Penulis Topik: Pengembangan Semangat  (Dibaca 825 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9203
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 342
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Pengembangan Semangat
« pada: Mei 28, 2014, 09:38:31 PM »
Ada banyak cara membangun Semangat. Pada intinya ada tiga cara yang biasa saya lakukan. Pertama, melalui cara  pengembangan Konsentrasi dalam Meditasi. Cara Kedua adalah dengan cara Berpikir yang berlandaskan pada Logika. Cara ketiga adalah dengan melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu, yakni mempraktikan jurus-jurus krachtology.  Dalam kesempatan ini, saya akan menguraikan teknik berpikir yang berlandaskan pada logika, sehingga melahirkan semangat, di mana daya penyelidikan merupakan unsur terpenting di dalam cara yang kedua ini. Yakni dengan menyelidiki segala sesuatu, semangat itu dapat muncul.

Penyelidikan pertama secara logika adalah dengan menDefinisikan segala sesuatu. Kita mengetahui apa itu semangat, karena kita mengalami sendiri perasaan ketika bersemangat dan ketika tidak bersemangat. Tapi ketika kita harus mendefinisikan sendiri apa itu semangat, maka belum tentu kita langsung dapat menguraikannya. Terlebih dahulu kita harus menyelidiki, sejenis apa “semangat” itu, dan apa yang memisahkannya dari lain-lain golongan.

Semangat adalah faktor mental yang melahirkan tindakan yang giat baik di dalam pikiran, perkataan maupun tubuh. Untuk dapat mengetahui apakah kita sedang bersemangat, kurang bersemangat atau sangat bersemangat, tentu kita harus memperhatikan dan mengamati diri sendiri. Jika perhatian dan pengamatan ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka ia akan melahirkan Semangat itu sendiri.

Giat memperhatikan dan mengamati untuk menyelidiki suatu fenomena, ini akan melahirkan semangat. Tapi bukankah untuk dapat bertindak giat diperlukan terlebih dahulu semangat ? ya. Semangat melahirkan giat. Dan giat melahirkan semangat. Seperti telor dari  ayam. Dan ayam dari telur. Tapi mana yang lebih dulu ada, “giat” atau “semangat” ? yang pertama muncul adalah semangat. Karena, semangat inilah yang merupakan sifat sejati manusia. Ketika manusia murung atau malas, sebenarnya ada suatu perbuatan yang tidak alami yang menimbulkan kemalasan atau kemurungan itu. Memaksakan giat, dalam hal ini berarti melawan kemalasan itu sendiri. Jadi, walaupun tampaknya melingkar antara “giat” dan “semangat”, tapi sejatinya tidak melingkar.

Semangat yang pertama itulah semangat yang murni yang merupakan sifat sejati manusia dan melahirkan giat yang murni. sedangkan semangat yang kedua lahir akibat tersingkirnya kabut kemalasan oleh tindakan giat yang dipaksa.

Semangat tersebut seperti matahari yang bersinar terang. Tapi ketika bumi menjadi gelap, bukan berarti matahari itu berhenti bersinar. Dia tetap bersinar di sana. tapi awan telah menghalangi sinar itu untuk sampai ke muka bumi. Giat melawan kemalasan berarti “menyingkirkan awan mendung”, sehingga matahari bersinar kembali.

Sekarang, mari kita lihat diri Anda sendiri, apakah sekarang ini Anda merasakan semangat atau tidak ? jika tidak, maka lakukanlah suatu usaha yang giat, di mana Anda memaksa diri Anda bekerja melawan kemalasan itu. Bila kabut kemalasan telah hilang, maka giatnya tindakan Anda akan lahir dari semangat yang murni, bukan yang dipaksa, bukan dalam kerangka melawan kemalasan.

Sekarang, perhatikan uraian di atas. Dari mana filsafat itu muncul ? tidak lain dari proses berpikir saya sendiri, di mana objek yang dipikirkannya diamati secara langsung, diselidiki, di analisa dan disimpulkan. Dan semua proses tersebut menjadi lebih mudah bagi saya karena mempergunakan kaidah-kaidah ilmu Logika. Ketika saya mengetahui cara bagaimana menyelidki hal-hal menggunakan logika, maka muncul gairah dalam proses berpikir dan akibat keinginan untuk mengetahui. Inilah semangat yang muncul dari proses berpikir itu. Semangat lainnya muncul dari pemahaman mengenai sifat-sifat semangat itu sendiri yang diketahui melalui proses penyelidikan tadi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2336 Dilihat
Tulisan terakhir April 22, 2013, 05:48:59 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
938 Dilihat
Tulisan terakhir September 06, 2015, 08:46:01 PM
oleh gumalta
0 Jawaban
696 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 20, 2013, 05:26:03 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
658 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 28, 2014, 07:10:22 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1319 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 07:36:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
740 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2014, 05:14:20 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
491 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 03, 2014, 05:36:04 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1733 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 26, 2015, 03:53:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
236 Dilihat
Tulisan terakhir April 23, 2016, 09:22:58 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
214 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 24, 2016, 05:56:51 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan