Penulis Topik: Filsafat Yang Mengalahkan  (Dibaca 794 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9275
  • Thanked: 55 times
  • Total likes: 354
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Filsafat Yang Mengalahkan
« pada: Mei 06, 2015, 11:22:27 AM »
Sebelumnya : Filsafat


Filsafat Yang Mengalahkan adalah filsafat yang berlandas pada Argumentum Ad Judiciam[1]. Jika seluruh landasan dari filsafat itu adalah argumentum ad Judiciam, maka tidak ada filsafat yang lebih benar, lebih bagus dan dapat diterima akal dari pada ini[2].

Seorang ahli matematika, menurut hukum kebiasaan,  memiliki konkulsi-konklusi, argumentasi-argumentasi atau filsafat matematika yang tangguh, yang mengalahkan filsafat orang awam tentang matematika.  Demikian pula ulama, memiliki filsafat agama yang tangguh di atas umat awam. Walaupun dalam kasus-kasus tertentu, bisa saja sang ahli salah dan kalah atas umat awam. Karena kriteria Filsafat yang mengalahkan tidak berdasarkan kedudukan orangnya, tapi kepada jenis argumentasinya.

Tidak ada orang yang ahli dalam segala bidang. Seorang profesorpun ahli dalam satu hal, tapi dalam hal-hal tertentu, bisa jadi seorang anak kecil lebih tahu dari profesor itu. Seorang ahli matematika belum tentu ahli dalam bidang teknik bedah, seorang ahli bahasa belum tentu mahir menciptakan komposisi musik. Karena itu, siapa yang memiliki Filsafat Yang Mengalahkah ? menurut hukum kebiasaan adalah “mereka yang ahli di bidangnya”[3], menurut Hukum Akal Sehat adalah “mereka yang berlandas pada argumentum ad judiciam”. Jika ada dua orang yang sama-sama ahli, mana dia yang berlandas pada ad judiciam itulah yang Filsafatnya Mengalahkan.

Ada dua jenis argumentum ad jucidiam. Pertama, yang bersifat indrawiyah. Kedua, yang bersifat batiniyah. Segala teori ilmiah, yang kebenarannya dapat dibuktikan berdasarkan ilmiah, berlandas kepada pengetahuan alamiah, yang dapat dibuktikan dengan pancaindra, maka ini adalah argumentum ad judiciam yang bersifat indrawiyah. Adapun tangkapan batin, apa yang disaksikan oleh batin manusia secara langsung, inilah yang dimaksud argumentum ad judiciam yang bersifat batiniah[4].

Untuk membuktikan kebenaran ilmiah, kadang itu tidak mudah dilakukan. Seringkali membutuhkan alat-alat tertentu untuk membantu pembuktiannya, semisal Mikroskop atau teleskop. Tidak semua orang ingin membuktikan kebenaran pernyataan ilmuwan, melainkan cukup percaya dengan apa yang dikatakan oleh para ilmuwan itu. Tapi mereka yang ingin membuktikan kebenarannya teori para ilmuwan itu dipersilahkan mempersipakan biayanya. Bukan ilmuwan yang harus membuktikan kebenarna teori itu kepadanya, tapi orang itulah yang harus bekerja untuk membuktikan benar salahnya teori ilmuwan itu. Karena ilmuwan ketika menyatakan sebuah teori tentu berdasarkan hasil dari pembuktian. Setidak-tidaknya dibutuhkah sebuah laboratorium untuk berbagai penelitian ilmu alamiah yang merupakan bahan argumentum ad judiciam.

Demikian pula para ahli batin, yang menyaksikan kebenaran dengan mata batinnya, melahirkan filsafat yang sulit dimengerti oleh mereka yang belum melihat objek-objek batin itu. Jika filsafat itu dikemukakan kepada mereka yang belum melihat objek batinnnya, maka filsafatnya menjadi filsafat omong kosong. Tetapi, bila dapat membukakan batin mereka yang belum melihat sehingga melihat, maka filsafat itu menjadi Filsafat yang Mengalahkan. Tetapi bukan ahli batin itu yang harus membukakan mata batin Anda, melainkan Andalah yang harus belajar membuka mata batin, sehingga dapat melihat objek-objek batin yang menjadi dasar-dasar argumentasi para ahli Hikmah.
 1. Apakah yang dimaksud dengan filsafat yang mengalahkan ?
 2. Bagaimanakah filsafat yang terbaik itu ?
 3. Siapakah yang memiliki filsafat yang mengalahkan ?
 4. Ada dua jenis argumentum ad judiciam. apa saja itu ?
« Edit Terakhir: Agustus 15, 2016, 01:16:27 AM oleh Kang Asep »
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1586 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 27, 2012, 10:01:14 PM
oleh Kang_Asep
0 Jawaban
2036 Dilihat
Tulisan terakhir September 16, 2012, 06:11:37 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2052 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 09:02:49 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1451 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 21, 2013, 05:03:50 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
2193 Dilihat
Tulisan terakhir November 06, 2013, 02:14:40 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1419 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2014, 10:12:08 AM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1680 Dilihat
Tulisan terakhir November 17, 2015, 12:46:55 AM
oleh Monox D. I-Fly
0 Jawaban
656 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2015, 11:02:26 PM
oleh Akang
4 Jawaban
1249 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 22, 2015, 09:25:06 PM
oleh Monox D. I-Fly
1 Jawaban
517 Dilihat
Tulisan terakhir Oktober 17, 2016, 10:42:42 AM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan