tetapi, seorang bayi yang baru lahir, dia benarb-benar polos, tidak mengetahui sesuatupun dan cocok dengan sebutan "umur yang lemah". Apakah ini tidak menjadi petunjuk pengakuan Islam terhadap kebenaran reinkarnasi ?

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
1162 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 17, 2013, 05:52:42 AM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1354 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 07, 2013, 02:49:03 AM
oleh Abu Zahra
6 Jawaban
2401 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2015, 10:13:33 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
721 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 03, 2013, 06:47:36 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1050 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 08, 2013, 06:35:56 PM
oleh Sandy_dkk
1 Jawaban
1091 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2015, 06:50:21 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
3419 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 29, 2014, 04:48:30 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1407 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 11, 2015, 06:46:36 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
537 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 30, 2015, 01:55:07 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
709 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 19, 2015, 08:39:52 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan