collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah  (Dibaca 5277 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« pada: Agustus 10, 2012, 09:38:16 PM »
Segala sesuatu tidak dapat terjadi kecuali atas kehendak dan izin Allah. Apapun keinginan manusia, sama sekali tidak dapat direalisasikan, apabila Allah tidak menghendaki dan tidak mengizinkannya.

Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.   (Q.S 81:29)

Jauh sebelum manusia terlahir ke dunia, Allah yang Maha Tahu sudah mengetahui seluruh Qadha dan Qadar bagi manusia tersebut. Apakah akhirnya manusia ini akan masuk ke dalam sorga Nya ataukah ke dalam neraka Nya, tentu Allah sudah mengetahuinya dengan pasti. Tetapi manusia tidak mengetahui tentang bagaimana nasibnya kelak. Jika seorang manusia mengetahui bahwa ia akan berakhir di dalam neraka, dan dapat memilih, tentu ia memilih untuk tidak dilahirkan ke dunia, bahkan menyesali kenapa dia diciptakan. Dan seandainya seorang manusia memili pengetahuan yang benar tentang Qadha dan Qadarnya di masa depan, itu sama sekali tidak mengubah keharusannya dalam berikhtiyar. Karena ikhtiyar menjadi sarana bagi tercapainya suatu ketetapan di masa depan.

Dihadapan Yang Maha Kuasa, manusia tidak memiliki daya upaya. Ketetapan Ilahi harus terjadi, apakah ia menyukainya atau tidak menyukainya. Manusia seakan wayang yang digerakan oleh dalang, ada yang dijadikannya tokoh yang jahat, dan ada yang dijadikannya tokoh yang baik. Kalau begitu, apa artinya ikhtiyar? Ikhtiyar dan kehendak untuk ikhtiyar pun terjadi atas kehendak dan izin Allah yang Maha Kuasa. Apakah ini keyakinan yang benar? Sementara Allah tidak bersifat dzalim kepada hambaNya. Apakah siksa akan ditimpakan kepada seorang hamba, padahal hamba itu tidak memiliki kekuatan untuk menentukan pilihan perbuatannya sendiri?

Ada orang yang menghendaki dan memilih jalan kebaikan. Ada pula orang yang menghendaki dan memilih jalan keburukan. Semua itu tidak dapat terjadi, kecuali atas kehendak Allah dan izin Nya. Lalu jika ada manusia yang jahat, mengapa ia berdosa? Padahal jika Allah tidak menghendaki orang itu menjadi manusia jahat, tentunya orang itu tidak akan mampu menjadi jahat. Hal ini seringkali menjadi bab bagi kaum atheisme dan anti Islam untuk mempersalahkan ajaran Islam. Mereka berkata, “Allah umat Islam adalah yang membuat manusia tersesat, sebagaimana yang tercatat dalam al Quran :

Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada Nya", (Q.S 13:27) 

Terbukti bukan, bahwa Allah lah yang menyesatkan manusia?” Demikian itulah perkataan mereka yang tidak faham terhadap al Quran, menggunakan kalimat yang haq dengan makna yang batil.

Jika Allah yang menyesatkan manusia, lalu mengapa manusia berdosa dan harus disiksa atas perbuatan sesatnya itu. Bukankah itu sebenarnya adalah perbuatan Allah?

Lalu dilihat dari sisi ke-Maha Kuasaan Allah, tentu Allah berkuasa atas segala sesuatu : Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(Q.S 18:45).

Dan jika Allah menghendaki, niscaya manusia itu menjadi umat yang satu :

Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.(Q.S 16:93)


Adanya iblis, jin dan syaitan, adanya umat yang berpecah belah, itu juga atas izin dan kehendak Allah. Karena tanpa izin dan kehendakNya, mustahil semua itu terjadi. Tapi mengapa Allah tidak menghendaki manusia menjadi umat yang satu, yang tidak berpecah belah, dan mengapa dia tidak memberi petunjuk kepada semua orang, sehingga semua manusia selamat dari ganasnya api neraka?

Dari ayat tersebut jelas, bahwa Allah tidak hendak menjadikan “kamu” menjadi satu umat saja. Kenapa? Faktanya manusia berpecah-belah dalam keyakinan sehingga tidak menjadi umat yang satu. Dan kehendak Allah menyertai kehendak manusia. Manusia itu sendiri yang hendak berpecah belah, ada yang mengikuti jalan yang lurus dan ada yang mengikui jalan yang sesat. Di mana seluruh kehendak manusia ini tidaklah mungkin terjadi tanpa adanya kehendak Allah. Terbukti bahwa kehendaknya Allah selalu menyertai apa kehendaknya manusia. Menyertai kehendak manusia, bukan berarti bergantung kepada kehendak manusia. Tapi berarti, kehendak manusia hanya bisa terealisasi jika Allah juga berkehendak atas terjadinya apa yang dikehendaki oleh manusia itu.


Tetapi kemudian, fakta bahwa pahala dan dosa dibebankan kepada manusia, karena manusia diciptakan dengan kemampuan kehendak, kemapuan memilih dan ikhtiyar. Kemampuan- kemampuan yang sebenarnya tidak berpengaruh apa-apa kecuali atas kehendak dan izin Allah pula. Seseorang bertanya, “Mengapa Allah dengan kemaha Kuasaannya tidak menghilangkan kemampuan saya dari berkehendak, memilih dan ikhtiyar terhadap hal-hal yang jahat, sehingga saya menjadi hamba Allah yang sepenuhnya beribadah kepada Nya?” Jika Allah menghilangkan kemampuan-kemampuan itu pada diri manusia, maka manusia tidak layak dibebani berbagai beban tanggung jawab, sehingga pahala dan dosa pun tidak layak baginya. Tapi manusia memiliki kemampuan berkehendak, memilih dan ikhtiyar, sehingga perintah dan larangan, pahala dan dosa dibebankan kepada dirinya.

Beban tanggun jawab yang dipikul oleh manusia adalah mengikuti perintah dan larangan dari Allah. Itulah jalan yang lurus. Tapi manusia ada yang mau mengikuti jalan yang lurus itu, ada pula yang tidak mau mengikutinya :

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Q.S 76:3)

Dengan ke-Maha KuasanNya, Allah tidak memaksa manusia untuk mengikuti jalan yang lurus. Tapi dengan ke Maha KuasaanNya, Allah memberikan manusia kemampuan untuk memilih menurut kehendaknya masing-masing, mana yang mau mereka pilih, apakah jalan yang lurus apakah jalan yang sesat. Sedangkan kehendak Allah selalu menyertai kehendak manusia itu. Artinya, siapa manusia yang menghendaki kesesatan, maka Allah menyesatkannya. Dan barang siapa yang menghendaki jalan yang lurus, Allah menunjukanNya. Allah hendak menyesatkan seseorang, karena orang itu sendiri yang menghendaki kesesatan itu. Dan Allah mustahil menyesatkan seseorang yang tidak menghendaki dan memilih jalan kesesetan itu. Dengan kemaha KuasaanNya, manusia diciptakan dengan kemampuan “Kehendak Bebas”. Tanpa kemampuan ini, seluruh perintah dan larangan menjadi tidak ada artinya sama sekali.

Kehendak seorang manusia tidak akan pernah berbenturan dengan kehendak Allah. Kehendak Allah selalu menyertai kehendak manusia. Apa yang dikehendaki seseorang untuk dirinya, maka itu pulalah yang dikehendaki Allah untuk orang tersebut. Jika orang itu memilih kebaikan, maka Allah pun berkehendak orang itu memilih kebaikan.  Jika orang itu memilih keburukan, maka Allah berkehendak orang itu memilih keburukan. Tapi kehendak Allah tidak bergantung kepada kehendak manusia, melainkan menyertai kehendak manusia. Kehendak Allah pun bukanlah sebab seseorang memilih kejahatan bagi dirinya. Tetapi pilihan jahat seseorang mustahil terjadi tanpa ada kehendak dari Nya. Dikalangan ulama mazhab Ahlul Bait, sinergi antara kehendak manusia dengan kehendak Allah itu dikenal dengan “bukan jabar (keterpaksaan), bukan pula tawfidh (penyerahan mutlak), akan tetapi sebuah perkara di antara dua perkara tersebut.” 
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline masjek

Re:sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« Jawab #1 pada: Juni 27, 2015, 01:36:28 PM »
Kehendak seorang manusia tidak akan pernah berbenturan dengan kehendak Allah. Kehendak Allah selalu menyertai kehendak manusia.

Apakah itu bisa berarti kehendak manusia mendahului  kehendak Allah kang? Soalnya ada kata2 "menyertai" sih. Seperti kalimat: "Ibu menyertai Bapak". Yang menyertai dan disertai posisinya beda kan? Minta penjelasannya kang... thx



 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« Jawab #2 pada: Juni 27, 2015, 02:14:37 PM »
Jika dikatakan kehendak manusia mendahului kehendak Allah. tampaknya ini keliru, tanpa saya ketahui di mana letak kekeliruannya.  Jika dikatakan kehendak Allah mendahului kehendak manusia. ini juga tidak cukup jelas artinya.

Mohon maaf, apa yang saya tulis di atas tentang kehendak Allah, sepertinya perlu ditinjau ulang dan dikritisi. Bisa jadi itu sesuatu yang salah, tapi belum tentu juga salah. Jika ada yang dapat menunjukan titik salah atau benarnya, tentu itu sangat berguna bagi saya. Semua orang mengalami perubahan keyakinan. demikian pula dengan saya. Apa yang dulu meyakinkan saya, mungkin sekarang meragukan. dan apa yang dulu ragu, mungkin sekarang yakin.

Dulu saya meyakini bahwa "apa yang tidak dikehendaki Allah, niscaya tidak terjadi". dan sekarang saya menyangkal keyakinan ini, serta meyakini bahwa "sesuatu dapat terjadi tanpa dikehendaki Allah". Tetapi, jika yang dimaksud "tidak dikehendaki Allah" sama dengan "yang dikehendaki Allah tidak terjadi", maka saya tidak menyangkal bahwa apa yang tidak dikehendaki Allah pasti tidak terjadi.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« Jawab #3 pada: Juni 27, 2015, 02:35:47 PM »
tentang "kehendak Allah menyertai kehendak manusia", jika ini artinya "terjadi perubahan pada kehendak Allah, maka jelas salah. tapi jika artinya, "Allah berkehendak manusia bebas menentukan kehendak", maka itu benar.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline masjek

Re:sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« Jawab #4 pada: Juni 28, 2015, 12:06:02 AM »
tapi jika artinya, "Allah berkehendak manusia bebas menentukan kehendak", maka itu benar.
Berarti Allah berkehendak, manusia juga (bebas)berkehendak? Sama2 berkehendak? Apakah kehendak itu selaras (sama) atau berbeda? 
Kalau selaras (sama) bisa dikatakan kehendak kita juga kehendak Allah kan? Konsekuensinya adalah kesatuan kehendak (antara manusia dan Allah). Kehendak Allah berarti kehendak manusia atau sebaliknya. 
Kalau berbeda berarti hilanglah sifat Allah yang Maha Berkehendak atau Dia sengaja membiarkan manusia bebas berkehendak sehingga kehendak manusia berbeda dengan kehendak Allah yang konsekuensinya sama:  hilanglah sifat Allah yang Maha Berkehendak.
 

Online Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9585
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re: sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« Jawab #5 pada: Juni 28, 2015, 11:05:18 PM »
Allah membiarkan manusia bebas berkehendak. tapi saya tidak melihat bahwa hal ini berkonsekuensi "hilangnya sifat Allah Yang Maha Berkehendak".
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline Agate

  • Pemikir
  • ****
  • Tulisan: 269
  • Thanked: 4 times
  • Total likes: 11
  • Jenis kelamin: Pria
  • Akal merupakan Makhluk yg paling dicintaiNya
    • Lihat Profil
Re:sinergi kehendak manusia dengan kehendak Allah
« Jawab #6 pada: Juni 29, 2015, 02:26:56 PM »
Ijin koment kang ..
Dalam memahami hal Kehendak Allah saya berpaham bahwa makhluknya lah sejatinya yang membutuhkan Allah.
Oleh karenanya sistem nya adalah
Perbuatan Manusia dulu kemudian pengabulannya dari Allah dan tentu Allah dalam hal ini mengetahui segalaNya tidak mungkin Dia Jahil.
kalau dibalik maka pertanyaannya kepada Allah adalah  Apa yang di kehendaki dari manusia ?kalau Dia masih menghendaki sesuatu dari manusia maka berarti Dia tidaklah Sempurna .
Maka dari itu yang tepatnya adalah aksi makhluk kemudian pengabulan dari Allah
Oleh karenanya Allah dalam mengabulkan setiap perbuatan manusia kita bisa bagi menjadi suka dan tidak suka.
Jadi terdapat Kehendak Manusia yang disukai Allah SWT dan adapula yang tidak disukai Allah SWT.

Kehendak Manusia yang disukai Allah SWT pasti hal tersebut adalah hal hal yang mencerminkan sifat- sifatNya.
Oleh karenanya Kehendak Manusia yang begini bisa kita sebut dengan Kehendak Allah SWT.

Sedangkan
Kehendak Manusia yang di benci Allah SWT dikarenakan tidak berkesusaian dengan sifat-sifatNya .Hal ini ada dan dikabulkan  atas Ijin dariNya.
 
Maksud dari dua perkara tersebut dalam mahzab Ahlulbait adalah Dalam hubungan Manusia dan Allah .Manusia tidak dapat terlepas dari Allah dikarenakan Dia adalah penciptaNya.Manusia ada karena Allah ada.Jadi manusia tidaklah bebas mutlak
atau bisa berdiri sendiri tanpa adanya Allah.

Manusia bebas hanya dan selama dalam hubungannya dengan Allah SWT,dan Allah memberikan kebebasan kepada manusia melakukan apapun yang dia kehendaki dan tentu Allah meminta pertanggungjawaban terhadap kebebasan yang diberikan kepada Manusia sehingga yang jahat masuk neraka ,yang baik masuk surga.

Kehendak Allah pasti terjadi karena Maha Tahu nya Allah terhadap ciptaanNya sendiri yang pasti  benar.Tahu bukan berarti menentukan.


« Edit Terakhir: Juni 29, 2015, 03:13:48 PM oleh Agate »
Sederhana meliputi segala sesuatu
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
17 Jawaban
3626 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 25, 2015, 11:42:39 AM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
1549 Dilihat
Tulisan terakhir Agustus 30, 2015, 10:16:55 PM
oleh Monox D. I-Fly
3 Jawaban
2234 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 06, 2014, 02:00:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
690 Dilihat
Tulisan terakhir Pebruari 13, 2014, 04:33:54 PM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
702 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 08, 2015, 07:55:10 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
1101 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 01, 2015, 07:19:13 PM
oleh Ziels
0 Jawaban
525 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 05, 2015, 05:45:22 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
795 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 06, 2015, 01:56:40 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
195 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 27, 2016, 09:18:05 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
288 Dilihat
Tulisan terakhir September 13, 2016, 09:20:32 PM
oleh Sultan

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan