Penulis Topik: Segala Sesuatu Adalah Keseluruhan Dari Bagian - Bagiannya  (Dibaca 59 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Segala Sesuatu Adalah Keseluruhan Dari Bagian - Bagiannya
« pada: April 20, 2018, 07:34:38 PM »
Jika tidak ada rambut dalam dzat Tuhan yang Maha Ada dan Maha Kaya, maka bagaimana manusia sebagai ciptaan-Nya, yang berasal dari-Nya atau disebabkan oleh-Nya dapat memiliki rambut ?

Mungkinkah dari "ketiadaan rambut" dapat memunculkan rambut ?

Kutip dari: Kang Asep 16-02-2018, 1.46 PM
tidak tahu.

Pertanyaan saya,
apakah rambut ekuivalen dengan zat rambut ?
apakah berambut = memiliki zat rambut ?
apa bedanya dzat dengan zat ?

Rambut adalah keseluruhan atau himpunan yang terdiri dari banyaknya elemen atau zat penyusun rambut (zat rambut).
Rambut tidak lain adalah elemen atau zat penyusun rambut itu sendiri.
Tak ada rambut tanpa elemen atau zat penyusun rambut dan tak ada elemen atau zat penyusun rambut tanpa ada rambut.
Rambut ekuivalen dengan zat rambut.

Saat kita sedang "menunjuk" rambut, tidak lain kita sedang "menunjuk" elemen atau zat - zat penyusun rambut.
Saat kita sedang "menunjuk" elemen atau zat - zat penyusun rambut, tidak lain kita sedang "menunjuk" rambut.

Seperti samudera yang merupakan keseluruhan dari banyaknya setetes air.

Apakah berambut = memiliki zat rambut ?
Ya.

Apa bedanya antara dzat dengan zat ?

Dzat itu bersifat keseluruhan sementara zat itu bersifat partikular.

Kutip dari: Kang Asep 16-02-2018, 9.00 PM
dzat adalah tempat berdirinya sifat. zat adalah materi.

jika rambut ekuivalen dengan zat rambut, bagaimana dengan rumah dan zat rumah, apakah ekuivalen ?

Ya

====================

Kutip dari: Hamid Assagaf 16-02-2018, 2.56 PM
Jika karena manusia punya rambut maka Tuhan punya rambut itu keliru.
JIka mengatakan karena manusia memilki rambut maka Tuhan punya zat rambut juga keliru. Tuhan Tunggal tidak bisa dibagi bagi.

Kepemilikan rambut pada manusia bukanlah "penyebab" bagi kepemilikan rambut pada Tuhan.
Kepemilikan rambut pada manusia tidak berhubungan secara korelatif (biimplikasi) dengan kepemilikan rambut pada Tuhan.
Tetapi kepemilikan rambut pada manusia berhubungan secara implikatif (implikasi) dengan kepemilikan rambut pada Tuhan.

Jika ada rambut pada manusia, maka ada rambut manusia pada Tuhan dan jika tidak ada rambut manusia pada Tuhan, maka tidak ada rambut pada manusia.
Hal ini benar dan selaras dengan aksioma kausalitas bahwa segala sesuatu tidak dapat menjadi penyebab atau akibat dari negasinya sendiri dengan ekspresi tautologi ¬(A⇔¬A)≡1 = Bukan jika dan hanya jika A, maka bukan A, ekuivalen dengan tautologi, atau ¬(¬A⇔A)≡1 = Bukan jika dan hanya jika bukan A, maka A, ekuivalen dengan tautologi (selama Tuhan ditetapkan sebagai penyebab bagi keberadaan manusia).

Jika ada rambut pada manusia, maka ada elemen atau zat - zat penyusun rambut manusia pada Tuhan dan jika tidak ada elemen atau zat - zat penyusun rambut manusia pada Tuhan, maka tidak ada rambut pada manusia.
Hal ini benar dan selaras dengan aksioma kausalitas bahwa segala sesuatu tidak dapat menjadi penyebab atau akibat dari negasinya sendiri dengan ekspresi tautologi ¬(A⇔¬A)≡1 = Bukan jika dan hanya jika A, maka bukan A, ekuivalen dengan tautologi, atau ¬(¬A⇔A)≡1 = Bukan jika dan hanya jika bukan A, maka A, ekuivalen dengan tautologi (selama Tuhan ditetapkan sebagai penyebab bagi keberadaan manusia).

Tuhan itu bersifat tunggal dan tak terbagi - bagi dalam artian Ia "hanyalah diri-Nya sendiri"; Tuhan adalah Tuhan dan bukanlah bukan Tuhan (contoh dari Hukum Non-Kontradiksi).
Tiada Tuhan selain Tuhan itu sendiri.
Ini adalah pemahaman ketunggalan dan ketakterbagi - bagian Tuhan yang saya yakini secara 100%.
Pemahaman ketunggalan dan ketakterbagi - bagian Tuhan ini merupakan kebenaran mutlak dan bersifat aksiomatis (terbukti dari dirinya sendiri dan jelas dengan sendirinya), selaras dengan hukum non-kontradiksi, dan bukan sekedar spekulasi belaka.

Pemahaman ketunggalan dan ketakterbagi - bagian Tuhan seperti apa yang mustahil ?
Yaitu pemahaman tentang ketunggalan dan ketakterbagi - bagian Tuhan dengan pengertian bahwa Tuhan tidak memiliki bagian - bagian.
Kenapa pemahaman tentang ketunggalan dan ketakterbagi - bagian Tuhan dengan pengertian bahwa Tuhan tidak memiliki bagian - bagian itu mustahil ?
Karena pemahaman tentang ketunggalan dan ketakterbagi - bagian Tuhan dengan pengertian bahwa Tuhan tidak memiliki bagian - bagian itu bertentangan dengan aksioma bahwa "segala sesuatu adalah keseluruhan dari bagian - bagiannya".

Sesuatu tidak lain adalah keseluruhan dari bagian - bagiannya dan keseluruhan dari bagian - bagian sesuatu tidak lain adalah sesuatu itu sendiri.
Tak ada sesuatu tanpa keseluruhan dari bagian - bagiannya dan tak ada keseluruhan dari bagian - bagian sesuatu tanpa ada sesuatu itu sendiri.
Sesuatu ekuivalen dengan keseluruhan dari bagian - bagiannya.

Bila tidak ada keseluruhan dari bagian - bagian sesuatu, maka tidak ada sesuatu.
Bila tidak ada sesuatu, maka tidak ada keseluruhan dari bagian - bagian sesuatu.
Meyakini bahwa sesuatu itu ada tetapi tidak ada bagian - bagiannya, sesuatu itu ada tetapi tidak memiliki bagian - bagian, atau sesuatu itu ada tetapi tidak ada keseluruhan dari bagian - bagiannya ekuivalen dengan meyakini bahwa sesuatu itu ada sekaligus tidak ada alias kontradiksi.

Perumpamaannya itu seperti sebuah garis.
Garis itu terdiri dari banyaknya titik - titik dan garis adalah keseluruhan dari banyaknya titik - titik.
Garis tidak lain adalah keseluruhan dari banyaknya titik - titik.
Meyakini adanya garis sekaligus meyakini tidak ada banyaknya titik - titik atau keseluruhan dari banyaknya titik - titik ekuivalen dengan meyakini bahwa garis itu ada sekaligus tidak ada alias kontradiksi.

Atau perumpamaannya seperti bilangan 10.
Tak ada 10 tanpa 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1 dan tak ada 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1 tanpa ada 10.
10 tidak lain adalah 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1 dan 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1 tidak lain adalah 10.
10 ekuivalen dengan 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1.
Meyakini 10 itu ada sekaligus meyakini tidak ada 1atau tidak ada 1+1+1+1+1+1+1+1+1+1 ekuivalen dengan meyakini 10 itu ada sekaligus tidak ada alias kontradiksi.
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Ade Rohana

Re:Segala Sesuatu Adalah Keseluruhan Dari Bagian - Bagiannya
« Jawab #1 pada: April 21, 2018, 01:13:40 PM »
Rambut adalah keseluruhan atau himpunan yang terdiri dari banyaknya elemen atau zat penyusun rambut (zat rambut).
Rambut tidak lain adalah elemen atau zat penyusun rambut itu sendiri.
Tak ada rambut tanpa elemen atau zat penyusun rambut dan tak ada elemen atau zat penyusun rambut tanpa ada rambut.
Rambut ekuivalen dengan zat rambut.

Saat kita sedang "menunjuk" rambut, tidak lain kita sedang "menunjuk" elemen atau zat - zat penyusun rambut.
Saat kita sedang "menunjuk" elemen atau zat - zat penyusun rambut, tidak lain kita sedang "menunjuk" rambut.

Seperti samudera yang merupakan keseluruhan dari banyaknya setetes air.

Apakah berambut = memiliki zat rambut ?
Ya.

Apa bedanya antara dzat dengan zat ?

Dzat itu bersifat keseluruhan sementara zat itu bersifat partikular.

Kutip dari: Kang Asep 16-02-2018, 9.00 PM
dzat adalah tempat berdirinya sifat. zat adalah materi.

jika rambut ekuivalen dengan zat rambut, bagaimana dengan rumah dan zat rumah, apakah ekuivalen ?

Ya

apakah yang dimaksud dengan zat rambut?
 apa yang dimaksud dengan zat rumah?
Jika semen termasuk pada zat rumah apakah berarti semen ekuivalen dengan rumah? apakah itu berarti "menunjuk" semen berarti "menunjuk" rumah?
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Segala Sesuatu Adalah Keseluruhan Dari Bagian - Bagiannya
« Jawab #2 pada: April 22, 2018, 04:36:16 PM »
apakah yang dimaksud dengan zat rambut?
 apa yang dimaksud dengan zat rumah?
Jika semen termasuk pada zat rumah apakah berarti semen ekuivalen dengan rumah? apakah itu berarti "menunjuk" semen berarti "menunjuk" rumah?

1. Zat rambut adalah bagian - bagian yang menyusun rambut
2. Zat rumah adalah bagian - bagian yang menyusun rumah
3. Apakah jika semen termasuk pada zat rumah, maka berarti semen ekuivalen dengan rumah ?
Tidak. Tetapi Rumah ekuivalen dengan keseluruhan elemen yang menyusunnya (tidak hanya semen).
Jadi, ekuivalensi antara elemen rumah dengan rumah itu sendiri ditentukan dari aspek keseluruhannya; seluruh elemen yang membentuk rumah, tidak ditentukan dari aspek parsialnya atau secara eksklusif semisal "hanya" semennya, batunya, kayunya, dan sebagainya.
4. Apakah menunjuk semen sama artinya dengan menunjuk rumah ?
Ya. Lebih tepatnya menunjuk sebagian aspek dari rumah atau segi tertentu dari rumah (tidak secara keseluruhan).
Sama halnya seperti seseorang yang menunjuk orang lain. Ketika seseorang menunjuk orang lain kadangkala hanya menunjuk dadanya, kepalanya, atau bagian - bagian tertentu yang lain dari diri orang yang ditunjuknya (sebagian aspek atau segi tertentu dari orang yang ditunjuk) dengan maksud untuk menunjuk "pribadi" dari orang tersebut. Dan meskipun demikian, tetap dapat dikatakan bahwa orang tersebut sedang menunjuk "pribadi" dari orang yang ditunjuknya.

Sampai disini apakah ada yang ingin ditanyakan lagi terkait dengan hal ini ?
« Edit Terakhir: April 22, 2018, 04:37:55 PM oleh Sultan »
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Offline Ade Rohana

Re:Segala Sesuatu Adalah Keseluruhan Dari Bagian - Bagiannya
« Jawab #3 pada: April 25, 2018, 11:54:28 AM »
Baik. sekarang saya mengerti hal ini. :iagree:
Lalu apakah bisa kita ketahui apa yang termasuk pada zat Tuhan itu? Apakah dzat Tuhan adalah keseluhan dari ciptaan Tuhan?
apakah zat tuhan itu sesuatu yang berbeda dengan ciptaan Tuhan? atau kah sama?
 

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 203
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 27
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Re:Segala Sesuatu Adalah Keseluruhan Dari Bagian - Bagiannya
« Jawab #4 pada: April 26, 2018, 05:48:49 PM »
Baik. sekarang saya mengerti hal ini. :iagree:
Lalu apakah bisa kita ketahui apa yang termasuk pada zat Tuhan itu? Apakah dzat Tuhan adalah keseluhan dari ciptaan Tuhan?
apakah zat tuhan itu sesuatu yang berbeda dengan ciptaan Tuhan? atau kah sama?

• Apakah bisa kita ketahui apa yang termasuk pada zat Tuhan itu ?
Bisa.

• Apakah dzat Tuhan adalah keseluruhan dari ciptaan Tuhan ?
Ya. Sebagian dzat-Nya adalah keseluruhan dari ciptaan-Nya dan sebagian dzat-Nya bukan keseluruhan dari ciptaan-Nya.

• Apakah zat Tuhan itu sesuatu yang berbeda atau sama dengan ciptaan Tuhan ?
Ciptaan Tuhan itu sama dengan zat Tuhan. Setiap ciptaan Tuhan adalah zat Tuhan.




Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
32 Jawaban
11528 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 08, 2015, 02:22:34 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
926 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 19, 2013, 12:12:32 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1561 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 28, 2013, 04:45:43 PM
oleh Awal Dj
43 Jawaban
10861 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 22, 2015, 12:21:46 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
1500 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2013, 02:32:06 PM
oleh comicers
1 Jawaban
1057 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 11, 2013, 02:16:45 PM
oleh comicers
5 Jawaban
2622 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 29, 2013, 09:14:33 PM
oleh ratna
9 Jawaban
2570 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 01, 2016, 12:06:38 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
531 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 25, 2016, 04:26:45 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
397 Dilihat
Tulisan terakhir September 15, 2016, 07:17:11 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan