Penulis Topik: Pengetahuan Non Konsep  (Dibaca 666 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9522
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 480
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Pengetahuan Non Konsep
« pada: Januari 04, 2016, 05:16:31 PM »
Dalam dunia mistik dan filsafat, keterampilan menghentikan proses berpikir adalah penting. Setelah berhentinya pemikiran, api filsafat menyala, jawaban dari pertanyaan2 muncul dan pengetahuan berkembang. Ada pengetahuan yg muncul saat pikiran berhenti berpikir. ini yg bisa saya gambarkan melalui kata2..  Tetapi pengetahuan apa yg muncul tsb ? ini yg sulit digambarkan dengan kata2. karena sulitnyan dilukiskan dengan kata2 atsu bahkan mustahil, mala disebutlah pengetahuan non konseptual. Jika anda ingin mengetahuinya, maka hampir mustahil mengetahuinya melalui diskusi2. anda harus keluar dari arena diskusi dan mulai mengalaminya sendiri.

Orang2 memahami bahwa pengetahuan berkembang justru dengan cara berpikir, bukan dengan menghentikan proses berpikir.  karena itu, bagi yg belum mengalami, agak sulit memahami suatu kondsi di mana pengethuan berkrmbang, sementara disitu tidak ada proses berpikir. jadi, kemudahan atau kesulitan memahami pengetahuan non konseptual dipengaruhi oleh pengalaman masing2 orang. Jika seseorang kesulitan mengerti kebenaran non konseptual, bukan berarti dia bodoh, melainkan hanya karena dia belum mengalami suatu pngalaman yg dibutuhkannya untuk membuatnya mengerti.

Sebenarnya pengetahuan tidak hanya berkembang melalui proses berpikir, melainkan juga berkembang melalui proses  berkembanngnya kesadaran. Dalam sistem mistik, para praktisi mengembangkan pengetahuan dengan pengembangan kesadaran ini. Tentu saja, tidak semua jenis pengetahuan berkembang melalui proses pengembangan kesadaran. Sebagian pengetahuan hanya bisa dicapai oleh proses berpikir dan sebagiannya hanya bisa dicapai melalui proses pengembangan kesadaran.

Konklusi2 logis misalnya, adalah pengetahuan yg hanya bisa dicapai melalui proses berpikir. Jika orang mengembangkan kesadaran saja, maka dia tidak akan sampai pada konklusi2 logis. demikian pula, bila pengetahuan dikembangkan hanya melalui proses berpikir, maka tidak akan dapat mencapai pengetahuan tentang "keheningan batin yg dalam." Dari keheningan itu ada pengetahuan berharga yg dapat dimengerti, tapi sangat sulit diungkapkan.

Jika anda tidak tertarik menyelami pengetahuan non konseptual, maka tentu anda tidak perlu bersusah-payah memikirkan atau mempelajari jenis pengetahuan ini. Hanya bagi anda yg tertarik, anda harus menerima konsekuensi untuk berusaha menguraikan kesulitan yg anda hadapi dalam mempelajarinya.
Beberapa waktu yg lalu, pengetahuan non konseptual inilah yg ditawarkan oleh Djoe pada saya. saya menolak bukan karena merasa sulit untuk mempelajarinya, tapi karena sudah mempelajari bahkan mempraktikannya. Saya tidak milihat ada hal2 baru yg bisa djoe ajarkan pada saya. semoga kesalaan yg dilakukan djoe, tidak saya lakukan pada anda.

Jika kita ingin menggurui seseorang, sebelumnya diperlukan kesepakatan dulu, apakah kita menerima orang itu sebagai murid dan dia mengakui kita sebagai gurunya. Jika belum, maka jangan dulu mengajarkan apa2 padanya. Apa yg anda sampaikan haruslah berupa tawaran saja.

selanjutnya, sebelum anda mengajari murid2 anda, terlebih dahulu anda harus mengukur, sudah sejauh mana pengetahuan murid2 anda, sehingga anda tahu dengan tepat pelajaran apa yg harus diberikan padanya. Prosedur ini tidak dilakukan djoe. dan saya tidak akan melakukan kesalahan yg dilakukan djoe. karena itu saya tidak mendesak siapapun untuk mempelajari "pengetahuan di luar konsep" dan tidak akan menggurui siapapun. Di sini, saya hanya menguraikan dan menawarkan. Jika ada yg berkeinginan untuk mempelejarinya dari saya, barulah syarat dan ketentuan diberlakukan.

saya tidak akan katakan bahwa ini ajaran di luar logika, filsafat level tinggi yg logika anda tidak dapat menangkaunya. Tidak demikian. sebenarnya ini hal yg sederhana. Tetapi menjadi rumit bila harus siungkapkan dengan kata2. Seperti sesederhananya cara mengetahui rasa manis air lahang. mudah sekali, anda tinggal datang ke rumah saya, saya suguhi air lahang, anda meminumnya dan andapun segera tahu, bagaimana rasa manis air lahang, apa bedanya dengan rasa manis air tebu dan air kelapa. mudah dan sederhana. tapi bila saya dituntut untuk mendeskripsikannya dengan kata2, itulah yg sangat sulit. saya tidak mungkin menyusun premis2 untuk konklusi2 yg bisa membuat anda mengerti dan tahu rasa manis air Lahang. itulah mengapa Djoe selalu meneknkan bahwa pengetahuan ini di luar logika. kang Irman menyebutnya "ilmu rasa". artinya ilmu yg hanya bisa difahami melalui praktik dan pengalaman langsung.

Selanjutnya, untuk sampai pada pengetahuan non konseptul tadi, anda tidak bisa terus menerus bertanya dan berdiskusi. Persis seperti yg disarankan oleh djoe. Teori2 harus dilupakan, pertanyaan2 harus dihentikn, pemikiran2 harus diredakan. artinya kita harus keluar dari arena diskusi dan mulai praktik. Tentu saja hal ini hanya diperuntukan bagi yg menginginkannya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
3 Jawaban
2940 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2013, 01:30:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1065 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 01, 2013, 11:12:47 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2034 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 11, 2014, 08:27:28 AM
oleh Kang Asep
13 Jawaban
8040 Dilihat
Tulisan terakhir September 26, 2014, 03:22:24 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
571 Dilihat
Tulisan terakhir April 07, 2015, 10:32:08 AM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
1278 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 06:26:41 PM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
392 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 11, 2015, 09:11:24 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
911 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2016, 11:35:52 AM
oleh Ardi lg
0 Jawaban
634 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 09, 2016, 09:10:21 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
316 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2017, 06:31:35 AM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan