collapse

* Artikel Pilihan

Penulis Topik: contoh kesalahan dalam berlogika  (Dibaca 5270 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
contoh kesalahan dalam berlogika
« pada: Januari 20, 2013, 03:15:42 PM »
1.Category Logic Error:
 Kesalahan berlogika akibat salah menerapkan kategori
 Contoh:
 Banyak sarjana beranggapan bahwa Dra adalah gelar sarjana untuk wanita.
 Padahal, gelar dibuat tidak berdasarkan jenis kelamin, melainkan berdasar jenis ilmu pengetahuan. Misalnya, Sarjana Ekonomi (SE), Sarjana Hukum (SH),dll.
2.Usage Logic Error:
 Kesalahan penggunaan sesuatu (gelar sarjana) yang tidak pada tempatnya.
 Contoh:
 Banyak undangan pernikahan yang mencantumkan gelar sarjana calon pengantinnya. Padahal gelar sarjana harus digunakan untuk kegiatan yang ada hubungannya dengan kegiatan ilmiah atau profesi. Pernikahan bukanlah kegiatan ilmiah maupun profesi.
3.Degree Logic Error:
 Kesalahan berlogika di dalam pemakaian gelar sarjana
 Contoh:
 Sesudah lulus S-1, lantas meneruskan ke jenjang S-2. Lantas, gelar S-1 dan S-2 nya dipakai semua. Padahal, gelar S-2 merupakan kelanjutan dari S-1. Seharusnya, S-2 saja yang dipakai. Ibaratnya di militer, kalau dari Letkol ya Kol (Kol-nya saja yang dipakai) dan bukan LetkolKol.
4.Knowledge Logic Error
 Kasalahan berlogika karena hal yang dibicarakan belum diketahuinya.
 Contoh:
 Seorang sarjana mengatakan, untuk apa belajar logika, toh semua orang bisa berlogika. Yang benar, logika dan ilmu logika itu berbeda. Logika, semua orang bisa. Tetapi, ilmu logika adalah sebuah ilmu yang harus dipelajari.Tidak semua orang belajar ilmu logika. Tidak semua orang mengerti ilmu logika.
5.Profession Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak memahami profesi seseorang.
 Contoh:
 Si A adalah seorang kritikus. Hampir tiap hari menulis kritik di koran. Lantas ada orang mengatakan bahwa Si A itu bisanya cuma mengritik.Ya, di negara manapun yang namanya kritikus tugasnya ya mengritik. Yang namanya penyiar radio tugasnya ya bicara saja. Yang namanya ustadz kerjanya ya berceramah saja.
6.Ability Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak berdasarkan kemampuan diri sendiri
 Contoh:
 Pemerintah akan menambah PNS baru sebanyak 300.000 orang. Padahal, untuk membayar gaji PNS (yang sudah dinaikkan), pemerintah utang ke Jepang. Menggaji PNS yang ada saja tidak mampu, kok akan menambah 300.000 PNS baru.
7.Written Logic Error:
 Kesalahan berloka hanya berdasarkan pada tulisan
 Contoh:
 Ketika Si A menulis surat pembaca berjudul :”SBY Sang Demokrat Sejati”, maka orang mengira penulis tersebut pendukung SBY. Lain kali, Si A menulis surat pembaca berjudul “Akhirnya SBY Ingkar Janji”, orang menilai Si A anti-SBY,pro-Mega atau berasal dari partai gurem. Padahal Si A adalah penulis independen.
8.Because Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak melihat penyebabnya.
 Contoh:
 Si A adalah anggota sebuah milis. Tiba-tiba dia menerima e-mail yang isinya mendeskreditkan atau mencaci maki . Si A pun membalas. Anehnya, moderator milis justru mengeluarkan Si A dari keanggautaan milis. Sedangkan Si-B yang merupakan penyebabnya tidak dikenakan sanksi apa-apa.
9.End Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena hanya mengatakan hasil akhirnya saja.
 Contoh:
 Sebuah partai politik meng-klaim bahwa harga BBM turun tiga kali (75%). Padahal, sebelumnya telah dinaikkan tiga kali (naik 333.33%). Jadi, status sebenarnya masih naik 333,33%-75% = 258,33%. Namun yang digembar-gemborkan cuma yang turun tiga kali.
10:Dislike Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena menganggap semua pendapat orang yang tidak disukainya adalah salah.
 Contoh:
 Si A tidak suka dengan Si B. Apapun yang ditulis atau dikatakan Si-B adalah merupakan tulisan atau ucapan yang salah.
11.Like Logic Error atau Leader Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena seseorang menyukai seseorang sehingga semua pendapatnya dianggap benar.
 Contoh:
 Para peserta pengajian atau murid pondok pesantren atau umat Islam berpendapat bahwa semua ucapan ustadz,ulama atau guru agamanya adalah benar. Benar 100 persen. Tidak mungkin salah. Padahal, seorang ustadz,ulama atau guru agama adalah manusia biasa yang ucapannya bisa saja salah.
12.Small Logic Error:
 Kesalahan berlogika di mana mengerjakan yang kecil saja tidak mampu, kok akan mengerjakan yang besar
 Contoh:
 Banyak capres yang punya visi akan mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia. Padahal, mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Jakarta saja tidak mampu. Apalagi se-Indonesia.
13.System Logic Error:
 Kesalahan berlogika akibat tidak memahami arti sebuah sistem
 Contoh:
 Ada yang mengatakan “Walaupun sistemnya baik, kalau manusianya tidak baik, maka hasilnyapun tidak baik”.Ini logika yang salah. Sebab, manusia merupakan bagian (subsystem) dari sebuah sistem. Artinya, sistem yang baik, termasuk juga faktor manusia yang baik. Sistem yang baik akan menghasilkan hasil yang baik dan sistem yang buruk akan menghasilkan hasil yang buruk.
14.Definition Logic Error:
 Kesalahan berlogika akibat tidak memahami definisinya.
 Contoh:
 Ada yang berpendapat bahwa Bantuan Langsung Tunai (BLT) tidak efektif untuk mengurangi angka kemiskinan.Ini logika yang salah. Sebab, BLT bukan program pengentasan kemiskinan, melainkan merupakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang sifatnya hanya sementara saja.
15.God Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena beranggapan kalau sudah mengatasnamakan Tuhan, tentu tidak bisa disalahkan
 Contoh:
 Umat Islam sering berjanji dengan mengatakan “Insya Allah”. Kemudian ternyata dia ingkar dan tidak meminta maaf. Seolah-olah ingkar janji dengan mengatasnamakan Tuhan merupakan perbuatan yang tidak salah. Padahal, orang yang ingkar janji mempunyai tiga kewajiban. Pertama, melakukan konfirmasi atau pemberitahuan bahwa dia terpaksa tidak bisa menepati janji. Kedua, harus ada alasan yang kuat. Ketiga, tidak mengulangi kesalahannya lagi.
16.Irrasional Logic Error
 Kasalahan berlogika karena punya anggapan yang salah
 Contoh:
 Ketika dukun cilik Ponari tidak praktek, maka para pasiennya berbuat tidak rasional. Antara lain, mencelupkan kartu nomor urut ke air di dalam gelas, kemudian meminumnya. Sebagian lagi mengambil air buangan dari kamar mandi Ponari. Air di saluran yang kotor itu diendapkan di gelas atau botol air mineral, kemudian diminumnya. Mereka beranggapan semua air di rumah Ponari bisa menyembuhkan penyakit.
17.Breakdown Logic Error:
 Kesalahan berlogika akibat tidak mampu menjabarkan tujuan.
 Contoh:
 Semua gubernur/bupati/walikota berkeinginan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di daerahnya masing-masing. Tetapi, tidak tahu bagaimana menjabarkan tujuan itu secara rinci.
18.Nihil Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak menyadari kalau yang dilakukan tidak ada hasilnya
 Contoh:
 Ketika Israel menyerang Palestina, maka ada gerakan yang mengajak boikot produk Amerika. Ini merupakan gerakan moral-politik yang positif. Tetapi, hasilnya nihil. Sebab, Amerika tetap tidak akan mengubah keputusan-keputusan politiknya.
19.Objective Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena salah mengartikan tujuan
 Contoh:
 Banyak orang beranggapan bahwa tujuan kuliah adalah mencari gelar sarjana. Padahal, tujuan kuliah sesungguhnya yaitu mencari,menuntut dan memperdalam ilmu pengetahuan.
20.Unsignificant Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena sebuah hasil yang tidak signifikan
 Contoh:
 Sebuah iklan politik di TV mengatakan, pemerintah telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Padahal, dengan APBN lebih dari Rp 1.000 triliun, angka kemiskinan cuma turun kurang dari 1 persen. Sebuah hasil yang tidak signifikan..
21.Comparative Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena salah menggunakan basis perbandingan
 Contoh:
 Ada yang mengatakan lulusan UI lebih berkualitas daripada lulusan UGM.Misalanya, Si A lulusan UI,matakuliah X mendapat nilai 90, sedangkan Si-B lulusan UGM di mana matakuliah X mendapat nilai 80. Orang menilai Si A lebih pandai daripada Si B. Padahal, materi kuliah Si A cuma 100 halaman, sedangkan materi kuliah Si B 300 halaman. Seharusnya, membandingkan sesuatu harus berdasarkan basis yang sama.
22.Survei Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena hasil survei dianggap 100 persen benar
 Contoh:
 Hasil survei politik menunjukkan bahwa capres A adalah yang paling populer. Maka para pemilihpun terpengaruh. Diapun akhirnya memilih Si A. Padahal, kriteria capres berkualitas tidak cukup dari faktor popularitas saja, melainkan juga faktor kepemimpinan (leadership), prestasi yang pernah dilakukan, moralitas, dll.
« Edit Terakhir: Mei 12, 2015, 08:49:15 AM oleh Kang Asep »
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #1 pada: Januari 20, 2013, 03:15:54 PM »

23.Personal Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena belum mengenal pribadi seseorang
 Contoh:
 Dalam kehidupan sering kita temukan orang menilai tanpa mengenal orang yang bersangkutan. Misalnya, Si A menilai Si B itu sombong, pelit, sok pintar, dll. Padahal, kenal saja belum.
24.Factor Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak memperhatikan faktor yang lain
 Contoh:
 Ketika harga BBM naik, maka tarif transportasi umum juga naik. Ketika harga BBM turun maka pemerintah memerintahkan tarif transportasi umum juga turun. Artinya, pemerintah hanya melihat naik turunnya tarif transportasi umum hanya dari harga BBM saja. Padahal ketika harga BBM naik, harga suku cadang, sembako dan setoran naik. Ketika harga BBM turun, harga suku cadangan, sembako dan setoran tidak turun
25.Appeal Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena menganggap sebuah imbauan bisa menyelesaikan masalah
 Contoh:
 Pemerintah mengimbau agar masyarakat Indonesia menggunakan produk dalam negeri supaya perusahan-perusahaan dalam negeri tidak merugi atau bangkrut. Padahal persoalannya tidak cukup di situ. Kalau produk dalam negeri berkualitas tinggi dengan harga lebih dibandingkan produk sejenis yang diimpor, otomatis masyarakat akan memilih produk dalam negeri.
26.Popular Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena beranggapan orang yang populer itu orang yang mampu
 Contoh:
 Beberapa lembaga survei politik mengumumkan hasil survei bahwa capres Si “A” adalah yang paling populer. Lantas, calon pemilih beranggapan bahwa Si “A” pasti mampu mengelola bangsa dan negara. Padahal, ukuran mampu atau tidak, tidak terletak kepada populer atau tidak populernya seseorang, tetapi terletak pada prestasi-prestasi yang pernah dimiliki capres tersebut.
27.Accurate Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak teliti membaca sebuah kalimat.
 Contoh:
 Si A pernah menulis di koran. Dia mengusulkan agar tujuh kata perlu dituliskan di belakang kata “Ketuhanan yang Mahasa Esa” menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Kewajiban Melaksanakan Syariat Agama bagi Para Pemeluknya”. Lantas Si B mengatakan bahwa Indonesia bukanlah Negara Islam. Si B tidak teliti membaca kalimat, sebab di dalam tujuh kata yang diusulkan, tidak ada kata Islam. Yang ada adalah kata Agama.
28.Similar Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena menganggap semuanya sama
 Contoh:
 Si A memesan teralis untuk lima jendelanya yang ukurannya kelihatannya sama. Tukang las datang dan hanya mengukur satu jendela saja. Setelah selesai, ternyata empat teralis lainnya tidak bisa dipasang karena terlalu besar atau terlalu kecil, terlalu panjang atau terlalu pendek. Ini akibat tukang las menganggap semua jendela ukurannya sama persis.
29.Symbolic Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena ingin dihargai orang lain karena memakai gelar.
 Contoh:
 Banyak orang Indonesia memakai gelar sarjana atau gelar haji dengan harapan ingin dihargai orang lain (sebagai status sosial). Padahal, kalau ingin dihargai orang lain syaratnya yaitu bertingkah laku dan bermoral baik.
30.Analogy Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena salah menggunakan analogi atau perbandingan
 Contoh:
 Si A berpendapat bahwa semua umat beragama di dunia ini sebenarnya menyembah batu. Buddha menyembah patung Buddha Gautama, Kristen menyembah patung Yesus, Shinto menyembah matahari dan Islam menyembah batu yang ada di dalam Kaabah. Tentu itu merupakan analogi yang salah. Apa yang dilakukan oleh agama Buddha, Kristen dan Shinto adalah sebuah simbolis saja dan dibalik simbol itu ada Yang Maha Kuasa. Sedangkan umat Islam shalat menghadap kiblat/Kaabah bukan menyembah batu, tetapi merupakan simbol persatuan, kesatuan dan satu tujuan yang sama, yaitu menyembah Tuhan Yang Maha Esa.
31.Other is Me Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena menganggap keberhasilan orang lain sebagai keberhasilan dirinya
 Contoh:
 Parpol A mengklaim bahwa swasembada beras adalah hasil kerja kerasnya, padahal yang benar partai B lah yang melakukannya, sebab menteri pertaniannya berasal dari partai B. Pemerintah mengklaim bahwa cadangan devisa besar karena usahanya, padahal itu hasil kerja keras para TKI, eksportir dan para pelaku bisnis wisata.
32.Deficit Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena menggunakan APBN/APBD defisit
 Contoh:
 Pemerintah yang menggunakan APBN/APBD defisit, akan terbebani utang terus-menerus hingga ouluhan/ratusan tahun. Hal ini karena cara berlogika yang salah, yaitu “APBN/APBD disusun sesuai dengan kebutuhan. Padahal logika yang benar yaitu, kebutuhan harus disusun berdasarkan kemampuan APBN/APBD tanpa defisit.
33.Performance Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena menilai seseorang hanya dari penampilannya saja.
 Contoh:
 Si A menjalin kerja sama bisnis dengan Si-B yang berjilbab dan Si-C yang berpecil. Tidak ada perjanjian tertulis. Si A menganggap Si-B dan Si-C orang baik-baik. Belakangan, Si A baru sadar kalau dia ditipu oleh Si B dan Si C.
34.Start Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena membuat perbandingan dengan kondisi start yang tidak sama
 Contoh:
 Pendukung Presiden A mengklaim bahwa pemberantasan korupsi di era Presiden A jauh lebih baik dibandingkan presiden sebelumnya, yaitu Presiden B. Tentu, ini merupakan perbandingan yang tidak fair karena di era Presiden B, Kompisi Pemberantasan Korupsi baru dibentuk, sedangkan di era Presiden A komisi tersebut sudah bisa menjalankan tugas-tugasnya.
35.God LogicError:
 Kesalahan berlogika karena masing-masing mengklaim pendapatnya yang paling benar, padahal itu wewenangnya Tuhan
 Contoh:
 Ulama A berpendapat, jika manusai mempunyai 49 persen dosa dan 51 persen pahala, maka dia bisa langsung masuk sorga dan semua dosa-dosanya akan diampuni. Sedangkan ulama B berpendapat bahwa, jika ada manusia punya 49 persen dosa dan 51 persen pahala, maka dia harus masuk neraka dulu untuk menebus semua dosanya. Sesudah itu baru diterima di sorga. Mana yang benar? Hanya Tuhan yang Maha Tahu.
36.Darwin Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak tahu adanya link yang hilang
 Contoh:
 Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari kera. Namun, Darwin tidak mampu membuktikan teorinya berdasarkan teori-teori biologi, melainkan hanya berdasarkan teori evolusi berdasarkan penelitiannya sendiri. Fakta menunjukkan bahwa sampai hari ini anak kera tetap menjadi kera dan anak manusia tetap menjadi manusia. Yang benar, manusia purba memang mirip kera, baik wajah maupun bulu-bulu di tubuhnya.
37.Scope Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena. melihat persoalan hanya pada lingkup tertentu saja
 Contoh:
 Seorang anggota DPRRI mengatakan bahwa kalau ada artis jadi anggota DPRRI, itu sama saja bunuh diri. Soalnya, penghasilan artis jauh lebih banyak daripada anggota dewan. Tentu, kesalahan logikanya hanya melihat artis yang sedang banyak order. Bagaimana jika yang ingin jadi anggota dewan adalah artis yang sudah tidak laku atau sepi order? Tentu, penghasilan sebagai anggota dewan jauh lebih tinggi.
38.Believe Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena berdasarkan kepercayaan saja
 Contoh:
 .Si A percaya bahwa semua yang dikatakan Si B adalah benar. Padahal, apa yang dikatakan Si B belum tentu benar. Swebaliknya Si B menganggap Si A pembohong. Padahal Si A selalu berkata jujur
39.Specification Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena tidak memahami spesifikasi
 Contoh:
 Si A ingin membeli komputer Pentium 4 di Toko X. Si A menganggap harga di Toko X mahal. Dia kemudian ke Toko Y. Ternyata di Toko Y harga Pentium 4 lebih murah. Padahal, ada perbedaan spesifikasi komputer di Toko X dan Toko Y. Di Toko X komputer Pentium 4 memiliki spesifikasi RAM 512 MB dan harddisk 80 GB. Sedangkan di Toko B memiliki spesifikasi RAM 128 MB dan harddisk 10 GB.
40.Skill Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena merasa memiliki keahlian lain
 Contoh:
 Si A adalah tukang reparasi arloji. Suatu hari datang Si B membawa mesin ketik manual yang rusak. Dia tanya, apakah Si A bisa memperbaikinya. Si A berlogika, kalau memperbaiki arloji yang rumit saja bisa, tentu memperbaiki mesin ketik yang sederhana tentu bisa. Namun, setelah dicoba, kenyataannya Si A tidak bisa.
41.Tricycle Motor Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena adanya anggapan yang salah
 Contoh:
 Banyak yang beranggapan bahwa sepeda motor beroda tiga hanya boleh dikendarai oleh orang yang cacat, misalnya cacat kaki. padahal, semua orang boleh saja mengendarai motor tersebut.
42.Other Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena membanggakan orang lain
 Contoh:
 Si A dalam bicaranya selalu membanggakan orang lain. Padahal, belum tentu orang yang dibanggakan belum tentu berkualitas.
43.Say Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena berbicara berdasar pendapat orang lain
 Contoh:
 Si A di dalam berdiskusi atau berdebat selalu membawa-bawa ucapan orang lain (ulama, ustadz, ketua RT.RW, dan lain-lain) dan orang-orang lain yang dianggap berwibawa. Seolah-olah pendapat orang lain pasti benar. Padahal, belum tentu pendapat orang lain benar.
44.Diabetes Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena mengira penyakit diabetes hanya karena gula
 Contoh:
 Sampai hari ini Si A beranggapan bahwa penyakit diabetes hanya diakibatkan oleh terlalu banyak mengonsumsi gula. Padahal, diabetes juga bisa terjadi karena karena keturunan.
45.Question Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena mengajukan pertanyaan yang tidak lengkap
 Contoh:
 Rombongan mahasiswa rekreasi ke Pantai Rida, Jawa Barat. Untuk ke Pulau Rida, mereka harus naik perahu. Pimpinan rombongan bertanya, berapa biaya ke Pulau Rida. Tukang perahu menjawab Rp 50.000. Merekapun berangkat. Ketika akan pulang, tukang perahu bilang, kalau kembali ke pantai, biayanya Rp 100.000. Seharusnya, pimpinan rombongan bertanya berapa biaya pergi-pulang.
46.Natural Resources Logic Error:
 Kasalahan berlogika karena tidak mau memprioritaskan kekayaan alam
 Contoh:
 Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Sayang, kekayaan alam berupa tambang diserahkan ke investorasing dengan keuntungan yang jauh besar. Sementara itu sektor pertanian dan maritim tidak pernah menjadi prioritas utama di dalam APBN. Pemerintah lebih suka mengundang investor di bidang industri dan manufaktur.
47.Debt Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena mengandaikan pelunasan utang tanpa berpijak kepada realitas.
 Contoh:
 Ada yang berpendapat, Indonesia akan mampu melunasi semua utang luar maupun dalam negeri pada 2040. Itupun dengan asumsi pemerintahan mendatang tidak membuat utang lagi. Apa bisa? Tentu, tidak ada jaminan bahwa pemerintahan mendatang tidak akan membuat utang lagi kecuali harus ada undang-undangnya. Bahkan kalau perlu UUD 1945 berlu direvisi lagi.
48.Target Logic Error:
 Kesalahan berlogika karena mudah bergesernya target.
 Contoh:
 Pemerintah punya target, pada 2009 Indonesia bisa swasembada kedelai. Ternyata meleset. Lantas targetnya digeser ke 2014. Tentu ini cara berlogika yang salah. Yang benar, pemerintah telah gagal merealisasikan target 2009.
49.Doctor Logic Error
 Kasalahan berlogika karena menganggap seorang dokter tidak mungkin bisa sakit.
 Contoh:
 Suatu hari Si A ke seorang dokter langganannya. Ternyata tutup. Di pintu ada pengumuman bahwa dokter tidak buka praktek karena sakit. Si A pun heran. Katanya, dokter kok bisa sakit. Bukankah dokter itu mengerti tentang ilmu kesehatan dan tahu caranya menghindari atau menyembuhkan penyakit? Si A lupa bahwa dokter adalah manusia biasa yang bisa sakit. Bahkan nabipun bisa sakit.
Kalau ada yang ingin menambahkan silahkan,nanti akan saya ikutkan di posting ini beserta alamat web/blog anda


http://namakupongo.wordpress.com/tag/kesalahan-dalam-ber-logika/
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #2 pada: Januari 20, 2013, 03:18:41 PM »
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #3 pada: Januari 20, 2013, 03:40:24 PM »
artikel yang bagus. hal-hal seperti ini tidak ada di dalam karya-karya Aristoteles. tetapi, landasan teorinya ada di sana. sebagai contoh : Category Logic Error ini tampaknya berbeda dengan usage logic error. padahal sejatinya sama saja, yaitu "kesalahan kategori".

sebenarnya essensi dari proposisi itu adalah "kebenaran ketegori". sehingga yang dikatakan 1000 kesalahan logika itu sebenarnya hanya bermuara pada satu kesalahan "yaitu kesalahan kategori".

kesalahan pertama :

dra adalah gelar sarjana untuk wanita

(mengkategorikan dra ke gelar sarjana wanita => false)

kesalahan kedua :

gelar sarjana digunakan pada semua moment

(gelar sarjana dikategorikan pada yang digunakan pada semua moment => false)

maka, di sini kita pun harus berhati-hati dalam belajar logika. sebab kita harus mampu menemukan intisarinya. jika kita tidak mampu menemukan intisarinya, maka mungkin umur kita akan habis sebelum dapat mempelajari keseluruhan bab logika. misalnya kita akan menghafal ratusan jenis fallacy yang sebnarnya itu hanya terdiri dari 7 jenis saja. ambil intsari dari kesalahan logika tersebut, maka kita mengerti semuanya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #4 pada: Januari 20, 2013, 04:04:40 PM »
Wah sekarang adie mulai bingung, belajar logika harus dirunut dari bab mana dulu ^_^, baca ulang lagi ah http://medialogika.org/collapse/?c=2;sa=collapse;aaa10211=c4ccdec0978f97c0e2a1a0b8bd9771e4#c2
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #5 pada: Januari 20, 2013, 04:17:11 PM »
bab pokok logika

1. term
2. proposisi
3. syllogisme

term :

konsepsi, kategori, klasifikasi dan definisi

proposisi :

proposisi kategori, proposisi hipotesa dan proposisi disjuntive

syllogisme :

64 modus berpikir

sudahlah selesai. itu intisarinya. ntar yang lainnya pelajari belakangan.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #6 pada: Januari 20, 2013, 04:56:50 PM »
bab pokok logika

1. term
2. proposisi
3. syllogisme

term :

konsepsi, kategori, klasifikasi dan definisi

proposisi :

proposisi kategori, proposisi hipotesa dan proposisi disjuntive

syllogisme :

64 modus berpikir

sudahlah selesai. itu intisarinya. ntar yang lainnya pelajari belakangan.


Sip pak dirunut lagi, soalnya belajar logikanya lompat-lompat ^_^ kalau ada kasus baru cari bab yang sesuai
kalo sekarang dirunut lagi ah
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #7 pada: Januari 21, 2013, 08:53:19 AM »
pelajari saja satu rumus sampai matang, niscaya kita menguasai semuanya. yaitu rumus AAA

setiap A adalah B
Setiap B adalah C
jadi, setiap A adalah C

seluruh inti pelajaran logika ini sudah terkandung di dalam rumus pertama ini. jadi, kalau kita menyelami satu rumus ini sedalam-dalamnya, berarti kita menguasai seluruh bab logika itu.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #8 pada: Januari 21, 2013, 03:51:23 PM »
pelajari saja satu rumus sampai matang, niscaya kita menguasai semuanya. yaitu rumus AAA

setiap A adalah B
Setiap B adalah C
jadi, setiap A adalah C

seluruh inti pelajaran logika ini sudah terkandung di dalam rumus pertama ini. jadi, kalau kita menyelami satu rumus ini sedalam-dalamnya, berarti kita menguasai seluruh bab logika itu.

Iya pak rumus itu selalu ingat karena berkesan belajar sampe pukul 2 malem , tapi gak masuk semua karena ngantuk sudah menggerayangi ^_^. tapi baru inget belum menyelami lebih dalam, mudah2an dengan adanya forum ini semakin memantapkan.

Logika = Satu Rumus => Rumus Awal
Krachtology = Satu Jurus => Jurus 1

Berarti segala sesuatu yang awal lebih penting yach ^_^
 

Offline Kang Asep

  • Administrator
  • Master
  • *****
  • Tulisan: 9591
  • Thanked: 61 times
  • Total likes: 482
  • Jenis kelamin: Pria
  • Logika = Undang-undang berpikir
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #9 pada: Januari 21, 2013, 03:59:32 PM »
ya. dari segala aspek, kita harus mencoba menemukan intisarinya.

sejak dulu, saya menyelami agama berbagai mazhab, berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain, berupaya untuk menemukan intisari dari masing-masing kelompok. kalau sudah ketemu, lalu bisa menimbang benar atau salah ajaran mazhab tersebut. saya tidak harus menyelesaikan seluruh pelajaran, baru bisa menimbang. sebab, kalau begitu tidak akan pernah kunjung selesai. contoh di kelompok LDII, ada sekitar 150 kitab hadits yang dapat dipelajari. saya bertanya, kepada orang yang telah 15 tahun menjadi pengikut LDII, ternyata ia hanya mampu menyelesaikan mengkaji 10 kitab saja. lalu, bagaimana untuk menyelesaikan 150 kitab, apakah cukup umurnya? tapi dengan menemukan intisarinya, kita bisa khatam dalam waktu singkat. demikian pula dengan logika. dengan adanya guru, kita ditunjukan jalan cepat menuju intisarinya.
Diskusi adalah usaha saling membantu dalam memahami struktur realitas melalui jalan komunikasi berlandaskan pada rasa hormat dan kasih sayang.
 

Offline kang radi

  • Master
  • *
  • Tulisan: 1062
  • Thanked: 3 times
  • Total likes: 21
  • Jenis kelamin: Pria
  • Kemelekatan yang tak terasa
    • Lihat Profil
Re:Sebagian contoh kesalahan dalam berlogika
« Jawab #10 pada: Januari 21, 2013, 04:43:23 PM »
ya. dari segala aspek, kita harus mencoba menemukan intisarinya.

sejak dulu, saya menyelami agama berbagai mazhab, berpindah dari satu kelompok ke kelompok lain, berupaya untuk menemukan intisari dari masing-masing kelompok. kalau sudah ketemu, lalu bisa menimbang benar atau salah ajaran mazhab tersebut. saya tidak harus menyelesaikan seluruh pelajaran, baru bisa menimbang. sebab, kalau begitu tidak akan pernah kunjung selesai. contoh di kelompok LDII, ada sekitar 150 kitab hadits yang dapat dipelajari. saya bertanya, kepada orang yang telah 15 tahun menjadi pengikut LDII, ternyata ia hanya mampu menyelesaikan mengkaji 10 kitab saja. lalu, bagaimana untuk menyelesaikan 150 kitab, apakah cukup umurnya? tapi dengan menemukan intisarinya, kita bisa khatam dalam waktu singkat. demikian pula dengan logika. dengan adanya guru, kita ditunjukan jalan cepat menuju intisarinya.
wah cocok pak dengan kepribadian adie kalo gitu, dalam hal belajar emang adie cari dalemnya baru luarnya
belajar program , jaringan dll tp effek yang adie alami jadi tidak memperdulikan istilah (atau hal2 kecil yang dianggap bukan intisari)
 

Tags:
 

GoogleTagged



Related Topics

  Subyek / Dimulai oleh Jawaban Tulisan terakhir
1 Jawaban
3744 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 11, 2012, 09:58:15 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1652 Dilihat
Tulisan terakhir Desember 24, 2012, 08:58:24 PM
oleh Kang Asep
5 Jawaban
4145 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 09, 2013, 11:06:02 PM
oleh kang radi
11 Jawaban
2942 Dilihat
Tulisan terakhir Mei 03, 2013, 08:38:13 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1416 Dilihat
Tulisan terakhir Juni 29, 2013, 04:16:46 PM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
1136 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 01, 2013, 07:03:40 AM
oleh Kang Asep
2 Jawaban
2275 Dilihat
Tulisan terakhir Juli 03, 2013, 05:48:30 AM
oleh Kang Asep
1 Jawaban
717 Dilihat
Tulisan terakhir November 11, 2014, 08:25:47 PM
oleh ratna
0 Jawaban
16703 Dilihat
Tulisan terakhir September 11, 2016, 02:43:48 AM
oleh Kang Asep
0 Jawaban
425 Dilihat
Tulisan terakhir Januari 02, 2017, 01:11:59 PM
oleh Kang Asep

Ilmu Logika

Proposisi Syllogisme Kupas Logika TTS

Meditasi

Menenangkan Pikiran Mengembangkan Kekuatan-Kekuatan