Penulis Topik: Menyempurnakan Perbuatan  (Dibaca 153 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Menyempurnakan Perbuatan
« pada: September 11, 2017, 07:40:04 PM »
Filsafat Perbuatan :
====================
1. Ikhlas Berbuat
1.1. Tujuan Perbuatan
1.2. Tanpa Mengharapkan Hasil Perbuatan
2. Gemar Berbuat
3. Menyempurnakan Perbuatan <<<<<<
====================

3. Menyempurnakan Perbuatan
Edisi : 11 September 2017, 05:31:58

Rasullah saw bersabda, "innama bu`istu liutimma makarimal akhlak". Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bagaimana akhlak yang sempurna itu ? Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui artinya, juga ulama yang merupakan pewaris para nabi saw.

Beberapa orang menjelaskan pengertian akhlak sempurna bahwa bahwa syariat yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya belumlah sempurna. Dan disempunakan pada zaman nabi saw. Jika demikian, apakah menyempurnakan akhlak = menyempurnakan syariat ? Apakah akhlak para nabi sebelum nabi saw tidaklah sempurna ? Mari kita bertanya pada ulama, apa itu definisi Akhlak Sempurna ?

Terlepas dari ketidaktahuan saya tentang definisi istilah akhlak sempurna yang ada dalam hadis nabi tentang tujuan diutusnya beliau, di dalam literatur agama Hindu dan Buddha saya pun menemukan istilah yang serupa, yaitu tentang kesempurnaan akhlak. Salah satunya adalam kitab Bhagavad Gita, di mana Sri Kresna berkata pada Arjuna, "Sempurnakanlan perbuatanmu !" Untuk menyempurnakan perbuatan, menurut Sri Kresna seseorang tidak berbuat sesuatu karena gemar dan tidak berbuat sesuatu hanya karena damba akan hasilnya. Perbuatan yang sempurna adalah perbuatan yang ikhlas, tulus dan murni, bebas dari kegemaran. Tandanya, orang yang sempurna perbuatannya selalu berpegang teguh dalam menjalankan kewajiban-kewajiban dalam hidupnya. Dia tidak melakukan sesuatu karena dia suka atau tidak suka, tetapi apa yang benar dan baik, itu yang selalu dikerjakannya. Dia juga tidak hidup untuk mengejar kesenangan, tidak mengutamakan kesenangan inderawi. Karena orang yang selalu teringat pada kesenangan inderawi, tidak akan dapat menjalankan tugas-tugas hidup dengan baik, dan tak dapat bebas dari belenggu kemalasan. Orang yang malas dan lalai dari menjalankan tugas-tugas hidupnya menunjukan bahwa kualitas perbuatannya masih jauh dari sebutan sempurna. Bila kualitas perbuatannya belum sempurna, maka filsafatnya pun belum sempurna. Itu berarti, filsafatnya belum dapat menemukan kebenaran yang luhur. Silahkan dibaca tulisan saya berjudul : "ikhlas berbuat" dan "gemar berbuat".

Berikut adalah sebagian penjelasan Sri Kresna tentang menyempurnakan perbuatan :
--------------------------
Manusia tidak dapat meraup jika tidak melakukan suatu perbuatan yang mengasilkan serta tak dapat sempurna karena enggan berbuat. Sebab di dunia ini tak ada manusia yang tidak melakukan perbuatan, karena sudah terbawa oleh sifat prakriti.  Tetapi siapa yang adpt menaklukan pancaindera dan pikirannya, hai anak Kunti, itulah yang disebut menyatu karena perbuatan, karena tidak gemar akan perbuatan.

Sempurnakan tindakanmu untuk berbuat kebenaran, karena hal tu lebih baik dari pada tidak berbuat sesuatu,dan engkau dapat melindungi dirimu sendiri, jika melakukan suatu perbuatan. Dunia ini terikat oleh perbuatan. Karena itu sempurnakan keadaan perbuatan tadi hingga terbebas dari kegemaran. Setelah manusia membiasakan diri berkorban, maka dia dapat mendatangkan apa yang dituju, yaitu lembu harapan.

Barang siapa yang tidak berbuat kebajikan, itu dosa dalam hidupnya dan orang yang selalu menurut kemauannya sendiri, hidupnya tak berarti. Tetapi orang yang senang di rumah Dzat, dia sudah merdeka, tak ada sesuatupun yang harus dikerjakan. Karena semua yang dikerjakan atau tidak dikerjakan, sudah tidak berguna baginya. Karena itu sempurnakan semua perbuatan yang harus dilaksanakan, jangan sampai gemar. Sebab melaksanakan suatu perbuatan yang tak digemari itu merupakan sarana bagi manuia untuk mencapai kemuliaan yang paling tinggi.
==============

Sedangkan Buddha menjelaskan tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas perbuatan hingga level yang tertinggi.

Berikut penjelasan Buddha tentang cara meningkatkan kualitas perbuatan :
--------------------
Raja Ajasathru, raja kerajaan Magadha itu sangat membenci Buddha. Lalu dia bermaksud mempermalukan Buddha dengan menggelar debat terbuka. Didatangkannya Brahmana terpandai yg menguasi Veda, Gita, dan Upanisat. Brahmana ini bernama Sudonda. Brahmana berkata kepada raja,"Tenanglah paduka, saya akan membuat dia bingung dengan prinsip-prinsip Veda dan Upanisat."

Debat terbuka digelar. Buddha dipersilahkan menentukan topiknya. Buddhapun memulainya dengan pertanyaan-pertanyaan. Setelah melewati beberapa pertanyaan, sampailah Buddha pada pertanyaan,"O Brahmana, keutamaan apa yang harus dimiliki seorang Brahmana ?"

"ada lima keutamaan, dalam hal upacara ritual, mantra, keturunan suci, pengetahuan dan perbuatan baik." Jawab Brahmana Sudonda.

Buddha bertanya lagi,"dari lima keutamaan tersebut, mana yg paling utama ?"

Brahmana tersenyum dan berkata,"Yg paling utama adalah dua yg terakhir, yaitu pengetahuan dan perbuatan baik."

"Di antara pengetahuan dan perbuatan baik, mana yg lebih utama ?" tanya Buddha.

"Keduanya tidak bisa dipisahkan."

"Bagaimana meningkatkan pengetahuan dan perbuatan baik ke tahap yg tertinggi ?" tanya Buddha.

Brahmana tertegun dan tidak dapat menjawab pertanyaan Buddha. "Hei Buddh, aku tidak tahu. jelaskanlah padaku, bagaimana caranya !"

Buddha menjawab,"Dengan menjalankan moralitas, meditasi jadi hidup. Dengan meditasi yang hidup, pengetahun berkembang. Pengetahuan yang berkembang ini memberi jalan untuk meningkatkan kualitas perbuatan baik. Dan kualitas perbuatan baik mengembangkan meditasi. Demikian seterusnya sehingga pengetahuan dan perbuatan baik meningkat sampai pada tahapan tertinggi."

Brahmana terharu mendengar penjelasan Buddha. Lalu dia bersimpuh sambil beranjali di hadapan Buddha. "O..Buddha, engkau telah mengatakan kebenaran yang indah serta menghapus kegelapan batinmu. Terimalah aku sebagai muridmu !"

Melihat kejadian itu, raja Ajasatru menjadi murka. Dia gagal mempermalukan Buddha. Brahmana andalannya malah bertekuk lutut di hadapan Buddha.
================

Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
3862 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2014, 02:41:42 PM
oleh ratna
0 Jawaban
940 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2014, 07:26:23 AM
oleh Kang Asep
Perbuatan Tuhan

Dimulai oleh Sandy_dkk « 1 2 3 » Filsafat

39 Jawaban
8150 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2014, 06:07:34 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
1657 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 01:00:09 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
625 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2015, 09:53:35 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1251 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2014, 02:15:44 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
203 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2016, 01:37:19 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
424 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2016, 10:20:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
147 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2017, 09:13:05 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
197 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2018, 12:12:05 AM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan