Penulis Topik: Ilmu Rasa  (Dibaca 1028 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9589
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Ilmu Rasa
« pada: November 28, 2014, 12:30:52 AM »
“Kangen”. Hanya satu kata saya ketikan sebuah sms, lalu kirim pada pukul 12.20 WIB kepada Tin Hayatin.

Sudah lewat pukul 13.00, masih juga belum ada balasan. Perasaan menjadi tidak enak, gelisah tidak menentu. Pikiran tidak mau lepas dari memikirkan Tin dan terus bertanya, “Kenapa dia belum juga membalas ?” konsentrasi kerja pun menjadi pudar.

Hanya sekedar menunggu balasan sms, galau luar biasa. Dan saya biarkan diri saya merasakan galau, seperti yang biasa dirasakan oleh para pecinta. Di sini saya menyelami bahwa pihak luar, mungkin akan menganggap enteng perasaan Galau yang dirasakan oleh seseorang. Tetapi bagi orang yang mengalaminya, itu bukanlah persoalan mudah.

Perasaan gelisah yang kuat itu mematahkan semangat. Dia membuat hati seperti merasa hancur. Saya mengharapkan balasan sms, seperti orang kehausan yang mengharapkan setetes air. Luar biasa dahaganya, tidak tahan perasaannya.

Setelah cukup merasakan kegelisahan yang semakin memuncak, akhirnya sama bersamadhi, mengheningkan cipta, mulai memusatkan perhatian pada gerakan nafas untuk mengembangkan ketenangan. Wow ... ! dalam kondisi seperti itu, membersihkan batin dari kegelisahan seperti mengepel baju kotor bekas main bola sambil hujan-hujanan sebulan yang lalu, susahnya bukan main. Itu adalah saya, yang terlatih di dalam latihan Meditasi, yang tekun melatih konsentrasi. Maka bagaimana mereka yang tidak pernah melatih diri di dalam ketenangan ?

Setelah kurang lebih dua puluh menit berkontrasi, maka saya kembali kepada ketenangan, perasaan nyaman. Saya berpikir, “Sangat kasihan mereka yang mengalami kegelisahan, dan tidak mengetahui jalan keluar dari kegelisahannya. Dan semoga saya tidak menyepelekan mereka yang sedang mengalami kegelisahan. Saya harus membantu mereka dengan penuh pengertian, tentang beratnya beban yang mereka rasakan.”

Pikiran yang gelisah, seperti monyet liar yang harus ditangkap dan dijinakan dengan tangan kosong. Cobalah Anda pergi ke hutan di mana di situ ada banyak monyet. Tangkap dan jinakanlah satu. Apakah Anda tahu cara menjinakannya ? dan berapa lama perkiraan waktu yang Anda butuhkan untuk menjinakan seekor monyet tersebut ? ini bukan pekerjaan yang mudah bukan ? seperti itu pula menjinakan pikiran yang gelisah, susah bukan main. Tentu Anda akan mengakuinya, jika Anda adalah orang yang sering mengalami kegelisahan yang mendalam. Tetapi Anda yang sekarang hidup dalam ketenangan, tidak dalam hubungan percintaan atau tidak di dalam ancaman bahaya yang besar, mungkin Anda tidak akan mengerti bagaimana perasaan gelisah itu. walaupun Anda pernah mengalaminya, kini Anda lupa dengan perasaannya. Dan ketika mendapati orang lain mengalami kegelisahan, mungkin Anda akan menyepelekannya. Seperti orang kaya yang berjalan melewati si miskin yang kelaparan, yang tidak sedikitpun dapat merasakan laparnya perut si miskin, walaupun si kaya itu dulu juga pernah miskin dan kelaparan. Tapi sekarang perutnya dia sangat kenyang dan penuh sesak makanan. Dia lupa lagi dengan “rasa lapar” yang pernah dia rasakan.

Yang saya butuhkan adalah “ilmu rasa”, bukan sekedar pengetahuan. Tidak jauh dari kantor saya, ada seorang gelandangan yang bertahun-tahun hidup di pinggir jalan. Semua orang tahu bahwa orang itu bukan orang gila, tapi orang waras yang bernasib buruk, yang seringkali kelaparan, kehausan dan kedinginan. Hanya tahu, tapi tidak terlihat seorangpun yang peduli. Kenapa ? karena sakitnya tuh di sana di dalam diri orang itu, bukan di sini di dalam tubuh dan batinku. Orang-orang hanya tahu, tapi tidak merasakannya. Seandainya penderitaan yang dirasakan oleh gelandangan tadi dapat seolah-olah dirasakan oleh semua yang disekitarnya, maka sudah tentu semua orang tidak akan tinggal diam dengan kemalangan nasibnya.

Masyarakat di sekitar tempat itu adalah masyarakat yang baik, bahkan cukup agamis. Mereka tahu tahu ayat al Quran yang berbunyi, “Tahukah kamu, siapa yang mendustakan agama ? mereka itulah yang menghardik anak yatim, dan tidak memberi makan orang miskin.” Tapi, seperti halnya saya, ketika pergi melewati gelandangan itu saya berpikir sepintas tentangnya, lalu setelah masuk kantor disibukan dengan urusan kantor. “Banyak urusan yang harus saya selesaikan”. Adapun kesulitan-kesulitan yang dialami sigelandangan itu saya biarkan dia selesaikan sendiri. Karena sayapun menghadapi kesulitan-kesulitan tersendiri.

Lain halnya bila si gelandangan merasakan lapar, lalu perasaan laparnya itu kontak ke dalam perut saya, dan seolah-olah saya merasakan lapar juga. Lalu saya pergi ke warung untuk menyelesaikan masalah yang ada di perut saya. Anehnya, setelah makan, perut saya masih terasa lapar. Setelah selidik di selidik, ternyata itu ada rasa lapar dari perut orang lain yang bisa saya rasakan. Maka tidak bisa tidak, untuk terbebas dari rasa lapar yang menganggu perut saya, satu-satunya jalan adalah saya harus memberi makan kepada gelandangan itu. inilah gambaran ilmu rasa itu. Dan ilmu rasa seperti inilah yang butuh dipelajari oleh para anggota dewan terhomat yang ada di gedung DPR/MPR.

Demikian, ketika saya membiarkan diri saya gelisah, itu sebenarnya saya sedang menyelami “ilmu rasa”, bukan sekedar ilmu pengetahuan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1533 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 25, 2012, 07:55:57 PM
oleh Kang Asep
32 Jawaban
9794 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 28, 2017, 01:42:02 AM
oleh Kang Asep
27 Jawaban
9734 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 23, 2013, 11:39:17 PM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1933 Dilihat
Tulisan terakhir November 27, 2013, 07:00:16 AM
oleh Kang Asep
22 Jawaban
4200 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 23, 2016, 07:30:34 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
762 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 06, 2015, 12:10:37 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
693 Dilihat
Tulisan terakhir November 25, 2014, 10:24:24 PM
oleh Kang Asep
9 Jawaban
3869 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 31, 2015, 10:42:48 AM
oleh Ziels
0 Jawaban
401 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 26, 2014, 02:25:11 PM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
697 Dilihat
Tulisan terakhir September 17, 2016, 02:28:49 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan