Penulis Topik: Semangat Belajar Filsafat  (Dibaca 214 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Semangat Belajar Filsafat
« pada: Juli 24, 2016, 05:56:51 AM »
Kutip dari: Sultanisme
aya hargai jika kang Asep menilai bahwa saya belum siap untuk menerima penjelasan filsafat yang pelik.

Tetapi perlu untuk diketahui bahwa filsafat apa pun yang menarik minat saya walaupun sepelik dan serumit apa pun saya sangat mencintainya.

Bahkan saya lebih menyukai filsafat - filsafat yang pelik dan rumit karena filsafat - filsafat yang pelik dan rumit menurut pandangan saya jika di sorot pada sisi pengaruh positif yang dihasilkan olehnya dapat meningkatkan kapasitas pemahaman konseptual dan membuat otak menjadi lebih terangsang dan bergairah yang berfungsi untuk menyelami, mengarungi, dan menulusuri bidang filsafat itu sendiri.

Untuk persoalan pemahaman saya terhadap filsafat - filsafat yang pelik dan rumit tersebut, saya berani mengatakan bahwa saya selalu bisa memahaminya secara cepat atau lambat dalam waktu yang singkat atau dalam waktu yang lama dengan persyaratan bahwa filsafat - filsafat yang pelik dan rumit tersebut benar - benar menarik minat saya.

Dan saya cukup menikmati pembahasan tentang filsafat - filsafat yang pelik dan rumit ini.

saya juga menghargai bila kiranya Anda nilai penilaian saya keliru tenteng Anda. karena tidak mustahil bahwa penilaian saya keliru. tetapi perlu untuk diketahui bahwa saya telah mengajar ribuan orang dan orang dengan karakter "menyukai filsafat pelik" itu memang jarang. tetapi, di antara para murid saya bisa disebut "banyak" yang berkarkter seperti Anda. Bahkan orang yang tadinya biasa-biasa saja, setelah melewati tahapan perkembangan mental tertentu di bawah bimbingan saya, maka dia akan berubah, jadi menyukai filsafat-filsafat yang pelik. Tetapi, tidak jarang pula saya berusaha keras untuk menutup kembali "api filsafat" yang telah menyala di dalam diri mereka, ketika saya nilai mereka belum sanggup mengimbanginya atau muncul dampak-dampak negatif yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah anak saya sendiri. di usia tujuh tahun, anak saya sudah tertarik dengan filsafat yang pelik melebihi ketertarikan orang dewasa pada umumnya terhadap filsafat. tetapi, saya telah "memadamkan api fisafat" tersebut, karena saya menilai anak saya tidak cukup mendapat dukungan dari lingkungan dengan kondisinya tersebut.

walaupun tidak mudah, semangat ketertarikan seseorang terhadap filsafat dapat dibangkitkan dengan cara mistis. orang awam yang tadinya tidak memiliki rasa ketertarikan untuk mempelajari filafat-filsafat yang pelik, setelah melalui metoda pembangkitan cakra-cakra tertentu, lalu dia menjadi tertarik dan bersemangat mempelajari filsafat yang pelik. saya mengetahui metodanya dan sudah banyak orang yang saya nyalakan api filsafatnya. upaya untuk menyalakan api filsafat ini tidak mudah. tapi lebih sukar lagi untuk memadamkannya. mereka yang api filsaftnya telah menyala menghadapi bahaya lebih bnyak dari pada mereka yang api filsafatnya belum menyala.

Sepanjang pengalaman saya, ada dua kelompok yang seringkali gagal dalam belajar. Pertama, kelompok orang yang malas. dan kedua kelompok orang yang terlalu bersemangat. karena itu, untuk mencapai kesusesan dalam belajar, harus mengambil jalan tengah, yaitu tidak terlalu malas juga tidak terlalu bersemangat. saya dapat mendeteksi kelompok orng yang telalu malas dari sebagian murid-murid saya dari tanda-tanda bahwa apa yang saya ajarkan sangat sedikit sekali diserap. dan mengidentifikasi mereka yang terlalu bersemangat adalah yang meminta lebih dari yang saya ajarkan. ternyata, bukan hanya kemalasan yang membawa bencana, tapi juga semangat yang tidak pada tempatnya.

saya sekedar berhati-hati dalam mengajarkan filsafat dan kebatinan. karena saya masih memiliki rasa tanggung jawab dalam moralitas. saya tidak bisa bersikap acuh tak acuh terhadap efek samping atau bahaya yang dihadapi oleh para murid yang sedang belajar. saya tidak hanya harus menjelaskan sesuatu, tapi juga harus memikirkan efek dari apa yang saya katakan. dalam menjelaskan pengetahuan, juga saya harus selalu menghargai mereka yang awam. karena jika saya membuat orang lain bingung, saya akan merasa bahwa saya telah berbuat dzalim.

Berikut saya contohkan pengalama saya.

ada seorang murid, sebut saja namanya Herlan. Dia menyatakan ingin belajar ilmu logika, filsafat, meditasi dan krachtology. saya menyediakan waktu baginya seminggu sekali. lalu dia mulai rutin datang untuk belajar. tapi, kemudian dia meminta agar saya mengajarinya seminggu dua kali. dia sangat bersemangat sekali. saya menolaknya karena menilai bahwa pertemuan seminggu sekali sudah cukup dan dia mengalami perkembangan yang pesat. Tapi dia mendesak,bahwa sangat banyak hal yang ingin dia ketahui. dan secara fisik maupun mental, dia merasa siap.

karena di desak, sayapun memenuhi keinginannya, mengajar dia seminggu dua kali. ternyata hal itu belum pula memuaskan dia. serlang beberapa waktu, dia minta agar diajari setiap hari. saya menolaknya. tapi dia mendesak dan berkata, "saya hanya memiliki waktu 3 atau 4 tahun saja ada di Bandung. saya ingin, ketika saya pulang ke kampung halaman saya telah benar-benar menguasai pelajaran yang Kang Asep berikan." Karna di desak, akhirnya saya memenuhi keinginannnya. dan apa yang terjadi ? dia mulai kebingungan. kenapa ? Dia sering bertemu dengan orang yang serupa dengan dirinya dan berbicara padanya. pada kesempatan lain, dia berada di dua tempat yang berbeda di dalam mesjid, yang satu di sudut belakang dan lainnya di sudut depan. keduanya saling memandang. tetapi keduanya sama-sama sadar bhwa mereka adalah diri yang sama. selain itu, dia seling mengalami "meraga sukma" tanpa sengaja dan dia berjalan ke alam-alam gaib, menemukan berbagai fenomena yang membingunggkan pula. indera keenmanya terbuka, lalu mendengar bnyak makhluk halus berbicara padanya secara bersamaan. atas semua yang dialaminya, dia meminta penjelasan saya. tapi, karena logika dan kemampuan mentalnya belum cukup, maka dia tidak dapat mencerna penjelasan saya. tetapi dia malah menuduh saya tidak sanggup mengerti permasalahan dia. akhirnya, karena beratnya hal yang dia alami, lalu dia jatuh sakit, demam panas tinggi hingga tidak mampu bangkit dri tidur. saat sakit, dia ditengok oleh orang-orang wahabi. dan mereka berkata padanya, "berhentilah belajar ilmu dari kang Asep. itu adalah ajaran sesat. sesungguhnya kamu telah disihir oleh kang Asep dan kamu telah diganggu oleh jin peliharaan kang Asep."

karena harapannya untuk sembuh, dan ketakuan luar biasa akan bahaya yang mengancam, akhirnya Herlan meyakini perkataan ustadz wahabi itu. dia mulai yakin, kalau ilmu yang saya ajarkan membuatnya tersesat. dia mulai mengambil jarak dari saya, menghindari dan bahkan memusuhi. Tetapi, pengetahuan yang ada di dalam dirinya telah pula menolak "jalan lain". dia masuk lagi pda kebingungan yang kedua, "jalan kontradiksi". akhirnya, dia menyerah dan datang kembali pada saya. dengan berilinang-linang air mata, dia menyampaikan kesusahan hatinya dan mengharapkan solusinya. lalu saya berkata padanya, "kamu berniat belajar dari saya, tetapi kamu menganggap saya tidak tahu cara mengajar. karena itu, kamu mengatur saya bagaimana caranya mengajar. jika demikian, kenapa tidak kamu yang menjadi guru saya ? saya sediakan waktu untuk mengajarmu seminggu sekali. kamu minta semiggu dua kali. setelah saya penuhi keinginanmu belajar seminggu dua kali, kamu minta diajari setiap hari. saya sudah ingatkan bahwa hal itu tidak benar dan dapat menimbulkan bahaya. tapi kamu tidak menggubris. lalu kamu merasaka akibat buruknya dan mulai meyakini bahwa itu adalah kesalahan saya. kamu menjauhi saya dan mulai menempatkan diri menjadi musuh saya. dan sekarang, ketika di luar sana tidak ada seorangpun memberimu jalan keluar, kamu datang kembali kepada saya mencari solusi.  masalah yang kamu hadapi itu adalah masalah yang berat. butuh waktu yang leluasa dan perhatian penuh untuk mengatasinya. tapi ketahuilah, saya tidak dapat menghabiskan waktu hanya untuk mengurusimu. sebab, anak dan istri saya juga memiliki hak atas perhatian saya. Dengan demikian, pergilah mencari jalan keluar di tempat lain... di dunia ini banyak orang yang dianugerahi ilmu batin yang bisa membawamu pada pencerahan. di sini, saya akan selalu berdoa agar kamu menemukan apa yang kamu cari !"

tapi Herlan mendesak, agar saya membntunya secara langsung. lalu saya berkata lagi padanya, "sudah menjadi kebiasaanmu rupanya, mendesak saya melakukan hal-hal yang tidak saya ingin lakukan. justru saya beritahu, itulah sumber masalahmu. bgaimana kamu akan bebas dari masalahmu, bila kamu masih memeihara sumber masalahnya ?"

Semoga Anda dapat menangkap pesan moral dari cerita yang saya sampaikan di atas. Bahwa dalam menilai sesuatu adalah tidak mustahil saya melakukan kekeliruan. tapi, seringkali jika saya dinilai keliru, terdorong untuk membuktikan kekeliruan tersebut. Misalnya,  Menurut saya, Anda belum siap menerima pelajaran filsafat yang lebih dalam. tapi Anda menilai bahwa saya telah keliru menilai. karena Anda siap untuk menerima pelajaran filsafat setinggi apapun. maka seolah-olah saya merasa tertantang. "kalo begitu, mari kita coba. tpi saya tidak bertanggung-jawab terhadap efek sampingnya." ini hanya permisalan saja. tapi sekarang, saya tidak ingin memilih jalan seperti itu. saya hanya berpikir, bila Anda memang sudah siap, ya syukurlah. yang jelas, jika saya menilai seseorang belum siap menerima penjelasan tertentu, maka saya tidak akan menjelaskannya. tidak peduli apakah orng itu merasa siap dengan penjelasan tersebut atau tidak. karena tentu, kita harus bertanggung-jawab atas perbuatan masing-masing. Seadainya penilaian saya benar atau keliru terhadap Anda, maka tidaklah ada pihak yang dirugikan. hanya perlu rasa lapang dada atas penilaian orang lain. tapi kalo ada yang tertarik untuk membuktikan kebenaran penilaian tadi, maka resikonya bisa berbahaya dan merugikan, sperti pada kasus Herlan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged

com


Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
2222 Dilihat
Tulisan terakhir September 05, 2015, 12:00:04 AM
oleh gumalta
2 Jawaban
2336 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2013, 05:48:59 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
938 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 08:46:01 PM
oleh gumalta
0 Jawaban
695 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2013, 05:26:03 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1319 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 07:36:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
823 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2014, 09:38:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
489 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 05:36:04 AM
oleh Kang Asep
Belajar

Dimulai oleh Kang Asep Filsafat

0 Jawaban
680 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 14, 2014, 08:07:43 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1733 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 26, 2015, 03:53:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
235 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2016, 09:22:58 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan