Komunitas Para Pemikir

Home| Register | Masuk

Teori Logika > Fallacy

(1/1)

Sultan: | November 17, 2017, 09:34:29 AM

Apakah bentuk formal dari circular argumen dan petitio principi adalah seperti ini :

Circular Argumen :

- X adalah Y sebab X bukan Z

- X adalah Y sebab X adalah Z

- Jika X bukan Z, maka X adalah Y

- Jika X adalah Z, maka X adalah Y

Petitio Principi :

- X adalah Y. Sebab jika X, maka Z

- X bukan Y. Sebab jika tidak X, maka tidak Z

- Jika (jika X, maka Z), maka X adalah Y

- Jika (jika tidak X, maka tidak Z), maka X bukan Y

???

Apakah ini adalah syarat atau kriteria dari Circular Argument dan Petitio Principi :

Circular Argument :

- Sebab dan konsekuensi di-isi dengan variabel subjek yang sama dalam sebuah pernyataan kausalitas

Petitio Principi :

- Menggunakan hipotetical proposition pada sebab dalam sebuah pernyataan kausalitas

- Tidak memiliki kejelasan mengenai mana salah satu subjek yang hendak dibuktikan di antara 2 atau lebih subjek dalam sebuah pernyataan kausalitas

???

Menyimak ????.

Atau bukan seperti itu bentuk formal dan syarat atau kriteria dari Circular Argument dan Petitio Principi ?

Bila bukan seperti itu bentuk formal dan syarat atau kriteria dari Circular Argument dan Petitio Principi, maka saya akan menanyakannya kepada anda seperti apa bentuk formal dan syarat atau kriteria dari Circular Argument dan Petitio Principi dan saya tidak akan meralat pernyataan saya.

Salah satu tujuan dari pertanyaan di atas adalah untuk melengkapi catatan saya mengenai berbagai tes yang pernah dilakukan oleh Kang Asep pada saya.

Seingat saya berbagai tes yang pernah dilakukan oleh Kang Asep pada saya selama saya bergabung dengan grup Logika Filsafat ini adalah :

1. Tes Definisi
2. Tes Kontradiksi
3. Tes Tautology
4. Tes Petitio Principi
5. Tes Circular Argumen

Saya pun berasumsi bahwa tidak menutup kemungkinan pada kesempatan - kesempatan selanjutnya Kang Asep akan menguji saya dengan berbagai tes baru.
Oleh sebab itu catatan ini menjadi penting bagi saya untuk menjadi bahan kewaspadaan serta bahan perkiraan mengenai tes - tes baru apa lagi yang akan dilakukan pada saya oleh Kang Asep pada kesempatan - kesempatan selanjutnya.
Jadi, saya tidak perlu merasa kaget lagi karenanya.

Selain itu, jawaban dari pertanyaan ini menjadi penting untuk mengetahui bentuk pokok/baku dari sekian banyak Circular Argument dan Petitio Principi yang ada.
Dan tidak menutup kemungkinan terdapat sebagian orang yang bingung mengenai penjelasan Circular Argument :

X : "Mengapa tidak B bukan C ?"

Y : "Karena B adalah C".

X : "Mengapa B adalah C"

Y : "Karena tidak B bukan C".

Bagaimana jika kemudian ada yang bertanya :

"Bagaimana jika B adalah C karena A ?"

Kutip dari: Kang Asep
Bukan Circular

Sultan :
—-------------
 X adalah Y sebab X bukan Z
===========

Pernyataan tersebut bukan cirular. Tetapi ignoratio elenchi. Karena antara konklusi dan argumen tidak nyambung. Prinsip dasar logika yang ke-5 menyatakan bahwa bila salah satu premis menidak,maka konklusi harus menidak pula.  Dalam pernyataan tersebut, konklusi tidaklah menidak, sehingga ignore, kecuali bila term "bukan Z" bersifat meniada.

Contoh 1 :

X = saya
Y = akan menjadi presiden
Z = politikus

 A tidak Y, karena X bukan Z

itu berarti

X bukan Z
Setiap Z bukan Y
Jadi, X adalah Z

argumentasi tidak valid, konklusinya tidak logis.

Contoh 2 :

saya adalah laki-laki, karena saya bukan perempuan.

Saya bukan perempuan
setiap perempuan bukan laki-laki
Jadi, saya adalah laki-laki

argumentasi tidak valid. Pasal no. 6 aturan dasar syllogisme menyebut, premis yang sama-sama menidak tidak dapat melahirkan kesimpulan apapun.

Tapi seperti yang saya katakan, bila ""bukan perempuan" bersifat meniada, maka argumentasinya valid.

Saya adalah yang bukan perempuan
setiap yang bukan perempuan adalah laki-laki
Jadi, saya adalah laki-laki

konklusi logis.

Tetapi syllogisme yang sah dan logis tersebut menjadi circular argumen, jika kemudian argumentasinya dibolak-balik.

Saya laki-laki karena saya bukan perempuan. Saya bukan perempuan, karena saya laki-laki.

Saya adalah laki-laki
setiap laki-laki bukan perempuan
jadi, saya bukan perempuan.

Valid dan logis, tapi dibolak-balik dengan yang pertama tadi, makanya disebut dengan circular.

Bentuk sederhananya dari circular argument adalah :

Contoh 3 :

Kenapa A ?
Karena B
kenapa B ?
Karena A

terus begitu tanpa ujung. Kata Joeseof Souyb di dalam bukunya, "bagaikan menghasta kain sarung".

Kadang lingkarannya pendek, kadang panjang. Tapi intinya tetap melingkar.

Contoh 4 :
Kenapa A ?
Karena B
kenapa B ?
Karena C 
Kenapa C ?
Karena D
kenapa D ?
Karena A

balik lagi ke argumen yang pertama, itu melingkar.

Tentu saja, manusia tidak dapat mengetahui seluruh sebab ilmiah dari segala sesuatu. Karena itu, tentu tidak dapat selalu menjawab pertanyaan "mengapa" Tapi, pertanyaan "mengapa" dalam dialektika logika, tidak selalu menanyakan sebab ilmiah dari suatu pernyataan, melainkan menyakan premis-premis. Dan pertanyaan mengapa dapat ditanyakan terus hingga menemukan aksioma atau atom-atom logic, di mana suatu kebenaran sudah jelas, bersifat analitis, sehingga tidak diperlukan argumentasi atau pembuktian apapun lagi untuk diterima sebagai kebenaran.

Secara aturan, circular argumen tidak melanggar hukum syllogisme. Karena itu bukannya tidak logis, akan tetapi tidak berguna. Karena sejatinya antara argumen dan kesimpulan adalah itu-itu juga, seperti hubungan terjemah.

Contoh 5 :

Ini adalah buku. Mengapa ?
Karena itu the book
mengapa itu the book ?
karena itu buku

tidaklah keliru, memang benar , buku = the book. Tapi tidak berguna, karena yang ditanyakan bukanlah terjemahan, melainkan argumen. Tentu hal itu berguna, bila si penanya menanyakan padanan kata atau terjemahan.

Sultan: | November 17, 2017, 09:37:04 AM


Kemudian apakah contoh di bawah ini adalah Circular Argumen :

X : "Mengapa A ?"

Y : "Karena bukan B".

X : "Mengapa Bukan B ?"

Y : "Karena C".


Contoh dengan variabel bermakna :

X : "Mengapa kamu adalah laki - laki ?"

Y : "Karena saya bukan perempuan".

X : "Mengapa kamu bukan perempuan ?"

Y : "Karena alat kelamin saya berbentuk "demikian"".

???

Kutip dari: Kang Asep
bukan.

Kenapa A ?
Karena B.
Kenapa B ?
Karena C.

Ternyata C adalah A, maka apakah contoh di atas adalah circular argumen Kang Asep ?

Sama halnya seperti :

Kenapa A ?
Karena B.
Kenapa B ?
Karena A.

Ternyata A adalah C, maka (.....) ?

Kutip dari: Kang Asep
Bukan. Tapi apabila dijadikan argumen, "karena C adalah A",maka itu namanya circular.

Contoh :

Dia adalah penyair. Kenapa ?
Karena dia tukang sajak

ternyata tukang sajak itu adalah penyair.

Itu bukan circular argument.

Tapi bila kemudian ditanya, "kenapa dia tukang sajak ?"

lalu dijawab, "karena dia adalah penyair", maka itu adalah circular argument.

Baik Kang Asep, terima kasih atas jawabannya ????. Tidak ada pertanyaan lagi.

Saya akan kembali menyimak ????.

Saat ini ada pertanyaan lagi Kang Asep.

Bila penyair = tukang sajak dan tukang sajak = penyair atau dengan kata lain antara penyair dengan tukang sajak itu saling mendefinisikan maka contoh di atas adalah Circular Argumen ?

Kutip dari: Kang Asep
circular.

Berarti suatu pernyataan kausalitas adalah Circular Argumen jika pernyataan akhirnya mendefinisikan pernyataan awalnya dan bukan Circular Argumen jika pernyataan akhirnya tidak mendefinisikan pernyataan awalnya ?

Pernyataan dalam tulisan di atas sebenarnya bermaksud "variabel".

Kutip dari: Kang Asep
bukan seperti itu.

sesuatu disebut circular bukan karena saling mendefinisikan, tapi karena argumen dan konklusinya melingkar.

A = B

kenapa A ?
karena B

ini bukan circular

kenapa A ?
karena B
kenapa B ?
karena A

ini yang disebut circular.

Jika :

A = C
C = A

Kenapa A ?
Karena B.
Kenapa B ?
Karena C.

maka, Ini adalah circular dan jika tidak demikian, maka ini bukan circular.

Definisi dari variabel A dan C di atas bukankah menjadi salah satu dari kriteria melingkar (circular) atau tidaknya pernyataan di atas ?

Atau bagaimana Kang Asep menjelaskan persoalan ini dalam konteks yang lebih luas; circular argumen, dengan contoh apa pun ?

Kutip dari: Kang Asep
sudah cukup.  saya melihatnya itu pertanyaan - pertanyaan yang sama berulang-ulang. jadi, jawabannya akan begitu-begitu juga. Tapi bila merasa itu adalah pertanyaan yang berbeda, simpan saja dulu. dan coba tanyakan lain waktu.  kita ganti topik saja !

Baiklah.

Yang terpenting saya sudah mendapat kunci untuk terhindar darinya, yaitu jangan menggunakan konklusi - konklusi yang berekuivalensi dengan argumen yang digunakan.
Ini berbicara mengenai hal yang berbeda; kunci untuk terhindar dari Circular Argumen.

[1]

Navigasi

Indeks Pesan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan
There was an error while thanking
Thanking...
Ke versi lengkap