Penulis Topik: Perbuatan Murni  (Dibaca 941 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Perbuatan Murni
« pada: Agustus 02, 2014, 07:26:23 AM »
Pikiran ini gemar sekali menciptakan hal-hal yang menyenangkan dan membencikan, apakah dengan cara berkhayal maupun berFilsafat. Hal-hal yang menyenangkan dan membencikan ini sebenarnya mengusik ketenangan, menimbulkan keteganan pada tubuh dan mental, serta akhirnya dapat mengikis bahkan menghapuskan perbuatan murni.

Ketika perut lapar, seharusnya manusia makan. Dan ia tidak makan, kecuali ketika lapar[1] . Inilah perbuatan murni. Tapi orang yang “banyak pikiran”, ia enggan makan walaupun perutnya lapar, ia mengabaikan lapar, atau bahkan tidak mampu merasakan lapar walaupun sebenarnya lapar, sehingga hal ini menimbulkan penyakit. Sedangkan orang yang “berpikiran serakah”, ia makan walaupun perutnya tidak lapar atau bahkan merasa lapar padahal sebenarnya perutnya tidak lapar. Rasa laparnya tidak muncul dari perut, tapi diciptakan oleh pikiran. Inilah perbutan yang tidak murni. Dengan menciptakan rasa lapar yang tidak alami, maka timbulah obesitas dan menuju pada bangkitnya berbagai penyakit pada tubuh maupun mental.

Perbuatan tidak murni muncul dari pikiran yang tenggelam di dalam khayalan, larut atau tersesat di dalam filsafat. Akibat perbuatn yang tidak murni, akhirnya manusia menjadi sakit secara tubuh dan mental, sehingga membutuhkan obat. Minum obat adalah perbuatan yang tidak murni. Tapi ia dibutuhkan untuk mengimbangi atau membalikan perbuatan tidak murni sebelumnya.

Shalat dan puasa bisa merupakan perbuatan murni dan bisa pula bukan merupakan perbuatan murni. Bagi sebagaian orang, shalat dan puasa bukanlah perbuatan murni, tapi merupakan perbuatan yang dipaksakan, tidak murni. Tapi keduanya dibutuhkan sebagai obat. Karena mereka telah tertular penyakit hati, fii quluubihim maradhun. Shalat dan puasa akan mensucikan jiwanya dari penyakit yang ada di dalam hatinya. Sedangkan orang-orang yang suci, yaitu para nabi dan para wali, mereka tidak memiliki penyakit hati. Shalat dan puasanya merupakan perbuatan murni, wujud dari kasih sayangnya terhadap manusia atau manifestasi cinta kepada Sang Pencipta.
 1. Rasulullah saw bersabda, “laa takul illa indal juu`”, artinya “janganlah kamu makan, keculai ketika lapar!”
« Edit Terakhir: Agustus 02, 2014, 07:27:58 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
6 Jawaban
1965 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 06:08:34 AM
oleh Kang Asep
7 Jawaban
3862 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2014, 02:41:42 PM
oleh ratna
2 Jawaban
1286 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 20, 2014, 04:53:09 PM
oleh ratna
Perbuatan Tuhan

Dimulai oleh Sandy_dkk « 1 2 3 » Filsafat

39 Jawaban
8150 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2014, 06:07:34 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
625 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2015, 09:53:35 AM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
843 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 07, 2015, 10:37:56 PM
oleh ratna
0 Jawaban
1395 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 11, 2015, 07:37:56 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
438 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2015, 09:13:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
765 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 09, 2016, 08:00:28 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
204 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2016, 01:37:19 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan