Penulis Topik: Perilaku Penganut Konsep  (Dibaca 41 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9276
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Perilaku Penganut Konsep
« pada: Desember 04, 2017, 12:34:44 PM »
SB : Hipothetical Proposisi Yang Kontradiksi
====================
1. Kontradiksi dengan Perbuatan
1.1. Perilaku Penganut Konsep
2. Kerancuan Konsep

Jumlah Karakter : 12.550
Kira-kira : 6 halaman A5
====================

1. Kontradiksi Dengan Perbuatan
Edisi : 04 Desember 2017, 07:48:34

Tujuan :
 - memahami penggunaan istilah "kontradiksi" yang tepat dan yang tidak tepat
- berhati-hati dalam menggunakan istilah kontradiksi
- dapat menjelaskan dan memberi contoh antara kontradiksi dan bentuk-bentuk yang hanya mirip dengan kontradiksi
- membedakan antara nilai salah, bohong dan kontradiksi
===================

Istilah kontradiksi sebenarnya untuk menyatakan pertentangan antara bentuk proposisi A dan O, juga antara bentuk E dan I. Tetapi, kemudian terkadang istilah kontradiksi diterapkan pada pertentangan antar kondisi, perasaan atau perilaku serta pertentangan antara ucapan dengan perilaku :

Contoh 1:

 "Andi mencintai Citra, Tetapi Citra membenci Andi".

1. Andi mencintai Citra
2. Citra membenci Andi

Ada yang menyebut fakta yang demikian itu sebagai kontradiksi. Karena cinta dianggap antonim dari benci. Penggunaan istilah kontradiksi untuk fakta yang demikian itu tidaklah tepat. Istilah yang tepat untuk menyebut pertentangan antara perasaan Andi dengan Citra adalah Kiasmus, bukan kontradiksi. Perhatikan pula contoh-contoh lainnya !

Contoh 2 :

"Perilaku mu kontradiksi dengan ucapanmu. Katamu, Halimah adalah wanita yang baik dan cantik, dan kamu ingin menjadikannya sebagai istrimu, tetapi faktanya kamu sekarang mempersunting Meisya."

Ini tidak dapat disebut kontradiksi, apabila dikembalikan ke dalam dua bentuk proposisi :

A. Kamu harus memilih Halimah sebagai istri
E. Kamu tidak memilih Halimah sebagai istri

syarat kontradiksi tidak terpenuhi, karena terdapat tiga term. Sedangkan kontradiksi itu hanya boleh terdiri dari dua term, tidak boleh kurang maupun lebih.

Term 1 = kamu
Term 2 = harus memilih Halimah sebagai istri
Term 3 = memilih Halimah sebagai istri

Soal "kamu tidak memilih apa yang menurutmu harus kau pilih" tidak menjadikan sesuatu itu sebagai kontradiksi.

Contoh 3 :

"Kamu bilang, lapar dan ingin makan, tapi kutawari makan kau menolak".

Dalam pengalaman sehari-hari, terkadang saya mendengar orang menyebut yang demkian itu kontradiksi. Sedangkan kontradiks itu sejatinya pertentangan keyakinan. Bayangkan, orang yang sedang berpuasa tidak mustahil mengatakan "saya lapar dan ingin makan", tapi soal kemudian dia tidak melakukan apa yang ingin dia lakukan, tidak menjadikannya kontradiksi. Coba lihat bentuk proposisinya :

A. Saya ingin makan
E. Saya tidak makan

lagi-lagi, ini adalah tiga term, bukan dua term, sehingga syarat kontradiksi tidak terpenuhi.

Bandingkan lagi :

A. Saya ingin makan
E. Saya tidak ingin makan

ini hanya ada dua term, dua proposisi, satu bersifat positif dan lainnya negatif, maka jelas ini bentuknya kontradiksi. Karena itu, kalau orang berkata, "saya ingin makan, tapi saya tidak ingin makan", maka jelas kontradiksi. Tapi tidak kontradiksi kalau berkata, "saya ingin makan, tapi saya menolak makan sekarang".

Contoh 4 :

"Kamu bilang harus pergi ke utara, tapi sekarang kau berngkat ke selatan".

A. Saya harus pergi ke utara
A. Saya pergi ke selatan

tak ada kontradiksi.

Contoh 5 :

"Kau sering bilang, bahwa kita ini harus sabar, menghadapi masalah dengan tenang, tapi faktanya sekarang marah, kesal, panik, tidak sabar dalam menghadapi masalah yang kau hadapi."

A. Saya harus sabar menghadapi masalah ini
E. Saya tidak sabar menghadapi masalah ini

dua proposisi di atas tidak kontradiksi. Tapi dua pernyataan berikut ini baru bisa disebut kontradiksi :

A. Saya orang sabar
E. Saya bukan orang sabar

Contoh 6 :

"kamu bilang kamu akan berani menghadapi hukum, tetapi sekarang kau lari dari hukum".

Ini kontradiksi atau tidak ?

Contoh 7 :

"Anda berjanji, bahwa hari ini Anda akan melunasi hutang Anda pada saya. Tapi kenyataannya, Anda tidak membayar serupiahpun."

Kontradiksi atau tidak ?

Contoh 8 :

"Ayah bilang, kalau aku naik kelas akan membelikanku sepeda, tapi aku sudah naik kelas dan ayah tidak membelikanku sepeda."

premis minor : jika aku naik kelas, ayah membelikanku sepeda
premis mayor : ternyata aku naik kelas
Kesimpulan : jadi, (semestinya) ayah membelikanku sepeda

tapi ternyata, ayah tidak membelikanku sepeda
itu berarti "implikasinya bernilai salah" atau "sang ayah berbohong".

Apakah "kebohongan" adalah kontradiksi ? Jika kebohongan itu kontradiksi, maka kebenaran juga kontradiksi. Sebab, setiap proposisi yang bernilai benar maupun salah, tentu memiliki lawan proposisi yang menjadi kontradiksinya. Karena itu, jika anda berkata benar, maka itu pasti kontradiksi dengan kebohongan. Dan jika anda berkata bohong, maka itu pasti kontradiksi dengan kebenaran. Setiap perkataan bohong, berisi proposisi yang salah. Tetapi proposisi yang salah, tidak berarti berisi kebohongan. Ada perbedaan antara perkataan bohong dengan kontradiksi, juga ada perbedaan antara "salah" dan "bohong".

Semisal, saya katakan "Setiap A adalah B" merupakan proposisi bernilai salah. Tapi saya tidak berbohong. Sedangkan bila saya katakan "jumlah istri saya adalah dua orang", maka proposisi ini bukan saja bernilai bohong, tetapi juga salah.  Karena itu, setiap perkataan bohong pasti memiliki kontradiksinya.  Tetapi setiap kontradiksi, tidak berarti kebohongan. Jadi, di sini perlu membedakan antara nilai proposisi, kebohongan dan kontradiksi.

Pekerjaan logicer adalah mengolah nilai proposisi, mendeteksi kebohongan serta memeriksa kontradiksi, tujuannya adalah untuk meluruskan pikiran. Sebelum memeriksa kontradiksi-kontradiksi pada keyakinan orang lain, tentu lebih berguna bagi seorang logicer untuk terlebih dahulu memeriksa kontradiks-kontradiksi di dalam keyakinnnya sendiri. Karena itu, sebagai seorang pemikir logic, sungguh senang apabila ada orang yang dapat menemukan kontradiksi-kontradiksi di dalam pemikiran saya. Itu berarti dia telah membantu saya untuk memperbaiki diri. Untuk dapt menemukan kontradiksi di dalam pemikiran orang lain, terkadang diperlukan analisa yang cerdas dan kerja keras. Karena itu saya akan sangt berterima kasih, bila ada seseorang begitu menyimak dan meperhatikan pemikiran-pemikiran saya , misalnya dari ribuan artikel yang telah saya posting di medialogika.org. Siapapun dipersilakan untuk menganalisa kontradiksi pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam tulisan-tulisan yang telah saya posting tersebut. Tetapi, apabila Anda hendak menyatakan sesuatu sebagai kontradiksi, Anda harus hati-hati ! Sebelumnya Anda harus memperhatikan terlebih dahulu definisi kontradiksi serta syarat-syarat sesuatu dapat disebut kontradiksi. Dan perhatikan pula, bagaimana sesuatu dapat dianggap terbukti kontradiksi.

Contoh kasus sederhana :
-----------------
Suatu hari anak saya mendengar caci maki dalam tayangan sinetron, di mana seorang perempuan memaki seorang lelaki dengan menggunakan kata-kata "Dasar kamu !"

anak saya yang masih berumur 4 tahun bertanya, "Yah.... Dasar itu apa sih ?"

saya menjawab, " itu kata-kata yang kasar, kamu tidak boleh mengucapkan kata seperti itu."

Anak saya mengingat dan mematuhinya dengan baik. Tapi setelah dia berumur 5 tahun, saya berkata padanya, "Sebentar lagi kamu masuk Sekolah Dasar."

Anak saya protes dan berkata, "ayah bilang gak boleh ngomong `dasar`. Katanya kasar. Kenapa ayah bilang begitu ?"

Bukan hanya merasa aneh tetapi anak saya juga terlihat kecewa, karena saya terlihat seperti mengingkari diri saya sendiri, kontradiksi.

Saya tersenyum, "oh.. Maksud ayah bukan begitu ... " saya termenung sebentar memikirkan bagaimana caranya menjelaskannya pada anak saya.
===========

Dalam tingkatan yang lebih pelik, saya telah menghadapi banyak orang yang kecewa, pergi menjauh bahkan boleh dibilang  "melarikan diri", kabur dari saya karena menganggap saya tidak konsisten, kontradiksi atau mengingkari diri saya sendiri. Padahal, jika ada yang dapat menemukan kontradiksi di dalam keyakinan-keyakinan saya, hal yang harus anda lakukan bukannya membenci atau lari menjauh, tapi silahkan sebutkan di mana kontradiksinya dan buktikan. Format pembuktiannya telah saya sediakan. Tentu, akan sangat menyenangkan apabila ada pihak yang dapat menunjukan kontradiks-kontradiksi dalam pemikiran saya. Itu berarti harapan bagi saya untuk memperbaiki diri.  Tetapi sejauh pengalaman saya, anggapan-anggapan bahwa pemikiran, ucapan dan perilaku saya kontradiksi yang terjadi selama ini hanyalah akibt kekeliruan dalam memahami apa itu kontradiksi. Walaupun salahfaham, tapi saya menghargai orang yang berusaha menunjukan kontradiksi di dalam pemikiran saya selama dilakukan atas dasar rasa hormat dan  kasih sayang. Karena itu berarti kesempatan saya untuk memberi penjelasan dan menghapuskan kesalahfahaman.

1.1. Perilaku Penganut Konsep
 Edisi : 04 Desember 2017, 07:34:43

Realitas memuat perilaku para penganut, pernyataan-pernyataan ulama dan kehidupan sosial mainstream penganut konsepnya. Salah satu penyebab muncunya kesalahfahaman adalah mencampuradukan konsep dengan realitas penganut. Padahal, seringkali ralitas penganut tidak mencerminkan konsep yang dianutnya, baik agama maupun mazhab. Karena banyak faktor lain yang mempengaruhinya, seperti tendensi politik, ekonomi dan sebagainya.

Contoh, carut marut konflik politik dalam suatu negara. Shah Reza Pahlevi, pemimpin Monarki Iran sebelum revolusi Islam, adalah penganut syiah Imamiyah. Namun perilaku bermewah diri  di tengah krisis wargnya dan perbuatan membunuh para pemuda dan ulama muslim Syiah yang mengkritisinya, tidak serta merta mencerminkan konsep Syiah yang dianutnya.

________________
TAB, "SMS", hal. 44.

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Purnama

Re:Perilaku Penganut Konsep
« Jawab #1 pada: Desember 04, 2017, 06:03:13 PM »
Quote (selected)
Contoh 6 :

"kamu bilang kamu akan berani menghadapi hukum, tetapi sekarang kau lari dari hukum".

Ini kontradiksi atau tidak ?

Contoh 7 :

"Anda berjanji, bahwa hari ini Anda akan melunasi hutang Anda pada saya. Tapi kenyataannya, Anda tidak membayar serupiahpun."

Kontradiksi atau tidak ?

Keduanya bukan kontradiksi kan?
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9276
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 355
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Perilaku Penganut Konsep
« Jawab #2 pada: Desember 05, 2017, 11:17:30 AM »
keduanya kontradiksi.

berbeda dengan :

"saya harus berani menghadapi hukum, tapi ternyata saya tidak berani menghadapi hukum." ini tidak kontradiksi.

jadi ada perbedaan antara "saya harus berani" dengan "saya  berani"
« Edit Terakhir: Desember 05, 2017, 11:23:22 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
4 Jawaban
2770 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2013, 06:47:27 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1787 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2014, 08:27:28 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
488 Dilihat
Tulisan terakhir November 14, 2014, 01:02:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
594 Dilihat
Tulisan terakhir April 11, 2015, 08:15:11 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
477 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2016, 05:16:31 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
168 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 04, 2017, 06:11:03 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
19 Dilihat
Tulisan terakhir November 03, 2017, 05:25:40 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
15 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 10:11:26 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
30 Dilihat
Tulisan terakhir November 13, 2017, 08:28:50 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
54 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 06:31:35 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan