Penulis Topik: Bukan A dan Bukannya Bukan A  (Dibaca 944 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9592
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 483
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Bukan A dan Bukannya Bukan A
« pada: Maret 02, 2015, 04:30:36 PM »
Para cendikian seringkali melekati konsep-konsepnya sendiri sehingga terjadilah perselisihan yang lahir dari pertentangan proposisi. yang satu berpendapat dan sangat yakin bahwa kebenaran adalah "A". sedangkan yang lainnya menyangkal dengan sengit bahwa kebenaran itu "bukan A". Perdebatan bila panjang, berbelit-belit dan berlarut-larut, sampai akhirnya terbukti atau tidak terbukti bahwa kebenaran itu A atau bukan A.

Tapi berlandas kepada pengalaman spiritual saya sendiri, bila spiritual berkembang akhirnya akn diketahui bahwa kebenaran itu sesungguhnya "bukan A" dan "bukannya bukannya A".  Secara logika, tampaknya itu tak mungkin.  Jika A adalah proposisi bernilai benar, maka bukan A pastilah proposisi bernilai salah. Jika benar kambing adalah binatang, maka pastilah salah jika dikatakan kambing itu bukan binatang. Bagaimana mungkin dapat dikatakan kambing itu bukan binatang dan bukannya bukan binatang ? sebenarnya hal itu memusingkan karena dua kata bukan yang berbeda fungsi. yang satu berfungsi sebagai negasi dan yang lainnya berfungsi sebagai peniada, seperti kata "buta" yang seringkali disebut "tidak melihat".

Hal itu dapat saya ilustrikan sebagai dengan dua orang yang berdebat tentang cara yang benar dalam membngun rumah. menurut orang pertama, teori yang benar dalam membangun rumah adalah "Teori A". sedangkan menurut orang kedua "bukan teori A". Perdebatan sengit. Orang pertama berlandas kepada Logika. dan orang kedua berlandas kepada "kata dosenku", nash. Maka datanglah orang ketiga menengangi perdebatan itu. orang ketiga bertanya, "kenapa kalian hanya berdebat. mau tau teori mana yang benar, segeralah kalian bangun rumah sekarang juga!"

Dua orang itu menjawab, "Kami tidak punya uang untuk membangun rumah".

Orang ketiga berkata, "Kalo begitu saya puanya uang, dan saya akan membangun dua rumah. segeralah kalian berdua bekerja, bangunlah rumah untukku! nanti akan kulihat, rumah yang dibuat oleh siapa yang bagus, dan mana yang jelek, mana yang kokoh dan mana yang rapuh, mana yang enak untuk ditinggali dan mana yang gak enak buat ditinggali, mana yang lebih hemat biaya dan mana yang boros. dengan begitu, saya akan tahu, mana diantara kalian yang mempunyai  teori yang benar, dan mana yang salah. bagi yang teorinya salah, saya akan memberi hukuman dengan mengganti seluruh biaya yang diperlukan akibat kesalahan teori itu."

Keduanya sepakat. keduanya mulai bekerja. dan akhirnya terbukti, mana yang teorinya benar dan mana yang salah. Tapi pihak yang salah mengingkari janji, tidak mau membayar ganti rugi. hal ini membuat orang ketiga gelisah dan menyesal telah bersepakat dengan orang yang punya sifat ingkar janji. akhirnya, walaupun dia sudah punya rumah yang bagus dan nyaman untuk ditinggali, tapi karena hatinya gelisah memikirkan kerugiannya, maka dia merasakan ketidak nyamanan. Padahal, tadinya dia bikin rumah untuk kenyaman dirinya.  sekarang, kenyamanan itu tidak dia dapatkan.

dalam contoh kasus ini, dari dua orang yang berdebat. Dari orang pertama berpegang pada kebenaran logika. orang kedua berpegang pada kebenaran nash. dan orang ketiga berpegang pada kebenaran ilmiah. Bagi orang ketiga, kebenarna itu bukanlah logika, bukan pula bukannya logika. bukannya nash bukannya bukan nash, tapi ilmiah. Nash mana atau logika mana yang terbukti benar secara ilmiah, nah itulah kebenaran.

jadi kebenaran itu bisa jadi logika, bisa jadi nash. nash itu bukan logika. karena itu disebut "bukan logika". adapun logika itu adalah bukannya bukan logika. maka dari itu, kebenaran itu bukannya logika (nash) dan bukan bukannya logika (logika). Tapi, bagi orang ketiga, ternyata setelah terbukti secara ilmiah mana yang benar diantara nash dan logika, dia masih juga sampai pada "kebenaran batiniah", yaitu kebahagiaan. jika tujuannya membangun rumah adalah untuk kebahagiaan, tapi ternyata dia tidak bahagia, maka dia tidak menempuh cara yang benar dalam meraih kebahagiaan. Karena itu baginya kebenaran bukan teori orang pertama atau orang kedua, bukannya pula bukan teori orang pertama dan orang kedua.

Sekarang, perhatikan perdebatan saya di myquran.org tentang tahlilan, tentang syiah, tentang logika. ketika saya bersikukuh bahwa kebenaran itu A, lawan debat saya bersikukuh bahwa kebenaran itu bukan A atau sebaliknya. Sebenarnya dalam hati kecil saya tertawa, karena mengetahui kebenarna itu sebenarnya bukan A dan bukannya bukan A. karena itu tidak patut bagi saya melekati pandangan bahwa kebenaran itu A atau bukan A. Sebenarnya saya rela dengan kebenaran yang diyakini oleh lawan debat saya bertentangan dengan apa yang saya kemukakan. Itu sebenarnya untuk kepuasan intelektual mereka saja. dan saya untuk kepuasan intelektual saja.

Logika dan Nash, dua pedoman ini, jika tidak dipegang bersama-sama oleh dua debater, maka tentu debat tidak akan berujung. Harus ada pedoman ketiga untuk membuktikan kebnaran keduanya, yaitu kebenaran ilmiah. lalu, nash, logika dan ilmiah akhirnya akan diukur kebenaran batiniah. di mana kebenarna batiniah itu bukanlah nash, bukan logika bukan pula ilmiah, bukan apa yang bisa dijangkau oleh pikiran, tapi apa yang dialami oleh ruh.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
0 Jawaban
1147 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 26, 2012, 02:49:08 PM
oleh Asro
2 Jawaban
1935 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 15, 2018, 12:51:51 AM
oleh Ziels
28 Jawaban
12038 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 23, 2016, 10:41:45 PM
oleh Sultan
17 Jawaban
3677 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 22, 2013, 07:01:26 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1548 Dilihat
Tulisan terakhir April 28, 2013, 10:12:18 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
787 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 08, 2013, 01:42:19 PM
oleh Awal Dj
bukan

Dimulai oleh Kang Asep Teori Umum

3 Jawaban
1312 Dilihat
Tulisan terakhir September 29, 2015, 03:15:05 PM
oleh Ziels
9 Jawaban
2149 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 16, 2014, 11:12:36 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
2092 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 14, 2014, 06:07:47 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
898 Dilihat
Tulisan terakhir November 23, 2015, 11:53:57 PM
oleh Monox D. I-Fly

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan