Penulis Topik: Observasi Cinta  (Dibaca 1278 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Observasi Cinta
« pada: November 27, 2014, 07:19:26 AM »
Jika Anda membaca kisah-kisah saya tentang Tin Hayatin, maka mungkin Anda akan mendapat gambaran bahwa di situ saya seperti seorang lelaki yang sedang tergila-gila mencintai seorang wanita. Apakah benar saya dalam kondisi seperti itu ?

Memang benar saya sedang merasakan “Cinta Lama Bersemi Kembali” (CLBK) pada mantan kekasih saya di masa remaja dulu. Dan bahkan sekarang saya tergila-gila padanya. Tetapi sebenarnya di sisi lain, saya seperti sedang melakukan observasi mental yang berbahaya. Observasi seperti apa dan bagaimana bahayanya ?

Dengan membiarkan perasaan CLBK, sekali lagi saya menyelami problem percintaan pria wanita dengan langsung menjadi pelaku pecinta itu sendiri.

Banyak pria wanita, tua atau muda yang meminta saran dan nasihat kepada saya tentang problem-problem percintaan yang sedang mereka hadapi. Agar dapat membantu mereka menemukan jalan keluar dari masalah, saya perlu benar-benar memahami, apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka alami. Banyak cara untuk bisa memahami problem orang lain, salah satunya dengan cara observasi terhadap pengalaman sendiri. 

Salah satu contoh seorang pernah konsultasi adalah seorang wanita bernama Ida, ia mengeluh, “Tubuh saya hingga kurus kering begini, karena memikirkan dia.” Maksudnya dia sangat mencintai seorang lelaki, tapi lelaki itu malah pergi meninggalkannya. Hal itu sangat memukul perasaannya, sehingga dia menjadi tidak enak makan dan tidur. Akhirnya tubuhnya menjadi sakit-sakitan dan kurus. Lalu Ida mencoba berkonsultasi pada saya untuk menemukan solusinya.

Yang perlu diperhatikan pada masalah Ida, bagaimana perasaan cinta bisa membuatnya sakit ? kenapa Ida sulit melupakan lelaki itu ? kenapa Ida lebih memilih menyakiti dirinya sendiri dengan cara terus menerus memikirkan pria itu ? Mengapa perasaan cinta bisa begitu menyiksa ?

Langkah pertama dalam membantu mengatasi masalah Ida adalah dengan memahami kondisi batin Ida yang sesungguhnya. Seperti dokter yang melakukan diagonas terhadap penyakit pasien. Salah satu cara untuk memahaminya adalah dengan scan energi.

Dengan melakukan scan energi, maka saya dapat mendeteksi lebih banyak tentang kondisi batin Ida dari pada apa yang dikatakan Ida kepada saya. Saya mengerti sesuatu yang kadang saya sendiri sulit mengatakannya. Batin Ida diibaratkan seperti sebuah wadah yang air mengalir ke sana. tapi Ida tidak membiarkan air itu keluar dari wadah tersebut. Ida mempertahankan air itu sampai akhirnya menjadi kotor dan bau di dalam wadah tersebut. Tentu itu konyol dan menyakiti dirinya sendiri.

Langkah kedua, untuk membantu mengatasi masalah Ida adalah dengan membuat batin Ida itu seperti daun talas yang ditetesi air. Ketika air menetes ke atas daun talas, langsung bergulir dan jatuh ke tanah. Demikian juga Ida, seharusnya ia membiarkan hal-hal baru muncul, bergulir dan lalu pergi dari dalam batinnya. Tanpa demikian, ia akan mengalami siksaan yang berat karean rasa cinta.

Ida tidak membiarkan pikiran-pikirannya pergi pada waktunya harus pergi. Dia selalu mengingat-ngingat kejadian yang sama, bayangan yang sama. Hal itu dia lakukan tanpa sadar agar mengulang perasaan menyenangkan. Bukan hanya mengulang, tapi mempertahankannya, seolah-olah perasaan menyenangkan seperti itu dapat bersifat kekal di dalam dirinya. Tentu saja ini konyol.

Jika yang dilakukan batin Ida itu merupakan tindakan salah yang tidak diasari Ida, lalu mengapa saya mau melakukan kesalahan serupa secara sadar dengan cara membiarkan diri saya jatuh cinta pada Tin Hayatin ? ada orang berkata, dokter bukanlah dokter yang baik kalau dia tidak pernah sakit. Selain observasi, saya mengharapkan kekuatan-kekuatan yang telah dianugrahkan oleh Tuhan kepada saya akan bangkit, ketika saya dirangsang oleh hal-hal menyakitkan. Tentu saja, jika sesuatu itu terlalu menyakitkan, maka saya tidak akan kuat menanggungnya. Sehingga dengan keterampilan mengolah mental, saya berupaya agar saya tidak jauh pada problem mental yang terlalu menyakitkan. Tapi “yang sedikit menyakitkan” diperlukan untuk menguatkan pribadi saya.

Saya merasa begitu senang hati ketika membayangkan wajah cantik Tin Hayatin. Inilah kesenangan yang biasanya menjadi awal dari kemelakatan, cinta duniawi, dan yang membuat seseorang menciptakan wadah yang mempertahankan “air” di dalam batinnya hingga air mnejadi kotor dan membusuk. Saya harus waspada ketika perasaan menyenangkan itu mulai muncul di dalam batin saya.

Untuk mengulang kembali perasaan menyenangkan, maka saya bayangkan wajah yang sama, yaitu wajah Tin Hayatin yang cantik jelita.  Bukan hanya mengulang, tetapi juga saya berusaha mempertahankan adanya perasaan menyenangkan itu. saya selalu ingin hal menyenangkan itu hadir di dalam batin saya, serta tidak rela hal menyenangkan itu lenyap dari dalam batin. Seperti inilah para pecinta “menciptaakan wadah yang tidak bergulir”. Saya akan terjebak dalam kondisi ini, jika saya terus bermain-main dengan pikiran saya tanpa membangun “kesadaran murni”. Oleh karena itu, apakah saya akan membiarkan diri saya terjebak atau menghindari jebakan itu, tergantung kepada pilihan saya sendiri. Dan disebut “menghadapi bahaya” karena bisa jadi, dengan kehendak bebas, saya memilih terjebak di dalam “jebakan mental” yang menyakitkan.

Walaupun saya ingin mempertahankan perasaan-perasaan menyenangkan, dengan persepsi-persepsi yang dikembangkan oleh pikiran, akan tetapi sebagaimana hukum kehidupan yang selalu bergulir, mustahil perasaan menyenangkan itu dapat dipertahankan. Semua perasaan menyangkan yang muncul akan berubah dan akhirnya lenyap. Pada akhirnya, hal-hal menyenangkan itu tidak akan menyenangkan lagi, dan kita harus menemukan “kesenangan” dalam bentuk lainnya lagi. Begitulah terus, dant tidak akan sampai pada kondisi yang memuaskan. 

Setelah tidak munculnya perasaan menyenangkan dengan cara membayangkan, lalu munculah bayangan yang tampaknya menyangkan jika benar-benar terjadi, yaitu bila saya berjumpa langsung dengan kekasih pujaan, Tin Hayatin. Lantas saya membayangkan hal-hal apa saja yang akan kami lakukan berdua, mengobrol, berjalan-jalan, makan bersama dan mungkin berpegangan tangan. Membayangkannya saja sudah terasa menyenangkan, apalagi bila benar-benar terjadi. Dan akhirnya, membayangkan saja sudah tidak lagi menyenangkan. Rasanya perlu benar-benar terjadi agar benar-benar menyenangkan. Tetapi ketika sadar bahwa hal itu tidak mungkin atau sulit untuk terjadi, maka disinilah saya harus melewati jalan sulit menuju kebahagiaan. Dan hal-hal menyakitkan jadi muncul.

Selanjutnya, bagaimana cara saya keluar dari persoalan tersebut ? caranya ya mudah, lupakan saja Tin Hayatin. Usai sudah. Teorinya semudah itu. tapi kita tahu, justru problem utamanya adalah para pecinta itu, kenapa sulit melupakan orang yang dicintainya ? jawabaannya adalah karena dia tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya. Dan agar dapat memahami, yang harus dilakukan adalah mengamatinya saja sebagaimana adanya. Mengamati di sini artinya, saya harus melihat segala sesuatunya muncul, berubah dan lenyap. Ketika hal ini dapat terlihat dengan mudah di dalam diri sendiri, maka kita menemukan jalan yang mudah untuk  melupakan sesuatu, merelakan segala sesuatunya datang dan pergi.

Para filsuf menemukan kebahagiaan semudah berpikir. Kebahagiaan mereka temukan di dalam proses berpikir yang mereka lakukan. Para meditator menemukan kebahagiaan semudah menyadari setiap tarikan dan hembusan nafasnya. Tapi para pecinta dunia, sulit menemukan kebahagiaan sesulit dia memperoleh apa yang diinginkan dari dunia. Tentu saya harus melewati jalan yang sulit untuk memperoleh kebahagiaan, bila saya ingin mendapakan kembali cinta Tin Hayatin. Oleh karena itu, apakah saya memilih jalan kebahagiaan yang mudah atau jalan kebahagiaan yang sulit, itu tergantung kepada kehendak bebas dari saya sendiri.

Setiap waktu saya akan memeriksa diri saya, apakah saya masih cukup mudah menemukan kebahagiaan itu atau sudah merasa sulit. Jika saya sudah sulit menemukan kebahagiaan itu, tidak lagi menemukan kebahagiaan di dalam bersilfat, tidak lagi terlahir kebahagiaan dari konsentrasi, berarti saya sudah terlalu jauh masuk ke dalam jebakan cinta. Berarti saya telah melakukan hal-hal yang salah. Selama saya masih dengan mudah menemukan kebahagiaan-kebahagiaan itu, berarti saya dalam kondisi aman dan tidak ada hal salah yang saya perbuat.

Saya kasihan dengan para pecinta yang kesakitan karena cinta yang mereka alami. Saya ingin menolong mereka. kadang saya dapat menolong mereka, tapi kadang tidak dapat melakukannya. Seringkali saya kesulitan dalam memuat mereka mengerti bagaimana persoalan batin yang sebenarnya dan apa yang harus mereka lakukan untuk keluar dari kemelekatan. Oleh karena itu, dengan cara “observasi cinta” dan melaporkan hasilnya, diharapkan para pecinta membaca laporan saya ini dan menjadi inspirasi bagi mereka tentang bagaimana jalan keluar dari problem percintaan.
« Edit Terakhir: November 27, 2014, 07:23:06 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Sandy_dkk

Re:Observasi Cinta
« Jawab #1 pada: November 27, 2014, 07:58:42 PM »
benar sekali, Kang Asep seperti sedang mabuk asmara. tadinya saya kira mabuk asmara seperti ini hanya menjangkiti pria remaja.
Agama tidak berguna bagi orang gila!
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9259
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 353
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Observasi Cinta
« Jawab #2 pada: November 28, 2014, 12:41:31 AM »
saya sedang menyelami Ilmu Rasa dan mengklaim diri sebagai Penguasa Rasa. Tapi kalau saya sedang dimabuk asmara, itu bukan pura-pura. faktanya, tua muda, pria wanita, kakek-kakek dan nenek-nenekpun bisa terjangkiti asmara yang bergelora.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
2 Jawaban
2842 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 14, 2013, 04:32:26 PM
oleh Kang Asep
DZIKIR CINTA

Dimulai oleh Awal Dj Puisi

0 Jawaban
672 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 22, 2013, 01:08:09 PM
oleh Awal Dj
1 Jawaban
1006 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2013, 12:20:04 PM
oleh ratna
1 Jawaban
1265 Dilihat
Tulisan terakhir November 15, 2015, 09:46:14 PM
oleh Monox D. I-Fly
7 Jawaban
2513 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 10, 2014, 03:03:11 PM
oleh ratna
1 Jawaban
991 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 14, 2014, 02:45:15 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2042 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 08, 2014, 03:30:35 PM
oleh Kang Asep
14 Jawaban
2410 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 08, 2015, 06:28:45 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1899 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 28, 2014, 05:50:05 PM
oleh Asep
9 Jawaban
1937 Dilihat
Tulisan terakhir September 19, 2014, 11:26:30 AM
oleh Sandy_dkk

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan