Penulis Topik: Memurnikan Perbuatan  (Dibaca 91 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9526
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 481
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Memurnikan Perbuatan
« pada: April 28, 2018, 12:12:05 AM »
Edisi : 27 Februari 2018

Rumusan Masalah :
Parameter benar salah, baik dan buruk dari perbuatan sangatlah beragam. Salah satu dari parameter kebenaran perbuatan itu adalah makna dari perbuatan itu sendiri..

Manusia hidup membutuhkan makna. Ketika seseorang kehilangan makna, maka di situ jiwanya mengalami gangguan. Karena itu, bila anda merasa ada yang mengganggu jiwa Anda, maka patut dicurigai, jangan-jangan anda telah kehilangan makna hidup anda.

Tujuan :
1) menahami pentingnya menemukan makna hidup
2) mengetahui arti dari istilah "memurnikan perbuatan"
3) memahami "makna perbuatan" sebagai parameter dari kebenaran perbuatan itu sendiri
===========

Hidup itu berbuat. Dengan berbuat, maka kita hidup. Karena itu, tak ada seorangpun yang hidup, kecuali dia berbuat. Semua makhluk hidup, karena terbawa oleh sifat hidup itu sendiri, niscaya dia berbuat.

Karena itu, sebagaimana hidup membutuhkan makna, maka perbuatan juga membutuhkan makna. Tetapi masing-masing orang memaknai perbuatannya dengan secara berbeda.

Apa maknanya menikah ? Ada yang memaknainya sebagai pemenuhan kebutuhan biologis, perwujudan kasih sayang, ikatan kesepakatan atau ada juga yang memaknainya sebagai ibadah atau mengikuti sunnah rasulullah saw.

Apa maknanya makan ? Ada yang memaknainya untuk menjaga kelangsungan hidup, sebagai obat, untuk menghilangkan rasa lapar, ada juga yang sekedar pemenuhan kewajiban dan ada juga yang bermakna usaha memuaskan diri dengan rasa kesenangan. Bagaimana cara orang lain memberikan makna pada perbuatannya, kita tidak dapat mencampurinya. Namun, kita sendiri harus dapat memberikan makna yan benar menurut kita pada perbuatan kita sendiri. Jika tidak, maka di situ jiwa kita mengalami gangguan.

Perbedaan masing-masing orang dalam memaknai perbuatannya bergantung pada pengetahuan yang dan moralitasnya. Seseorang yang memberi makan anak yatim, dapat memaknai hal itu sebagai sedekah, lillahi ta'ala. Tetapi ada juga yang memaknainya sebagai usaha untuk mendapatkan keuntungan politik dan sebagainya. Kita dapat menilai bahwa yang satu memaknai perbuatannya dengan benar, dan lainnya memaknainya dengan salah. Walaupun salah memaknainya, tapi dia tidak kehilangan makna dari perbuatannya. Karena jiwanya tidak merasa terganggu.

Berbeda makna tidak selalu kontradiksi. Misalnya dua orang yang bersedekah, orang kesatu memaknainya sebagai wujud belas kasih dan  orang kedua memaknainya sebagai wujud rasa tanggungjawab. Keduanya sama baiknya.

Kita dapat mengajarkan makna-makna suatu perbuatan pada orang lain, tapi tidak dapat menyeret orang lain ke dalam makna perbuatan yang kita miliki. Karena makna itu dipilih masing-masing orang berdasarkan kecocokan, selain juga pengetahuan. Jadi, bila kita merasa cocok dengan ukuran  dan bentuk suatu baju, maka belum tentu itu cocok bagi orang lain. Demikian pula makna yang dipilih seseorang terhadap suatu perbuatan, juga berlandas pada kecocokan itu, terlepas dari soal benar-salahnya.

Makna suatu perbuatan juga dapat berubah seiring berubahnya situasi kondisi. Sebagai contoh, suatu hari ketika saya berjalan-jalan di trotoar, ada beberapa orang sedang mengangkat pot-pot bunga, menaikanyanke atas mobil. Mereka terlihat kesulitan mengangkat pot-pot besar. Sayapun membantu mereka. Saya memaknai perbuatan saya sebagai usaha untuk berbuat kebajikan. Tetapi, ketika membantu mereka saya melihat gerak-gerik yang mencurigakan, sehingga muncul dugaan bahwa mereka sebenarnya para pencuri. Jika saya terus membantu mereka, maka saya akan kehilangan makna dari perbuatan saya. Karena itu, saya berhenti membantu mereka. Tapi karena tidak ada bukti bahwa mereka pencuri, maka saya tidak dapat berbuat apapun. Hanya keesokan harinya, ada orang yang datang ke situ dan mencari-cari pot bunga yang hilang. Maka yakinlah bahwa orang yang saya bantu kemarin adalah pencuri.

Membantu orang adalah bermakna upaya menjalankan kebaikan. Tapi bila sudah menduga bahwa orang yang sedang dibantu adalah pencuri yang sedang mencuri, maka membantunya tidak lagi murni sebagai upaya menjalankan kebaikan. Ada keraguan, aoakah mereka sedang melakukan kebaikan atau kejahatan, sehingga ragu pula apakah membantunya berarti bermakna kebajikan atau kejahatan, maka untuk memurnikan perbuatan, maka saya memutuskan untuk berhenti membantunya.

Memurnikan perbuatan berarti menghilangkan segala sesuatu yang mengganggu makna dari perbuatan tersebut, sehingga berpotensi menyebabkan hilangnya makna tersebut dari perbuatan.

Sebagian orang memaknai perbuatan sebagai "usaha mencari ridha Tuhan". Tetapi kadang-kadang dia berbuat baik dan kadang berbuat buruk. Usaha dia mengurangi perbuatan buruk, adalah arti dari memurnikan perbuatannya. Kadang orang shalat, namun riya dengan shalatnya. Padahal sebelumnya dia telah bertekad bahwa makna bagi perbuatannya adalah mendapatkan ridha Tuhan, maka usaha untuj tidak riya adalah arti dari memurnikan perbuatannya.

Meditator menpunyai cara berbeda dalam memaknai perbuatannnya, bahwa perbuatan baginya merupakan landasan bagi konsentrasi dan menbangun kesadaran. Karena itu, apapun perbuatan yang tidak berkontribusi pada makna tersebut, maka itu tak murni.

Seseorang pernah meminta saya untuk mengambil barang di luar kota. Saya menolaknya dengan alasan bahwa saya sedang tidaj sehat dan butuh istirahat. Orang tersebut kurang senang dengan penolakan saya dan berkata," sebenarnya kamu mau atau gak mau bergantung pada upah. Seandainya upah yang saya janjikan adalah 10 kg emas, niscaya kamu akan segera pergi melakukan pekerjaan itu, walaupun kamu sedang meriang panas dingin."

Saya menjawab,"saya sangat heran dengan apa yang anda katakan, bagaimana anda bisa berpikir membeli kerelaan dan kehensak saya dengan 10 kg emas. Tadinya, besok saya akan segera melakukan pekerjaan itu, seandainyapun Anda hanya memberi sedikit upah atau bahkan tidak memberi upah sekalipun. Saya akan senang membantu Anda. Tapi sekarang, setelah semua yang anda katakan itu, saya tak akan melakukan pekerjaan itu, seandainya pun anda menjanjikan 1000 kg emas bagi saya." Karena yang saya butuhkan dari pekerjaan tersebut bukanlah upah, tapi makna. Bila uoah itu sejalan dengan makna nya, maka upah itu bagian dari makna yang saya butuhkan. Tapi bila upah itu berlawanan dengan maknanya, maka sama sekali saya tidak menghendakinya. Karena saya tidak ingin kehilangan makna tersebut."

Saya berkata pada adik saya,"jika yang saya butuhkan hanya uang, maka saya tidak akan pergi bekerja. Dengan demikian, jika saya pergi bekerja, maka yang saya butuhkan bukan hanya uang." tapi pernyataan ini telah disalahtafsiri, sehingga saya dianggap menyatakan "tidak butuh uang", sebenarnya yang saya katakan adalah " gak butuh uang haram". Uang yang didapat dengan cara melakukan sesuatu yang berlawanan dengan makna perbuatan itu sendiri, maka itu adalah uang haram bagi saya.

Makna perbuatan itu harus dipertahankan. Bila tidak, kita akan kehilangan arah tujuan dalam hidup ini.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
3714 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 03, 2014, 02:41:42 PM
oleh ratna
0 Jawaban
821 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 02, 2014, 07:26:23 AM
oleh Kang Asep
Perbuatan Tuhan

Dimulai oleh Sandy_dkk « 1 2 3 » Filsafat

39 Jawaban
7987 Dilihat
Tulisan terakhir November 21, 2014, 06:07:34 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1243 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 19, 2014, 02:15:44 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
203 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2016, 01:37:19 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
185 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2016, 08:03:23 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
404 Dilihat
Tulisan terakhir September 27, 2016, 10:20:13 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
134 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2017, 07:40:04 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
136 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 04, 2017, 09:13:05 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
51 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 15, 2018, 02:17:35 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan