collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi  (Dibaca 6747 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« pada: Pebruari 14, 2013, 05:31:54 PM »
Kutipan :
Wasilah menurut faham mazhab Wahabi adalah “amal. Shaleh”, sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Muhammad At Tijani As Samawi :

Jika ada orang berkata bahwa Allah berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan dirikepada-Nya" (QS. Al-Maidah: 35) maka aku akan jawab seperti apa yang diajarkan kepadaku oleh ulama-ulama Saudi bahwa al-wasilah yang dimaksudkan adalah amal yang shaleh[1].

yang dimaksud ulama-ulama Saudi oleh Muhammad al Tijani tersebut tidak lain adalah ulama-ulama Wahabi. karena perkataan beliau tersebut merupakan penggalan riwayat hidupnya ketika beliau bimbang antara keyakinan mazhab yang dia sebut wahabi dan kelompok sufi.

Argumentasi yang mendukung pendapat wahabi dapat dibaca dalam  artikel berikut[2] :

At tawassul secara bahasa artinya mendekatkan diri dengan sesuatu amal (Al Misbahul Munir, 2/660). Bisa juga dimaknai dengan berharap (ar raghbah) dan butuh (Lihat Al Mufradat fi ghoribil Qur’an, 523). Terkadang juga dimaknai dengan “tempat yang tinggi”. Sebagaimana terdapat dalam lafadz do’a setelah adzan: “Aati Muhammadanil wasilata…”. Disebutkan dalam Shahih Muslim bahwa makna “Al Wasilah” pada do’a di atas adalah satu kedudukan di surga yang hanya akan diberikan kepada satu orang saja.

Ringkasnya, tawassul secara bahasa memiliki empat makna: mendekatkan diri, berharap, butuh, dan kedudukan yang tinggi.

Dalam Al Qur’an, kata “Al Wasilah” terdapat di dua tempat:

[Pertama] di surat Al Maidah ayat 35, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan carilah “Al Wasilah” kepadaNya dan berjuanglah di jalanNya agar kalian beruntung.”

[Kedua] di surat Al Isra’ ayat 57, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari “Al Wasilah” kepada Rabb mereka, siapakah diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah)….”

Dua ayat di atas, terutama surat Al Maidah ayat 35, sering digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai dalil untuk melakukan tawassul yang terlarang. Penyebabnya adalah kesalahpahaman dalam menafsirkan kalimat: “Carilah Al Wasilah kepada-Nya..” Untuk itu, sebelum membahas masalah ini lebih lanjut, akan dibahas tafsir kalimat tersebut dengan merujuk beberapa pendapat para ahli tafsir dalam rangka meluruskan pemahaman tentang kalimat di atas.

Tafsir para ulama tentang makna Al wasilah pada surat Al Maidah ayat 35:

Al Jalalain, “carilah “Al Wasilah” kepadaNya”, maknanya: “carilah amal ketaatan yang bisa mendekatkan diri kalian kepada Allah.” (Tafsir Jalalain surat Al Maidah: 35)

Ibnu Katsir menukil tafsir dari Qatadah, “Carilah “Al Wasilah” kepadaNya”, tafsirnya: “mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan ketaatan dan amal yang Dia ridhai.”

Ibnu Katsir juga menukil tafsir dari Ibnu Abbas, Mujahid, Atha’, Abu Wail, Al Hasan Al Bashri, Qotadah, dan As-Sudi, bahwa yang dimaksud “Carilah Al Wasilah…” adalah mendekatkan diri. (Tafsir Ibn Katsir surat Al Maidah ayat 35)

Ibnul Jauzi menyebutkan di antara tafsir yang lain untuk kalimat, “Carilah al Wasilah kepadaNya..” adalah carilah kecintaan dariNya. (Zaadul Masir, surat Al Maidah ayat 35).

Sementara Al Baidhawi mengatakan bahwa yang dimaksud: “carilah al wasilah kepadaNya…” adalah mencari sesuatu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendekatkan diri pada pahala yang Allah berikan dengan melakukan ketaatan dan meninggalkan maksiat.” (Tafsir Al Baidhawi “Anwarut Tanzil” untuk ayat di atas).
 1. Muhammad al Tijani, Akhirnya Kutemukan Kebenaran, Hal. 14
 2. http://buletin.muslim.or.id/aqidah/tawassul-yang-dibolehkan-dan-yang-terlarang
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline embah wira

Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #1 pada: Pebruari 14, 2013, 08:06:50 PM »
kalau wasilah melalui penghuni kubur, berapa ribukah dewanya umat muslim??? sebab di kampung saya saja ada belasan kuburan yang diagungkan dan dikeramatkan,dijadikan tempat meminta dan berdo'a,dengan alasan wasilah
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #2 pada: Pebruari 14, 2013, 08:46:04 PM »
lalu, siapa atau kelompok mana yang berwasilah melalui penghuni kubur?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #3 pada: Pebruari 15, 2013, 03:28:34 PM »
  Dr. Muhammad Al-Maliki Al-Hasani mengatakan bahwa Al-Wasilah adalah segala sesuatu yang dijadikan Alloh sebagai penyebab untuk mendekatkan diri kepada Allah, dan penyambung untuk dipenuhiNya segala kebutuhan. Untuk itu demi menjayakan tawasul, yang ditawasuli atau yang mernjadi perantara itu musti mempunyai kedudukan dan kehormatan disisi Allah  sebagai yang dituju dengan tawasul.
  Orang yang bertawasul dengan perantara  seseorang berkeyakinan bahwa orang tersebut adalah orang sholeh atau wali Allah atau orang yang memiliki keutamaan menurut prasangka baik  terhadapnya. Orang-orang tersebut dianggapnya sebagai orang yang dekat dengan Allah dan dicintaiNya. Sebab orang yang menanamkan rasa cinta dan keyakinan yang erat pada kalbunya akan dibalas karenanya. Allah swt berfirman:"...Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya.." (QS.  AL-Maidah[5];35). Jadi orang yang bertawasul menurut hakekatnya bertawasul kepada Allah.
  Seakan-akan orang yang bertawasul kepada seorang Awliya itu berkata,"Wahai Tuhan, sesungguhnya aku mencintai si fulan. Aku berkeyakinan bahwa ia mencintai-Mu. Ia adalah orang yang suka beribadah secara ikhlas untuk berbakti kepada-Mu. Saya juga berkeyakinan bahwa Engkau mencintainya dan meridloinya. Maka aku bertawasul - membuat perantara - untuk menuju kepada-Mu dengan perantara kecintaanku kepadanya dan lewat keyakinanku mengenai dirinya, hendaklah Engkau mengabulkan permohonanku, dan......." Tetapi kebanyakan orang tidak mampu merinci keyakinan mereka mengenai yang ditawasuli - yang menjadi perantara - dengan keyakinan bahwa Allah SWT Yang Mengetahui - yang mengetahui segala yang ada dilangit dan di bumi serta mengetahui kedipan mata dan apa yang tersembunyi di dada - itu lebih jeli dan lebih mengetahui keyakinan orang yang bertawasul terhadap yang ditawasuli.
  Ini juga yang mendasari tawasul dengan rabithah, yang hanya membayangkan wajah seorang Awliya (MURSYID) akan mendekatkkan kalbu (dirinya) kepada Allah SWT, dan yang berabithah itu tidak merinci apa-apa yang terbetik di dadanya. Hal tersebut amat mujarab dan banyak terbukti, telah dilakukkan oleh banyak kalangan Ahli Tasawuf dan Hakikat....
(dikutip dari buku 'DZIKIR QUR'ANI, mengingat Allah dengan fitrah manusia')
 
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #4 pada: Pebruari 15, 2013, 04:36:01 PM »
apakah mungkin seseorang dikatakan mencintai Allah, kalau dia tidak mencintai orang yang lebih dekat kepada Allah?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #5 pada: Pebruari 15, 2013, 08:23:38 PM »
apakah mungkin seseorang dikatakan mencintai Allah, kalau dia tidak mencintai orang yang lebih dekat kepada Allah?

Tidak mungkin!
Justru mencintai orang yang lebih dekat kepada Allah dimana Allah mencintainya, merupakan suatu bukti atas kecintaanya kepada Allah.


 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #6 pada: Pebruari 16, 2013, 07:40:05 AM »
^ oleh karena itu, masuk akal atau tidak, logis atau tidak logis, bila wali Allah, orang-orang shaleh dan suci merupakan wasilah untuk mendekatkan diri pada Allah?
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #7 pada: Pebruari 16, 2013, 05:28:01 PM »
Masuk akal dan logic! jika mencintai Kang Asep maka cara yang paling mudah untuk mendapatkan perhatian dan cinta Kang Asep adalah dengan mendekati keluarga Akang.
 

Offline ratna

  • Global Moderator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 1862
  • Thanked: 2 times
  • Total likes: 22
  • Jenis kelamin: Pria
    • Lihat Profil
Re:Tafsir Al Wasilah Menurut Mahzab Wahabi
« Jawab #8 pada: Pebruari 16, 2013, 07:19:50 PM »
Mencintai Allah adalah dengan mencintai apa yang menjadi kecintaanNya. Hal yang pasti adalah kecintaan Allah terhadap Muhammad saw, maka mencintai Muhammad saw mengantarkan cinta kepada Allah. Dan mencintai Muhammad saw dengan mencintai hal yang dicintainya. Ahlul Bait adalah salah satu yang dicintainya, maka mencintai Alul Bait adalah mengantarkan cinta kepada Muhammad saw. Memusuhi yang dicintai berarti menjadi musuh yang mencintai.
 

 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
7 Jawaban
4171 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 10, 2013, 03:34:30 PM
oleh Kang Asep
51 Jawaban
20667 Dilihat
Tulisan terakhir September 04, 2013, 08:40:08 AM
oleh Sandy_dkk
0 Jawaban
1675 Dilihat
Tulisan terakhir September 22, 2013, 03:28:55 PM
oleh Kang Asep
13 Jawaban
5057 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 06, 2014, 05:23:24 AM
oleh Abimanyu
0 Jawaban
793 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2014, 07:47:26 PM
oleh Abu Zahra
0 Jawaban
974 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 27, 2014, 07:49:34 PM
oleh Abu Zahra
1 Jawaban
1077 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 04, 2015, 07:19:42 PM
oleh Kang Asep
3 Jawaban
1002 Dilihat
Tulisan terakhir April 05, 2016, 03:01:40 PM
oleh rusa
1 Jawaban
979 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 20, 2016, 08:56:16 PM
oleh rusa
0 Jawaban
489 Dilihat
Tulisan terakhir Maret 05, 2016, 06:31:09 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan