Penulis Topik: Keterbatasan Di Dalam Ketidakterbatasan (5)  (Dibaca 10 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Sultan

  • Sang Pengembara Yang Mencari Kepingan - Kepingan Pecahan Cermin Kebenaran Yang Berserakan Di Segala Penjuru Alam Semesta
  • Sahabat
  • ***
  • Tulisan: 179
  • Thanked: 1 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Spiritualitas dan Kebatinan
    • Lihat Profil
Keterbatasan Di Dalam Ketidakterbatasan (5)
« pada: November 12, 2017, 02:48:46 PM »
Lanjutan dari → Keterbatasan Di Dalam Ketidakterbatasan (4)

Hal ini seperti sebuah metafora-personifikasi antara galaksi dengan sebuah atom dibawah ini :

"Galaksi hanya melihat para penghuninya ; bintang - bintang, planet - planet, asteroid - asteroid, dan semuanya, sebagai "butiran - butiran debu". Dunia menjadi amat kecil sekali baginya. Sudut pandangnya menjadi amat luas. Sehingga dengan matanya yang besar ia dapat menerawang dan menelusuri dunianya sendiri ke arah mana pun yang ia mau dengan amat mudah, bak seorang manusia yang sedang mencari jarum di dalam kotak jahitnya.
Berbanding terbalik dengan sebuah atom. Yang melihat dunia ini sebagai sebuah dimensi yang maha luas dan maha besar. Ke arah mana pun matanya tertuju, tak ada batas ukuran yang bisa ia lihat pada objek - objek yang dilihatnya. Ia merasa seperti "terjebak" di dalam "genggaman" alam raksasa yang maha besar dan maha luas".

Ada satu uraian lagi mengenai bumi serta seluruh bagian - bagian kecilnya yang berjumlah tak terhingga dan terkait juga dengan persoalan makhluk halus.
Saya pribadi pernah mengetahui dari berbagai sumber bahwa para makhluk halus dapat bertempat tinggal diberbagai benda - benda hidup (makhluk hidup) atau pun benda - benda mati yang bagi kebanyakan manusia secara umum benda - benda tersebut terasa "tidak masuk akal" untuk dijadikan sebagai tempat tinggal seperti sebatang pohon, sebatang kayu, sebongkah batu, dan lain sebagainya. Dan saya juga pernah mengetahui dari berbagai sumber pula, bahwa kadangkala di dalam sebatang pohon, sebatang kayu, sebongkah batu, dan benda - benda semacamnya yang suka digunakan sebagai tempat tinggal bagi para makhluk halus, juga terdapat suatu wilayah atau alam metafisik tertentu dengan dimensi mistik tertentu.
Selain karena perbedaan dimensi, sifat, dan hukum - hukum yang berlaku antara alam metafisik dan para makhluk halus dengan benda - benda fisik itu, hal tersebut juga dapat terjadi karena tak berhingganya jumlah bagian - bagian substansi yang membentuk benda - benda fisik tersebut.
Setiap bagian - bagian substansi yang membentuk sebatang pohon, sebatang kayu, sebongkah batu, dan lain sebagainya yang oleh sebagian orang sering dikatakan sebagai tempat tinggal bagi para makhluk halus dan juga sebagai lokasi keberadaan dari alam atau tempat - tempat mistik tertentu, adalah wilayah atau ruang kosong yang bisa menjadi tempat landasan bagi suatu objek fisik mau pun metafisik.
Oleh sebab itu, dengan kehalusan dimensi serta kualitas - kualitas metafisikanya yang lain para makhluk halus dan alam atau tempat - tempat metafisik tertentu dapat menempati wilayah atau ruang - ruang kosong dalam setiap bagian - bagian substansi dari sebatang pohon, sebatang kayu, sebongkah batu, dan juga benda - benda fisik lainnya.
Bahkan bila dimensi para makhluk halus dan alam atau tempat - tempat metafisik tertentu lebih diperhalus lagi, keduanya dapat bertempat di dalam partikel - partikel kecil pada tingkatan zat dalam substansi sebatang pohon, sebatang kayu, sebongkah batu, dan juga benda - benda fisik lain.

Kali ini akan membahas tinjauan filosofis saya mengenai pernyataan Kang Asep bahwa "sorga dan neraka terletak persis di bumi ini".
Sorga dan neraka terletak persis di bumi ini karena seluruh realitas yang ada itu terangkum dalam tingkatan - tingkatan dimensi ruang, dan sesungguhnya masing - masing tingkatan dimensi ruang yang ada itu terangkum dengan rapat dalam satu dimensi ruang besar. Seperti susunan bagian - bagian kue lapis yang berada dalam satu buah kue lapis.
Oleh sebab itu antara sorga, neraka, dan alam - alam metafisik lain dengan alam fisik (dunia ini) itu sesungguhnya tidak berjarak.
Alam metafisik dengan alam fisik itu sesungguhnya "bersentuhan" dan terdapat batas - batas dari "persentuhannya" yang oleh sebagian orang kurang - lebih disebut sebagai "Portal Menuju Dunia Lain (gaib)".
Perbedaan dimensilah yang membuat keduanya terkesan berjarak.

Maka dari itu, sesungguhnya perjalanan dari alam fisik menuju ke alam metafisik bukanlah suatu proses perpindahan dalam konteks jarak ; perpindahan dari satu titik ke titik lain seperti dari Jakarta ke Bandung contohnya, melainkan suatu proses peralihan fase dan tahap semacam peralihan frekuensi sinyal 2G ke 4G atau peralihan dari satu chanel ke chanel lain dalam radio berdasarkan tingkatan - tingkatan frekuensinya. Tetapi dalam konteks dimensi.


Inilah sekian tinjauan filsafat saya atas pernyataan - pernyataan Kang Asep yang dimaksud.



Selesai..
Kebenaran itu ibarat cermin yang pecah berkeping - keping. Masing - masing kepingnya adalah kebenaran. Namun kepingan - kepingan pecahan cermin tersebut berserakan di segala tempat. Tugas kitalah untuk memungut kepingannya satu per satu kemudian menyusunnya agar menjadi cermin yang utuh.
 

Tags:
 

Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1591 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 09, 2013, 07:09:02 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1782 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2015, 11:45:40 PM
oleh Akungratis
3 Jawaban
1494 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 13, 2013, 07:26:46 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1068 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 17, 2015, 06:50:21 AM
oleh Monox D. I-Fly
4 Jawaban
2865 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 24, 2016, 10:14:38 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1134 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 30, 2015, 10:16:44 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
9 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 11:08:54 AM
oleh Sultan
0 Jawaban
15 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2017, 11:25:19 AM
oleh Sultan
0 Jawaban
9 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 02:15:47 PM
oleh Sultan
0 Jawaban
8 Dilihat
Tulisan terakhir November 12, 2017, 02:43:07 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan